NovelToon NovelToon
Elvan

Elvan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:327.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fira Anjelita

"Jangan deket-deket!" teriak Aleta galak saat mengetahui Elvan cowok genit yang kerap dipanggil pecinta banyak wanita itu hendak meraih tangannya.

"Hari ini lo boleh nolak gue. Tapi lihat aja cepat atau lambat lo bakalan ngejar-ngejar gue!" Elvan berkata dengan nada meremehkan lalu terkekeh pelan. "camkan itu!" lanjutnya sambil mendorong pelan kening Aleta dengan jari telunjuknya.

"Gak akan!"

"Berani apa?"

"Gue bakalan tembak lo di depan lapangan upacara kalau sampe gue suka sama lo!" kata Aleta penuh keyakinan.

"Fine. Gue bakalan putusin semua cewek gue kalau sampai gue suka sama lo!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Anjelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

008

008

Aleta

"Jadi bener lo suka Aleta?"

......

"Sa, kalau misal gue juga sayang sama elo gimana?"

Pertanyaan Aleta mampu membuat Aksa menegang. Jantung cowok itu semakin memacu cepat serasa ingin keluar, membuat dadanya sesak. Aksa memandang tak percaya menghadap Aleta yang masih memandang lapangan voli dengan tenang.

Mulut Aksa seperti terkena lem, tak dapat bersuara saking kagetnya. Apa benar Aleta juga menyayanginya? Mungkinkah mereka akan jadian? Pacaran? Atau bahkan...

"Tapi sebagai sahabat, Sa," lanjut Aleta mengalihkan padangan ke sebelah kiri, di mana sahabatnya itu sedang memandang tak percaya ke arahnya. Aleta menjadi sedikit kikuk dipandang sampai seperti itu.

Aksa segera menetralkan kembali degup jantung dan juga ekspresi wajahnya. Hatinya terasa sedikit nyeri saat Aleta mengatakan 'tapi sebagai sahabat'.

"Y-ya ya gak apa-apa lah. Toh, aku eh g-gue 'kan udah bilang gak nuntut lo buat bales 'kan?" ucap Aksa yang berusaha mengalihkan pandangannya.

Hati Aleta sedikit sakit saat Aksa berbicara, namun tak menatapnya seperti ini. Suara cowok itu juga sedikit bergetar, mungkinkah Aleta benar-benar menyakitinya?

"Sa, gue ... Nyakitin elo ya?" tanya Aleta lembut.

Aksa langsung memandang cewek di sampingnya dengan senyum setulus mungkin dan menggeleng pelan. "Enggak, lo sama sekali gak nyakitin gue. Justru gue seneng lo sayang gue tulus sebagai sahabat."

"Tap-"

Aksa membungkam mulut Aleta, ia tak ingin sahabatnya ini justru merasa tidak enak dengan dirinya.

"Gue gak pernah nuntut buat lo bales perasaan gue. Inget ya, Ta. Lo dan gue udah sahabatan lama. Jangan dirusak," katanya menyakinkan Aleta jika ia baik-baik saja.

Aleta mengangguk pasrah, menyetujui apa yang Aksa ucapkan. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit tidak enak pada posisi seperti sekarang, tapi ia harus menjaga persahabatannya.

.....

Setelah mengobati Aleta, Elvan memilih untuk membolos pelajar. Elvan berjalan santai menuju rooftop. Kali ini ia hanya sendiri. Ia butuh tempat untuk mengetahui kebenaran hatinya.

Dibukanya pintu di ujung tangga yang sudah sedikit usang itu dengan pelan. Kaki panjangnya melangkah pelan menuju sofa yang sudah sedikit robek pada bagian atasnya yang terletak di sebelah kanan ruang mereka berkumpul. Elvan memilih duduk di sana. Rambut coklatnya terbang tak beraturan karena angin yang cukup kencang.

Dikeluarkannya satu bungkus rokok dari bawah kursi itu. Ia mengambil satu puntung dan ia hidupkan menggunakan pematik yang ada dalam bungkus rokok. Elvan memilih mengistirahatkan ototnya. Mata dengan iris secoklat susu itu jauh menerawang ke depan, di mana banyak kumpulan awan putih dengan langit biru cerah.

Pikirannya sibuk berputar pada kejadian di mana ia dan ketua OSIS itu sedang berdua. Ada apa dengan dirinya? Dia memang Elvan, Adhitama Elvan Syahreza anak yang memang terkenal tampan dengan hati sekuat baja. Ia menyayangi banyak orang, terutama perempuan. Tapi baru kali ini jantungnya berdetak cepat saat ia berdekatan dengan seorang perempuan. Ia juga belum pernah merasakan rasa ingin melindungi sebesar ini pada siapapun bahkan dirinya sendiri.

"Gak mungkin gue suka sama tu cewek. Gak!" gumamnya sambil menyesap rokok itu lalu mengepulkan asap melalui mulutnya. Asap itu menghilang hanya dengan hitungan detik.

"Kalau emang lo suka sama tu cewek, siap-siap aja lo kehilangan fans," ucap Gavin yang tiba-tiba muncul dan duduk di sebelah Elvan dengan seenaknya.

Elvan menatap Gavin singkat, setelah itu matanya kembali fokus pada sekumpulan awan yang bergerak di depan sana.

"Maksud lo apa, Vin? Gue gak akan suka sama tu cewek."

"Ck. Jangan bohong lo, Van. Kalau dia dimilikin orang baru deh lo nyesel," kata Gavin yang memilih bersandaran pada sofa itu dengan kedua tangan diletakan di belakang kepalanya.

"Siapa juga yang mau sama makhluk sok baik kaya dia. Jadi murid teladan, ketua OSIS, cih. Gak level banget," kata Elvan kemudian membuang putung rokoknya ke lantai.

"Terserah sih. Tapi bos, kalau lo gak suka lo seharusnya gak perlu obatin dia sampai bolos pelajaran. Ini hari kamis, kalau lo inget."

"Vin, gak usah ngajak ribut deh. Gue cuma bantu dia. Dia luka karena fans gue," bantah Elvan yang masih kekeh jika dia tak menyukai Aleta.

"Oke-oke gue diem. Tapi terserah ya kalau lo nyesel."

"Hmm."

Mereka akhirnya diam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulut keduanya. Elvan yang masih sibuk dengan pikirannya dan Gavin yang sedang sibuk menghitung bentuk awan yang berbeda-beda.

"Lo kenapa bolos?" tanya Elvan memecah keheningan.

Gavin berdehem sebentar, cowok itu duduk dengan tegak dan kedua kaki yang dinaikan di atas sofa. "Gue dihukum. Lupa bawa pr," jawabnya dengan cengiran khas yang terkesan lucu.

"Tadi ambil aja punya gue. Toh gue gak masuk," kata Elvan santai.

"Enak aja. Si Om pasti tahu lah itu tulisan lo," ucap Gavin sambil menoyor kepala Elvan.

"Gak perlu noyor!" Elvan membalas Gavin dengan menoyor cowok itu sampai terjungkal jatuh ke sebelah kiri sofa.

"Whahaha lemah amat sih Vin, jadi cowok!" tawa Elvan menggema bersama dengan angin yang lumayan kecang.

Gavin mengusap lengan kirinya kasar, lumayan sakit karena tertindih badannya sendiri. Wajah Gavin sangat lucu dengan bibir dimanyunkan dan tangan masih setia mengusap lengannya yang memerah.

"Jahat amat sih, bos. Jatuh gue. Kalau lecet fans gue pindah ke elo lagi dong!" gerutunya kesal, namun tetap saja ia kembali duduk di sebelah Elvan.

"Fans yang mana? Oh, yang gue tolak itu?" kata Elvan sedikit sombong membuat Gavin mendengar sebal.

Yayaya Gavin kalah tampan dengan Elvan. Gavin tak sepandai Elvan baik itu dalam permainan voli, turnamen senjata, pelajaran, maupun soal merayu cewek. Gavin itu hebat dalam hal perdamaian dan mengatur strategi. Gavin hebat karena memiliki fans terbanyak setelah Elvan. Pasti setelah Elvan.

"Bercanda, Vin. Gitu ae ngambek!"  kata Elvan menepuk pundak Gavin pelan.

......

"Lo berdua dari mana sih? Lama banget datengnya," tanya Rio yang sedang memakan gorengan dengan kaki dinaikan di atas kursi.

"Tempat biasa rapat," jawab Elvan singkat, kemudian duduk di sebelah Kavin.

"Lo lihat apa sih, Kav?" tanya Gavin penasaran, cowok itu langsung mengambil posisi duduk di antara Elvan dan Kavin membuat Elvan mendengus sebal karena harus bergeser.

Kavin hanya diam sambil memandang ponselnya serius. Membuat Gavin semakin penasaran. Sedangkan yang lain masa bodo, mereka lebih asik makan dan minum sambil mengobrol santai.

Gavin masih sibuk memperhatikan Kavin, cowok itu tidak menyadari jika ia diperhatikan Gavin lekat. Ia masih saja santai sambil sesekali mengerutkan kening bingung.

Gavin yang benar-benar penasaran tingkat dewa pun memilih menggeser pantatnya sedikit lebih dekat dengan Kavin. Kepalanya ia taruh tepat di belakang pundak Kavin. Gavin melotot tak percaya melihat ponsel milik Kavin.

"Astagfirullah, Kavin!" teriaknya membuat Kavin berjengit kaget sambil mengusap kuping kanannya. Dan yang lain juga langsung mengalihkan perhatiannya kepada Gavin.

"Napa sih, Vin?"  kesal Kavin masih dengan mengusap telinganya.

"Lo kok lihat kaya begitu sih!" ucap Gavin tak percaya dengan mata melotot penuh drama.

"Maksud lo apa?" tanya Kavin bingung.

"Itu, astaga lo lihat yang begituan!" ucap Gavin dengan menggelengkan kepala tak percaya.

"Beneran lo lihat yang begituan, Kav?" tanya Aksa penasaran.

"Begituan apaan? Orang ini tuh streaming game!"

"Bohong ih," sahut Gavin ngeyel. "Orang tadi ada tulisannya cara main--," lanjutnya.

"Bodoh!" ejek mereka bersepuluh serentak.

"Itu mah emang game!" kata Rio melempar kacang ke kening Gavin.

"Katrok amat sih, Vin!" ucap Elvan lalu menoyor cowok itu pelan.

"Makanya main ponsel tuh buat game, jangan cuma buat bikin strategi mulu!" kata Kavin sambil geleng-geleng kepala.

"Lah emang game ML apaan?" tanya Gavin menatap sepuluh temannya polos.

"Mobile Legends!"  jawab mereka kompak yang hanya direspon anggukan kepala oleh Gavin.

"Makanya otak tuh dicuci, Vin!"

"Eh, kalau otak gue dicuci mana bisa kita menang turnamen!" kata Gavin tak terima.

"Udah sih, ribut," potong Elvan yang malas mendengar perdebatan Gavin dengan yang lain.

Akhirnya semuanya diam. Gavin, cowok itu sekarang bergabung dengan Kavin menonton streaming. Ets, Gavin dan Kavin bukan kembar ya. Mereka hanya memiliki nama panggilan yang mirip selebihnya mereka sangat berbeda. Kavin itu bule asli pindahan dari Inggris. Ya sudah cukup lama sih Kavin sekolah di Indonesia sekitar 5 tahun, jadi cowok itu sudah fasih berbahasa Indonesia.

"Van, lo suka Aleta?" pertanyaan itu keluar dari mulut Aksa membuat semua anggota menatap Elvan tanpa berkedip.

Elvan malas. Kenapa dari tadi hanya pertanyaan itu yang ia terima? Tadi Gavin dan sekarang Aksa. Kenapa semua menanyakan hal itu? Sepenting itukah bagi mereka perasaan Elvan untuk Aleta?

"Kenapa lo nanya gitu?" tanya Elvan dingin. Sangat dingin. Membuat semua temannya bergidik ngeri. Namun tidak dengan Aksa. Cowok itu justru semakin penasaran dengan perasaan Elvan.

"Gue cuma penasaran. Lo perhatian banget sama dia," ucap Aksa santai, tapi mampu membuat Elvan bungkam.

"Jadi bener lo suka Aleta?" tanya Aksa sekali lagi dengan nada lebih tegas dan juga sinis.

.......

1
shimaizha
lanjutt dong Thor.. nanggung in critanya
Dinda
Luar biasa
Nurmalasari
ku kira nyium ahahaha
Nur Hayati
aku mampir thor 🥰
Ipulgita Ipul
ipul
Muna Maulina Maulina Muna
lnjut dong thorrrt
Neno
tukang bw besi kuningan😂😂😂
astaga thor,2X aku ngulang bc dialog ini baru ngeh maksudnya apa...
Lola banget kyknya aku😂😂😂😂
Agus Purnama
up up up up up up up
Agus Purnama
up upup up up
Nurwana
lnjut....
Elvandraa
mana lanjutanya
Tina Chu
like
Kirana
oke sipp
Naa
like
Naa
like
Biruuuu
Up terus thor.
Semangatt..
Jangan lupa mampir juga dicerita ku yaa🙏😉
Biruuuu
Semangat
Biruuuu
Hadir thor
Biruuuu
😍
Maryati Subur
ayah nya kok jahat banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!