NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 – Penyihir Kegelapan

Malam semakin dalam di Hutan Terlarang. Kabut tipis mulai turun di antara pepohonan tinggi, membuat suasana hutan terasa lebih dingin dan misterius. Setelah pertarungan melawan para troll, keheningan aneh menyelimuti tempat itu. Hanya suara angin malam yang menggerakkan dedaunan di atas kepala mereka.

Ren berdiri di tengah area bunga bercahaya dengan napas sedikit berat. Energi gelap yang tadi meledak dari tubuhnya sudah menghilang, tetapi rasa hangat yang aneh masih tertinggal di dalam dirinya.

Mira berjalan mendekat sambil menatapnya dari atas sampai bawah.

“Serius, Ren,” katanya sambil menggelengkan kepala. “Kamu menyembunyikan kekuatan sebesar itu dari kami?”

Ren menghela napas panjang. “Aku tidak menyembunyikan apa pun. Aku bahkan tidak tahu bagaimana cara menggunakannya.”

Mira menyilangkan tangan. “Kedengarannya seperti alasan.”

Lilia mendekat dengan langkah tenang, tetapi ekspresinya serius. Matanya yang biru menatap Ren dengan penuh perhatian.

“Yang lebih penting sekarang,” katanya pelan, “adalah memahami apa sebenarnya kekuatan itu.”

Ren menatap tangannya sendiri lagi. Cahaya bulan yang menembus celah pepohonan memantulkan bayangan samar di kulitnya.

“Aku juga ingin tahu,” gumamnya.

Aria, yang berdiri beberapa langkah di belakang mereka, memperhatikan Ren dengan tatapan penasaran. Gadis elf itu terlihat ragu-ragu sebelum akhirnya berbicara.

“Energi yang keluar dari tubuhmu tadi… sangat berbeda dari sihir biasa.”

Mira menoleh ke arahnya. “Kamu juga merasakannya?”

Aria mengangguk pelan. “Rasanya seperti… sihir kuno.”

Kata-kata itu membuat Ren sedikit terkejut.

“Sihir kuno?”

Lilia berpikir sejenak sebelum menjawab, “Dalam beberapa catatan lama akademi, ada cerita tentang kekuatan yang tidak berasal dari elemen biasa.”

“Api, air, angin, tanah… semua itu hanyalah dasar,” lanjutnya.

“Namun ada kekuatan yang jauh lebih tua dari itu.”

Ren menatapnya. “Dan kamu pikir aku memiliki salah satunya?”

Lilia tidak langsung menjawab.

Namun ekspresi wajahnya sudah cukup jelas.

Sebelum percakapan mereka berlanjut, tiba-tiba suara langkah pelan terdengar dari arah pepohonan gelap.

KRSSSH…

Semua orang langsung siaga.

Mira memunculkan api di tangannya lagi.

“Siapa di sana?”

Bayangan seseorang perlahan muncul dari balik pepohonan.

Seorang gadis.

Ia berjalan keluar dengan langkah santai seolah tidak takut pada apa pun di hutan itu. Rambutnya panjang berwarna ungu gelap, hampir hitam dalam cahaya malam. Ia mengenakan pakaian sihir berwarna gelap dengan simbol-simbol misterius di kainnya.

Matanya berwarna violet yang tajam.

Gadis itu berhenti beberapa meter dari mereka dan tersenyum kecil.

“Wah… ternyata aku datang tepat waktu.”

Mira langsung menunjuknya. “Siapa kamu?”

Gadis itu sedikit membungkuk dengan gaya dramatis.

“Namaku Nyra.”

Ia kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Ren langsung.

“Dan aku datang karena dia.”

Mira langsung mendesah kesal. “Lagi-lagi…”

Lilia memperhatikan gadis itu dengan waspada.

“Apa tujuanmu?”

Nyra mengangkat bahu santai.

“Tujuanku sederhana.”

Ia menunjuk Ren.

“Aku ingin melihat kekuatannya.”

Ren mengerutkan kening. “Kenapa semua orang tiba-tiba tertarik padaku?”

Nyra tertawa kecil.

“Karena energi yang kamu keluarkan barusan bisa dirasakan dari jauh.”

Ia melangkah sedikit lebih dekat.

“Dan percayalah… bagi seorang penyihir, energi seperti itu sangat menarik.”

Mira berdiri di depan Ren.

“Kalau kamu ingin mencoba sesuatu, kamu harus melewatiku dulu.”

Nyra menatap Mira sebentar sebelum tersenyum.

“Tenang saja, gadis api. Aku tidak datang untuk bertarung.”

Lilia tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.

“Lalu kenapa kamu di sini?”

Nyra mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah troll yang tadi dikalahkan Ren.

“Karena seseorang mengirim makhluk-makhluk itu.”

Ren langsung menatapnya.

“Kamu tahu siapa?”

Nyra tersenyum misterius.

“Tidak tahu.”

Kemudian ia menambahkan dengan nada santai, “Tapi aku tahu mereka tidak menyerang secara alami.”

Aria terlihat sedikit khawatir.

“Jadi benar ada seseorang yang mengendalikan mereka…”

Nyra mengangguk.

“Dan orang itu kemungkinan masih berada di sekitar hutan ini.”

Mira langsung melihat sekeliling dengan waspada.

Ren juga mulai merasakan sesuatu lagi.

Energi samar.

Namun kali ini bukan dari dirinya.

Dari tempat lain.

Angin malam tiba-tiba bertiup lebih kuat.

Daun-daun berguguran dari pohon.

Lilia langsung menoleh ke arah kegelapan hutan.

“Ada seseorang di sana.”

Nyra tersenyum tipis.

“Sepertinya orang yang kita bicarakan akhirnya muncul.”

Di kejauhan, sosok seorang gadis perlahan berjalan keluar dari bayangan pepohonan.

Rambut hitam panjangnya bergerak lembut tertiup angin malam.

Mata merahnya bersinar dalam kegelapan.

Selene.

Ia berhenti beberapa meter dari mereka dengan senyum tenang.

“Senang melihatmu lagi, Ren.”

Mira langsung bereaksi.

“Jadi ini ulahmu?!”

Selene hanya tertawa kecil.

“Troll itu hanya percobaan kecil.”

Ia kemudian menatap Ren dengan penuh minat.

“Aku hanya ingin melihat seberapa jauh kekuatanmu sudah bangun.”

Ren menatapnya dengan tajam.

“Kenapa kamu melakukan semua ini?”

Selene tidak langsung menjawab.

Ia berjalan sedikit lebih dekat, tetapi berhenti ketika Lilia dan Mira berdiri di depan Ren.

Selene mengangkat alisnya.

“Wah… pelindungmu cukup banyak.”

Nyra tertawa kecil dari samping.

“Sepertinya aku datang ke pesta yang menarik.”

Selene menoleh ke arah Nyra sebentar.

“Kamu juga tertarik padanya?”

Nyra mengangkat bahu.

“Mungkin.”

Selene kembali menatap Ren.

Matanya penuh dengan sesuatu yang sulit dijelaskan.

“Cepat atau lambat, Ren… kamu akan menyadari siapa dirimu sebenarnya.”

Ia mengangkat tangannya perlahan.

Energi gelap muncul di udara.

Namun ia tidak menyerang.

Sebaliknya, ia tersenyum tipis.

“Sampai saat itu tiba…”

Selene melangkah mundur ke dalam bayangan hutan.

“…aku akan terus menunggumu.”

Dalam sekejap, tubuhnya menghilang dalam kegelapan malam.

Hutan kembali sunyi.

Mira mendesah kesal. “Aku benar-benar tidak suka gadis itu.”

Nyra tertawa kecil.

“Sayangnya, aku punya firasat kita akan sering bertemu dengannya.”

Ren berdiri diam sambil menatap tempat Selene tadi berdiri.

Di dalam hatinya, ia tahu satu hal pasti.

Apa pun kekuatan yang ada di dalam dirinya…

Itu telah menarik perhatian banyak orang.

1
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!