NovelToon NovelToon
MARRIAGE FOR HEIR

MARRIAGE FOR HEIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Poligami / Keluarga / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Pernikahan Liana dan Abi hanyalah kesepakatan pahit di atas kertas untuk menyambung keturunan.
Liana terjepit di antara rasa hormat kepada Genata dan status barunya sebagai istri kedua. Namun, seiring berjalannya waktu, batas antara "paman" dan "suami" mulai mengabur. Abi terjebak dalam dilema besar saat ia menyadari bahwa Liana bukan sekadar pelanjut nasab, melainkan pemilik kunci hatinya yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Dua minggu telah berlalu sejak malam kelam di Uluwatu itu.

Luka fisik di betis Liana sudah mulai mengering, meninggalkan bekas tipis yang setiap kali ia lihat, selalu mengingatkannya pada kekejaman dan pengkhianatan yang dialaminya. Namun, luka di hatinya justru semakin bernanah dalam persembunyiannya di rumah Angela.

Pagi itu, udara Jakarta terasa lembap. Liana berdiri di depan cermin besar di kamar tamu rumah Angela, mengenakan setelan jas santai yang elegan namun tampak terlalu besar untuk tubuhnya yang kian kurus.

"Li, kamu yakin mau ke Washington? Sekarang?" tanya Angela dengan nada yang sangat berat.

Ia berdiri di ambang pintu sambil memegangi koper besar milik Liana.

"Kenapa nggak ke Singapura atau Australia saja yang lebih dekat? Washington itu terlalu jauh, Li. Aku nggak bisa langsung menyusul kalau ada apa-apa."

Liana menoleh perlahan, sebuah senyum tipis—namun kali ini terasa lebih tulus—terulas di bibirnya.

"Justru karena jauh, Ang. Aku butuh jarak yang tidak bisa ditempuh hanya dengan beberapa jam penerbangan. Aku butuh tempat di mana bau parfum Mas Abi atau bayangan Mbak Genata tidak bisa menjangkauku."

Angela menghela napas panjang, ia melangkah mendekat.

"Kamu nggak pamit Mama dulu? Setidaknya telepon, Li. Mama Prameswari pasti hancur kalau tahu anaknya tiba-tiba ada di belahan bumi lain."

Liana menggelengkan kepalanya dengan tegas. Matanya mulai berkaca-kaca, namun ia segera menghapusnya.

"Kalau aku bicara sama Mama, aku akan goyah. Aku akan berakhir menangis dan kembali ke pelukan Mas Abi karena kasihan pada Mama. Biarkan seperti ini dulu. Aku akan menghubunginya setelah aku mendarat di sana."

Liana kemudian meraih sebuah amplop cokelat tebal dan sebuah kotak beludru biru dari atas meja rias.

Ia menyerahkannya kepada Angela dengan tangan yang sedikit bergetar.

"Tolong berikan ini ke Mas Abi. Jangan sekarang. Berikan setelah aku benar-benar sudah meninggalkan wilayah udara Indonesia," ucap Liana lirih.

Angela menerima barang-barang itu. Ia tahu apa isinya: Surat Gugatan Cerai yang sudah ditandatangani Liana di atas materai, dan Kalung Berlian mewah yang sempat menjadi simbol "janji palsu" Abi di Bali.

"Kamu beneran mau balikin kalung ini? Ini mahal banget, Li. Bisa buat bekal kamu di sana," bisik Angela.

"Aku tidak butuh perhiasan yang dibeli dengan rasa bersalah, Ang. Aku ingin memulai hidupku tanpa ada satu pun jejak dari pria itu," jawab Liana mantap.

Suara klakson taksi terdengar dari depan gerbang.

Liana menarik napas dalam-dalam, seolah menghirup oksigen terakhirnya di tanah air.

Ia memeluk tubuh Angela dengan sangat erat, menyalurkan rasa terima kasihnya yang tak terhingga.

"Terima kasih sudah menjagaku saat aku tidak punya tempat untuk pulang, Ang. Jaga dirimu baik-baik," bisik Liana di sela isaknya.

"Kamu juga, Li. Jangan pernah biarkan mereka injak kamu lagi," balas Angela sambil menangis.

Liana melepaskan pelukannya, mengenakan kacamata hitam untuk menutupi matanya yang sembap, dan melangkah keluar dengan dagu tegak.

Ia masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya.

Saat taksi itu bergerak perlahan meninggalkan rumah Angela, Liana tidak menoleh ke belakang sedikit pun.

Ia menatap lurus ke depan, menuju bandara, menuju kebebasan, meninggalkan semua drama berdarah di Jakarta demi kedamaian di Washington.

Angela sudah tidak bisa lagi menahan amarah yang membara di dadanya.

Dengan napas memburu, ia meminta Andre untuk segera mengantarkannya ke rumah Abi.

Ia ingin semua drama ini segera berakhir, meski harus meninggalkan luka yang sama dalamnya bagi pihak lain.

Sesampainya di sana, pemandangan di halaman rumah itu semakin menyulut emosi Angela.

Ia melihat Genata sedang berdiri dengan tenang sambil menyiram tanaman, seolah-olah tidak ada badai yang baru saja ia ciptakan.

Tanpa mengucap salam sedikit pun, Angela melangkah masuk dengan kaki menghentak.

Ia langsung mendekat ke arah Genata yang tampak terkejut melihat kedatangannya yang tiba-tiba.

"Puas kamu?! Puas sekarang?!" teriak Angela dengan suara yang menggelegar.

Bersamaan dengan teriakan itu, Angela melemparkan kotak beludru berisi kalung berlian dan amplop cokelat berisi surat perceraian tepat ke arah Genata.

Benda-benda itu jatuh berserakan di tanah yang basah terkena air siraman.

"Liana sudah pergi! Dia pergi ke Washington meninggalkan semua neraka yang kalian buat ini! Dia menitipkan ini untuk suami hebatnya itu!"

Abi, yang mendengar keributan dari dalam rumah, segera berlari keluar.

Wajahnya seketika pucat pasi melihat surat gugatan cerai dan kalung yang pernah ia berikan tergeletak di tanah.

Mendengar nama Washington disebut, jantungnya seolah berhenti berdetak.

Liana benar-benar pergi, jauh ke belahan bumi lain yang tak bisa ia jangkau hanya dengan permintaan maaf.

Tanpa mempedulikan apa pun lagi, bahkan tanpa menoleh ke arah Genata, Abi langsung menyambar kunci mobilnya. Matanya merah, dipenuhi rasa takut kehilangan yang amat sangat.

"Mas! Jangan pergi! Mas Abi, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi!" teriak Genata histeris sambil mencoba meraih lengan Abi.

Namun, Abi menepis tangan Genata dengan kasar.

Ia masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin dengan deru yang kencang.

Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bandara. Ia harus menghentikan Liana sebelum pesawat itu membawa belahan jiwanya pergi selamanya.

"Mas!" jerit Genata sambil terduduk lemas di aspal, meratapi kepergian suaminya yang mengejar wanita lain, sementara Angela menatap mereka dengan tatapan dingin penuh kemenangan.

Air mata Abi luruh tanpa henti, membasahi pipinya yang kaku karena rahang yang mengeras. Di tengah kemacetan jalan tol menuju bandara, ia memukul kemudi berkali-kali.

"Li, tolong jangan pergi. Tolong jangan tinggalkan aku seperti ini," isaknya pilu.

Ia merasa seperti seorang pecundang yang baru menyadari arti harta yang paling berharga setelah ia sendiri yang membuangnya ke jurang.

Abi memacu mobilnya dengan gila-gilaan, meliuk-liuk di antara kendaraan lain menuju Terminal 3 Soekarno-Hatta. Persetan dengan tilang atau keselamatannya sendiri, yang ada di pikirannya hanya wajah Liana.

Begitu sampai, ia berlari sekencang mungkin, mengabaikan tatapan heran orang-orang.

Napasnya tersengal, dadanya sesak, sampai akhirnya matanya menangkap sosok wanita yang sangat ia kenal sedang berdiri di antrean terakhir boarding gate.

"Liana!" teriak Abi dengan suara yang pecah.

Liana membeku. Ia menoleh perlahan dan melihat suaminya berdiri beberapa meter di belakangnya dengan penampilan yang sangat kacau, jas yang kusut, rambut berantakan, dan mata yang sembap karena tangis.

"Jangan pergi, Li. Aku mohon. Aku minta maaf. Aku salah, aku benar-benar salah," ucap Abi sambil mencoba melangkah mendekat, namun tertahan oleh petugas keamanan.

Liana menatapnya dengan pandangan kosong, lalu tawa pahit keluar dari bibirnya.

"Maaf? Maaf, maaf, maaf, hanya itu yang bisa kamu katakan, Mas Abi yang terhormat?" Liana menggelengkan kepala, air matanya jatuh namun suaranya tetap tajam.

"Ceraikan aku dan carilah wanita lain untuk menjadi mesin pembuat anakmu. Aku sudah selesai, Mas. Aku bukan manusia bagimu, bukan?"

"Bukan begitu, Li! Aku mencintaimu!" seru Abi putus asa.

"Terlambat," bisik Liana tepat saat suara panggilan terakhir untuk pesawat tujuan Washington menggema di seluruh ruangan.

Liana menghapus air matanya dengan kasar, membalikkan badan, dan mulai melangkah masuk ke garbarata.

Namun, baru beberapa langkah ia berjalan, pandangannya mendadak gelap.

Kepalanya terasa berputar hebat, dan seluruh kekuatannya seolah hilang dalam sekejap.

Brukk!

Liana jatuh pingsan, tubuhnya yang lemah menghantam lantai dingin tepat di depan pintu pesawat.

"LIANA!!"

Melihat itu, Abi kehilangan akal sehatnya.

Ia langsung menerobos barisan petugas dan gerbang pemeriksaan.

Ia tidak peduli lagi pada aturan bandara atau teriakan petugas keamanan yang mengejarnya. Ia hanya ingin merengkuh tubuh istrinya yang pucat pasi.

Abi berlutut, mengangkat kepala Liana ke pangkuannya.

"Li! Bangun, Li! Aku di sini! Tolong jangan seperti ini!" teriaknya sambil mendekap tubuh dingin Liana, sementara para pramugari dan penumpang lain mulai berkerumun dengan panik.

1
Sasikarin Sasikarin
di bolak balik belum juga tayang /Shy/
Sasikarin Sasikarin
lanjuttttt... 🤭
Sasikarin Sasikarin
💪 othor tuk berkarya 🙏
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lg lg banjir /Sob/
Sasikarin Sasikarin
good job author bikin novelnya mewek mulu. 🤭
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
hi hi... lanjut si thor tambah seru si ceritanya
Sasikarin Sasikarin
hihi.... lanjut si thor tambah seru alna? 😁
Sasikarin Sasikarin
aduh thor napa g minghat dulu liana nya. nyesek aq baca nya.. lanjutttttty 🙏
Sasikarin Sasikarin
lanjutttt 💪
اختی وحی
jngn balik lu biarin abi stres
Sasikarin Sasikarin
💪 othor makin penasaran nasib si paman
Sasikarin Sasikarin
lanjutttt t seru nih
my name is pho: sudah kak.
selamat membaca 🥰
total 4 replies
my name is pho
sabar kak
Sasikarin Sasikarin
lanjuttt
my name is pho: siap kak
besok lagi
total 1 replies
اختی وحی
kok sepi ya pdhl ceritanya bagus
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjutttt thor please... banjir air mata nih
Sasikarin Sasikarin
sukaaaa ceritanya, buat mewek dan meresap kata2nya, sumpah nie cerita buat mengaduk emosi pembaca .💪
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
اختی وحی
makin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!