CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semoga jadi kakak yang baik
Mobil mulai berjalan keluar pagar .
"Kemana May?" tanya Aldo Matanya melirik ke Maya yang sudah tidak merajuk lagi, tapi sekarang malah canggung itu bisa terlihat dari tangan Maya yang tidak bisa diam saling meremas .
Aldo tersenyum simpul dia mengangkat tangan kirinya dan meletakkan di dagunya ada sorot nakal di matanya . Tiba-tiba tangan kirinya menggenggam tangan Maya, refleks Maya menarik tangannya.
"Apaan sih kak!" pekik Maya kaget atas perlakuan Aldo.
Matanya menatap tajam ke wajah Aldo sementara yang ditatap masih tersenyum simpul .
"Lagian dari tadi ditanya gak di jawab," sahut Aldo cuek .
"Kemana kita May?... jawab! jangan diam aja kalau gak di Jawab gak cuma Gue pegang tangan kamu tar Gue...." ancam Aldo sambil memonyongkan bibirnya.
"liiihhh ...." Maya bergidik melihat mimik wajah Aldo cepat-cepat dia menyahut.
"Di daerah Y," sahut Maya singkat .
Hari ini untungnya hari Minggu jadi jalan lancar tanpa macet dan hambatan. Aldo membawa laju mobilnya sedikit mengebut. Wajah Maya tampak tegang tangannya berpegangan kuat pada pintu mobil. Sesekali Dia memejamkan matanya. Dia bukan hanya tegang tapi juga takut .
"Kak, bisa gak sih bawa mobilnya jangan ngebut," pinta Maya.
"Kan biar cepat sampai May , bukannya tadi kamu ingin buru-buru?" tanya Aldo dengan santai.
Maya hanya bisa mendesah .
"Nyebelin," bisik nya dalam hatinya.
Tak kurang dari 30 menit sampailah mereka pada tempat yang dituju .
"Kak , aku turun di sin, makasih ya udah nganterin May," pamit Maya sambil tangannya sibuk melepas sabuk pengaman.
Aldo memegang lengan Maya hal ini membuat Maya kaget.
"Heh ...emang gue taksi online enak aja nyuruh gue pergi, gue tunggu 5 menit kamu harus udah balik ke sini," perintah Aldo matanya tajam melotot ke arah Maya .
"Sini hp Lu!"pinta Aldo pada Maya .
Melihat Aldo marah sambil melotot membuat Maya ciut hati. Maya buru - buru menyerahkan HP-nya .
"Ini HP mu May? masih hidup?" sindir Aldo.
"Ma..sih," kata Maya gagap .
"Kalau sudah mati ngapain ku bawa, dasar aneh," gumamnya lirih sambil memalingkan wajahnya dari Aldo .
"Ngomong apa lho," bentak Aldo.
"Eeng. . nggak," kilah Maya .
"Aaahh, Gue nggak ngerti pakai hp jadul lho sekarang ketik no Kakak dan Miss call," kembali Aldo memerintah
Aldo menyebutkan nomornya dan Maya memasukkan nomor itu di hp nya kemudian ia membuka pintu mobil dan turun. Aldo
menurunkan kaca jendela mobil.
"'May lima menit," pesan Aldo sambil membuka telapak tangannya sebagai tanda . Maya menjawab dengan anggukan .
Setelah beberapa saat di dalam mobil Aldo bosan juga. Dia keluar dari mobil berdiri menyandarkan tubuhnya di samping mobil.
Hal ini jadi pemandangan indah buat beberapa cewek yang sedang lalu lalang.
Dengan balutan jeans warna hitam dan kaos hitam polos yang padu dengan kemeja panjang warna coklat beige di gulung sampai lengan di tambah lagi kacamata hitam yang dipakai membuat siapapun yang melihat Aldo pasti terpesona.
Menjadi pusat perhatian membuatnya tidak nyaman akhirnya Dia kembali masuk ke dalam mobil. Beberapa kali dia melirik jam tangannya wajahnya mulai tampak kesal sudah hampir sepuluh menit tapi Maya belum juga kelihatan batang hidungnya.
Dua menit kemudian tampak Maya tergopoh-gopoh lari ke arah mobil Aldo .
Ceklek.
"Ma...af kak," kata Maya dengan napas terengah-engah.
Aldo ingin memarahinya tapi melihat kondisi Maya yang kelelahan membuatnya tidak tega Dia segera menyalakan mesin mobilnya.
Maya membuka sebuah amplop putih lalu mengeluarkan secarik kertas dari dalam amplop dan diam membacanya .
"Surat dari siapa May?" tanya Aldo penasaran.
"Ibu," jawab Maya singkat .
Dia mulai membaca surat ibunya sementara Aldo fokus menyetir.
Buat Maya putriku.
Maya Ibu maaf tidak bisa bertemu dengan mu dan menjelaskan semuanya kepadamu sesuai janji Ibu. Ibu bukanlah Ibu yang baik seperti yang Kamu harapkan.
Bagi Ibu kehadiranmu adalah beban masa lalu Ibu tapi kamu perlu tahu Maya bagaimanapun juga masih ada rasa sayang Ibu ke Maya hanya sulit bagi Ibu mengungkapkannya .
Maya putri Ibu yang kuat kamu harus bahagia mulai sekarang lupakan masa lalu yang membuatmu sedih dan jangan meneteskan air mata lagi.
Papamu orang yang baik Dia akan bisa jadi pelindung untukmu dan akan membahagiakanmu .
Tetap sehat dan kuat sayang satu yang Ibu mau pinta dari Maya tetap lah jadi Maya yang Sholehah, kuat dan selalu rendah hati apapun yang terjadi .
Maafkan Ibu sayang doa Ibu semoga Allah SWT berikan yang terbaik untukmu
dan berjanji lah untuk bahagia .
Dari Ibu.
Selama membaca surat dari ibunya air mata Maya tidak berhenti mengalir. Melihat hal itu membuat hati Aldo tersentuh . Sedih juga melihat Maya menangis seperti ini .
Beberapa kali Aldo melirik kearah Maya dilihatnya Maya menyeka air mata dan membuang pandangannya keluar jendela .
Krucuk... krucuk suara aneh itu membuat Aldo tersenyum geli.
"Kita makan dulu ya May, perutmu nagih minta di isi, tuh hahaha," canda Aldo Sambil tertawa.
Bersambung
Makasih🙏 buat yang like rate vote dan komentar nya, jangan bosan ya kakak😊🙏
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
Rey datang buat nyelametin maya