NovelToon NovelToon
MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: megadischa putri

Pergilah sayang, kejar keinginanmu.

Alika merelakan hatinya untuk ditinggal dalam waktu yang lama oleh sang kekasih yang ingin mengejar segala cita-citanya di negara orang. Bermodalkan janji untuk selalu menghubungi, menjaga cinta, dan kembali bersatu sepertinya ter-ingkari oleh Bilmar Artanegara.

Mantanku PresdirKu SuamiKu season tiga, ada dua musim yang akan diceritakan di sini. Musim pertama menceritakan perjalanan mereka dibangku SMA, dan musim kedua menceritakan kelanjutan rumah tangga mereka.

Kalau Rindu kalian boleh baca MPS season 1&2 lagi ya

IG : @megadischa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon megadischa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musim 1 : Kamu Cemburu, Kan?

Terlihat gadis cantik tengah gelisah di hadapan kulkas yang pintunya sudah terbuka lebar. Sudah lima menit Alika membungkukkan tubuhnya untuk mencari-cari makanan yang sudah ia letakan sedari pulang sekolah didalam sana.

"Perasaan aku taruh di sini, kok nggak ada?" ia terus bergumam, kedua matanya bolak balik menatap freezer, mengobrak-abrik tumpukan nuget mentah, daging dan ayam yang sudah di susun oleh Mama Lisa.

"Bener deh, tadi tuh aku taruh di sini kok! Ihhh, kok hilang sih?" decak Alika. Ia menutup freezer dan mengubah pandangan matanya ke setiap lekukan kulkas, namun sayang cokelat itu tidak ia temukan.

"Ih, kok hilang!!" Alika menghentak-hentak kakinya karena kesal.

"Tanya Mama atau Papa aja deh, mungkin aja mereka lihat terus mindahin."

Alika pun memutar langkah keluar dari dapur menuju ruang tamu.

"Mama sama Papa dimana?" melihat ruang tamu kosong. Lalu berjalan ke kamar dan membuka pintu, dan mereka tetap tidak ditemukan di dalam kamar.

"Malem-malem gini pergi? Oh mungkin lagi di teras." ia yang bertanya, ia juga yang menjawab, Alika kembali melanjutkan langkahnya menuju keluar pintu, dan betul saja ia menemukan dua pasangan paru bayah yang sedang duduk bersebelahan dengan saling merangkul.

Romantis sekali seperti Romi dan Juli.

"Mah, Pah, lihat----"

Suara Alika terhenti, keningnya seketika mengkerut bagai mengkudu yang menciut, matanya melotot dan mulutnya menganga hebat.

"Kamu kenapa, Nak?" tanya Papa Syamsul yang jika membuka mulut, maka ada warna cokelat yang menyelip di giginya.

"Hemm, kenapa sayang?" tanya Mama Lisa dengan suara lembut, wanita cantik itu terlihat sedang memotek cokelat Silverqueen kepunyaan Alika, dan hasil potekan cokelat itu ia masukan ke dalam mulut suami dan mulutnya sendiri.

Alika termangu, menatap kemesraan mereka dengan cokelat pemberian Bilmar. Wajahnya mencebik, bibir bawahnya mengerucut, Alika terlihat sedikit meronta.

"Kenapa sih, kok cokelat aku dimakan!" gerutunya.

"Loh aku pikir punya kamu, Mah." tanya Papa Syamsul yang kepalang kaget, menatap istrinya.

Mama Lisa kepalang takut disalahkan. "Loh bukannya ini punya Papa? Katanya tadi bawa cokelat?"

"Papa tuh bilangnya, Papa bawa puding cokelat buat Alika. Makanya tadi Papa kaget pas kamu bawa cokelat, oh Papa fikir itu punya Mama." bukan merasa bersalah namun ke dua orang tua humoris itu malah tertawa.

"Ya gimana dong, Nak. Mama nya budek enggak ngeh gitu. Pas lihat cokelat nganggur terus unyu gitu ada pita-pitaan segala, yaudah Mama sikat lah-- Kirain Papa lagi mau romantisan sama Mama." Mama Lisa berdecis geli.

"Ya udah sana beli lagi aja." Papa Syamsul mengeluarkan dompet dari sakunya untuk mengeluarkan uang lima puluh ribu. "Beliin Mama satu lagi ya." pinta Papa Syamsul, lelaki itu memang sangat mencintai istrinya.

Alika masih mencebik, memutar bola matanya jenga. "Enggak mau beli ah, males." Alika tetap cemberut.

"Ih kenapa sih nih anak, biasanya juga baik banget sama orang tua. Kadang suka bawain kue kalau pulang sekolah, masa hanya cokelat kaya gini ngambeknya kayak gitu!" sungut Mama Lisa, ia kesal karena Alika tetap tidak bisa dibujuk.

"Ya udah ini beli lagi, Nak. Uangnya mau dihabisin beli cokelat semua juga nggak apa-apa, gih, sana." Papa Syamsul tetap menyodorkan uang lima puluh ribu. Alika tetap bergeming.

"Enggak mau." Alika si keras kepala tetap saja dengan pendiriannya. Ia kembali memutar langkah untuk masuk ke dalam kamar. Membuat jantung orang tuanya berdetak cepat.

"Mamah sih, nggak nanya-nanya dulu. Anak kita jadi marah, Mah."

Mama Lisa memiringkan sudut bibirnya. Ia juga terlihat bersalah dan bingung. "Lagian aneh banget sih anak kamu, masa hanya karena cokelat beginian aja sampai ngambek gitu! Eh, tunggu deh, Pah."

Bola mata Papa Syamsul membulat, menunggu terkaan apa yang akan diucapkan oleh istrinya.

"Kayaknya ada yang aneh deh sama Alika, sama cokelatnya juga. Lihat kan ada pita nya? Pita merah?

Papa Syamsul mengangguk, pasalnya ia memang melihat ketika bungkus cokelat itu di buka.

"Kayaknya abis dikasih sama orang special deh, siapa tau pacarnya, Pah?" wajah Mama Lisa seketika berubah histeris. Ia menatap legam bola mata suaminya, ingin tau apa reaksi Papa Syamsul.

Papa Syamsul merespon dengan gelengan kepala, dan benar saja Mama Lisa sudah menerkanya dari awal kalau suaminya tidak menyukai apa yang ia ucapkan.

"Pokoknya Papa enggak ijinin Alika pacaran sebelum lulus jadi Perawat!" decak Papa Syamsul.

"Et, et, mau kemana, Pah?" tanya Mama Lisa ketika melihat suaminya akan beranjak dari kursi.

"Mau ke indofebruari, mau gantiin cokelat yang udah kamu makan." jawabnya.

"Enak aja, Papa juga kan makan." balas Mama Lisa.

"Tapi Mama yang makannya paling banyak. Mana budek lagi, disuruh ambil puding malah ambil cokelat." balas Papa Syamsul, lelaki itu terkekeh geli. Ia tidak mau kalah, terus saja meledek istrinya dengan gelak tawa sambil meraih sendal untuk ia pakai.

"Papah!!" decak Mama Lisa yang ingin mencubit perut suaminya, namun Papa Syamsul sudah lebih dulu kabur keluar pagar rumah mereka.

Jika saja cokelat itu bukan pemberian dari Bilmar, lelaki yang sampai saat ini terus saja terbayang-bayang dibenak Alika, tentu gadis cantik itu tidak akan ambil pusing. Ia adalah anak baik yang selalu perduli dengan kesukaan orang tuanya, tapi entah mengapa karena perasaan yang mulai membuncah batinnya, menjadikan sikapnya aneh. Namanya juga cinta, bisa buat mata buta dan telinga tuli.

****

Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana

Terdengar Bilmar tengah bernyanyi dengan alunan gitarnya. Membuat semua teman-temannya ikut bersorak dan bergoyang, maklum sekarang sedang jam istirahat. Ia dan Dion memutuskan menetap di kelas, karena Alika membawakan bekal nasi goreng untuk lelaki itu.

Bilmar terus saja memainkan gitar dipangkuan nya sambil terus menatap punggung Alika yang tidak mau menoleh ke arahnya. Alika ingin sekali menatap Bilmar yang sedang bernyanyi, walau suaranya tidak sebagus Afgan tapi membuat dirinya mabuk kepayang.

Namun semua itu terhancurkan ketika Desi dengan percaya dirinya menarik kursi untuk duduk disamping meja Bilmar. Wanita itu pun ikut menyanyi, semacam duet dengan Bilmar.

Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema

Desi ikut mengeluarkan suaranya, Bilmar terus memainkan gitar dan Dion menepuk-nepuk meja dengan telapak tangannya. Bilmar tetap memfokuskan bola matanya ke arah Alika dengan senyuman menawan. Ia merasa wanita itu menyukainya, karena hari ini telah membawakannya bekal makan siang untuknya, dan perbedaan raut wajah yang membuat Alika selalu malu jika sedang menatap dirinya.

"Asyik, euy digoyang, bleh." cicit Dion dengan suara cemprengnya.

Tentu pemandangan itu membuat Alika dongkol, hatinya panas. Ia tidak suka jika Bilmar dan Desi menyanyikan lagu yang sama. Alika cemburu.

Tak tahan dengan dengan sekumpulan orang itu, Alika langsung menghentak meja dan menoleh.

"Berisik tau nggak! Kalian fikir suara pada bagus apa!" decak Alika, membuat Desi dan Dion terbelalak, tapi tidak dengan Bilmar, malah lelaki itu memberikan senyuman penuh menggoda kepada Alika, dan mengedipkan satu matanya, lagi-lagi membuat wajah Alika bersemu merah ditempatnya.

Bisa tidak sih ia menceburkan dirinya ke rawa-rawa dan tenggelam didalam lumpur tanpa mau menyembulkan dirinya lagi ke daratan? Ia begitu sangat tersipu dengan perangai Bilmar. Si tampan yang semakin tampan jika sedang bernyanyi dan memainkan gitar miliknya.

"Gue tau, Al. Lo itu lagi cemburu kan, hahaha."

*****

Nah gitu guys, Papa Bilmar demennya bikin Mama Alika bad mood and cranky but, naturally the name is also first love, siapa yang setuju nih? hahaha❤️❤️

Like dan Komennya ya, jangan sepi dong pliss

1
Sri Wahyuni
cerita berat jg berantakan
Ce Habibah
ngerti bgt alur nya kak Thor☺️
Ce Habibah
part ini lucu sampai ngajak😀
Ce Habibah
Luar biasa
Surati
bagus
Lena Charoline
udh tamat belom sih ceritanya thor ada lanjutanny gak
Lena Charoline
udh tamat belom s map bru baca lagi
Anita Anita
apa ngak ada LG kelanjutan ceritay perasaan belum ada akhir ceritany
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jangan mau Al 😣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Al nggak usah bucin2 ya, bilmar cuma lagi manfaatin otak kamu yang pinter itu 😔 biar bilmar bisa dapet beasiswa 🤦🏻‍♀️
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
bilmar nih minta di gebukkin , Alika yang baik nya nggak ada lawan malah cuma di mainin aja. jahat kamu bil 😒
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
bilmar juhud nih manfaatin kepintarannya Alika 🤦🏻‍♀️
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
aku suka juga orang yang nyanyi sambil main gitar. kayaknya jodoh nih sama bilmar 🤣🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jadi kangen sekolah lagi 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Dion minta di lakban mulut nya 😂😂😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
nah iya tuh ngalamin punya temen kaya gitu , ijinnya ke toilet tau nya jajan 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
bilmar koq tega sih 🙄
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
bilmar nggak ada akhlak emang, jahil banget ternyata 🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kek kucing sama tikus ternyata Alika sama bilmar pas masih sekolah 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
ini cerita bilmar dan Alika waktu masih sekolah kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!