NovelToon NovelToon
Ecstasy

Ecstasy

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah / One Night Stand / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Tiga minggu sebelum acara pernikahan, Brandon Brooks membuat sebuah pesta untuk melepas masa lajang. Namun, ada salah satu temannya yang secara sengaja memberikan sebuah obat terlarang.

Efek samping yang dirasakan membuat Brandon berhalusinasi dan hasrat bercinta meningkat. Dia melihat seseorang yang mirip dengan calon istrinya pun dengan brutal menarik paksa serta menghujam wanita itu dengan kasar.

Setelah efek obat itu hilang, ternyata Brandon baru sadar kalau yang dijamah semalam adalah calon kakak iparnya, Selena Eisten.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

Bukan hanya dihujam sekali, dua kali, ataupun tiga. Tapi selama semalaman penuh Brandon tidak melepaskan Selena. Bahkan tak peduli bagaimana kondisi wanita itu. Entah menerima apa yang dia lakukan atau tidak, menikmati setiap hentakannya atau tidak, yang penting hasrat dalam halusinasinya tersalurkan. Membuang semua cairannya ke dalam.

Sampai pada akhirnya Brandon ambuk dan tertidur di atas Selena. Keduanya sama-sama tidak sadarkan diri.

Brandon tak membuka mata selama seharian penuh, barulah hari berikutnya ia mengerjapkan mata dengan kepala pusing. Kedua kelopak mengerjap, posisinya masih berada di atas Selena.

Brandon berusaha memfokuskan pandangan yang kabur. Mendekatkan kepala di wajah wanita yang berada di bawahnya. “Selena?” gumamnya pelan.

Brandon perlahan turun dari ranjang. Ia kembali memastikan kalau tidak salah melihat. “Shitt!” raungnya seraya menarik rambut secara kasar. “Apa yang sudah ku lakukan padamu?”

Tubuhnya polos, begitupun dengan Selena. Brandon yakin kalau dia melakukan hal yang tak pantas pada wanita itu. Mata Brandon membulat dengan bibir menganga saat melihat sprei putih sudah bernoda darah. Bukan setitik ataupun sedikit, tapi banyak.

Brandon yakin kalau darah itu keluar dari area sensitif Selena yang ada di bawah karena lokasinya berasal dari sana. Dia mendekati wanita yang tak sadarkan diri sampai detik ini.

“Selena? Bangun.” Brandon berusaha menepuk pelan pipi wanita itu. Wajah Selena nampak pucat.

“Apa dia mati?” Brandon semakin gusar. Dia menempelkan telinga di dada Selena untuk mendengarkan apakah jantung wanita itu masih berdetak atau tidak.

Napas lega keluar dari bibir Brandon karena Selena masih hidup. “Aku akan membawamu ke rumah sakit.”

Buru-buru Brandon memakai kain yang teronggok di lantai. Dia mengambil pakaian milik Selena juga tapi ternyata sudah sobek. “Apa ini semua ulahku?”

Brandon membuang asal kain berwarna hitam yang sudah tak layak pakai itu. Mengambil kemejanya dari dalam koper dan digunakan untuk menutupi tubuh polos Selena.

Segera membopong wanita yang tak sadarkan diri itu menuju basement. Brandon menidurkan Selena di bagian belakang. “Bertahanlah.”

Kendaraan roda empat Brandon melaju cepat di jalanan. Dia sampai memarkir secara asal mobilnya di depan rumah sakit.

Brandon membawa Selena keluar, menggendong wanita lemas itu untuk masuk ke dalam. “Tolong, dia mengeluarkan darah,” pintanya pada siapa saja tenaga kesehatan yang bisa membantu.

Salah satu perawat sigap membawakan brankar. “Tidurkan di sini, Tuan.”

Dengan hati-hati Brandon merebahkan tubuh Selena. Ia ikut mendorong brankar tersebut, tapi tujuannya adalah untuk menarik ujung bawah kemeja supaya menutupi daerah bawah yang tidak memakai penutup kain.

“Biarkan dokter memeriksa pasien, Tuan.” Perawat mencegah Brandon supaya tidak ikut masuk ke dalam IGD.

Brandon berdiri tak tenang di depan pintu. Ia gelisah, resah, dan merasa bersalah. “Semoga kau baik-baik saja.”

Selama tiga puluh menit menanti, akhirnya dokter yang menangani Selena pun keluar juga. “Bisa bicara dengan Anda?”

“Bisa.” Brandon mengikuti langkah kaki dokter yang mengajaknya ke sebuah ruangan. Mereka duduk saling berhadapan.

“Tuan, boleh saya bertanya hubungan Anda dengan pasien?”

Brandon terdiam sejenak, memilah jawaban yang tepat karena bisa saja ia menjadi tersangka atas kejadian yang dialami oleh Selena. “Aku suaminya.” Jelas ia berbohong, terpaksa melakukan itu karena pasti pihak rumah sakit akan mengusut kalau ada sesuatu yang janggal terhadap pasien darurat.

1
Si Memeh
bagus thor
ayu cantik
suka
Mochimolala
kacian Selena jadi korban..
Asa Asa
wah ternyata Selena korban di sini ya
Hamda Bakkas
menantu tdk ada akhlak nee darius /Facepalm//Facepalm/
Hieny Firman
Luar biasa
Naztra Yaya
sedih yaaa..pernah merasa cinta yg terpendam ni. sakit sekali rasanya..kalau di ingat2,🥺🥺🥺
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Suginah Ana
bagus,,q suka semua novel mu thor
Anisatul Azizah
takutnya 30 polisi Intel itu ternyata berpihak ke bosnya Alex😔
Anisatul Azizah
butuh biar ada yg ngurus pperusahaan agar terjamin hidupnya sama ada yg ngurusin waktu sakit😮‍💨😮‍💨😮‍💨
Anisatul Azizah
aaaahsudahlah, aku g jadi mello..
Anisatul Azizah
gak ada kapoknya bikin Dariush kecelakaan dg syarat pernikahan yg g masuk akal??
Anisatul Azizah
ketika anak berbuat salah, inginnya dirangkul agar kembali ke jalan yg benar🥺
Anisatul Azizah
Brandon satu2nya tokoh novel pria yg pernah kubaca, yg mudah meneteskan air mata saat sedih🥰
Anisatul Azizah
thor, kenapa g diceritakan masalah Brandon sama Alex? penasaran sm orang jahat satu itu🙄
Anisatul Azizah
oh syukurlah ...
Anisatul Azizah
poor Brandon🥺
Anisatul Azizah
jahat banget si Alex, ngasih g tanggung2 langsung 4. Itu bukan buat nyobain, tapi biar jadi pecandu
Anisatul Azizah
lah yg ngasih ide bahkan Aldrich tapi yg kena hukum cm Brandon?
sampai akhir sepertinya jg g terungkap deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!