NovelToon NovelToon
AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Roh Supernatural / Pelakor jahat / Saling selingkuh / Romansa pedesaan
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.

Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).

Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelisah

Malam telah tiba. Acara resepsi telah selesai. Kedua pengantin sedang beristirahat didalam kamar, dan sedang melepaskan pakaian pengantin.

Reva menghapus riasannya yang cukup tebal menggunakan toner.

Sesaat ia menatap sang suami yang terlihat gelisah.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia menghampiri Rama yang saat ini mengenakan kaos berwana putih.

"Bang, kau lagi mikiri apa?" tanyanya dengan logat daerah yang sedikit kasar.

"Dek, apa kau tak curiga sama si Kiara? Dia sepertinya tak ada niat ingin melaporkan kita ke polisi, bahkan Pak Syamsuddin dan juga bu Halimah bersikap ramah, itu tandanya mereka tidak tahu apa yang sudah terjadi pada anaknya," Rama tampak berfikir, tetapi hatinya berseberangan , seolah ia sedang terkunci untuk memikirkan Kiara seorang.

"Entahlah, tetapi aku merasa jika itu lebih baik, dan kuta bisa hidup tenang, tanpa harus tersandung masalah dengannya," jawab Reva, lalu mendekap tubuh Rama dengan hasrat menggebu.

Rama bergeming. Seolah segala ucapan dan sentuhan Reva tak membuat bersemangat. "Ia tak dapat berhenti memikirkan Kiara, entah apa.

"Sebaiknya malam ini kita istirahat saja, ya. Soalnya tanpa malam pertama, kita juga sudah sering melakukannya," ucap Rama tanpa selera.

Ia merasa jika hasratnya menurun saat melihat Reva. Selama ini, saat mereka belum menikah, ia terlalu bersemangat ketika melakukannya disemak-semak, dipondok, dan dibawah pohon rindang.

Tetapi setelah menjadi pasangan halal, ia justru seperti tak memiliki rasa apapun pada Reva, bahkan gairahnya tak dapat bangkit, meskipun saat ini Reva berusaha merayunya, tetap saja senjatanya tak mau bangun.

"Abang masih capek, besok saja, ya." Rama kembali mengingatkan Reva, dan membuat wanita itu kecewa karena ditolak.

Dengan raut wajah kesal, akhirnya ia tidur dengan cara memunggungi suaminya.

Sementara itu, Rama terlihat acuh. Ia tidur dengan terlentang. Tangan kanannya diletakkan didahi, dan angannya melayang jauh, menembus segala kegelisahannya.

"Kenapa aku jadi mikirin si Kiara?" gumamnya dalam hati. Ia merasa jika saat ini seluruh fikirannya terpusat pada gadis tersebut.

Sosok yang ia abaikan, sosok yang ia jadikan sebagai sumber keuangannya, dan ia tipu dengan kata cinta, kini justru berbanding terbalik dengan apa yang saat ini ia rasakan.

"Kenapa dia bisa berubah? Mayat siapa sebenarnya yang aku kubur malam itu?" gumamnya dengan lirih.

Ia masih penasaran dengan apa yang terjadi. "Besok malam aku akan datang lagi ke sana, aku akan coba bongkar, dan mencari tahu, sebab aku sendiri yang menguburkannya, tidak mungkin aku salah," Rama terlihat terus resah, ia tak dapat tidur karena memikirkan semuanya.

Ia memiringkan tubuhnya, mencoba memejamkan mata untuk tertidur, tetapi bayangan bokong Kiara justru hadir didepan matanya.

Rama membuka matanya, dan degupan dijantungnya memburu.

Perlahan, ia seolah melihat Kiara disudut kamar sedang tersenyum manis padanya, dan entah apa yang mendorong perasaannya, membuat ia seolah tak dapat berbenti membayangkan gadis tersebut.

Tiba-tiba darahnya berdesir. Sentuhan Kiara saat seai foto siang itu seolah hadir begitu saja. Aroma melati yang keluar dari tubuh Kiara membangkitkan gairahnya, membuat sesuatu yang tersembunyi dibalik celananya bergerak bangun.

Hangat tubuh Kiara saat menempel dilengannya saat siang tadi seolah tak dapat pergi dari ingatannya, memaksanya untuk terus mengkhayalkan tentang sang gadis.

Nafasnya kian memburu, dan membuatnya terus membayangkan wajah gadis manis yang berubah dengan pesona yang memancar.

"Kenapa aku jadi pengen bersamanya? Kenapa aku merindukannya? Aku tak punya cinta untuknya? Tetapi perasaanku padanya tak dapat pergi begitu saja, aku seolah ingin menyentuhnya," Rama dilanda kegelisahan. Ia sangat tertekan.

Ia tampak uring-uringan, miring salah, terlentang salah, bahkan duduk pun ia salah

Hal yang paling sialnya, senjata dibalik celananya sudah berdiri tegang, dan ia berharap dapat menyalurkannya dengan segera.

"Kiara? Kenapa sekarang aku jadi merindukanmu?" bisiknya dengan hati yang semakin resah.

Sementara itu, Reva sudah tertidur pulas, dan rasa kecewanya pada Rama tampaknya membuat ia tertidur pulas.

Sedangkan Rama sendiri harus tersiksa menahan hasratnya yang menggebu, dan ketika tanpa sengaja Reva berbalik, lalu tangannya menyentuh senjata milik Rama yang saat ini sedang menegang, mendadak kembali mengerut dengan cepat.

"Hah! Kenapa bisa begini?" Rama tampak kebingungan.

Melihat semua yang terjadi, ia tak lagi dapat menahan keinginannya untuk mencari tahu tentang jasad yang ia kubur dibawah pohon pisang.

Setelah melihat suasana sepi, Rama keluar kamar dengan mengendap-endap.

Ia menyelinap ditengah gelapnya malam, menuju tempat dimana ia pernah menguburkan jasad Kiara beberapa minggu yang lalu.

Langkah dipercepat saat ia menyusuri pematang sawah, lalu naik menuju makam milik Nyai Punden Ronggeng.

Perlahan ia merasakan jika dirinya sedang diawasi oleh sosok tak kasar mata, dan bulu kuduknya meremang.

"Aku sudah hampir sampai, aku harus cepat." ia membawa cangkul dan nafasnya tersengal, sebab ia melangkah untuk segera tiba ditempa yang ia dituju.

Setibanya dibawah rumpun pisang. Ia kembali mengendus aroma melati yang kuat, dan punggungnya menebal.

"Ini makamnya. Aku harus melihat isinya. Tidak mungkin Kiara bangkit dari kubur." ia menatap makam yang masih basah, dan tubuhnya gemetar saat mulai menyingkirkan tumpukan kelaras kering yang tertumpuk.

Duuuuuaar

Suara petie tiba-tiba menyambar dilangit malam, membuat Rama harus mempercepat penggaliannya.

Ia mulai mencangkul, dan perlahan hujan turun dengan rintik, lalu menjadi deras dan terus mengguyur.

Tanah yang basah, membuat Rama dengan cepat menggali dan ia tak lagi menghiraukan tubuhnya yang basah.

Tak

Mata cangkulnya mengenai sesuatu, ia berhenti menggali, dan melemparkan cangkulnya.

Dengan menggunakan sua tangannya, ia menggali, hingga akhirnya menemukan sesuatu.

Deeegh

Tubuhnya gemetar. Nafasnya terasa sesak, dan ia melihat sesuatu yang sangat diluar ekspektasinya.

"Hah!" ia terjengkang, lalu bergerak mundur.

"Tidak mungkin, tidak mungkin, aku yakin jika apa yang ku kuburkan adalah jasadnya, tetapi kenapa jadi begini?" Rama memucat ketakutan, sembari melihat sesuatu yang tertutup tanah basah dan saat air hujan menimpanya, memperjelas apa yang ada disana.

Satu buah batang pisang yang masih utuh tergeletak didalam lubang yang ia gali untuk menguburkan jasad Kiara.

Dengan nafasnya yang tersengal, ia bangkit, lalu bergerak meninggalkan tempat tersebut. "Itu tandanya aku salah, yang ku kubur bukan tubuh Kuara, tetapi batang pisang. Tetapi kenapa bisa?" Rama tak habis fikir dengan apa yang dialaminya.

Dibawah guyuran hujan, ia berlari untuk pulang ke rumah Reva. Tetapi setidaknya ia sudah membuktikan apa yang sudah menjadi rasa penasarannya selama ini.

Setibanya dirumah, ia bergegas mengganti pakaiannya, ia masih melihat Reva tertidur, dan nafasnya masih tersengal, lalu kembali naik ke atas ranjang, ditengah rasa dingin yang membuatnya menggigil.

1
Desyi Alawiyah
Siapa wanita itu? Ada masalah apa sama Kiara... 😪😪😪
Nurr Tika
ki wage bukan lawanya
Arinda Fira
Dari selingkuh jadi pembunuh
Arinda Fira
astaga rama, dapat yang setia malah cari barang murah
🌹Widian,🧕🧕🌹
gimana buat menghindari dari peletnya Kiara, kan kasihan pak kades jadi begitu ?
FiaNasa
kau ini fitnah saja Lo tin,,kan jadi Ken tempeleng si Wegom alias Wewe gombel🤣🤣sabar ya wegom🤣
Titik wildan
belum ada yg bisa menghentikan nyi ronggeng,yg di kira akan bantuin kiara ternyata belum nongol lagi,malah jauh
Nurr Tika
lanjut thor
FiaNasa
pasti Reno nasibnya sama kek Rama,,itu dipanggil NYI ronggeng buat dibunuh lalu mayatnya ditaruh di bekas galian kubur itu
FiaNasa
itu rudalnya si Reno mau lepas landas beidah😄😄😄
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaha kadi kok g bisa lihat trus piye
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ahhh trus piye jal
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahh reno meningal lagi knp malh smkin bnyk korbanya ini mah lrbih dr gila
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahhhh pie sih mlh dadi kebalik
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
Desyi Alawiyah
Hadeehhh Jhon-Jhon... ☺☺
Desyi Alawiyah
Sawan Kiara... 😮
neni nuraeni
jgn smpai ya si Jhony jdi korbanya lagi,,, jgn smpai deh ada korban lagi
kinoy
aaahhh..payah ah .lemah si jhony mah..g kuat iman eunk
Nurr Tika
kiara ntar tabur tuai loh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!