Seorang pria wibu mendapatkan kekuatan untuk menyalin kemampuan dari 3 orang yang berbeda, dan dunia yang dia kunjungi adalah dunia One Punch Man.
Karena sudah tahu siapa saja orang-orang kuat di dunia ini, wibu itu kemudian berlari ke Kota Z untuk menemui pria botak tertentu untuk menyalin kemampuan nya.
"Aku akan menjadi hero yang terkenal dan menggendong kecantikan disetiap sisi hahahaha"
MC nantinya akan bisa berpindah dunia ke anime lain dan menjadi sosok pahlawan di dunia anime yang sedang terancam.
Genre :
Action, Harem (Wajib)Romance, Fanfiction, Overpower, Bisnis, Mencari Uang, Membuat Kerajaan, Poligami (Wajib), Berpindah Dunia Anime.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ero-Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 Makan Malam Bersama dan Dilema Nezuko
Setelah merapikan kayu-kayu yang mereka dapatkan. Takeo masuk kedalam rumah sementara Tanjiro ikut duduk di teras bersama dengan Saikyou.
"Saikyou-san jadi apakah benar anda seorang pengelana?" Tanya Tanjiro masih dengan senyuman.
"Benar sekali Tanjiro-kun"
"Hanya menggunakan yukata seperti itu, apakah anda tidak kedinginan?" Sekarang adalah musim dingin, salju sudah turun lebat, dan tanah sudah tertutup tumpukan salju.
Pakaian yang saikyou kenakan memang terlihat seperti pakaian musim panas daripada pakaian musim dingin.
"Hahahaha, tidak masalah Tanjiro-kun, kau lihat tubuh besar ini!?" Sambil memamerkan otot besar, sakyou mulai berpose memamerkan otot-otot lengannya."Tubuh besar ini tahan terhadap udara dingin apapun, bahkan aku bisa tidak mengenakan apapun dan berlarian di tengah salju tanpa perlu takut terkena flu"
Mendengar hal itu Tanjiro tersenyum takjub, sementara Kie memerah karena membayangkan pria besar seperti saikyou telanjang sambil berlari di tengah salju.
"Hebat sekali Saikyou-san, selain itu, anda juga sangat harum" Sambil mengendus-endus, saikyou ingat Tanjiro memiliki penciuman yang tajam bahkan penciumannya sudah seperti Telepathy karena bisa menilai, kebohongan, kemarahan, dan juga darah.
Saikyou tidak pernah membunuh buronan manusia di dunia One Punch Man, tapi saikyou tidak tahu reaksi seperti apa ketika penciuman Tanjiro mencium bau darah dari monster yang sering saikyou bunuh.
Dengan panik saikyou kemudian menjawab "Ehhhhh, bau seperti apa?"
"Bau anda seperti bunga, namun jauh lebih kuat dan menyegarkan, rambut anda juga memiliki harum yang lebih kuat"
'Bau aroma bunga yang menyegarkan? Ahhhh jadi ini bau sabun dan shampo yang aku gunakan. Kalau dipikir-pikir ini adalah Era Taisho, meskipun parfum sering digunakan untuk menutupi bau. Sabun masih sangat langka dan parfum hanya bisa dibeli orang-orang kaya.'
Sabun sudah masuk ke jepang pada akhir Era Meiji dari barat, dan di Era Taisho sabun cukup terkenal. Namun kualitas sabun terutama tingkat keharumannya, masih jauh dibawah sabun dari Era modern. Dan keluarga miskin seperti tanjiro tidak tahu benda seperti itu.
"Aku menggunakan sabun dan shampo, ini digunakan saat mandi. Jika kau suka lain kali aku akan membawakannya!?"
"Ehhh, tidak perlu repot-report Saikyou-san, saya tidak bermaksud seperti itu"
"Hahahah, tidak masalah, tidak masalah"
Karena saikyou dan Tanjiro mengobrol dengan damai, adik-adik Tanjiro yang mengintip akhirnya ikut mengobrol dan menanyakan banyak hal pada saikyou.
Tidak terasa hari sudah gelap, dan saikyou ingin berpamitan. "Sepertinya hari sudah gelap, aku harus pergi turun ke bawah" Kata saikyou.
"Eeeehhh, Saikyou-san sudah mau pulang"
"Jangan pulang dulu masih ada yang ingin aku tanyakan!"
"Hanako, Shigeru, Rokuta, jangan seperti itu!" Tegur Nezuko, namun seperti ada rasa enggan juga dari mata Nezuko saat saikyou ingin pergi.
Sepertinya Nezuko juga masih ingin mendengar cerita dari saikyou. Tinggal di gunung tanpa hiburan, mendengar cerita dari orang lain mungkin cukup mengasyikkan untuk mereka.
"Saikyou-san hari sudah hampir gelap, menginaplah disini untuk malam ini, berjalan menuruni gunung saat gelap sangat berbahaya" Ucap Kie, Tanjiro juga terlihat setuju dengan keputusan Kie, dia paham seberapa berbahayanya menuruni gunung saat malam hari, Meskipun Beruang akan hibernasi saat musim dingin, tapi ada beberapa anomali beruang yang masih terbangun. Biasanya mereka adalah beruang yang sangat kuat dan agresif.
"Itu benar Saikyou-san, besok aku berencana turun ke desa untuk menjual arang. Kenapa tidak menginap saja malam ini dan besok aku akan membawamu menuruni gunung" Mendengar kata-kata Tanjiro, saikyou menjadi yakin kalau besok malam adalah penentuan nasib keluarga ini.
"Baiklah kalau kalian tidak keberatan"
"Yatta, nee.. Saikyou-san tolong ceritakan kisah pahlawan lain!!" Ucap shigeru sambil duduk di pangkuan saikyou yang besar.
Tidak mau kalah, Hanako dan Rokuta juga ikut duduk di pangkuan saikyou. Tubuh saikyou yang besar, hangat dan harum sangat disukai oleh mereka. Meskipun mereka sebelumnya sangat takut padanya.
'Sepertinya mereka telah lupa kalau melihatku muncul lewat lubang cacing'
"Kalau begitu, Tanjiro temani Saikyou-san. Nezuko bantu ibu memasak makan malam!!"
"Baik bu"
Mendengar kata makan malam, saikyou merasa tidak enak. Saikyou tahu kesulitan keuangan keluarga Kamado jadi untuk membantu mereka makan enak, saikyou ijin pamit ke kamar mandi.
Saat di kamar mandi. Saikyou kembali ke Dunia One Punch Man dan melihat jam yang masih tetap sama padahal dia telah berjam-jam di dunia Demon Slayer.
Karena merasa semua berjalan sesuai dengan deskripsi kemampuan skill ini, saikyou kemudian tidak takut lagi dan kembali ke dunia Demon Slayer.
Dia berencana untuk tinggal lama disini nantinya sambil sesekali kembali ke One Punch Man. Targetnya adalah Kibutsuji Muzan dan mendapatkan Shinobu Kochou, mungkin juga jika Matsuri Kanrouji mau. Jika mereka mau dimadu, semua menjadi jauh lebih baik.
Saat di apartemen-nya saikyou kemudian mengambil Daging sapi, dan beberapa bumbu seperti garam, lada, gula dan sebagainya.
Setelah itu dia kembali ke dunia Demon Slayer dan berjalan ke perapian atau dapur tempat Nezuko dan Kie memasak.
"Saikyou-san, kenapa anda kesini. Makan malam belum siap?" Kata Kie terkejut dengan kedatangan Saikyou.
"Kamado-san rasanya tidak enak makan tanpa memberikan kontribusi apapun, saya mungkin tidak bisa membantu memasak tapi saya punya ini"
Saat saikyou mengeluarkan daging sapi 20 kg, dan bumbu-bumbunya, mata mereka berdua terbuka lebar karena terkejut. Nezuko bahkan sampai berteriak "Ibu ayo buat hotpot sukiyaki"
Tidak ikut bergembira seperti Nezuko, Kie merasa tidak enak pada saikyou "Saikyou-san darimana anda mendapatkan semua ini"
"Tenang saja ini semua milikku"
"Tapi-" Sebelum Kie menyelesaikan kata-katanya, bibir Kie yang lembut ditekan oleh jari telunjuk besar saikyou "Sssssstt.. Tidak masalah Kamado-san, tolong buatkan saja makanan yang enak!!" Melihat ini, Nezuko menutup mulutnya dengan tangan karena moment mereka berdua terlihat terlalu intim dimatanya.
Bahkan Kie saja sampai terdiam dan terpaku tidak bergerak. Setelah itu saikyou meninggalkan mereka berdua dan pergi ke depan menemui Tanjiro dan yang lainnya.
Setelah itu saikyou mulai bercerita sampai Hotpot Sukiyaki dihidangkan, Melihat ada daging sapi yang sangat banyak di dalam Hotpot. Mata Tanjiro dan yang lainnya terkejut. Mereka langsung berebut untuk makan bahkan Takeo yang pendiam menjadi cukup aktif saat melihat Sukiyaki, hanya tanjiro yang bingung dari mana daging ini.
"Ibu darimana semua daging ini?" bisik Tanjiro pada Kie "Saikyou-san yang memberikannya"
"Ehhh, apakah tidak apa-apa Saikyou-san?"
"Tidak apa-apa, Tanjiro mungkin aku terlihat seperti gelandangan tapi sebenarnya aku cukup kaya"
"Tidak, tidak, tidak. Tidak akan ada yang menganggap anda seperti gelandangan Saikyou-san. Mungkin anda tidak tahu, tapi penampilan anda seperti bangsawan"
"Benarkah?" Saikyou melihat tanjiro mengangguk dan saat dia melihat Kie, Kie hanya tersenyum canggung dengan wajah memerah.
'Tanjiro sungguh anak yang baik' Pikir saikyou
"Ngomong-ngomong Kamado-san ini makanan yang sangat enak, kamu sangat pandai memasak" Mendengar pujian saikyou yang tiba-tiba Kie sedikit tersentak "Eik" hingga membuat Nezuko dan Tanjiro melihatnya.
"Bahan-bahan dan bumbu yang anda bawa sangat bagus, ini berkat anda Saikyou-san. Ngomong-ngomong kami semua adalah Kamado, kamu bisa memanggilku Kie!" Jawab Kie dengan wajah memerah.
"Baik Kie-san"
Meskipun Tanjiro merasakan ada yang aneh dengan ibunya. Namun Tanjiro tidak mengerti hal itu.
Disisi lain, Nezuko yang melihat interaksi Kie dan Saikyou. Dia mengalami dilema karena ibunya baru ditinggal satu tahun oleh ayahnya, namun sebagai gadis yang hampir masuk puber entah mengapa dia cukup suka dengan situasi ini.
Bersambung~