Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gelisah
Malam telah tiba. Acara resepsi telah selesai. Kedua pengantin sedang beristirahat didalam kamar, dan sedang melepaskan pakaian pengantin.
Reva menghapus riasannya yang cukup tebal menggunakan toner.
Sesaat ia menatap sang suami yang terlihat gelisah.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia menghampiri Rama yang saat ini mengenakan kaos berwana putih.
"Bang, kau lagi mikiri apa?" tanyanya dengan logat daerah yang sedikit kasar.
"Dek, apa kau tak curiga sama si Kiara? Dia sepertinya tak ada niat ingin melaporkan kita ke polisi, bahkan Pak Syamsuddin dan juga bu Halimah bersikap ramah, itu tandanya mereka tidak tahu apa yang sudah terjadi pada anaknya," Rama tampak berfikir, tetapi hatinya berseberangan , seolah ia sedang terkunci untuk memikirkan Kiara seorang.
"Entahlah, tetapi aku merasa jika itu lebih baik, dan kuta bisa hidup tenang, tanpa harus tersandung masalah dengannya," jawab Reva, lalu mendekap tubuh Rama dengan hasrat menggebu.
Rama bergeming. Seolah segala ucapan dan sentuhan Reva tak membuat bersemangat. "Ia tak dapat berhenti memikirkan Kiara, entah apa.
"Sebaiknya malam ini kita istirahat saja, ya. Soalnya tanpa malam pertama, kita juga sudah sering melakukannya," ucap Rama tanpa selera.
Ia merasa jika hasratnya menurun saat melihat Reva. Selama ini, saat mereka belum menikah, ia terlalu bersemangat ketika melakukannya disemak-semak, dipondok, dan dibawah pohon rindang.
Tetapi setelah menjadi pasangan halal, ia justru seperti tak memiliki rasa apapun pada Reva, bahkan gairahnya tak dapat bangkit, meskipun saat ini Reva berusaha merayunya, tetap saja senjatanya tak mau bangun.
"Abang masih capek, besok saja, ya." Rama kembali mengingatkan Reva, dan membuat wanita itu kecewa karena ditolak.
Dengan raut wajah kesal, akhirnya ia tidur dengan cara memunggungi suaminya.
Sementara itu, Rama terlihat acuh. Ia tidur dengan terlentang. Tangan kanannya diletakkan didahi, dan angannya melayang jauh, menembus segala kegelisahannya.
"Kenapa aku jadi mikirin si Kiara?" gumamnya dalam hati. Ia merasa jika saat ini seluruh fikirannya terpusat pada gadis tersebut.
Sosok yang ia abaikan, sosok yang ia jadikan sebagai sumber keuangannya, dan ia tipu dengan kata cinta, kini justru berbanding terbalik dengan apa yang saat ini ia rasakan.
"Kenapa dia bisa berubah? Mayat siapa sebenarnya yang aku kubur malam itu?" gumamnya dengan lirih.
Ia masih penasaran dengan apa yang terjadi. "Besok malam aku akan datang lagi ke sana, aku akan coba bongkar, dan mencari tahu, sebab aku sendiri yang menguburkannya, tidak mungkin aku salah," Rama terlihat terus resah, ia tak dapat tidur karena memikirkan semuanya.
Ia memiringkan tubuhnya, mencoba memejamkan mata untuk tertidur, tetapi bayangan bokong Kiara justru hadir didepan matanya.
Rama membuka matanya, dan degupan dijantungnya memburu.
Perlahan, ia seolah melihat Kiara disudut kamar sedang tersenyum manis padanya, dan entah apa yang mendorong perasaannya, membuat ia seolah tak dapat berbenti membayangkan gadis tersebut.
Tiba-tiba darahnya berdesir. Sentuhan Kiara saat seai foto siang itu seolah hadir begitu saja. Aroma melati yang keluar dari tubuh Kiara membangkitkan gairahnya, membuat sesuatu yang tersembunyi dibalik celananya bergerak bangun.
Hangat tubuh Kiara saat menempel dilengannya saat siang tadi seolah tak dapat pergi dari ingatannya, memaksanya untuk terus mengkhayalkan tentang sang gadis.
Nafasnya kian memburu, dan membuatnya terus membayangkan wajah gadis manis yang berubah dengan pesona yang memancar.
"Kenapa aku jadi pengen bersamanya? Kenapa aku merindukannya? Aku tak punya cinta untuknya? Tetapi perasaanku padanya tak dapat pergi begitu saja, aku seolah ingin menyentuhnya," Rama dilanda kegelisahan. Ia sangat tertekan.
Ia tampak uring-uringan, miring salah, terlentang salah, bahkan duduk pun ia salah
Hal yang paling sialnya, senjata dibalik celananya sudah berdiri tegang, dan ia berharap dapat menyalurkannya dengan segera.
"Kiara? Kenapa sekarang aku jadi merindukanmu?" bisiknya dengan hati yang semakin resah.
Sementara itu, Reva sudah tertidur pulas, dan rasa kecewanya pada Rama tampaknya membuat ia tertidur pulas.
Sedangkan Rama sendiri harus tersiksa menahan hasratnya yang menggebu, dan ketika tanpa sengaja Reva berbalik, lalu tangannya menyentuh senjata milik Rama yang saat ini sedang menegang, mendadak kembali mengerut dengan cepat.
"Hah! Kenapa bisa begini?" Rama tampak kebingungan.
Melihat semua yang terjadi, ia tak lagi dapat menahan keinginannya untuk mencari tahu tentang jasad yang ia kubur dibawah pohon pisang.
Setelah melihat suasana sepi, Rama keluar kamar dengan mengendap-endap.
Ia menyelinap ditengah gelapnya malam, menuju tempat dimana ia pernah menguburkan jasad Kiara beberapa minggu yang lalu.
Langkah dipercepat saat ia menyusuri pematang sawah, lalu naik menuju makam milik Nyai Punden Ronggeng.
Perlahan ia merasakan jika dirinya sedang diawasi oleh sosok tak kasar mata, dan bulu kuduknya meremang.
"Aku sudah hampir sampai, aku harus cepat." ia membawa cangkul dan nafasnya tersengal, sebab ia melangkah untuk segera tiba ditempa yang ia dituju.
Setibanya dibawah rumpun pisang. Ia kembali mengendus aroma melati yang kuat, dan punggungnya menebal.
"Ini makamnya. Aku harus melihat isinya. Tidak mungkin Kiara bangkit dari kubur." ia menatap makam yang masih basah, dan tubuhnya gemetar saat mulai menyingkirkan tumpukan kelaras kering yang tertumpuk.
Duuuuuaar
Suara petie tiba-tiba menyambar dilangit malam, membuat Rama harus mempercepat penggaliannya.
Ia mulai mencangkul, dan perlahan hujan turun dengan rintik, lalu menjadi deras dan terus mengguyur.
Tanah yang basah, membuat Rama dengan cepat menggali dan ia tak lagi menghiraukan tubuhnya yang basah.
Tak
Mata cangkulnya mengenai sesuatu, ia berhenti menggali, dan melemparkan cangkulnya.
Dengan menggunakan sua tangannya, ia menggali, hingga akhirnya menemukan sesuatu.
Deeegh
Tubuhnya gemetar. Nafasnya terasa sesak, dan ia melihat sesuatu yang sangat diluar ekspektasinya.
"Hah!" ia terjengkang, lalu bergerak mundur.
"Tidak mungkin, tidak mungkin, aku yakin jika apa yang ku kuburkan adalah jasadnya, tetapi kenapa jadi begini?" Rama memucat ketakutan, sembari melihat sesuatu yang tertutup tanah basah dan saat air hujan menimpanya, memperjelas apa yang ada disana.
Satu buah batang pisang yang masih utuh tergeletak didalam lubang yang ia gali untuk menguburkan jasad Kiara.
Dengan nafasnya yang tersengal, ia bangkit, lalu bergerak meninggalkan tempat tersebut. "Itu tandanya aku salah, yang ku kubur bukan tubuh Kuara, tetapi batang pisang. Tetapi kenapa bisa?" Rama tak habis fikir dengan apa yang dialaminya.
Dibawah guyuran hujan, ia berlari untuk pulang ke rumah Reva. Tetapi setidaknya ia sudah membuktikan apa yang sudah menjadi rasa penasarannya selama ini.
Setibanya dirumah, ia bergegas mengganti pakaiannya, ia masih melihat Reva tertidur, dan nafasnya masih tersengal, lalu kembali naik ke atas ranjang, ditengah rasa dingin yang membuatnya menggigil.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃