NovelToon NovelToon
PELAKOR Ter-SAVAGE

PELAKOR Ter-SAVAGE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:264.5k
Nilai: 5
Nama Author: bucin fi sabilillah

Vania Abigail, wanita cantik yng harus menjadi korban pembunuhan oleh suaminya yaitu Justin Andrian, dengan merencanakan kecelakaan yang seolah itu terjadi secara alami.

beruntung Vania diselamatkan oleh seorang laki-laki dan membantu Vania agar bisa kembali sehat. Namun karna luka bakar yang dialaminya cukup serius, sehingga mereka memutuskan untuk mengoperasi dan memberikan Vania identitas baru sebagai Elena Sinclair.

Balas dendam dengan menghancurkan rumah tangga mantan suami adalah tujuan Elena mulai detik ini.

Ia kan menggoda Justin dengan berbagai macam cara dan membuatnya jatuh cinta, lalu meninggalkannya setelah Justin kembali merasakan cinta dari seorang Elena.

Apakah Elena mampu menjadi seorang pelakor seperti sumpahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Bukan Pembunuh!

Elena menatap Justin sambil tersenyum. Ia mengelus pipi pria itu dengan lembut dan mengecupnya.

"Tante Lux masih ada kan, Mas?" Tanya Elena tersenyum.

"Baby!" Keluh Justin menyandarkan kepalanya di bahu Elena.

"Selesaikanlah dulu, Mas! Biar aku yang memasak Steaknya," ucap Elena mengelus tengkuk Justin.

"Kamu jahat Baby!" Ucap Justin terdengar sangat manja.

"Haha, pergilah Mas! Aku sudah sangat lapar," Ucap Elena terkekeh.

"Baiklah." Ucap Justin cemberut pasrah.

Dengan langkah gontai dan rasa tidak rela, ia langsung masuk ke dalam kamar dan menuntaskan hasratnya bersama tante lux.

Sengaja ia tidak menutup pintu, berjaga jika Elena berubah pikiran nanti. Sementara gadis itu memilih untuk pergi ke kamar mandi luar, mengeluarkan semua rasa sesaknya.

Air mata menggenang di pelupuk mata. Menahan semua rasa sesak yang tiba-tiba saja muncul. Ia hanya bisa menepuk pelan dadanya, berharap rasa ini bisa mereda dengan cepat.

Sungguh, ini terlalu berat untuk ia lakukan. Tapi harus bagaimana lagi, semua sudah ia mulai dengan baik. Bahkan Justin sudah masuk ke dalam perangkapnya sejauh ini.

Mas, apa yang kamu jalani selama 5 tahun ini? Tidak mungkin kamu lebih bahagia dibandingkan pernikahan kita!. Batin Elena sedih.

Ia merasa begitu iba melihat pria itu, memiliki istri tapi hanya mementingkan diri sendiri, tanpa mengurus Justin.

Sekitar lima menit, Elena termenung di dalam kamar mandi untuk menenangkan hatinya. Ia menatap diri dari pantulan cermin dan melihat tidak ada yang aneh di tubuhnya.

Beruntung ciuman Justin tidak menimbulkan bekas yang kontras di kulit, sehingga Elena merasa sedikit lebih aman setelah ini.

Ia segera keluar dari toilet dan kembali ke dapur, lalu memasak dua potong daging Wagyu A5 untuk dijadikan Steak.

Dari Dulu Justin memang memiliki hobby memasak, bahkan ia sering menyicipi masakan pria tampan itu.

Sambil tersenyum miris, Elena mulai memasak daging dengan perlahan sambil menunggu Justin selesai bermain dengan tantenya.

Ponsel canggih Elena terus bergetar, terlihat Rexy tengah menelfon dengan sangat tidak sabar. "Dasar laki-laki posesif!" Ucapnya tersenyum.

Ia membalas panggilan Rexy dengan sebuah pesan yang cukup bisa membuat laki-laki itu tenang.

💌 To Babe💞

"Aku baik-baik saja, Bee. Jangan khawatir yah. Dia baru menyelesaikan meeting dan sekarang lagi di kamarnya. Aku lagi haid, kamu jangan risau! Jangan lupa makan malam, Bee. Love you!" Tulis Elena.

Send!.

Pesan itu terkirim dan langsung di baca oleh Rexy, pria tampan itu tidak membalas pesan Elena karena merasa wanitanya masih baik-baik saja.

Elena tersenyum dan melanjutkan acara memasaknya. Hingga danging pertama matang, ia langsung memasak daging kedua dengan bumbu dan cara yang sama.

Greb!.

Sebuah tangan tiba-tiba saja melingkar di pinggang rampingnya. Elena terkejut dan tersentak, ia menoleh ke samping, wajahnya langsung berhadapan dengan pipi tirus Justin.

"Ah, aku tidak menyangka jika kamu suka menciumku!" Ucap Justin terkekeh.

"Kamu yang datang tiba-tiba, Mas! Untung aku gak kena wajan panas!" Ucap Elena kesal dengan wajah cemberutnya.

"Jangan marah, Baby. Aku minta maaf ya!" Ucap Justin mengeratkan pelukannya dan mengecup bahu Elena.

"Jangan seperti itu lagi!" Ucap Elena tegas dan mencubit lembut lengan Justin.

"Iya, Janji. Sudah masak, Baby? biar aku yang gantiin yah!" Ucap Justin kembali mengecup bahu Elena.

"Baiklah, nanti kita tukaran saja! Ini untukku yang kamu masak dan yang aku masak untuk kamu, gimana?" Tanya Elena tersenyum.

"Boleh, Baby. Tapi temani aku ya, tetap posisi seperti ini!" Ucap Justin mengambil alih wajan tanpa melepaskan Elena.

"Mas, aku terlalu dekat dengan kompor!" Ucap Elena manja.

Padahal jaraknya dengan kompor masih terbilang jauh. Namun ia tidak nyaman berada dalam posisi ini.

"Masih jauh, Baby. Tenang saja, tidak akan ada yang meledak nanti!" Ucap Justin terkekeh.

Elena pasrah, Ia masih berdiri di depan Justin dan melihat bagaimana tangan kekar yang lincah dalam mengolah daging itu.

"Medium rare, sudah matang, Baby! Aku pastikan kalau ini lebih enak dari masakanmu!" Ucap Justin terkekeh.

Ia kembali mencium bahu Elena sebelum melepaskan wanita cantik itu. Ia menata dua piring steak dengan bagus dan membawanya keluar.

Balkon yang sudah disulap dengan sangat indah dan menciptakan kesan romantis bagi siapa yang ada di sana.

"Silahkan duduk, Nona!" Ucap Justin menggenggam tangan Elena dan mendudukkannya di atas kursi.

Ia kembali ke dalam dan mengambil beberapa hidangan lagi dan meletakkannya di atas meja.

"Kenapa Mas sibuk untuk melakukan ini semua? Mas bisa sewa beberapa orang lo!" Ucap Elena bingung.

"Kamu orang kedua yang datang ke tempatku, Baby. Jadi, ini adalah tempat rahasia, hanya aku yang mengetahuinya dan sekarang kamu!" Ucap Justin tersenyum. "Aku tidak ingin ada yang datang lagi!" Sambungnya sambil memotong daging untuk Elena.

"Orang kedua? siapa orang pertamanya Mas? Apa istrimu?" tanya Elena mengernyit.

"Ya, lebih tepatnya mendiang istri! Hanya dia yang tau tempat ini!" Ucap Justin tiba-tiba sendu.

"Mendiang? Maaf Mas aku tidak tau!" Ucap Elena berpura-pura tidak enak hati.

Ayo, Mas. Berceritalah sedikit tentangku!. Batin Elena penasaran.

"Ah tidak apa! Jika mungkin waktu bisa diulang, aku ingin dia baik-baik saja!" Ucap Justin sendu.

Elena menangkap sebuah penyesalan di sana. Namun ia tidak ingin langsung menyimpulkan pemikiran dan pengamatannya.

"Kenapa, Mas?" Tanya Elena.

"Ah, tidak. Tidak apa. Ayo kita makan!" Ucap Justin mengalihkan pembicaraan.

Elena makan dengan tidak fokus, ia melihat bagaimana cara Justin menyuap makanannya. Seperti orang yang tidak lagi berselera.

"Apa masakanku tidak enak, Mas?" tanya Elena memastikan.

"Enak, Baby! Masakanmu enak dan rasanya juga pas di lidahku!" Ucap Justin memaksakan senyumnya.

"Mas boleh cerita kalau mau! Aku siap mendengarkannya!" Ucap Elena berusaha untuk mengulik sedikit informasi.

Justin terdiam menatap Elena dengan ragu. Ia tidak tau harus memulai dari mana. Ingin bercerita namun ia takut akan menggangu hubungannya dengan Elena.

"Jika Mas keberatan untuk bercerita, tidak masalah. Tapi jika Mas butuh teman ceria, aku bisa menyimpan rahasia, Mas!" Ucap Elena tersenyum.

Sambil mengusap tangan Justin ia juga berusaha untuk memberikan kepercayaan kepadanya.

Pria tampan itu tersenyum, memandang Elena dengan dengan penuh rasa nyaman. Berbeda ketika ia bersama dengan Reema.

"Bagaimana pendapatmu tentang seorang kriminal?" Tanya Justin.

Elena mengernyit mendengarkan pertanyaan Justin "Kriminal? Tergantung dari apa yang dia perbuat dan penyesalan dirinya, Mas. Kita tidak bisa menghakimi seorang kriminal begitu saja tanpa mengetahui apa yang dia perbuat!" Ucap Elena apa adanya.

"Bagaimana jika dia seorang pencuri?" Tanya Justin.

Elena mulai mengerti arah pembicaraan Justin. "Tergantung apa yang dia curi Mas. Kalau dia mencuri barang dalam jumlah kecil dan untuk kebutuhan, kan masih bisa di sadarkan, kecuali dia memiliki syindrom. Atau dia seorang mafia, yang mencuri Bank atau toko emas, itu hal yang berbeda kan?" Ucap Elena menerima suapan dari Justin.

"Iya, benar juga. Bagaimana kalau pembunuhan? Itu hanya pembunuhan secara sengaja dan tidak kan?" Tanya Justin tersenyum.

Deg!.

Jantung Elena berdetak lebih kencang dengan tubuh yang membeku. Justin melihat ekspresi keterkejutan Elena. Ia tersenyum dan menggenggam tangan wanita cantik itu dengan lembut.

"Jangan berfikir yang aneh-aneh, Baby. Aku tidak pernah membunuh orang, tetapi kalau berkontribusi aku akui!" Ucap Justin tersenyum.

"Apa Mas mau membunuhku?" Tanya Elena mulai mengeluarkan keringat dingin.

"Tidak, Baby. Kamu jangan takut, ya!" Ucap Justin khawatir jika Elena akan lari begitu saja.

"Mas jangan berbohong!" Ucap Elena menyelidik.

"Aku tidak berbohong, Baby. cukup sekali itu saja aku membuat kesalahan!" Ucap Justin menerawang.

"Apa mas bersungguh-sungguh?" Tanya Elena memastikan.

Justin berdiri dan menghampiri Elena, ia memeluk wanita cantik itu dengan lembut.

"Aku tidak akan membunuhmu, Baby. Cukup aku melakukan itu satu kali, dan tidak akan ada yang kedua kalinya!" Ucap Justin menatap mata Elena lekat.

Elena terdiam sambil menunduk. Ia mulai berfikir untuk langsung bertanya kepada Justin tentang kematiannya. "Mas, apa kamu berkontribusi untuk membunuh istrimu?" Tanya Elena lirih.

🌺🌺🌺

TO BE CONTINUE

1
HNF G
hahaha.... nggak nyadar
HNF G
ahahahaha..... alamaaatt.... siap2 kena gempur ntar el😝
HNF G
aq suka gayamu rezeki😏👍👍👍
HNF G
jgn ngantuk rex🤭🤭🤭
HNF G
harusnya cari bodyguard cewek yg bodynya mirip elena utk mengurangi resiko
HNF G
waahh... seru 😄😄😄👍👍👍
HNF G
harus dg rencana pembunuhan jg, biar lama hukumannya
HNF G
hahahaha... diperawanin utk yg ke dua kalinya 😜
HNF G
waaahhh..... boleh tuh🤭🤭🤭👍👍👍
HNF G
ya iya laahhhh.... namanya jg mantan suami😜😜😜
HNF G
sore koq morning?
HNF G
awaasss..... nanti ketauan oleh mata2 Justin
HNF G
huh..... banyak maumu ferguso😤😤😤😤😤😤
HNF G
Luar biasa
HNF G
jgn mau..... cowokmu aja disuruh arisan, masa kadal buntung mau diservice 😡😡😤😤
HNF G
hayo..... jgn goyah
HNF G
iihhh.... makin jijay deh
HNF G
lagian knp hrs dikecup, jijay lah... cukup dibuat meleleh saja harusnya
HNF G
definisi "kutunggu jandamu" 😅
Safa Almira
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!