Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Wang Ryu
Saat Wang Ryu terbangun,dia berada disebuah kamar berdinding kayu,dengan aroma dupa Cendana tersebar samar didalam ruangan.
Entah kenapa ini mengingatkannya pada Rumah lama neneknya. Wang Ryu bangun dari posisinya dan melihat perabotan kamar nampak lama namun tetap bersih.
Dia menyentuh kepalanya,sial ada dia mati karena obat itu!
Dia berdiri dari kasur dan mendapati bahwa bahkan tubuhnya sepertinya nampak berubah,dia segera pergi ke meja rias ,dan melihat pantulan wajahnya di cermin.
".....Sial! Ada apa dengan mata ini!" menyentuh matanya dan melihat itu berwarna biru ,Wang Ryu lalu mengingat warna alkohol beracun berwarna biru yg dia minum dibar.
Apa ini efek samping,pantas matanya terasa perih,dan juga giginya tanpa putih dari rapi,bahkan rambutnya nampak bersinar lembut,kulitnya putih bersih.
Dia menghela nafas,cairan itu mengubahnya menjadi lebih tampan dan tinggi!
sempurna!
Dia berbalik untuk keluar dari kamar mencoba mencari apa ada orang lain selain dirinya,namun nyatanya dia hanya sendirian.
Didalam rumah ada 5 kamar dan hanya ada 1 Kang dimana dia tidur sebelum nya yg dia yakini sebagai kamar utama.
sedangkan 4 lainnya berisi beberapa hal
kamar no.1 Ada mesin jahit yg biasa dipakai dirumah berada dikamar itu namun dengan tambahan banyak kain-kain yg tersusun rapi dilemari, manik-manik dan sejenisnya, beberapa kain bulu yg lembut untuk membuat mantel hangat.
Dikamar ke no.2 terdapat,meja belajar, diseberang dinding terdapat buku-buku yg tersusun rapi,diatas meja terdapat kertas-kertas kosong juga beberapa alat tulis lengkap dengan penggaris kayu dan penghapus.
Kamar no.3 terdapat dua kasur ,dan dua lemari kecil disatuh sisi kasur ,kamar ini seperti berfungsi sebagai kamar tamu.
Lalu kamar no.4 berisi jejeran rak-rak seperti mini market kecil,banyak berisi kamar ,gula,lada dan lainnya,ada pula tepung dan beras yg tersusun rapi dan obat-obatan serta buah-buahan kering.
Disisi lain dinding ada lemari es krim yg berisi daging beku.
jika dilihat dari luar kamar no.4 seperti kamar bisa pintunya pun dari kayu seperti kamar lainya, namun saat dibuka kita akan disambut dengan dinding warna putih dengan rak-rak yg familiar baginya.
Saat keluar Wang Ryu melihat kamar mandi ,dan sumur disamping rumah yg dekat dengan dapur ,serta ruang tamu luas ,juga halaman depan rindang dan asri.
nampak ada 2 pohon persik yg berbuah disisi kiri dan kanan sekeliling rumah ditembok setinggi 2 meter.
Dia juga menemukan dihalaman belakang tertanam sayuran seperti,kubis,cabai,tomat, paprika,daun bawang dan kentang yg siap panen.
Dilain sisi ada kandang ayam yg berisi 3 ayam betina dan 1 ayam jantan juga sudah ada beberapa anak-anak ayam yg berkeliaran dikandang.
Dia juga mengecek ke dapur sudah berisi bumbu dapur yg lengkap,garam dll, disamping rumah terdapat juga lembung kecil untuk menyimpan bahan panen makan mentah.
Dan lembung ternyata sangat bagus untuk mengawetkan makanan agar tak busuk,ini seperti Flizzer besar.
Dia menghela nafas lega setidaknya dia tak akan kelaparan. Wang Ryu akhirnya pergi ke dapur untuk memasak makanan, perutnya keroncong.
Dia akan membuat telur orak arik pedas ,dan memasak nasi.dia menyalah api dengan pemantik api yg dia temukan, Wang Ryu memberi minyak,saat wajan panas dia segera menggoreng bahan-bahan nya.
Tak lama tercium bah harum dalam ruang, Wang Ryu menaruh sepiring telur orak arik dan mengambil semangkok nasi panas.
Dia baru saja menemukan bahwa ada penanak nasi yg hidup didapur,agak aneh memang bahwa benda elektronik dirumah ini hidup tanpa listrik sedikit pun.
Wang Ryu makan sambil memikirkan bahwa mungkin dia memiliki sesuatu seperti jari emas yg ada di novel-novel yg pernah dia baca.
Pasalnya dia benar-benar bisa merasakan semua hal dirumah ini ajaib,tak perlu listrik lampu dalam rumah bisa menyala,semua alat dapur terlihat antik namun masih terkesan modern dia bahkan menemukan pemantik api.
Anehnya tatanan rumah ini terlihat seperti sangat tua,berasa dijaman kuno jika dia tak melihat bahwa Lampu yg begitu terang.
Dan walaupun kamar mandi memiliki disain dinding bambu,tapi itu benar-benar tertata rapi ,kemana air dan kotoran pergi semua tersusun seperti didunia moderen.
Karena itu Wang Ryu tak begitu panik dan merasa lega setidaknya dia akan baik-baik saja selama hidup disini.
Setelah makan dia menaruh piring dan mangkuk ke sumur untuk mencucinya, setelahnya dia berjalan ke arah pohon Persik dan duduk dengan santai dikuris dibawah pohon.
Hari masih cerah, mungkin sekitar jam 3 sore,dia masih belum berani untuk keluar dari rumah dan melihat arena sekitar.
Sampai dia mendengar tapak kaki kuda yg terdengar seperti begitu banyak rombong melewati rumahnya.Dia menegakkan kepalanya mencoba mendengarkan.
"Berhenti....!"suara itu terdengar berat dan kasar, dengan rasa mendominasi.
"....Ada apa?"tanya suara dengan nada ragu.pria itu kembali menjawab."Didepan ada desa Wu,kita akan istirahat disana agar Tuan muda bisa tidur dengan baik..."
Wang Ryu mengerut keningnya, Dia berdiri dari kursinya dan mendekati pintu,dia menempelkan telinganya di daun pintu dan mendengarkan suara kuda semakin menjauh hinggap beberapa saat sunyi.
Wang Ryu menahan nafas, tangannya membuka kunci besi pintu rumah,dan membukanya perlahan, matanya melebar.
" Apa-apaan ini..."yg dia lihat adalah jalan dengan banyak tapak kuda,lalu diseberang rumah terdapat sungai jernih dan pohon-pohon yg nampak asri.
Dia melangkahkan kakinya untuk keluar,dia menoleh ke arah jejak rombong itu pergi dan mendapati sepertinya ada pemukiman diarah itu.
Dia lalu berjalan lebih ke arah sungai dan mendapati air itu jernih dengan batuan sungai,air tak begitu dalam hanya selutut nya, Wang Ryu mencuci kakinya dengan santai dan berniat kembali.
Namun saat dia berbalik dia mendapati bahwa rumahnya hilang!
"....Sialan apa-apa ini!" Dia berlari kedepan dengan panik,dia melihat dimana dia keluar benar-benar tak ada apapun.
Lalu dia merasa ada sesuatu.
"...Tunggu pantas rombong itu tak melihatnya,jadi rumahnya tak terlihat dimata orang lain..."
Dia berjalan beberapa langkah dan mendapati dia sepertinya memasuki sebuah penghalang tipis,dan itu terasa dingin saat menyentuh kulitnya.
Dia mengeluarkan tangannya,dan benar saja tangannya menghilang,dia mencoba beberapa kali dan akhirnya mengerti.
Rumah neneknya istimewa,ini pasti juga jari emas miliknya!
Dia kembali kerumah dengan penemuan yg luar biasa ,namun dia agak cemas jika ada orang lain tiba-tiba tak sengaja masuk rumahnya.
Tapi tak masalah pasti dia akan bisa mengatasinya. Wang Ryu kembali kekamarnya setelah mencuci dan mendapati bahwa semua pakaiannya bergaya kuno.
Semua baju Tang ,ada juga yg bergaya lengan lebar dan seperti rok, seperti dia berada di tahun-tahun dinasti,apa lagi mengingat rombong itu.
"Tak masalah tapi sepertinya aku harus pergi ke desa itu untuk melihat situasi..."dia mengenakan piyamanya.
Dia mengobrak abrik isi lemari dan melihat beberapa piyama yg dia biasa pakai ternyata terbawa kesini.
juga beberapa-beberapa mantel bulu untuk musim dingin bahkan topi serigala yg dia buat saat festival ada dalam lemarinya.
Wang Ryu tidur nyenyak sampai pagi,dia bangun dengan sendirinya,dia segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci, setelah dia masak dan sarapan dengan roti dan susu yg dia ambil dari kamar no.4.
Setelah makan dia bergegas berganti pakaian,dia mengambil pakaian tang berwarna hitam dengan jubah luar bercorak perak.
awalnya dia tak merasa nyaman karena tak biasanya memakai nya namun ternyata dia banyak berfikir, ternyata nyaman juga untuk dipakai.
melihat ke cermin.
Mata birunya masih sama,dan warna rambut putihnya tak berubah,dia mengambil cincin dan aksesoris lainnya untuk menunjang penampilannya.
Lalu dia mengambil kipas dan topi dari kamar Jahit,lalu bergegas pergi keluar, melihat rumahnya tak terlihat dia lega.
Dia memakai topi caping dengan kain berkibar tertiup angin meniup seluruh wajahnya, untungnya matanya semakin tajam,jika tidak dia akan jatuh tersangkut atau tersandung beberapa kali Karena pandangannya terhalang.
Wang Ryu berjalan dengan sangat santai disepanjang jalan setapak,sampai dia mendengar langkah kaki kuda dan suara gerobak dibelakangnya.
Dia berbalik dan mendapati bahwa itu grobak sapi yg dikendalikan oleh pria tua dengan wajah ramah,saat melihat sosoknya pria itu menghentikan gerobaknya.
"Tuan muda apa anda akan ke Kota Wu?"
"Kota Wu?" Jadi nama kota yg dituju benar ,mereka ke kota Wu.pria tua itu mengundang nya dengan ramah."benar...,apa anda butuh tumpangan?"
Wang Ryu menoleh ke arah jalan yg masih panjang,dia merasa jika berjalan mungkin dia akan berakhir disana saat malam,jadi dia tak menolaknya."Baiklah maaf merepotkan..."
"Tak masalah..tak masalah..."jawa pria tua itu dengan baik.dia mengangguk dan berjalan ke arah gerbong belakang segera dia naik dan duduk.
"...Tuan apa anda ada urusan didesa kami?"tanya pria tua itu mencoba untuk mengobrol.
"Tidak,hanya saja saya sedang bersantai...."jawab Wang Ryu dengan asal.pria tua itu mengangguk tak curiga sama sekali pasalnya desa mereka memang cukup bagus.
Ditambah ada kedai teh dan restoran yg terkenal dipusat kota jadi itu wajar untuk berlibur ke sana.
"Tapi sepertinya anda bukan orang sini..?"tanyanya ragu-ragu.pasalnya siapa yg memiliki baju dengan gaya seperti itu,selama hidupnya dia tak pernah melihat nya.
Karena yg dipakainya adalah baju Tang moderen. masih memiliki gaya Clasik tapi tidak akan ditemukan ditahun mereka.
Seperti tuan ini juga bukan orang biasa, bajunya bordir dengan benang perak,dan kipas yg diselipkan di pinggang nya juga, gagangnya nampak terbuat dari giok.
Dan lagi gantung giok di pinggang juga sangat indah.
"Benar,rumah ku diseberang lautan..."jawab Wang Ryu sambil melihat ke arah jendela,jalan yg dia lalui mulai ramai pejalan kaki dan gerobak yg nampaknya akan ke kota Wu.
"Ahk! Itu jauh sekali,apa anda berjalan kaki dari dermaga Gong...?"Sahut pria tua itu terkejut.
Pantas saja dia terlihat berbeda, ternyata orang asing dari sebrang.
sebenarnya kota Wu adalah kota yg damai orang tak berani membuat masalah dibawah pengawasan Jendral tua yg diperintahkan Kaisar untuk menjaga kota Wu 20 tahun lalu.
Tapi belum tentu kota-kota lainnya akan sama,jika pria ini berkeliaran dengan batang emas di setiap tubuhnya apa yg akan terjadi.