NovelToon NovelToon
The Gangster Leader And The Veiled Girl

The Gangster Leader And The Veiled Girl

Status: tamat
Genre:Teen / Fanfic / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:147.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Za N_STAR

Justin menarik tangan Jihan, mereka lalu menaiki balon udara itu. Para genk abatasa membantu pelepasan balon udara. Perlahan lahan balon udara itu bergerak keatas, tinggi dan semakin meninggi. Semua yang menyaksikan dibawah sangat terpesona melihat Justin dan Jihan diatas.

"Hore.. Justin.. Jihan"

"Justin.. Jihan.. bahagia selalu kalian"

Orang orang dibawah kompak menyuarakan teriakkan kebahagiaan untuk Justin dan Jihan.

"Aku yang menyiapkan kejutan ini untuk kamu jihan"

"Justin kamu romantis banget" ucap Jihan, kedua matanya berkaca kaca

Justin tersenyum berdiri mendekati Jihan.

"Boleh kah aku memelukmu, Jihan?"

"Silakan Justin, peluk aku semau mu, karena sekarang aku sudah sah jadi istri kamu"

Justin memeluk Jihan dengan waktu yang lama, tangan Jihan pun merangkul erat tubuh Justin. Kedua nya sama sama terpejam, Justin lalu melepaskan pelukan nya dan mengecup kening Jihan di udara. Kemudian mereka duduk berdampingan menatapi awan awan. Jihan menyadarkan kepalanya dipundak Justin.

Jangan lupa Like, Comen, Vote, Tip Dan Rate 5 nya ya guys, semoga suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za N_STAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Maafin aku, Jihan. Aku ga bisa ngasih kabar kemarin, kamu tau juga kan aku ga punya nomer kamu, dan aku juga gak sempat dateng kesini. Waktu ayah dan kakak aku datang ke ruko, lalu aku dapat kabar buruk ibu aku ada dirumah sakit, jantungnya kembali menyerang. Terus aku langsung kerumah sakit, dan setelah aku bertemu ibu tak lama ia meninggal dunia" Tutur Justin dengan nada sedih.

Jihan terkejut, ia tak menduga itu, Jihan ikut sedih.

"Innalillahiwainaillaihiroji'un Ya Allah, semoga almarhumah ibu kamu di terima disisi Allah swt. Aku minta maaf Jus, aku kira kamu lupa sama aku!"

Justin tersenyum.

"Iya gapapa... Aku ngerti" sahutnya.

Satu lagi yang membuat Justin sulit untuk mengatakan, yaitu tentang Cici. Justin pelan-pelan menjelaskannya kepada Jiha yang sudah mereda hatinya.

"Jihan ... kamu jangan marah dulu, yah. Aku mau ngejelasin sesuatu sama kamu, aku mau jujur semuanya sama kamu."

Jihan memberi kesempatan untuk Justin untuk berbicara.

"Ngomong aja Ayo, gapapa"

Dengan mengucap basmallah dalam hatinya ia memulai penuturan.

"Sebenarnya dari kecil aku sudah di jodohin sama Cici"

"Siapa itu Cici?" Chara potong bertanya.

"Cici masih saudara jauh aku, dari kecil kami emang sering main bareng. Pas SMP kami memulai pacaran sampai SMA, aku percaya sama Cici sebelum dia berubah. Hubungan kami berjalan mulus sampai lulus SMA. Tapi setelah itu Cici berubah, dia udah gak setia lagi. Satu kali ... dua kali, aku maafin dia pacaran sama cowo lain di belakang aku, dan yang ketiganya aku langsung putusin dia. Aku ga tahan karena sering terluka, terus ibu aku saat komanya memberi amanat buat aku untuk menikahi Cici. Tapi aku tidak mau, yang aku mau kamu. Jihan Zaitunnisa!."

Jihan termangu, ia lega Justin berani terus terang dan ia percaya.

"Kalau itu yang bikin almarhumah ibu kamu bahagia, ikutin aja wasiat dari ibu kamu, aku gapapa, aku ikhlas." Sambut Jihan menahan sedih.

"Enggak! Aku gak mau. Semua wasiat orang mati gak wajib harus dipatuhi! yang kita lakukan hanya mendoakannya agar tenang di alam sana. Aku tetap memilih kamu, Jihan, satu bulan lagi kakak aku akan menikah dan ayah suruh aku ajak kamu datang ke resepsi pernikahan kakak aku, ayah aku pengen kenal sama kamu."

Jihan agak sulit meng-iya-kan. Rupanya Justin memang serius untuk mengenalkan dirinya pada keluarganya.

"Aku takut malu-maluin kamu di depan orang banyak, Justin. Karena aku ini cewe kampung yang nora dengan penampilan seperti ini" sahut Jihan

Justin terus memohon agar Jihan mau memenuhi permintaan nya, sampai Justin berlutut.

"Aku mohon, kamu mau yah aku ajak datang ke acara pernikahan kakak aku."

Jihan merasa tidak enak melihat Justin yang berlutut dibawah kakinya. Karena seorang lelaki tidak pantas seperti itu.

"Justin, apa-apaan sih kamu! Ayo bangun! Ya, aku mau."

Justin tersenyum bahagia, akhirnya Jihan mau diajak ke acara pesta pernikahan Febian.

"Terima kasih, Jihan."

Jihan tersenyum mengangguk pelan, Justin kembali berdiri.

"Kamu emang cewe yang pengertian, wahai bidadari surga yang terlepas ... tambatan hatiku ... mutiara hidupku" ucap Justin penuh sanjung.

"Udah deh jangan berlebihan kamu, biasa aja" sahut Jihan

Justin tersenyum, kembali ia mencandai Jihan

"Aku tau, biarpun wajah kamu ketutup cadar tapi aku nebak dari bahasa tatapan mata kamu, kalo kamu lagi ngeliatin kaya gini berarti kamu ga marah lagi sama aku, tapi kalo ngeliatin kaya tadi kamu lagi jutek sama aku. Heee ..."

"Ikhh, apaan sih, sok tahu kamu ah!"

"Tuh ... tuh ... kalo kamu ngeliatin atas kaya gini kamu pasti sambil senyum tandanya kamu suka sama aku juga!"

"Iiiikh kamu nih, ngeledekin aku terus sih ... aku pukul kamu ya!"

Jihan mengacungkan kepalan tangannya.

"Pukul aja! Aku malah seneng di pukul sama kulit lembut kamu" Sahut Justin

"Ikh, kamu ..."

Jihan jadi serba salah, Justin selalu pandai bikin Jihan salah tingkah.

Selang beberapa waktu mereka kembali serius dalam pembicaraan.

"Justin, kalo nanti aku dateng ke acara pernikahan kakak kamu, anterin aku dulu ke makam ibu kamu. Aku ingin bertakziah mendoakan ibu kamu!" tutur Jihan

Justin sangat terharu, Jihan mau mendoakan almarhumah ibunya

"Iya... Makasih banget Jihan kamu udah mau mendoakan ibu aku. Aku yakin, ibu aku aku tenang disana dan pasti merestui kita." Ujar Justin

Jihan tersenyum dalam cadarnya.

Tiga hari sebelum acara pesta pernikahan Febian dilaksanakan, Justin kembali menjemput Jihan, karena mereka sudah saling janjian pergi kemakam ibu Justin untuk bertakdziah. Justin pun tiba dengan sepeda motor keduanya, ia berhenti di depan pagar rumah Jihan. Dari depan pintu Jihan sudah melihat Justin lalu ia segera membukakan pintu pagar.

"Assalamualaikum" salam Justin

"Wa'alaikumussalam... Justin, ayo masuk Abi dan Umi ada didalam silahkan kamu izin dulu sama mereka" sahut Jihan yang kini berganti memakai syar'i berwarna pink.

Justin lalu masuk kedalam, memberi salam dan mencium tangan Abi Akbar dan Umi Linda. Kemudian Justin meminta izin untuk mengajak Jihan pergi bertakziah kemakam ibunya.

"Ya, Abi mengizinkan, asal kalian bisa jaga jarak, Abi titip dan percayakan Jihan sama kamu, Justi " ucap abi Akbar sambil menepuk pundak Justin.

"Kalian harus saling bisa mengendalikan diri, karena setan paling seneng menggoda orang-orang muda seperti kalian. Selalu sertai Allah kemana kalian percaya, niscaya kalian akan selalu selamat." Sambung umi Linda

"Iya, Abi. Umi." Sahut Jihan dan Justin secara bersamaan.

Mereka pun beranjak pergi, Jihan ragu untuk boncengan dengan Justin,

"Ayo naik! Tenang, kan kita jaga jarak" kata Justin sambil sedikit menyeringai.

"Iya deh. Tapi pelan-pelan yah bawanya!"

"Hmmm ... iya ... iya."

Dengan pelan-pelan menaiki sepeda motor besar Justin membonceng di belakang.

"Bismillahirohmannirohim" ucap Jihan membaca basmallah sebelum berangkat.

"Yes! Akhirnya aku bisa ngeboncengin bidadari yang kabur dari surga, terima kasih ya Allah!" seru Justin kegirangan.

"Ikh ... mulain lagi, awas ya kalo sampe nempel!" sahut Jihan

Justin pun menancapkan gas, laju motor berjalan agak lamban karena Jihan masih takut diajak ngebut. Jarak yang lumayan jauh memakan waktu yang cukup lama untuk tiba di tempat pemakaman umum. Beberapa kali Justin harus berpacu melewati kemacetan. Jihan tetap pada posisinya menahan terik matahari yang begitu menyengat.

"Justin kapan kita sampai!" Kata Jihan yang dibonceng di belakang.

Brrrng ...

"Justin, jangan kenceng-kenceng!"

"Bentar lagi! Aku tadi sih pengin ngebut biar cepat sampai tapi kamunya takut!" sahut Justin agak keras karena terhadang angin.

"Iya, jangan ngebut! Aku takut." sahut lagi Jihan

Lama-kelamaan Justin tidak sabar, sedikit demi sedikit Justin menaikkan gas motornya.

1
kevv
msih aktif gak sih ni akun mu
Zaaa..: Baru aktif lgi skrg
total 1 replies
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
semangat terus yg up yah kk..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
like mendarat deuii.. hihi
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
nyesek euy.. hiks
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
nice thor..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
wah..seru thor..next
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
lanjur besok baca nya, seru beud sih, tp signal tak mendukung..hiks
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
komeng mendarat deuii.. hhhh
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
nice thor..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
like datang lagi.. hihi
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
up
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
semangat terus yah kk..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
lanjut
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
cek
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
ujan lebat, petir nya pun hebat, jd bapuk lah..hiks
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
pelengkap, biar mantap..hhhh
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
boom like jd susah, bapuk pun..huft
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
ujan, signal bapuk euy..huft
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, langsung di klik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
jejak ku
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!