Dunia Kultivasi adalah dunia yang kejam bagi yang lemah dan indah bagi yang kuat
Karena itu Li Yuan seorang yatim piatu ingin merubah itu semua. bersama kawannya yaitu seekor monyet spiritual, Li Yuan akan menjelajahi dunia dan menjadi pendekar terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Persimpangan Takdir dan Langkah Menuju Langit (Akhir Arc 1)
Langkah kaki Li Yuan terasa berat di atas jalanan setapak yang dipenuhi dedaunan kering. Suara teriakan para murid dari puncak gunung perlahan memudar, digantikan oleh sunyinya hutan dan kicauan burung yang tidak tahu apa-apa tentang perang. Di pundaknya, Dong Dong yang masih dibalut perban duduk dengan diam, menatap ke arah puncak gunung yang mulai tertutup kabut.
"Kau benar-benar tidak akan menoleh sekali saja?" tanya Dong Dong dengan suara serak.
Li Yuan tetap berjalan lurus. "Jika aku menoleh, kakiku akan berhenti melangkah, Dong Dong. Dan jika aku berhenti, mereka semua yang ada di sana akan berada dalam bahaya."
Tiba-tiba, di sebuah jembatan kayu kecil yang merupakan batas terluar wilayah sekte, sesosok pria berdiri menunggu. Itu adalah Ketua Sekte Qing Feng. Ia tidak datang dengan pengawalan, hanya sendirian membawa sebuah bungkusan kain tua.
"Master Li," panggil Qing Feng.
Li Yuan berhenti. "Ketua Sekte, aku sudah mengatakan tidak perlu ada pengantaran lagi."
Qing Feng menggeleng pelan. Ia mendekat dan menyerahkan bungkusan itu. "Ini bukan dari sekte. Ini adalah peta kuno yang disimpan oleh leluhur kami selama ratusan tahun. Peta ini tidak menunjukkan jalan menuju harta atau emas, tapi menuju Lembah Puncak Langit, tempat di mana energi alam begitu liar hingga jarang ada manusia yang bisa bertahan hidup."
Li Yuan menerima peta itu. Matanya menyipit saat melihat rute yang sangat berbahaya melewati wilayah kekaisaran yang paling ketat.
"Jika Anda ingin melawan Kekaisaran Utama," lanjut Qing Feng dengan nada serius, "Kekuatan Manifestasi Roh saja tidak akan cukup. Anda harus menyentuh ranah jiwa sejati atau bahkan melampauinya. Lembah itu adalah satu-satunya tempat yang tersisa yang memiliki sisa-sisa energi kuno untuk menempa kembali pedang hitammu."
Li Yuan menggenggam peta itu erat-erat. "Terima kasih, Ketua sekte Qing Feng. Jaga sekte ini. Pastikan mereka tidak pernah lupa mengapa mereka berlatih."
Qing Feng membungkuk dalam, memberikan hormat terakhirnya. Li Yuan dan Dong Dong pun melintasi jembatan itu, melangkah keluar dari zona nyaman mereka menuju dunia yang jauh lebih luas dan kejam.
Matahari mulai tenggelam saat mereka tiba di sebuah bukit tinggi yang menghadap ke arah Kota Utama Kekaisaran, tempat istana emas Feng Gao dan para petinggi lainnya berdiri megah. Dari kejauhan, kota itu tampak seperti sarang cahaya yang indah, namun Li Yuan tahu di bawah cahaya itu terdapat ribuan orang yang menderita seperti warga Desa Qingyun.
Li Yuan mencabut Pedang Hitam Takdirnya sedikit dari sarungnya. Bilah hitam itu kini memancarkan aura ungu yang stabil, tidak lagi liar seperti saat ia membantai Feng Gao. Pedang itu seolah mengerti bahwa tuannya telah tumbuh dewasa.
"Kita akan pergi ke Lembah Puncak Langit," ucap Li Yuan mantap. "Lalu kita akan mencari enam pedang lainnya. Aku tidak akan membiarkan kekaisaran ini terus berdiri di atas tumpukan mayat orang tak berdosa."
Dong Dong berdiri di pundaknya, mengeluarkan tongkat emasnya yang kini berkilat tertimpa cahaya senja. "Dan aku akan memastikan tidak ada monyet lain yang berani mengganggumu di sepanjang jalan."
Keduanya pun berjalan menuruni bukit, menghilang ke dalam kegelapan malam yang mulai menyelimuti daratan. Mereka bukan lagi bocah gembel dan monyet jalanan yang kelaparan; mereka adalah duo legenda yang baru saja lahir dari abu peperangan.
Arc 1: Kebangkitan Sang Pengembara — SELESAI.
!