21+ "Hubungan ini terlarang, Bear!"
"Aku tidak tahu apa hubungan kita, yang aku tahu aku membutuhkan mu"
Alexander Agnoward ketika sebuah keputusan terberat akhirnya membawa nya kembali lagi ke negara nya atas ancaman orang tua nya.
Menjadi sangat rumit ketika dia kembali dan luka lama itu telah sembuh, Alexander jatuh di sebuah hubungan lain, di dalam sebuah ikatan pertunangan yang di buat orang tua nya.
Bukan tidak bisa menerima Tania tunangan nya itu karena setatus nya yang seorang ibu muda beranak satu, hanya saja Alexander sudah sudah lebih dalam terjatuh di hubungan lain bersama Aprilia seorang gadis kecil yang di tolong nya.
Dan bagi nya teramat berat untuk menerima Tania mengingat dia pernah menjadi kekasih adik nya dan mempunyai seorang anak dari adik nya tersebut
"Bukan kah kita sudah tahu ini resiko nya, Aku tidak masalah terluka, asal kau berjanji kau akan bahagia" -Aprilia Shakila-
Akan berakhir pada siapakan Alexander? atau malah akan berakhir dengan salah satu yang terluka ?
Sequel dari Novel berjudul ;
[Pernikahan luar biasa]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toxic relationship
Unit Appartemen Alex ini lah yang menjadi saksi bisu toxic relationship paman dan keponakan, atau ayah dengan anak angkat, antara Alex dan April, entah lah...
Appartemen berluas 86² dengan dua kamar tidur dan 1 kamar pembantu yang di jadikan gudang, ruangan appartemen yang lumayan luas, full furniture dan sudah di renovasi penuh interior dalam nya, seperti yang April inginkan Full soft pink, dengan banyak aksen bunga , boneka piggie pun beruang di setiap sudut ruang nya.
Seperti biasa di setiap hari minggu, Alex selalu tidur di sana menemani gadis kecil nya, hanya untuk hari minggu selebih nya dia akan pulang ke rumah Mama nya, menghabiskan waktu seperti biasa bersama Angel dan Tania yang sudah sejak pertunangan mereka di minta Mama Alex untuk tinggal di sana mengatas nama kan Angel cucu nya Angel.
April tidak terlalu menyukai, sebab saat hari minggu lah harus nya ia bisa bebas keluar dengan kekasih nya atau teman sekampus nya, namun sangat itu lah dia menjadi sangat susah keluar jika ada Alex di sana.
April keluar dari kamar nya berniat membangunkan Alex, memutar handle pintu yang tidak di kunci, melihat jelas Alex masih meringkuk tanpa selimut di ranjang nya.
"Bear...!!!! teriak April menaiki ranjang nya.
"Bear ,wake up !"
"Hemmmmm...."gumam Alex masih tidak membuka mata nya
"Bear!!!!! teriak nya lagi semakin menggoncang-goncangakan tubuh nya.
Alex mengerjab "Iya sweetie , 30 menit lagi ya!"
"Sekarang!! Aku ingin sarapan di luar uncle buruan!" rengek nya.
"Hemmm...iya, 5 menit ya, okay!" tawar nya kemudian.
"Ya udah tidur aja lagi, aku mau ajak Retha teman ku aja sarapan di luar!" cebik nya beranjak turun dari ranjang uncle bear nya.
"No, stop jangan!" tarik Alex tangan mungil April.
"Lepasin ih, tidur aja terus!" cebik nya lagi.
"C'mon honey, sini aku mau peluk dulu..." tarik nya tubuh mungil April.
"Jangan peluk-peluk! aku marah sama uncle!"
Tidak mengindahkan Alex semakin menarik tubuh kecil April hingga membuat nya terbaring dan leluasa di memeluk nya menjadi guling.
"Bear!!!!" pekik nya mencoba mengelakan.
Alex sudah berhasil memeluk nya, memasukan badan kecil nya kedekapan nya.
"My favorite scent..." hendus nya ceruk April dalam-dalam tempat favorite setiap kali memeluk nya.
"Uncle Bau!! April gigit ya!"
Alex tersenyum tipis, semakin erat memeluk April, sedikit menyingkirkan rambut April yang tergurai basah, menikmati sensasi harum sabun mandi beraroma manis yang setiap hari di hirup nya dan sudah menjadi candu untuk nya.
Merasa sedang tidak ingin di peluk, April pun benar-benar melatkan gigitan nya di lengan uncle bear kesayangan nya kemudian.
"AUwww!!!" teriak Alex merenggangkan tangan nya atas pelukan nya..
Gadis itu pun segera melompat dari tempat tidur tertawa puas berhasil melepaskan diri nya, mengejek Alex dari ambang pintu lalu keluar dari sana.
***
Di kediaman rumah keluarga Alexander.
Terdengar suara aduan piring dan sendok di meja makan keluarga itu, kedua orang tua Alex ,Angel dan Tania sedang menikmati sarapan pagi nya, semua nya menelik ke Angel cucu pertama dan satu-satu nya di keluarga itu.
Angel tampak tidak menikmati sarapan nya, mengetuk-ngetuk piring berisi makanan dengan sendok nya menciptakan bunyi-bunyi menggangu merusah suasana makan.
"Habiskan cepat sayang, sebentar lagi Dad pulang kok!" seru Tania menelik ke anak nya.
Angel menggeleng.
"Mom, kenapa Dad selalu saja tidak pulang kalau hari minggu, kan Angel libur sekolah, Angel mau ajak Dad main!" sungut Angel ke pada Mami nya.
Kedua orang tua itu saling bertatapan membenarkan ucapan cucu nya,
"Nanti, Oma suruh Daddy kamu pulang!, habis kan makanan nya, kata nya mau ke Disnayland, kalau enggak mau makan Oma batalin loh keberangkat nya!"
"Oma, No oma gak boleh batalin, kan Angel berhasil dapat peringkat satu, Oma gak boleh ingkar janji!"
Oma merekahkan senyuman nya.
"Iya, Oma tau, tapi bisa oma batalkan kalau Angel gak mau makan!"
"Iya, iya Oma ini Angel makan ya!" senyum nya melampirkan gigi kelinci nya.
Di sebalik sisi Oma pun memerintahkan Tania untung menghubungi Alex, menanyakan keberadaan nya, Tania pun melakukan nya.
Mulai menggser benda pipih milik nya, Tania menghubungi tunangan nya.
Alex yang baru selesai mandi mengeringkan rambut nya mengacak-ngacak dengan handuk nya pun mengangkat panggilan Tania.
"Hallo Mom, ada apa? Angel rewel?"
"Kamu dimana? Angel cari kamu terus, dia nggak mau makan, ini kan hari minggu dia minta di temeni main"
Dari ruangan televisi April melambaikan tangan nya kepada Alex.
Unc–
Alex menaikan telunjuk nya ke bibir mengisyaratkan April untuk diam, April pun mengangguk pasrah ,namun ke usilan tetap ada pada otak nya.
Di langkah kan April kaki jenjang nya ke arah Alex yang masih sibuk dengan panggilan di ponsel nya, untuk mengganggu nya kemudian.
Memeluk tubuh kekar setengah tertutup Alex yang masih sedikit basah, mulai menempelkan wajah nya di sana, memainkan jemari nya membentuk bulatan-bulatan abstrack, membuat Alex mendesis, merasakan sesuatu yang terangkat di bawah sana.
"Shit...bocah nakal..."umpat Alex menyengir kuda.
"Dad, kau memaki ku?" kesal Tania.
"Aha, tidak ini minuman ku tumpah" sahut Alex berbohong, menaikan 1 tangan membalas pelukan April kepada nya.
"Mom, nanti aku pulang, katakan pada Angel tunggu sebentar lagi, bye..."
Tit..
Tania menggerutu kesal, "Apa yang di lakukan Alex sebenar nya!"
April pun lari meninggalkan Alex yang lengah meletakan ponsel nya, terkikik di dalam kamar nya lagi-lagi puas mengerjai uncle bear nya.
Membentuk sudut di bibir nya, Alex pun tersenyum menatap pintu kamar yang sudah sengaja di tutup April.
"Kau selalu saja mengalihkan apa pun di hidup ku..."
Mendapatkan penjelasan Tania, Mama pun menjadi kesal Alex pasti tidak akan pulang sebelum dia turun tangan, tidak bisa menolak kali ini Alex tidak bisa mengatakan nanti jika Mama nya sudah turun tangan.
"Pulang sekarang! tidak butuh penolakan!"
Mama pun merasa kesal dengan Alex padahal setau Mama dia tidak ke kantor hari ini , tidak ada beda nya Papa nya juga di rumah setiap hari minggu, apa beda nya mereka juga mengurusi perusahaan keluarga yang sama.
Mengetuk, ngetuk pintu kamar April kali ini Alex meminta izin nya untuk pulang.
"Hemmm, pulang lah!" cebik nya.
Berpura-pura sedih padahal rasa nya seperti mendapatkan oase di padang tandus "Yes, bisa jalan sama Devan" bathin nya.
"Jaga dirimu!" peluk Alex gadis kecil nya mencium puncak kepala nya.
.
.
."Sebab aku tidak tahu apa hubungan kita, yang aku tahu aku membutuhkan mu "
To be continue
mau punya cucu kau Mike
udah kena skiiipppp😆😆😆😂
gak jadi terbang tu burung
gegara kamu leeekkkkk
akhirnya
berbahagialah Tan
Alex kabarmu
ngeneskah?
memang dia harus Ambil keputusan iniiii
sampai kapan menjalani hubungan tanpa status iniiiiiii
kenapa tidak tegas?!
kamu juga berhak bahagia
harusnya kamu sadar
mending sama orang yg sayang sama kamu
barra masih menunggu