Kisah seorang raja iblis yang memiliki tujuan. Yaitu, menemukan kekuatan kuno yang berada di bumi! Tepatnya di Indonesia! Raja iblis ini memiliki wajah yang menawan sangat tampan. Namun, dia sering di juluki sebagai raja iblis paling sadis dan kejam. Ia tidak mengenal kata 'pengampunan'
Sedangkan, Melinda adalah gadis sederhana yang bekerja di perusahaan terkenal bersama sahabatnya. Melinda dari kecil sudah di tinggal ayahnya, ia bersama ibunya. Namun, usia remajanya berbeda. Remaja pada umumnya menikmati masa muda mereka. Namun, Melinda harus mandiri dan bekerja keras agar mendapatkan uang. Ibunya memiliki penyakit yang serius. Melinda harus membiaya pengobatan ibunya.
Masalah² & konflik sering bermunculan di kehidupan Melinda. namun, Raja iblis yang di kenal sadis itu berbeda ketika berada di dekat Melinda. Ya, Raja iblis itu malah membantu Melinda untuk menghadapi masalah masalah yang sering bermunculan di hidup Melinda.
apakah itu cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chikaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB: 8
"Uhm.. " Gumam Melinda terbangun dengan matanya yang di tutupi sesuatu yang membuatnya tidak bisa melihat sementara.
"Apa? apa yang terjadi.. kenapa gelap? " Tanya Melinda dalam batinnya cemas.
"Er, pusing sekali " Ucap Melinda dalam batinnya yang merasa pusing di seluruh kepalanya.
"Sudah sadar. " Ucap pria yang tidak di kenal Melinda dengan suara yang berat
"Siapa itu? " Tanya Melinda melihat lihat sekelilingnya, namun ia tetap saja melihat gelap.
"Tidak perlu tahu, aku hanya menjadikan mu sebagai domba saja. " Jawab pria dengan tatapan mata nya yang tajam.
"Domba? " Tanya Melinda mengerutkan ke dua alisnya.
"Ya. " Jawab pria itu.
Pria itu menaiki ranjang, mendekat kepada Melinda.
"Ini.. di ranjang? " Tanya Melinda yang masih kebingungan.
"Tentu saja, " Jawab pria itu sedikit tertawa, lalu ia mendekat pada Melinda.
"Kamu! jangan mendekati ku! " Teriak Melinda menjauh.
"Ha, aku suka ekspresi mu itu, jangan berhenti membuat ekspresi itu. " Ucap pria itu dengan senyum miring ya.
"Najis! lepaskan aku sekarang! " Seru Melinda kesal.
Pria itu menarik kedua kaki Melinda saat ia duduk, dan saat pria itu menarik kedua kaki Melinda posisi Melinda menjadi tidur lurus dan berhadapan dengan pria itu.
"A-apa yang akan kamu lakukan!?" Tanya Melinda tegas,
"Menurut mu? " Tanya pria itu sembari memegang pipi Melinda.
Melinda yang merasakan itu langsung merinding oleh tangan pria itu yang dingin.
"Jangan menyentuh ku! " Tegas Melinda kesal.
Pria itu mendadak turun dari ranjang, berdiri dan berjalan dengan cepat seperti terburu buru. Ia keluar dari kamar itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada Melinda.
Melinda sekarang sedang bingung, karena tubuhnya tidak bisa dikendalikan oleh dirinya sendiri. Hanya bisa berharap agar keluar dari sini dengan selamat.
"Bagaimana Aku bebas? " tanya Melinda dalam batinnya.
Mendadak, muncul suara yang sangat kuat membuat Melinda terkejut. Suara itu berasal dari luar kamar.
Melinda terkejut dan sangat takut, Melinda sangat tidak menyukai suara suara keras dan besar seperti itu. Ia tidak bisa menutup telinganya karena tubuhnya tidak dapat di kendalikan.
Suara keras terdengar lagi, suara teriakan, tembakan, dan benturan yang sangat kuat membuat Melinda ketakutan, dan membuat Melinda menjadi panik, cemas, dan sangat khwatir. Itu semua karena trauma terhadap sesuatu di maa lalunya.
"Iblis sialan! " Tegas pria yang berpakaian putih, pria yang mengancam Melinda tadi.
"Katakan saja di mana dia. Maka Aku akan mengampuni mu. " Ucap Justin dengan pakaiannya yang di warnai dengan darah.
"Apa!? setelah membunuh anak buah ku kamu dengan santai mengambil wanita itu? jangan harap! Aku tak akan memberikannya dengan mudah! " Tegas pria yang mengancam Melinda itu menantang Justin.
Kejadian misteri tersebut membuat barang barang yang berada di dalam ruang itu jatuh.
Pintu terbuka dengan di banting dengan kuat
Membuat Melinda terkejut. Melinda
Tiba-tiba Melinda di tarik dengan kuat membuat tangannya sakit.
"Ahk! " seru Melinda kesakitan.
"Aku akan membunuhnya jika kau membunuhku! " Ancam suara pria yang memegang pisau lancip yang mengarah ke leher Melinda dengan jarak yang sangat dekat. Jika tidak sengaja di senggol sedikit maka akan selesai semuanya.
Orang yang baru masuk ke ruang itu melangkah ke arah mereka berdua dengan tangan dan wajahnya yang ternodai oleh darah yang masih terlihat baru. Orang itu melangkah mendekat ke arah mereka berdua.
"Pisau ini memiliki racun! " Ancam pria itu dengan suaranya yang besar.
Orang yang melangkah mendekat ke arah mereka berdua berhenti setelah mendengar ucapan yang di lontarkan barusan tadi.
"Kau takutkan! Ternyata dugaan ku benar, gadis ini membuat mu berbeda. Seharusnya kau tidak akan memperdulikan nyawa orang yang tidak penting bagi mu. Gadis ini adalah berlian! Aku bisa menggunakannya kapan saja aku mau. Tapi, jika kau mau gadis ini, berikan aku ramuan mu yang pada saat itu kau mengutuk diri ku agar wanita-wanita menjauh dari ku! itu sangat sulit bagi semua pria!" Tegas pria itu tersenyum miring.
"...Aku akan memberikannya, tapi aku mau mengatakan kalau aku tidak termasuk pria yang kau katakan, aku sama sekali tidak menginginkan hal yang di luar nalar itu. " Tegas justin tersebut dengan tatapan tajamnya.
justin mengangkat ke dua tangannya lalu tangan satunya di angkat sampai setinggi perut sedangkan tangan satunya di angkat sampai setinggi dada. Dia membuat sebuah ramuan menggunakan sihirnya yang berwarna putih dan hitam
Lalu melangkah ke arah mereka berdua sambil membawa ramuan itu yang berwarna abu-abu.
"Tunggu, jangan macam macam, aku sudah menaruh sebuah mantra di tubuh gadis iini, persis pada saat aku mengontrol Evelyn. "
Setelah Justin membawa ramuan itu berhenti di tempat dan menatap sangat tajam kepada pria yang mengancam.
"Cepat berikan! "
"Tangkap ramuannya. " Ucap Justin melemparkan ramuan tersebut jauh.
pria yang menggenggam Melinda langsung melepaskannya dan menangkap ramuan yang dilempar oleh pria tersebut.
Dengan cepat setelah Justin memberikan ramuan itu ia menangkap Melinda. Lalu, Ia membawa Melinda pergi dengan kekuatan teleportnya.
Namun, ketika dia memegang ramuan yang di lempar tadi menghilang begitulah saja. Ternyata ramuan itu palsu. Membuat pria yang membutuhkan ramuan itu sedikit demi sedikit menjadi abu karena tidak dapat meminum ramuan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiba di kamar yang besar. Melinda di taruh di atau atas ranjang yang empuk oleh Justin. Ia pingsan tepat ketika tangannya di tarik dengan sangat kuat membuat tangannya merah dan bercak.
Setelah ia menaruh Melinda di atas ranjang, ia membuka penutup yang menutup ke dua matanya. Matanya sedikit bengkak dan berair. Justin menghela nafasnya lalu mengambil kursi dan duduk di samping ranjang.
"Bagaimana kamu bisa masuk masalah ini? Kamu... mirip dengan Eve, aku tidak bisa membiarkan diri mu di ancam. Tidak akan, aku akan menghabisi mereka. " Ucap Justin dalam batinnya sambil menatap wajah Melinda.
jgn lupa mampir😊
Sakit banget itu
Pengandaian yang bagus
"Tidak. Siapa bilang aku bercanda? Aku serius," tegas Justin.
sebut diri sendiri gak perlu kapital kecuali Anda dan nama orang. smg membantu ~