Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.
Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.
Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.
Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.
Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...
"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)
"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)
Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???
Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Dinner
titititittt. titititittt
Terdengar bunyi klakson didepan rumah Risa.
"Ris...gue jalan, ya...".
"Ok beeib,,,semoga lancar jaya, ya..." sambil menaikkan jempolnya.
Dengan gaun sederhana namun tetap nampak elegan dipakai Hanum, yang memang mempunyai wajah yang sangat cantik, body yang tinggi semampai. Gaun sederhana dengan potongan yang simpel dipermanis dengan motif bunga sakura panjang selutut sehingga memperlihatkan betis putih bersih yang selama ini tertutupi. Membuat Putra tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari Hanum.
"Mas....maaaasss...kok bengong".tegur hanum membuyarkan lamunan putra.
"Hehehe....kamu nampak berbeda, kamu cantik skali malam ini,,,"kata putra setelah mampu menguasai rasa gugupnya.
"Biasa aja, kali mas,,,,,gaun sederhana begini, apa mas nggak malu jalan denganku???"
"Gaun yang bagus tidak harus mahal, tapi tergantung pribadi yang memakainya". katanya sambil menjalankan kendaraan.
Skip
Setelah perjalanan yang lumayan lama akhirnya tiba disebuah rumah yang sangat mewah dengan halaman yang luas membuatku berdecak kagum,,,meskipun rumahku juga mewah tapi rumah ini lebih mewah.
Dari teras rumah mewah ini terlihat sepasang suami istri yang umurnya kira-kira seukuran papaku sedang menikmati waktu berdua.
Melihat mobil masuk ke halaman seketika pasangan suami istri itu langsung berdiri menyambut kami dengan antusias berbeda dengan sang istri nampak tidak bersahabat melihatku.
"Ma...pa...kenalkan ini Hanum calon istriku".sambil menggenggam tanganku lembut.
"Malam om...tante...perkenalkan saya Hanum sekertaris pak Putra". sambil tersenyum dan menyalami kedua orang tua mas Putra.
Tanpa menyambut tanganku mama mas Putra langsung berjalan kedalam rumah. Seketika membuat nyaliku menciut.
"Mari masuk nak Hanum....maafkan mamanya Putra, ya????"
"Eh iyya om....nggak apa-apa..."
Sambil berjalan kearah meja makan di sana sudah ada mama mas Putra duduk dengan wajah yang ditekuk, sementara papa.mas Putra duduk di kursi kepala keluarga.
Sambil menarik kursi mas Putra menyuruhku duduk kemudian diapun duduk di sampingku
"Duduk disini Sya...."
"Terima kasih, mas..."
"Putra sayang.....apa maksud dari semua ini???membawa gadis dari kalangan bawah masuk keluarga kita..."
"Ma.....tolong kali ini, biarkan Putra memilih pendamping hidup sendiri..."
"Dengan gadis sederhana begini???mau ditaruh dimana muka mama, nak..."
"Sudahlah ma...bukankah dulu mama yang memilihkan istri untukku????tapi apa yang terjadi ma..."sambil menahan emosi putra menggenggam tanganku.
Aku berusaha tenang mendengarkan mama mas Putra menghinaku. Duh Tuhan...ternyata beginilah nasib gadis-gadis kurang beruntung diluar sana, mereka hanya akan dihina sedemikian rupa jika bertemu manusia sombong seperti mama mas Putra.
"Pokoknya mama tetap tidak akan setuju dengan hubungan, kalian..."
"Maaf tante...tapi kami saling mencintai dan saya berjanji akan membahagiakan anak tante".
"Membahagiakan????maksudmu dengan menguras habis harta anakku???begitu????"
"Astagfirullah...maaf tante, saya tidak butuh harta mas Putra, saya bisa menghidupi diri saya sendiri".
"Oh ayolah....wanita sepertimu mana mungkin tidak menguras harta anakku...siapa yang bisa menjamin haaaaa!!!".
"Tante jangan terlalu rendah menilai seseorang,,,,sebab bisa jadi penilaian tante salah. Selamat malam".
Aku berlari keluar dari rumah mewah itu tanpa memperdulikan teriakan mas Putra.
"Sya...tunggu!!!aku antar kamu pulang, ya.."
Sambil menggandeng tanganku ke mobil. dan melajukan mobil setelah menutup pintu mobil dan duduk di kursi kemudi.
Di rumah Putra
"Pokoknya pa...perjodohan anak kita dengan anak pak Atma Wijaya harus segera dilaksanakan".
"Tenang dulu ma...pelan-pelan aja, toh Putra juga sudah memilih calonnya sendiri dan menurut papa, nak Hanum gadis yang baik meskipun terlihat sederhana".
"Mama tetap nggak setuju, pa..."
"Apa mama yakin anak pak Wijaya mau dijodohkan dengan anal kita???mengingat anak kita seorang duda".
"Mama yakin pa...lagipula siapa yang mampu menolak anak kita yang kaya, tampan dan baik".
"Tapi ma.....pak Atma sendiri menyerahkan segala keputusan pada anaknya, lagipula anak pak Atma belum pernah diperkenalkan didunia bisnis".
"Pokoknya papa usaha gimana caranya supaya Putra bisa lepas dengan sekertarisnya itu".
Skip
Setelah tiba dirumah Risa, aku segera turun dengan hati yang dipenuhi dengan kekecewaan yang ditolak mentah-mentah hanya karena penampilan yang sederhana.
"Maafkan mama ya, Sya.....mas akan membujuk mama untuk merestui hubungan kita".
"Hmmmm....jangan dipaksakan mas,,,betul kata mama mas Putra, saya hanya gadis miskin yang tidak sebanding dengan keluarga mas Putra".
"Sya...sebelum kamu masuk kedalam. Mas ingin bertanya dan tolong jawab dengan jujur".
"Baiklah mas...apa yang mas ingin tanyaka???"
"Gini Sya....sebenarnya kamu siapa sih???mas penasaran, semua tentangmu terasa seperti misteri, kamu bisa keluar negeri sekolah dikampus favorit pula, baju-baju yang kamu pakai semua bermerk meskipun modelnya sederhana, tas, sepatu, mobil semua mewah,,,".
"hahahaha....mas putra semua itu hasil kerjaku selama diamerika, jadi jangan khawatir, aku tetap gadis baik-baik yang bermartabat. Udahlah mas,,,lebih baik mas pulang sudah larut malam".
"ok bye honey..."
"bye mas..."
Diruang tamu Risa dan Kykan asyik dengan hpnya, ketika melihatku datang mereka serempak mencecarku dengan pertanyaan
"Makan malamnya dimana, Num???"tanya Risa
"Romantis nggak pak boss, Num????"kykanpun ikut bertanya
"Nanya satu-satu bisa, nggak,sih..."
"ckkk...kamu tuh, ditanya malah jawabnya jutek begitu,,,nggak asyik tau!!".
"Aku ganti bersih-bersih dulu baru cerita".
Langsung masuk kamar mandi membersihkan badan dan menenangkan pikiran. 15 menit ritual bersi-bersih selesai nampak Risa dan Kykan duduk ditempat tidur gelisah karena penasaran.
"Sekarang cerita dong, gimana makan malamnya".
"Makan malamnya kacau beib..."airmataku tiba-tiba terjun bebas. airmata yang sekuat tenaga aku tahan
"Maksud lo, apa sih Num..."
"Mama mas Putra menolakku mentah-mentah dan menghinaku karena aku hanyalah gadis sederhana, yang katanya hanya akan menghabiskan harta anaknya....hik. hik. hik".
"Gilaaaa...!!!!hanya itu alasannya???"
"Salah lo juga sih, Num....kenapa juga lo sembunyikan dirimu yang sebenarnya, inilah akibatnya kamu dihina terus. Kalo sampe tante atau om tau entah apa yang terjadi".
"Udahlah....biarkan ajalah...kalo memang mas Putra bukan jodohku, pasti akan ada jodohku yang lebih baik. Sekarang tidur yuk, besok kita nongki-nongki mumpung libur".
Malam terasa sangat panjang, kedua sahabatku sudah tidur dengan pulas, tapi mataku tetap aja melek memikirkan kisah asmaraku.
Duhhh Tuhan...serumit inikah kisahku???disakiti dihina...seandainya aja mama tidak menyuruhku pulang, mungkin hal seperti ini tidak perlu terjadi. apa sebaiknya aku membuka identitasku didepan publik supaya orang-orang tidak memandangku rendah???
Tak terasa mataku ikut terpejam dan berlabuh dipulau impian setelah lelah memikirkan kejadian malam ini.
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic