NovelToon NovelToon
Di Buang Ayah Dan Ibu

Di Buang Ayah Dan Ibu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cerai / Mengubah Takdir / Wanita Karir / Keluarga / Chicklit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Uul Dheaven

Setelah orang tua nya bercerai, Talita dan kedua adiknya tinggal bersama ibu mereka. Akan tetapi, semua itu hanya sebentar. Talita dan adik-adik nya kembali terusir dari rumah Ibu kandung nya. Ibu kandungnya lebih memilih Ayah tiri dan saudara tiri nya. Bukan itu saja, bahkan ayah kandung mereka pun menolak kedatangan mereka. Kemana Talita dan adik-adik nya harus pergi? Siapa yang akan menjaga mereka yang masih sangat kecil? Jawaban nya ada di sini. Selamat membaca. Ini novel kedua ku ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Talita"

Plak.. Plak.. Plak..

Suara tam paran yang kuat terdengar renyah di telinga Jaka. Ia lihat da rah keluar dari sudut bibir Talita. Ia tidak menangis atau pun membantah lagi setelah di tampar.

Mata nya menyiratkan kepedihan yang mendalam. Ia tatap kedua mata Ibu nya yang dulu sering ia peluk.

"Apakah Ibu senang?" Hanya itu pertanyaan yang keluar dari bibir nya.

"Sayang, telpon polisi. Kita harus melaporkan pencuri ini." Ucap Nina tanpa melihat ke arah Talita.

Tidak ada bantahan, Talita terus melihat Ibu nya dengan kedua mata nya. Ia terus melihat gerak gerik mereka berdua. Nina bahkan tidak ingin di peluk oleh Jaka saat ini.

Polisi datang tidak lama setelah Jaka menghubungi mereka. Talita langsung di laporkan Ibu nya karena tuduhan pencurian. Ia sama sekali tidak menunduk. Dari kamar hingga keluar dari rumah itu, ia terus menatap ke arah Ibu nya dengan mata yang sayu.

Naina pun tidak mengatakan sepatah kata. Ia hanya bungkam. Entah pada siapa ia harus kecewa saat ini. Melihat kondisi Talita yang sudah berantakan. Namun, suaminya memiliki bukti lain yang lebih akurat.

Ah, seandainya saja dulu ia tidak melepas Cctv yang ada di rumah itu, ia pasti akan dengan mudah tahu siapa pelaku sebenarnya. Saat akan di masukkan ke mobil polisi, Naina tiba-tiba bertanya.

"Apa yang kau cari di dalam rumahku?"

Polisi yang membawa Talita akhirnya ikut berhenti saat Talita menoleh ke arah Ibu nya.

"Mungkinkah ada seorang Anak yang mencuri di rumah Ibu nya sendiri? Dan Ibu nya langsung percaya saat Ayah tiri nya berbohong."

"Jawab saja pertanyaan ku anak si alan!"

"Anak si alan ini yang telah keluar dari rahim mu, bu. Dan sekarang anak si alan ini juga kau buang."

"Jangan buang-buang waktu. Aku hanya bertanya apa yang kau inginkan."

"Aku hanya ingin mengambil kembali apa yang telah menjadi milik ku dan adik-adik ku."

"Maksud mu, rumah ini?"

"Iya, bukankah rumah ini milik kami? Ayah yang memberikan nya dulu."

"Tidak, rumah ini bukan milik kalian lagi."

"Trus, apa milik Ibu? Hah! Sudah ku duga."

"Bukan, tapi rumah ini telah di beli oleh Ayah tiri mu. Dan sekarang rumah ini dan surat kepemilikan, atas nama nya. Bukan kalian lagi."

Lemas sudah persendian Talita. Kini ia terlihat sangat lemah. Kaki nya bahkan tidak bisa di gerakkan lagi. Ia sempat melihat wajah Jaka yang tersenyum sambil menatap ke arah nya. Jaka seperti menji lat sesuatu di bibir nya. Dan Jaka juga menatap Talita dengan wajah mesum nya.

"Bawa ia ke penjara, dan berikan sedikit pelajaran yang berharga. Agar anak ini tidak nakal lagi." Ucap Jaka pada seorang anggota kepolisian.

Talita langsung di bawa oleh mobil polisi. Pikiran nya saat ini sedang tidak pada tempatnya. Harus nya ia tidak gegabah. Bagaimana nasib nya saat ini. Apalagi adik-adik nya ia titipkan di kandang harimau.

Talita bahkan lupa membawa ponsel nya saat ini. Saat ia pergi tadi, tas berisi ponsel berada di rumah Ayah kandungnya. Semoga saja Tania sudah mengerti memakai nya. Begitu lah pikiran nya saat ini.

Namun entah mengapa, ia berfikir akan kabur untuk saat ini. Pikirannya terus berputar-putar saat memikirkan keadaan adik-adik nya.

Namun lagi-lagi ia sadar tidak boleh melakukan hal itu. Jika ia kabur, maka ia akan menjadi buronan. Sampai kapan pun hidup nya tidak akan tenang.

Setelah sampai di kantor polisi, Talita langsung di periksa. Polisi yang memeriksa pun semakin bingung. Baru kali ini ada Ibu kandung yang melaporkan anak nya.

"Aku hanya ingin mengambil hak kami pak polisi. Mereka dengan enak nya sambil tertawa dan bahagia tinggal di rumah kami."

"Apa benar ia Ibu kandung mu?"

"Ibu kandung serasa Ibu angkat. Bahkan Ibu angkat bisa lebih baik."

"Mengapa tidak di umpamakan dengan Ibu Tiri?"

"Untuk apa? Ibu Tiri juga bahkan lebih ja hat. Hanya karena datang ingin melihat Ayah, dia langsung berpikir kami minta uang. Belum lagi mata nya yang sering melotot."

Akhirnya, Talita hanya menjadikan polisi itu teman curhat nya. Ia bercerita tentang kehidupannya yang sudah tidak seperti dulu. Dan ajaib nya lagi, pak polisi itu pun mendengarkan cerita Talita dengan semangat.

" Aduh, kok saya jadi curhat begini ya pak." Ucap Talita sambil menghapus air mata nya.

"Tidak apa, mungkin saja kamu butuh teman curhat."

"Terima kasih pak."

"Jadi kamu sudah tidak sekolah lagi?"

"Kalau saya sekolah, adik-adik siapa yang jaga? Ibu? Dia sudah punya suami baru dan anak tiri nya. Ayah? Juga begitu. Kami ini sudah di Buang."

Talita pun terkekeh saat mengatakan hal itu. Di balik tawa nya itu, air mata kemudian lolos kembali tanpa aba-aba.

Akhirnya tanpa harus mendekam di dalam penjara, Talita bisa keluar karena polisi itu menjamin nya. Selama ia bertugas, baru kali ini mendapatkan pen jahat yang bisa menggetarkan hati nya yang sudah lama beku.

"Terima kasih banyak pak."

"Panggil saya Bang Rian. Saya belum setua itu untuk di panggil dengan sebutan pak."

"Terserah deh. Yang penting saya mengucapkan banyak terima kasih. Saya tidak tahu bagaimana nasib saya jika harus tidur di dalam penjara malam ini."

"Habis ini kamu mau kemana? Biar saya antar."

"Saya akan menjemput adik-adik pak dirumah kontrakan ayah kandung saya."

"Bolehkah saya antar? Saya ingin berkenalan dengan Ibu tiri mu." Ucap Rian sambil bercanda.

"Tapi, apa bapak, eh bang Rian tidak bekerja? Nanti yang nangkap penjahat nya siapa?"

"Tenang saja, saya sudah minta izin."

Talita tampak berpikir sejenak. Ia tidak mungkin berjalan kaki pergi ke tempat Ayah nya. Entah mengapa ia bisa begitu lupa sehingga meninggalkan tas dan juga ponsel nya.

"Tenang saja, saya sudah minta izin."

"Baiklah kalau begitu."

Talita terus berjalan ke arah parkir. Ia langsung berdiri di samping mobil polisi yang ada disana. Namun, lagi-lagi ia salah karena Rian tidak menaiki mobil polisi tersebut.

"Ngapain kamu di situ?"

"Loh, bukan nya kita akan naik mobil ini?" Tunjuk Tania ke arah mobil polisi yang sedang terparkir.

"Kamu mau di anggap pen jahat nanti pas sampai di rumah Ayah mu?"

Dengan cepat Talita menggeleng dan langsung masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Rian.

"Kok duduknya di belakang? Memang nya Abang ini supir kamu?"

"Hmm, anu bang. Bukan begitu. Nanti nggak enak dilihat orang."

"Orang? Orang yang mana?"

"Baiklah kalau begitu. Talita akan pindah ke depan."

Mobil pun melaju meninggalkan tempat parkiran. Talita menuju rumah Ayah kandungnya di temani oleh seorang anggota kepolisian yang tidak memakai seragam polisi. Talita tidak ingin mengambil pusing soal masalah itu. Setidaknya ia bisa selamat sekarang.

Di tempat lain, Jaka begitu marah kepada orang suruhan nya. Padahal nanti malam ia akan datang menjemput Talita dan membawa nya bersama.

Namun, semua berkata lain. Talita telah di jamin oleh seorang anggota polisi yang memiliki pangkat lebih tinggi dari mereka.

Siapa sebenarnya Rian? Jika pangkat nya lebih tinggi, apa yang ia lakukan disana? Dan, mengapa ia ingin menolong Talita?

Bersambung...

1
Kar Genjreng
😁😁😁😁❤️❤️🌹🌹benar gas kalau me
ninggal kan demi wanita masih fajar tetapi
bpkmu berkali kali ingin membunuh Mu
itu Susah move on
Kar Genjreng
si papa Bagas brondoyo senang kan Lo tua ada yang urus walaupun di panti jompo daripada Lo seumurnya jahat sama anak ternyata anak tetap anak ga tega membunuh ayahnya sendiri
Kar Genjreng
menikah sajalah dulu rumah biar nanti buat kado Talita hamil kan seru pas perayaan stu th pernikahan dan lahiran kuliahnya Nyambi hamil aman lah
Kar Genjreng
nahlo anak Lo ga tau nya rusak Lo nya mau nikung Talita dari Bagas
Kar Genjreng
Humaira harusnya diam tidak sok baik belum tau saja orang tua itu licik mirip belut nanti Lo yang di tendang
Kar Genjreng
mampus lo orang niat jahat tuhan tunjukan niat ga baik' kalian berdua,,punya menantu baik di jahati,,, shukur mampuslah
Kar Genjreng
baru tau kalo anak mu pandai berdrama
Kar Genjreng
di kira cupu gatsu nya suhu 😄
Kar Genjreng
ada Cctv Bu lihat saja
Kar Genjreng
ternya anak gadis nya dan maknya sama sama kongslet 😩😩
Kar Genjreng
🤣🤣🤣🤣naina sudah ga ada urat malunya ya beruntung Talita mau menerimanya
Kar Genjreng
ngopi ga dor sekalian daripada hidup dan mengancam kehidupan kalian pada
Kar Genjreng
tu kan biar sudah di buang bahkan mau di jual lihat sebagai anak orang tua nya
keadaan nya menyedihkan juga tidak tega kan apa lagi kehidupan anak nya sudah
makmur dan itu orang tua juga tidak selalu benar apalagi sampai membuang
Anak anak nya anak perempuan pula
Kar Genjreng
mengerikan pembalasan di mulai hahaha
bagaimana rasanya ris tertantang 🤮
Kar Genjreng
cerdassssssss,,👍👍👍👍👍
Kar Genjreng
welehhh enek sontoloyo Leh geneo sontoloyomu kui bos mu gendeng 😄
Kar Genjreng
percuma ada pengawal buktinya tetap di tinggal sendiri berdua
Kar Genjreng
🤣🤣🤣
Kar Genjreng
nostalgia dengan mantan yang sama sama sedang menerima tuai menjadi
orang tua yang kejam terhadap anak
kandung sendiri makanya kalian berkuasa
itu dulu tapi ada yang lebih kuasa Tuhan,,,
Kar Genjreng
🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃🏃 mendapatkan Bagas mimpi terbesar Mu ya Din awas
takut semasfuuud Karena cinta nya di
tolak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!