NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Istri Tetangga

Terjerat Pesona Istri Tetangga

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:173.9k
Nilai: 5
Nama Author: warnyi

Bagaimana rasanya jika kamu tiba-tiba terbangun dengan wajah dan tubuh yang asing, juga keadaan yang sudah sepenuhnya berubah? Eliora, seorang ketua gengster berbahaya di California, tiba-tiba terjebak di dalam tubuh seorang wanita lemah bernama Tiara yang sudah memiliki suami dan juga anak.

Dia merasa kasihan ketika mengetahui bahwa selama ini Tiara diperlakukan semena-mena oleh suami dan mertuanya, hingga membuat Elora bertekad untuk mendapatkan keadilan bagi Tiara dan anakknya.

Perjalanannya semakin berwarna saat dirinya dipertemukan kembali dengan Charly, agen rahasia yang beberapa kali menjadikannya target operasi.

Mampukah Eliora membantu Tiara dan anaknya untuk mendapatkan keadilan? Bagaimanakah dengan masa lalu yang dia tinggalkan, apakah dia masih hidup atau sudah mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.8 Kelemahan

Bukan hal mudah untuk menaklukan hati Liora. Dia bukanlah seseorang yang bisa diperlakukan semena-mena dan diatur oleh orang lain. Liora terbiasa hidup dengan status pemimpin, dia tidak suka menjadi yang ke dua, ke tiga, ke empat, dan seterusnya. Pertama, itulah posisi yang paling dia suka.

Namun, kini Liora harus menurunkan ego dan standar hidupnya, kerena di kehidupan ke duanya dia pun menjadi orang ke dua. Itu berlaku, setidaknya di rumah ini.

Walaupun posisinya masihlah istri pertama yang sah, tetapi nyatanya dia diperlakukan bagaikan seorang selir di sini. Pendapatnya dan perintahnya sama sekali tidak dihiraukan oleh siapa pun, termasuk para pelayan rumah, selain Mak Onah tentunya.

Itu semua, kini membawanya berada di sini bersama dengan Mak Onah dan Deva. Sebuah tempat kumuh, di mana uang orang menengah ke bawah berputar. Apa lagi kalau bukan Pasar Tradisional.

Ya, karena Niken mengadu pada Dery tentang pertengkaran mereka tadi pagi, akhirnya Liora ditugaskan untuk berbelanja bahan masakan di pasar.

"Apa yang kamu lakukan pada Niken, Liora?!" Pertanyaan bernada menekan dari Dery itu mengejutkan Liora yang baru saja ke luar dari kamar.

"Apa? Aku tidak melakukan apa-apa?" jawab Liora acuh. Dia melanjutkan langkahnya walau akhirnya harus berhenti kembali ketika Dery kembali berbicara.

"Siapkan sarapan! Itu adalah tugas kamu di rumah ini, kalau kami lupa!"

Liora mengernyit, sepertinya di rumah ini ada lebih dari sepuluh pelayan yang pasti akan sangat siapa untuk menyiapkan sarapan. Namun, kenapa ini malah menjadi tugasnya?

Acuh, Liora memilih kembali membawa kakinya melangkah. Hingga terdengar suara menggema dan penuh amarah dari suaminya.

"Berani kamu melawanku, heh?!" Deri berjalan mendekati istri pertamanya itu dengan tangan mengepal erat. Semenjak pulang dari rumah sakit, Tiara bukan lagi seorang istri penurut. Dia lebih banyak membantah dan membuatnya geram.

"Apa kamu lupa, apa yang aku katakan tadi malam?" tanyannya dengan mata menyorot tajam.

Untuk sesaat Liora terpaku, dia lupa jika saat ini dirinya memiliki satu kelemahan. Melindungi Davi adalah tujuan utamanya bertahan di rumah ini.

"Iya, aku kerjakan sekarang," jawab Liora malas, dia kemudian berjalan menuju ke dapur.

"Mas, aku mau nasi goreng dan omlet," ujar manja Niken sambil melirik Liora penuh kemenangan.

"Kamu dengan kan? Buat sekarang juga!" perintah Dery.

Liora tidak menanggapi, dia hanya terus berjalan tanpa menoleh sama sekali.

Nasi goreng? makanan jenis apa itu? Namanya saja aku baru dengar. Liora membatin.

Untung saja di dapur dia bertemu dengan Mak Onah, hingga wanita tua itu dengan sabar memberi tahu dan mengajari cara membuat nasi goreng, walau akhirnya berakhir hancur.

Hanya dua masakan yang bisa di buat --roti panggang dan salad. Selain itu, dia tidak pernah membuatnya.

Karena sarapannya yang gagal, dengan wajah frustasi Dery akhirnya menyuruhnya untuk belanja ke pasar.

Ada sedikit kebahagiaan dalam hati Liora begitu dia melihat wajah frustasi laki-laki yang kini menjadi suaminya itu. Walau akhirnya di juga yang kalah.

"Tempat apa ini, Mak?" tanya Liora saat mereka baru saja turun dari angkutan kota, setelah lima belas menit dia harus bertahan duduk menekuk kaki bersama dengan penumpang yang lainnya.

Ini sungguh sangat menyiksa! Kenapa aku harus terdampar di tubuh wanita bodoh seperti dia? Istri orang kaya, tetapi bahkan tidak memiliki mobil sendiri.

Liora menggerutu di dalam hati, ketika dia yang selalu naik mobil pribadi, kini paksa untuk berdesakkan di dalam angkutan umum seperti tadi.

"Ini namanya pasar tradisional, Non. Apa, Non, juga lupa tempat ini?" tanya Mak Onah.

Liora tersenyum tipis, dia bahkan tidak perah menginjakkan kakinya di tempat yang teramat kumuh seperti ini. Dia adalah anak satu-satunya dari pemimpin gengster sebelumnya, tentunya hidup Liora sudah terjamin dari kecil.

Dari umur tujuh tahun dia sudah dilatih untuk menjadi penerus pemimpin gengster, latihan fisik dan ketangkasan menjadi makanan sehari-harinya, hingga ketika ayahnya meninggal di dalam pertempuran perebutan lahan, Liora terpaksa harus turun tangan menggantikannya.

Dia bahkan tidak memiliki waktu untuk berduka untuk ayahnya, karena statusnya yang seorang pemimpin, harus siap melindungi apa yang sudah ayahnya perjuangkan sebelumnya.

"Iya, sepertinya aku lupa dengan semuanya, termasuk hal seperti ini juga," jawab Liora.

"Mah, aku mau beli kue talam sama makan bubur ayam." Davi terdengar merengek, sepertinya dia memang sedang sangat menginginkan makanan itu sekarang.

"Non, temani saja Den Davi, biar Mak yang belanja ke dalam, nanti kita bertemu di tukang bubur perempatan jalan sana," ujar Mak Onah seraya menunjuk pada sebuah gerobak pinggir jalan yang tampak sedang dipadati pengunjung.

Liora sempat meringis melihat tempat yang kumuh dan terlihat kotor, sebelum dia terpaksa mengangguk seraya berkata, "Baiklah."

Mereka pun berpisah di sana, Mak Onah berjalan masuk ke dalam pasar untuk berbelanja bahan masakan, sedangkan Liora dan Davi mencari tukang kue talam.

Setengah jam berkeliling mengikuti Davi yang sepertinya sudah terbiasa berjalan di pasar, akhirnya Liora bisa duduk di sebuah kursi berbahan plastik yang disediakan oleh tukang bubur.

"Mama beneran gak mau? Ini enak lho." Davi bertanya sambil mulai menyiapkan bubur ayam yang sudah diaduk ke dalam mulut.

Iyuh, itu seperti ....

Liora bahkan tidak bisa menyebutkan apa yang dia bayangkan walau hanya di dalam hati.

"Coba dulu, Mah," ujar Davi lagi sambil menyodorkan sendok berisi bubur itu ke depan Liora.

Liora sedikit memundurkan tubuhnya, menghindar dari niat Davi untuk menyuapinya. Melihatnya saja dia merasa ingin muntah, apa lagi jika makanan itu sampai masuk ke mulutnya.

"Ayo, Mah. Ini kan makanan kesukaan Mama." Davi sedikit memaksa Liora, hingga terpaksa wanita itu perlahan membuka mulutnya.

Namun, ketika sendok itu hampir saja masuk ke dalam mulutnya, tiba-tiba suara gaduh dan teriakan dari seorang wanita mengalihkan perhatiannya.

"Copet!"

"Tolong, Copet!"

"Copet!"

Liora langsung mengalihkan perhatiannya pada jalanan tepat di depan pasar, di mana ada seorang ibu berlari mengejar dua orang laki-laki yang tengah kabur meniki motor dengan membawa tas seorang wanita.

Liora yang geram dengan aksi preman murahan seperti itu, refleks melepas sepatu yang dia pakai, kemudian meleparkannya hingga tepat mendarat di pipi sang pengendara motor. Motor itu pun oleng dan terjatuh begitu saja bersama dengan kedua laki-laki yang kini terlihat panik.

"Davi diam di sini, jangan ke mana-mana, Mama mau ngambil sepatu dulu," ujar Liora sebelum akhirnya berjalan cepat menghampiri pencopet yang kini sedang diamankan oleh orang-orang di sana.

Liora berjalan santai kemudian mengambil sepatu miliknya yang tergeletak di aspal jalanan, lalu kembali ke warung bubur itu tanpa meninggalkan curiga.

Senyum tipis terukir di wajahnya yang tanpa riasan itu, setelah melakukan aksi menyenangkan walau tanpa ada yang menyadari apa yang dia lakukan.

Wah, ternyata di negara ini orang-orangnya masih sangat perduli, mereka bahkan dengan suka rela menangkap dua pencopet murahan itu.

Liora memuji warga di sana. Dia yang awalnya berpikir akan menangkap pencopet itu sendiri ternyata harus terbantahkan oleh keadaan yang sangat berbeda dari tempat asalnya.

.

Sementara itu, di bandara kedatangan internasional, seorang laki-laki gagah nan tampan tampak berjalan dengan tas menggantung di salah satu pundaknya. Di sampingnya, laki-laki lain pun berjalan beiringan. Mereka menghampiri seseorang yang terlihat sedang memegang papan nama di tas kepalanya.

"Pak Dodi?" tanya laki-laki itu pada pria paruh baya di depannya.

"Tuan Charly dan Tuan Ramon?" Dia bertanya, memastikan jika dua laki-laki yang ada di depannya adalah orang yang ditunggu.

Charly mengangguk sambil tersenyum ramah. Mereka pun berjalan bersama meninggalkan bandara setelahnya.

Sekedar informasi, Charly dan Ramon datang ke Indonesia untuk mencari tahu tentang Roxy Nichol, seorang bos pengedar narkoba yang kabarnya sedang berada di Indonesia dan membangun markas di negara ini.

Lalu, apa hubungannya misi ini dengan Liora atau Tiara, hingga nanti akan memaksa Charly untuk menerima Liora bekerja sama?

1
Siti Mulyati
kereen Thor, trmkasih crtanya. sukses sllu tuk crta crta/novel berikutnya
Apis
keren thor aku suka ceritanya 😊
kimiatie
liora kenapa jadi begok sedangkan dia ketua gengster....
Siti Mulyati
ayo Charly jgn diem aja
Ocanya gava
Luar biasa
Elok Pratiwi
cerita yg sangat menarik ... bravo 👍👍👍⚘️⚘️⚘️
Enung Yani
roxy kah yang bunuh liora?
Ilham Risa: Hai kak, mampir yuk kak ke novel aku "Tentara Itu Ayah Dari Putraku" makasih kak🙏
total 1 replies
mommy raina
bagus ceritanya
IG: Warnyiwarnyi: Terima kasih, Mommy🙏 Jangan lupa mampir di karya aku yang lain ya🥰 Semoga bisa menghibur dalam mengisi waktu luang😘
total 1 replies
Woelanpradipta
capek kak klo suruh manjat lagi ke atas
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
liora kok lemah walaupun tubuh kamu adalah tiara tapi kamu ngak bisa lwan sih, hajar saja mereka berdua😤😤
syah fanida
good
IG: Warnyiwarnyi: Makasih, Kakak🙏🥰
total 1 replies
💞🖤Icha
Roxy memang gila...ambisi dan terobsesi menjadi over...keluarga mafia nar**ba memang kejam...dan matinyapun lebih kejam kalian.
💞🖤Icha
Bos kalian memang pengecut gk bisa apa"...anak kecil d jadikan taruhan...sebentar lagi juga mati...seperti hewan tak bertenaga.
💞🖤Icha
Liora dan Charly begitu gigih melawan Roxi dan komplotannya...Dery posisi yang serba salah takut sama Roxi....sabar Davi jangan percaya sama om gk waras...😡😡😡
Mesra Jenahara
Happy Ending..ikut bahagia mereka bisa bertemu kembali❤️🤗😘😍
Mesra Jenahara
apakah Liora yg tertembak Krn menghalau senjata🤔🤔
Mesra Jenahara
moga Charly dan Dery segera tiba dan membantu melawan Roxy dan anak buahnya..
Mesra Jenahara
ayolah Charly ingat ingat apa yg d katakan Liora..biar semuanya bebas dan si Roxy gila biar mampus sekalian..
Mesra Jenahara
lebih baik sama-sama dulu menyelamatkan Liora dan Davi..setelah itu baru menangkap Dery..
Mesra Jenahara
kasian Davi..moga Charly segera menolong Liora dan Davi..
dan setelah itu menghancurkan Roxy dan antek-anteknya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!