NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan yang Tak Terbendung

Setelah fajar menyingsing di ufuk timur, suhu tubuh Pamela akhirnya mulai stabil berkat cairan infus dan obat penawar yang bekerja di dalam darahnya. Aulia, dengan lingkaran hitam di bawah mata karena tidak tidur semalaman, tetap menjalankan kewajibannya dengan efisiensi yang luar biasa; ia membelikan sarapan bergizi dan memastikan sistem keamanan di kamar perawatan Pamela terjaga sebelum ia bersiap untuk pergi.

"Soal penyebab kamu masuk rumah sakit karena efek obat itu, aku tidak mengatakan apa-apa pada ibumu. Aku hanya bilang kamu kelelahan dan pingsan," ujar Aulia dengan nada bicara yang datar, hampir tanpa emosi.

Sikap dingin Aulia kali ini justru membuat harga diri Pamela yang biasanya setinggi langit terasa menciut. Untuk pertama kalinya, Pamela meraih ujung baju Aulia dan memohon dengan nada memelas agar tidak ditinggalkan sendirian. Panggilan "Kakak Ipar" yang selama lima tahun ini hanya ia gunakan dengan nada mengejek atau saat ingin memanfaatkan Aulia, kini meluncur dengan ketulusan yang tak disengaja.

Aulia tidak langsung pergi. Ia mencoba membantu Pamela memutar kembali ingatan untuk melacak asal obat tersebut. Pamela awalnya bersikeras bahwa semua makanan di rumah Rizki sangat aman karena ada Bi Susan dan pengawasan ketat kakaknya. Namun, sebuah memori samar mulai muncul di kepala Pamela: fragmen tentang segelas anggur merah yang ia minum dengan terburu-buru di kamar Meli semalam.

Meskipun logika Pamela mulai mengarah tajam pada Meli, hatinya masih memberontak. Ia tidak sanggup membayangkan bahwa "kakak ipar impiannya" yang selalu terlihat lembut itu tega mencelakainya. Namun, benih kecurigaan itu kini telah tertanam di tanah yang subur dan sangat sulit untuk dicabut.

Begitu Violeta memberi kabar melalui pesan singkat bahwa ia hampir sampai di rumah sakit, Aulia segera berkemas. Ia tidak butuh ucapan terima kasih yang dipaksakan, apalagi pengakuan palsu dari Keluarga Laksmana. Baginya, tugas kemanusiaan ini sudah selesai.

Setelah punggung Aulia menghilang di balik pintu, seorang perawat masuk untuk mengganti botol infus. Perawat itu tersenyum ramah dan memberi tahu Pamela bahwa seluruh biaya pengobatan darurat dan deposit rumah sakit telah dilunasi oleh wanita yang menemaninya tadi.

Informasi kecil itu menghantam perasaan Pamela layaknya palu godam. Di saat ia berada di titik terendah dan terancam skandal memalukan, Meli—sosok yang ia puja dan ia curigai sebagai pelaku—sama sekali tidak bisa dihubungi. Sebaliknya, Aulia—sosok yang ia injak-injak selama lima tahun—justru memberikan segalanya: waktu, perlindungan, reputasi, hingga materi, tanpa meminta imbalan satu persen pun.

Saat perawat itu bertanya, "Siapa gadis hebat yang menemanimu tadi? Kakakmu?"

Pamela terdiam sejenak, tenggorokannya terasa tercekat sebelum menjawab dengan suara bergetar, "Bukan hanya kakak... dia Kakak Iparku."

Jawaban itu terus terngiang di telinganya sendiri. Pamela mulai menyadari perbedaan mencolok yang selama ini ia abaikan. Meli hanyalah bayangan indah yang manipulatif, sedangkan Aulia adalah pelindung yang nyata. Aulia telah menunjukkan kualitas seorang "Kakak Ipar" yang sesungguhnya: menjaga rahasia yang memalukan, melindungi martabat keluarga di saat krisis, dan tetap berdiri tegak tanpa perlu mencari validasi.

Pamela kini berada di persimpangan jalan yang sangat berbahaya. Apakah ia akan memberanikan diri menceritakan kecurigaannya terhadap Meli kepada Violeta dan Rizki? Dan bagaimana reaksi Rizki saat menyadari bahwa istrinya yang ia abaikan demi Meli semalam, justru adalah sosok yang menyelamatkan adik kesayangannya dari kehancuran total?

1
Dini Anggraini
Q gak sabar vivian menuai karma si merebut devan dari scarlet dan devan di ambil pelakor lain yang lebih cantik dari vivian bukan scarlet tapi pemain baru yang menggoda devan bagaimana vivian merasakan jadi scarlet suatu saat nanti. 😡😡🙏🙏😍😍
Sweet Girl
O'oooon kamu Devan... kang drama kau tolongin.
Ndak ada kesempatan lagi buatmu Devan...
Sweet Girl
Eh iyaaaa, kemana mereka berdua kok Ndak mencari ketiadaan Scarlett disekitar nya.
Sweet Girl
Waaah kejam sekali kamu Devan...
itu barang satu satunya yg mengingatkan Scarlett kepada ibunya.
Sweet Girl
Wleeeh🤪
Dini Anggraini
Devan kamu gak pernah merasakan jadi scarlet biarpun nyawa pasti akan scarlet berikan demi cincin peninggalan ibunya karena di saat dia sedih, bahagia dan kangen ortunya scarlet hanya bisa mencium cincin peninggalan ibunya. Kamu enak kaya raya apapun bisa kamu dapatkan dengan hanya membeli semua dengan uang. 🙏😍
Sweet Girl
Lhaaa mana yang asli...??? atau emang ada dua cincin yg sama identik...???🤔
Sweet Girl
Emang bodoh kamu Pamela...
Sweet Girl
O'on kamu Pamela... klo mengikuti rencana Vivian.
Sweet Girl
Bener bener ular berbisa kau Vivian.
Sweet Girl
Jadi penasaran, apa yang akan dikatakan Nek Trisha di pestanya nanti.
Sweet Girl
Semoga aja Ndak kejet kejet terus pingsan.
Sweet Girl
Klo itu untuk Scarlett, ngapain kamu milih model yang sama Van...🤦
Sweet Girl
Bisalah... Amnesia kamu... klo karya yg kau curi itu juga karya Scarlett...
Sweet Girl
Bwahahaha banyak belajar dari kamu Scarlett.
Sweet Girl
Emang enak, lagi enak enaknya marah, diputusin gitu...🤣
Sweet Girl
Wah!? Gue banget nie... pejuang discount.🤪
Sweet Girl
Bwahahaha pacarmu yang payah.
tukar tambah aja sama robot nya Scarlett.
Sweet Girl
Terserah wes... yg penting sekarang Scarlett sukses.
Sweet Girl
Betul... karena dirimu memberikan kesempatan ke orang lain untuk meremehkan mu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!