Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8 makan siang. berangkat ke ladang
Kedua gadis muda itu tampak bingung, mata mereka menatap ke arah Yasir yang menawarkan makanan untuk di beli .
" mas itu sudah cukup saja , tidak perlu yang lain " Halimah menolak tawaran makanan yang diajukan oleh Yasir.
" tidak apa apa imah , sebut saja , mumpung masih di toko " katanya tersenyum.
" umhh aku ingin kue bulan , " wajahnya menunduk tidak berani menatap ke arah barang barang di toko yang sangat banyak itu .
" ouh kue bulan , tari apa kesukaanmu?"
" samakan saja mas , biar tidak terlalu banyak " kata Lestari pelan .
" baik ..!"
Yasir menatap ke arah pemilik toko Tionghoa yang tampak sudah mengumpulkan barang yang di minta olehnya .
" koh Lim , apa ada kue bulan ?"
" kamu mau kue bulan kah ... hahahaha.. ada kebetulan balu datang tadik pagi " katanya mengambil sebungkus besar kue berbentuk bundar, tidak ada tanda atau cetakan di atasnya dan masih terlihat polos .
Aroma kue menggugah selera ,membuat Yasir langsung membeli semuanya .
" kalena kamu beli banyak balang, koh akan kasih dua wadah plastik ini , dali negeli Batavia, sangat jauh .." katanya mengeluarkan toples plastik yang besar dan tidak ada tutup diatasnya .
" baik koh terimakasih...!"
" sama sama , belanja lagi cepat cepat..." katanya tertawa senang.
Yasir teringat dengan tanggal dan tahun yang belum diketahuinya , ia menoleh dan melihat bahwa kebetulan ada tanggalan yang terbuat dari kertas kuning.
" ternyata tanggal 17 desember tahun 1939 , ini tiga tahun lagi ,semuanya akan berubah " gumamnya dengan mata menatap ke arah kalender yang tertulis di kertas kuning.
" aiyya, kalau kamu suka bawa saja , di sini tidak telpakai " katanya melipat kertas kuning dan memberikannya kepada Yasir.
" umhh itu tidak perlu koh , ini aku hanya melihat tanggalan saja " kata Yasir dengan cepat menolak , ia segera membawa barang barang yang dibelinya , seakan takut dengan kebaikan orang keturunan china itu .
Sampai di bawah bukit , Yasir menatap jalan yang cukup sempit , ia berfikir untuk memperbaiki dan melebarkan jalan , tapi mengingat bahwa tiga tahun lagi akan ada perubahan nasional bahkan internasional, ia tidak memikirkan hal tersebut.
" aku ingat dengan film perang Vietnam, bahwa sebagian besar pasukan berlindung di bawah tanah yang terstruktur, jadi aku mulai akan menggali ruang bawah tanah yang kokoh " gumamnya dengan mata tekad, ia tidak ingin kedua istrinya diambil paksa oleh pihak Jepang untuk dijadikan wanita penghibur, dan ia yakin bahwa Jepang , cepat atau lambat akan datang ke Indonesia dan menguasai pulau jawa seutuhnya.
" mas kenapa berhenti..?"
" ahh iya , ayo segera naik ke atas.." ujar Yasir tertawa canggung.
" ohh oke..!"
Tak lama kemudian, setelah bersusah payah ,akhirnya ketiganya sampai di rumah , barang barang langsung di masukan ke dalam rumah , sedangkan peralatan kasar ,seperti sabit, cangkul, dan parang berada di luar ,tidak berencana untuk memasukannya segera .
Dari balik rumah sederhana itu , seorang wanita bungkuk berjalan pelan ,matanya tampak melembut saat melihat betapa harmonisnya tiga orang dewasa yang sedang mulai merapikan barang .
" umi darimana ... ?"
" ahh umi sudah tua, hanya berjalan jalan sebentar " ucapnya tersenyum rapuh.
" kalau begitu istirahat saja umi di dalam, biar kami yang memasak dan mempersiapkan sesuatu " kata Lestari dengan cepat berlari menuju sang ibu yang sudah berkepala lima ..
" iya umi , ada beberapa kue di dalam " kata Yasir menambahkan, " tari tolong ambilkan tali merah itu "
" ini mas !"
Dengan cekatan Yasir mengikat dinding bambu dengan erat dan sudah mulai berdiri secara bersamaan, singkat saja ,semua pekerjaan akhirnya selesai dan suara kentongan desa terdengar sayup sayup dari kejauhan.
" tari , imah ,umi , makan siang dulu !"
" ya mas .. sebentar, mau siap siap dulu " kata Halimah dengan cepat mengangkat nasi yang masih panas ,lalu meletakannya di tampah ( nyiru atau apalah itu tergantung bahasa daerah kalian masing masing).
Uap nasi panas yang menerpa wajah gadis muda itu membuat keringat segar di wajahnya yang mulai terlihat kecantikan alami khas desa pasundan , yang mana merupakan kecantikan teratas di Indonesia di masa mendatang.
" mas ayo makan , "
Yasir menghentikan kegiatannya, ia langsung naik ke atas anyaman bambu yang cukup lebar dan sekarang makan tidak lagi diatas tanah melainkan diatas anyaman bambu yang rapi dan juga bersih .
" umi aku akan pergi ke ladang dulu setelah makan siang ini , mungkin malam baru sampai di rumah kembali,"
" mas bagaimana dengan kami , apakah ada yang ikut ?"
" tidak perlu , kalian berdua masak semua keong sawah yang sudah kita dapatkan subuh tadi , tidak perlu mmembuat Bumbu , nunggu aku pulang saja " kata Yasir tersenyum lebar.
" baik mas , "
" kalau begitu tunggu dulu mas !" Halimah dengan segera berdiri ,masuk ke dalam kamar , setelah itu kembali dengan membawa sebuah kalung dari tali bambu yang dianyam rapi nan indah .
" mas harus bawa ini , kalung ini adalah simbol keselamatan dan mas harus memikirkan keselamatan di jalan, " ujar Halimah dengan wajah memerah.
Yasir merasakan kehangatan keluarga, ia mengambil kalung tersebut, lalu telapak tangannya yang kokoh mengelus lembut rambut kepala yang disanggul rapi .
" oke tenang saja , aku tidak akan kenapa napa , dan ini juga hadiah yang sangat berharga..."
" baguslah kalau mas Yasir menyukainya " kata Halimah dengan mata gembira.
" umhh ...!"
Wanita paruh baya itu hanya tersenyum tipis , " sudah kalian berdua Segera bersihkan piring dan tampahnya " kata sang ibu pelan .
" iya umi ...,!"
Yasir dengan cekatan mengambil tas anyaman bambu yang beberapa saat dibuatnya dengan cermat ,walaupun hanya masuk lima roti kue bulan , tapi itu cukup untuk makan sore saat dirinya di ladang.
Tak lupa ia mengambil parang yang baru saja di belinya di toko kios China , lalu menyelipkan beberapa koin sen ke dalam sakunya ,serta sisa koin sen yang ada di dalam kantong masih tersisa sekitar 100 sen dan itu hanya cukup untuk makan lima hari .
" mas hati hati ....!"
" mas ... jangan lama lama .. "
Yasir mencium masing masing kening kedua gadis muda itu , ia lalu berbalik dan menuruni bukit yang menjadi tempat tinggal dia sekarang bersama keluarganya.
Sampai di jalan desa , matanya terpaku saat melihat ada papan pengunguman, di mana tertulis dalam bahasa indonesia yang belum ada perubahan apapun.# rekrutan para generasi muda untuk jadi tentara KNIL yang sukarela dan membela negara dari invasi asing #.
" huhh perang telah terjadi, invasi Jepang ke Rusia adalah awal dari kebangkitan nasional " pikirnya menatap ke arah para siswa maupun siswi yang sedang belajar membaca dan menghitung.
" sudahlah ini bukan urusanku ,aku akan segera cepat cepat ke ladang, teman durhaka itu memancing agar aku emosi, tapi lihat saja ,aku tidak akan begitu mudah terperovokasi " pikirnya berjalan hati hati ke arah hutan .
" kang Yasir tunggu..!"