Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Pecat
Bara berjalan keluar dari ruangan dengan langkah yang cepat masuk ke dalam mobil, dia tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil meletakan earphone dan berbicara dengan pihak HRD. "Aluza, dia... dia menampar saya. Pecat dia sekarang juga," dia berkata dengan nada yang tidak bisa ditawar.
Suara di ujung telepon terdengar, "Baik, Pilot Bara. Kami akan segera memprosesnya. Tapi, apakah Anda ingin kami memanggil polisi?"
Bara berpikir sejenak, "Tidak, tidak perlu. Saya ingin dia dipecat saja. Ini urusan internal perusahaan."
Bara mengakhiri panggilan dan terus mengarahkan mobilnya ke tujuan yang tidak jelas, sambil mencoba menenangkan dirinya. Tapi, bayangan Aluza yang menamparnya masih membakar amarahnya. "Kamu akan membayar untuk ini, Aluza," dia berkata dengan nada yang rendah, sambil mengepalkan tangannya menjadi kepalan di atas setir.
•
•
•
•
•
Aluza dan Diana keluar dari club dengan wajah yang murung. Aluza di pecat oleh manajer clubbing di karenakan Aluza berani menampar seorang pilot terkenal yaitu pilot Bara.
Diana menguatkan Aluza untuk bersabar.“Tenang kamu masih punya pekerjaan di bandara, jadi santai saja yah jangan terlalu sedih”
Tak lama Aluza mendapatkan telepon dari Bu Sinta.Aluza terdiam sejenak, matanya terpejam menahan kesedihan. "Apa Kenapa Bu?" dia bertanya dengan nada yang tidak percaya.
Bu Sinta terdengar berat di ujung telepon, "Maaf, Aluza. Ini keputusan dari atas. Kamu... kamu menampar pilot Bara. Kami tidak bisa mentolerir perilaku seperti itu."
Aluza menarik nafas dalam tangan mengepal "Tapi... itu tidak adil Pilot Bara yang memprovokasi saya!" dia berkata dengan nada yang keras.
Bu Sinta terdengar lembut, "Aku tahu, Aluza. Tapi, kamu harus menerima keputusan ini. Kamu bisa mengambil hak-hakmu besok pagi."
Aluza mengambil nafas dalam, "Baik, Bu. Saya akan datang besok untuk mengambil hak-hak saya," dia berkata dengan nada yang masih keras, tapi sudah lebih terkontrol.
Bu Sinta terdengar sedikit lebih lembut, "Aku tahu ini sulit, Aluza. Tapi, kamu harus kuat. Kami akan memproses hak-hakmu besok. Jangan lupa, kami akan memberikan referensi yang baik untukmu."
Aluza mengangguk, meskipun Bu Sinta tidak bisa melihatnya, "Terima kasih, Bu. Saya akan datang besok," dia berkata dengan nada yang sedikit lebih tenang sebelum mengakhiri panggilan.
Diana memeluk Aluza, "Aduh, Luza kok kamu di pecat sih nanti aku gak ada temen lagi. Aku tahu kamu tidak salah yang salah itu pilot Bara" dia berkata dengan nada yang peduli dan terkesan membela.
Aluza mengangguk, "Aku tahu, Diana. Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku tidak punya pekerjaan lagi," dia berkata dengan nada yang sedih.
Diana tersenyum, "Jangan khawatir, Aluza. Kamu bisa mencari pekerjaan lain. Kamu cantik dan berbakat. Kamu pasti bisa menemukan sesuatu yang lebih baik," dia berkata dengan nada yang optimis.
Aluza tersenyum lemah, "Aku berharap saja, Diana. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan sekarang," dia berkata dengan nada yang masih sedih.
Diana memegang tangan Aluza, "Aku ada di sini untukmu, Aluza atau bila perlu aku risegn juga. Dan Kita akan cari pekerjaan lain bersama-sama.supaya Kamu tidak sendirian cari kerja”Diana berkata dengan nada yang tulus.
“Jangan lakukan hal bodoh seperti itu Diana, cukup aku saja berhenti dari pekerjaan itu dan kamu jangan”Diana memeluk Aluza begitu pun Aluza membalas pelukan Diana.