NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMBURU

CINTA SANG PEMBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri / Horor / Tumbal / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Hendriyan Sunandar

Mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda di jaman dahulu untuk meraih cinta dan menjungjung tinggi martabat seorang ibu. hidup sebagai seorang pemburu untuk menghidupi sekaligus menjadi tulang punggung dan terpaksa melewati bermacam rintangan demi mendapatkan hati seorang wanita yang di cintainya. serta calon mertua yang tak setuju karena memiliki latar belakang yang bertentangan. serta ikut campur bangsa dari dunia lain yang tak kasat mata yang menyulitkan mewujudkan impiannya. simak keseruan kisahnya di setiap babnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendriyan Sunandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

"kamu ini sebenarnya kenapa Tumang ? Kaya yang lihat hantu saja. Kau sudah buka puasakan?"

Pertanyaan itu yang mengawali beragam rentetan rasa heran mang Darman dan istrinya pada Tumang. Sampai pada akhirnya Tumang perlahan menjelaskan kejadian yang baru di alaminya itu. Termasuk maksud sebenarnya dirinya sengaja datang menemui mang Darman.

"nah ka pak,, apa saya bilang juga. Bapak sih di bilangin gak percayaan. Setan yang ganggu kamu juga, itu pasti pocong itu Mang. Untung kamu masih selamat. Kalo kau panik terus jebur sungai bagaimana hayo ?"

Ujar bik Iroh seperti menang angin setelah kabar yang di sampaikan pada suaminya sebelumnya malah di tertawakan. Namun mang Darman yang pada dasarnya berniat menyembunyikan tentang kabar pocong itu, pada akhirnya balik mengakui dan membenarkan kabar itu.

"iya iya buk, sebenarnya bapak juga sudah tau kok soal pocong itu. Cuma tadinya sih bapak itu gak mau ibu takut dan kepikiran soal itu. Makanya bapak pura pura tidak tau dan tidak mempercayai cerita itu. Cuma kalo soal suara wanita yang menggangu si Tumang di sungai itu, bapak kurang yakin buk. Masa iya pocong itu datang ke kampung kita. Mana malah main ke sungai pula. bukanya seharusnya kalo mau ganggu warga datang ke rumah rumah ya ?

oh iya buk, memangnya ibu tau kabar itu dari siapa? "

Dengan sangat terpaksa pada akhirnya mang Darman mengatakan itu pada istrinya. Bahkan perkara dirinya dan Tumang yang berencana mengikuti saembara itu, sekalian di ceritakan pula pada istrinya. Dan alangkah terkejutnya mang Darman ketika istrinya begitu setuju pada niat dirinya itu.

"nah...!!! Itu baru namanya lelaki sejati pak. Sok silahkan pak kalo kalian mau ikutan saembara itu.Ibu pasti doakan semoga kalian berhasil. Ibu yakin kok setan pocong itu bukan pocong sungguhan. Pasti itu semacam dampak akibat saja yang tidak di sengaja. Ibu juga dengar penjelasan itu dari ustad Somad sore tadi pas jenguk beliau"

Imbuh bik Iroh begitu semangat setelah tau suaminya dan Tumang ada rencana mengikuti pemburuan gaib itu. Berbeda halnya dengan mang Darman yang mendengar istrinya bicara seperti itu. Sampai sampai mang Darman dan Tumang saling pandang penuh heran. Terlebih pada keterangan bik iroh yang katanya dugaan itu berdasarkan sudut pandang ustad Somad.

"jadi benar ya bik ustad Somad sedang sakit dan sudah jadi korban setan pocong itu?"

Tanya Tumang yang teringat lagi cerita dan nasehat ibunya sebelum pergi ke rumah mang Darman. Bahkan mang Darman yang tampak masih bingung dengan cerita itupun bertanya kembali pada istrinya.

"iya buk apa benar yang kau katakan itu ? Masa iya seorang ustad Somad takut dan sampai sakit hanya karena melihat pocong?

lalu bagaimana dengan kita ? Yang cuma manusia biasa. Apalagi kau Tumang. Tadinya mamang itu mengandalkanmu loh. Tapi baru dengar suara wanita saja kau sudah lari tunggang langgang"

Imbuh mang Darman menimpali pertanyaan Tumang pada istrinya. Niat awal yang yakin dan bersemangat menggebu gebu itu, kini seketika layu karena Tumang baru saja memperlihatkan sisi lemahnya.

"sungguh Tumang... Pak... tadi sore ibu dengar langsung dari ustad Somad. sekalipun beliau itu sedang sakit, tapikan bukan sakit karena badannya tak sehat. Ustad Somad itu sakit karena sawan pak. karena baru pertama kalinya lihat penampakan setan pocong secara langsung di depan mata. Jadi ya pantas saja kalo dia seperti trauma begitu. masih ngeri katanya kalo lihat yang gelap gelap. Makanya beberapa malam ini dia gak mau ke surau dulu untuk jadi imam tarawih"

Tutur bik Iroh berusaha meyakinkan ucapannya pada suaminya dan Tumang. Namun mang Darman yang masih merasa heren dan ingin tau cerita lengkap berdasarkan sudut pandang ustad Somad, lagi lagi bertanya pada istrinya. Berbeda dengan Tumang yang lebih banyak diam mendengarkan sembari menikmati kukus pisang di hadapannya.

"memangnya ustad Somad bicara bagaimana buk? Bukan pocong sungguhan bagaimana maksdudnya. Wong orang kata orang orang juga pocong itu bisa terbang sama ngeluarin bau bangkai"

Tanya lagi mang Darman dengan raut wajah ingin tau keterangan itu.

"jadi begini loh pak, mang, dengerin ya. Tapi ini juga kata ustad Somad ya, bukan kata ibu. Sama itu juga katanya baru dugaan saja. Jadi begini kalo kata ustad Somad pak"

dengan segera bik Iroh menjelaskan kembali dugaan itu pada mang Darman dan Tumang. Jika pocong itu bisa saja adalah korban yang salah melakukan tirakat atau ketidak sengajaan karena sudah berani memakai pakaian husus. Bisa saja pocong itu adalah orang suruhan atau bahkan kerabat bah Lemud sendiri yang sudah salin jinis atau berubah wujud dan tak mampu kembali pada wujud semula(manusia).

"kalian pernah dengar cerita babi ngepet gak ? bukanya kalo mau nyari uang si pelaku pakai dulu jubah atau baju husus sebelum berubah wujud jadi babi ngepet? Nah... Kejadian pocong itu juga kira kira begitu pak. Makanya ibu setuju dan kalian gak perlu takut kalo mau ikut nangkap pocong itu.

siapa tau pocong itu sebenarnya wanita cantik terus jadi pacarmu Mang"

ucap bik Iroh menjelaskan semuanya dan di akhiri melirik pada Tumang yang tampak tengah meneguk air kolak. Sehingga tumang pun yang mendengar bik Iroh mengatakan itu padanya, detik itu juga Tumang terbatuk sampai sebagian makanan di mulutnya menyembur pada wajah mang Darman.

Uhuk uhuk. Uhuk !!!

"astaghfirullah !!!"

Teriak mang Darman yang tak sempat menghidar semburan dari mulut Tumang. Sebagian wajah dan pakaiannya basah di sertai gumpalan kolak yang menggantung di kumis dan rambutnya. Sementara Tumang terihat tersengal merasakan makanan yang tersendat di tenggorokannya. Beruntung bik Iroh dengan cekatan segera memberi segelas air minum pada Tumang dan berusaha menepuk nepuk tengkuknya.

Singkat cerita. Setelah ketiganya kembali tenang dan mang Darman sudah membersihkan tubuhnya, perbincangan itu kini berlanjut dan keduanya berniat menemui ustad Somad ke esokan harinya untuk menjenguk sekaligus mengorek kembali keterangan itu. Sampai pada akhirnya Tumang yang merasa cukup dan merasa harus segera pulang, dirinya segera berpamitan pada mang Darman dan bik Iroh.

Hanya saja sebelumnya Tumang berkali kali membujuk mang Darman untuk bisa menghantar dirinya melihat tegeran kailnya di sungai itu. Namun sayangnya, mang Darman yang sejatinya lebih penakut ketimbang Tumang, dirinya tetap kekeuh menolak ajakan itu. Terlebih dirinya beralasan menolak permintaan itu, untuk menguji sejauh mana keberanian Tumang.

Jika Tumang berani mengambil kailnya seorang diri, maka mang Darman akan kembali sepenuhnya percaya lagi dan menganggap jika Tumang memang layak menjadi patner dalam sembara itu.

Ya. sekalipun sebelumnya Tumang sudah mengatakan bersedia untuk mengikuti saembara itu. Namun karena Tumang datang dalam ke adaan ketakutan kerumahnya, tak heran jika mang Darman menjadi sedikit ragu pada keberanian Tumang.

"baik. Baik kalo mamang perlu bukti. Sekarang juga saya akan ambil kail itu. Saya akan buktikan kalau saya tidak penakut. Lagian tadi itu cuma gerakan spontan saja mang. Ya... itung itung olah raga malam"

ucap Tumang dengan raut wajah serius dan tegas pada mang Darman. sementara mang Darman yang mendengar itu, tampak tertawa terbahak bahak dan terpingkal pingkal karena ucapan Tumang terkesan lucu baginya.

Dan sebenarnya memang itulah yang di katakan Tumang sebenar benarnya. Keberanian dan keyakinannya seketika muncul karena tanpa sadar tersugesti oleh cerita bik Iroh. Yang menyakini pocong itu sebenarnya adalah manusia.

Tak lama setelahnya, Tumang pun akhirnya pergi berniat membuktikan ucapannya itu. Dan sebagai bukti jika Tumang benar benar datang ke sungai itu sembari mengambil tegeran kailnya, mang Darman meminta Tumang untuk mengambil caping rombeng yang ada pada salah satu orang orangan sawah di deket parit yang di maksud Tumang.

Mang Darman ingat dan tau betul. Jika parit dan tempat yang di jadikan Dumang meletakan kailnya itu, adalah bagian sawah mertuanya. Sehingga tak heran jika mang Darman paham betul setiap jengkal dan tau ada apa saja di sawah itu. Seperti salah satunya orang orangan sawah yang memakai caping(topi anyaman bambu) yang tertancap di pematang sawah dan dekat tegeran kail Tumang. dan sengaja di letakan pemiliknya untuk menakut nakuti burung pipit.

Dengan kata lain, Tumang di malam itu tak akan langsung pulang ke rumahnya setelah mengambil kail tegernya nantinya. Melainkan akan kembali ke rumah mang Darman untuk menunjukan jika Tumang benar benar membuktikan ucapannya.

"wokeh !!! Tunggu saja mang. Awas kalo saya ke sini mamang sudah tidur. Lebih baik mamang bikin kolak lagi sana sambil nunggu saya"

Ucap lantang Tumang sembari mulai melangkah menuju sungai itu. Ucapannya itu tak terkesan sungkan pada mang Darman. maklumlah keduanya itu sudah begitu akrab seperti sepasang sahabat. Sehingga jika sekedar bertutur kata, keduanya seperti asal bicara dan sudah tak merasa sungkan.

Sedangkan bik Iroh yang melihat suaminya dan tumang bersikap seperti kekanak kanakan itu, dirinya hanya mampu menggelengkan kepala melihat keakraban keduanya.

1
Akbar Aulia
setan silemin iku opo thor
Hendriyan Sunandar: ya itu ka. semacam siluman dan sebangsanya. atau mhluk tak kasat mata.
total 1 replies
Hendriyan Sunandar
amin. terima kasih atas apresiasinya. semoga menghibur dan ada sedikit sedikit hikmah yang bisa di petik dari kisah ini.
Mắm tôm
dahsyat ttg cerita ini, semoga terus sukses author!
Hendriyan Sunandar: amin ya Allah. terima kasih ka. semoga bisa menghibur dan kiranya bisa bantu promokan cerita ini ya. semoga Allah melimpahkan rejeqi yg barokah pada kk. amin
total 1 replies
Rowan
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
Hendriyan Sunandar: terima kasih ka sudah berkenan singgah. semoga terhibur dan ada kimha yang bisa di petik di dalamnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!