NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa / Tamat
Popularitas:824.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII

Seasons 1:

Gara-gara kesalahannya yang tidak membawa helm saat berkendara. Ceisya, harus terjebak jaring razia yang membuatnya berpikir keras. Di satu sisi Ceisya tidak keberatan kalau mendapat hukuman. Tapi, di sisi lain dia tidak mau berhadapan dengan Dosen killernya yang terkenal seantero kampus. Berkat usahanya yang keras akhirnya dia bisa lari dari hukumannya.

Bagaimana kah kelanjutan kisah mereka?


Seasons
2 (kisah tentang anak Ceisya & Zafran) :


Judul Novel: (Melody) Terjerat Pesona Dokter Tampan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

2 minggu kemudian

Tepat 3 hari yang lalu ujian praktek telah selesai. Selama ujian berjalan, Ceisya benar-benar mengisi waktunya dengan belajar dan menghafal materi. Sekarang dia baru bisa bernafas lega karena ujian prakteknya berjalan dengan lancar.

Ceisya bangun dari tidurnya dengan kantong mata berwarna yang menghiasi mata indahnya. Entahlah. Semalam dirinya tidak dapat tidur dengan nyenyak karena perasaannya tidak enak.

Ceisya berjalan dengan lesu menuju kamar mandi. Setelahnya dia keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang lumayan segar dibandingkan dengan tadi.

Pagi itu, Ceisya memutuskan untuk berdiam diri di kosannya. Rasanya malas untuk pergi ke kampus. Lagi pula tidak ada kelas yang akan dia masuki untuk hari ini.

Setelah berpakaian santai, Ceisya berniat untuk mengisi amunisinya pagi ini. Dengan langkah gontai dia berjalan menuju dapur.

Melihat-lihat ada bahan apa saja yang tersedia di sana. Ceisya menghembuskan nafasnya berat saat membuka kulkas dan hanya menemukan dua butir telur dan sosis.

Mulailah Ceisya berkutat dengan peralatan dapur. Tidak sulit bagi Ceisya kalau sudah dalam urusan masak memasak. Ceisya jagonya memang.

Ceisya hanya memasak simpel saja. Nasi goreng campur potongan sosis dan telur ceplok. Setelah Ceisya mencicipinya dan dirasanya sangat enak, dia membawa sarapannya menuju kamar.

Sambil menscroll aplikasi tiktok, Ceisya terus menyuapkan nasi goreng yang telah dia buat tadi. Hingga tidak sadar nasi goreng tersebut telah ludes. Ceisya meneguk segelas air putih yang dia bawa tadi bersamaan dengan sarapannya.

"Bosan!" gumamnya kemudian meletakkan ponselnya di atas meja. Berjalan menuju jendela kamarnya dan membukanya. Memancarlah sinar matahari pagi menyinari bagian-bagian kamar Ceisya.

Drttt drttt

Ceisya yang sedang termenung di jendela tersentak kaget saat mendengar dering ponselnya. Entahlah. Perasaan was-was menyelimuti hatinya.

Dengan tangan gemetar Ceisya mengangkat panggilan telfon dari Ayahnya. Ceisya menampik pikiran-pikiran negatif yang memenuhi isi kepalanya. Tidak dipungkiri bahwa saat ini Ceisya tengah dilanda khawatir.

"Assalamu'alaikum, Sya."

"Wa'alaikumsalam. Yah. Ada apa Ayah nelfon pagi-pagi? Tumben."

"Ayah mau kasih uang jajan ya?" tebak Ceisya dengan nada tertawa.

"Bukan, Sayang."

"Terus...apa, Yah?" tanya Ceisya was-was. Detak jantungnya tidak karuan.

"Sya..."

"Hemmm...ada apa, Yah?"

"Nenek kamu, Sayang."

Deggg

Pikirannya sudah bercabang-cabang.

Ceisya diam. Sang Ayah memanggilnya beberapa kali saat tidak mendengar suara kecil sang anak. Hanya deru nafas yang tidak karuan terdengar di balik panggilannya.

"Nenek kenapa, Yah?"

"Yah...Ayah, jawab aku!"

"Eh, ya?"

"Ayah kenapa diam? Ayah belum jawab pertanyaanku!"

"Kamu tidak sibuk kan? Atau kamu lagi di kampus?" ujar sang Ayah malah bertanya.

"Tidak, Yah. Baru selesai praktek. Jadi, jadwal tidak terlalu padat."

"Oh, syukurlah." terdengar nafas lega dari seberang sana. "Kamu bisa pulang tidak?"

"Kenapa, Yah?"

"Nenek kamu..."

"Nenek? Nenek kenapa?"

"Nenek kamu masuk rumah sakit. Katanya dia ingin bertemu kamu."

Deg

"Aku pulang sekarang!"

"Baiklah. Hati-hati di jalan. Apa mau Ayah jemput?"

"Tidak usah, Yah. Ayah jagain Nenek aja di sana*."

"Aku tutup dulu telfonnya, Yah. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Ceisya bergegas bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya. Rasanya khawatir membuatnya tidak bisa berpikiran jernih. Ceisya menghirup nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan. Dia berdo'a semoga keadaan sang Nenek baik-baik saja.

Setelah rapi, Ceisya langsung keluar dari kosannya. Dia tidak membawa peralatan apa pun atau pun pakaian. Hanya tas yang di dalamnya penting saja seperti ponsel, KTP, SIM.

Pagi itu, entah nasib sial yang menerpa dirinya atau apakah itu. Tiba-tiba ban motornya bocor.

"Arghhh..." teriak Ceisya frustasi sambil menendang ban motornya.

"Hei, kau. Kenapa kau bocor di saat yang tidak tepat, hah!!!" amuk Ceisya sambil memandang ban motornya yang sudah meleyot.

"Jangan salahkan aku kalau nanti kau ku campakkan!!!"

Ceisya membuka tasnya dan mengambil ponsel.

Suara panggilan berdering tatkala Ceisya menghubungi sang Ayah. Tidak lama kemudian panggilan tersebut terhubung.

"Kenapa, Sya?" tanya sang Ayah di seberang sana.

"Ayah..." rengek Ceisya. "Ban motor Ceisya bocor, Yah. Tidak apa-apa kan kalau nanti aku datangnya sedikit terlambat?"

"Yasudah. Jangan dipaksakan. Apa mau Ayah jemput, hem?"

"Jangan, Yah, jangan. Ayah tetap di sana aja. Biar nanti Ceisya naik angkutan umum."

"Benar tidak mau Ayah jemput? Naik angkutan umum nanti berdesakan lho? Tidak takut putri Ayah ini kepanasan?" goda sang Ayah.

"Ish, memangnya Ayah pikir aku ini hidup di kerajaan!"

"Hahaha...yasudah, kamu hati-hati. Kalau mau dijemput tinggal telfon Ayah aja."

"Iya, Yah, iya. Yaudah aku tutup dulu. Bye Ayah."

Ceisya tampak berpikir. Apakah dia akan menaiki ojek atau bus.

Tepat saat Ceisya masih berpikir, terbukalah pintu kosan di samping kosannya.

"Ada apa sih berisik-berisik?" keluarlah Reva dengan wajah kusutnya.

"Kebo!" teriak Ceisya.

"Lho, Sya? Ngapain pagi-pagi udah di depan aja? Gak ngampus apa?"

"Gak ada kelas." jawab Ceisya singkat.

"Terus?" Reva meneliti penampilan Ceisya. "Mau kemana? Kok rapi? Gak ngajak nih?" ucap Reva dengan pertanyaan beruntun.

"Mau pulang."

"Apa!"

"Ck! Berisik!"

"Seriusan mau pulang? Ada apa emangnya?"

"Nenek masuk rumah sakit." pandangan Ceisya berubah menjadi sendu. Hal itu disadari oleh Reva.

"Yang sabar. Trus mau pulang sekarang banget?"

"Rencananya sih iya. Tapi, nih ban motorku bocor. Gak setia banget!"

"Gimana kalau sama aku aja? Kebetulan hari ini juga gak ada kelas." tawar Reva.

"Nggak deh."

"Lho? Kenapa emangnya?"

"Aku gak mau ngerepotin kamu." jawab Ceisya.

Reva menyipitkan kedua matanya memandang Ceisya. "Bukankah kita ini sahabat? Tugas sahabat itu saling membantu bukan?"

"Tapi, Va. Ini tuh jauh. Gak tega liat kamu."

"Tapi Ceisya, aku itu gak merasa direpotin. Udah deh, nurut aja. Bentar, aku mandi dulu. Gak nyampe 10 menit udah kelar kok. Oh, iya. Motormu masukin ke dalam aja. Takut ntar di malingin trus di karungin di timbang. Gak afdol kan motor sebagus ini di timbang harga." ujar Reva masih sempat-sempatnya melawak sambil berlalu masuk ke kosannya.

"Mikirnya kejauhan banget dah!" gumam Ceisya geleng-geleng kepala.

Setelah menyimpan motornya aman di dalam kosan, Ceisya keluar menunggu Reva.

Benar saja, tidak sampai 10 menit Reva sudah rapi dengan pakaiannya.

Sebelum mereka bepergian, mereka terlebih dahulu mendatangi rumah pemilik kos untuk menyampaikan niat mereka yaitu berpamitan sekaligus Ceisya meminta untuk menjaga kosannya karena motornya berada di dalam sana. Ceisya juga memberikan kunci kosannya agar dia tidak menghilangkannya sewaktu pulang ke rumah atau lupa menyimpannya dimana.

4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai tepat di depan rumah Ceisya. Mereka hanya singgah di beberapa tempat saja untuk beristirahat sebentar.

"Mampir dulu yuk!" ajak Ceisya.

"Sorry, Sya. Kayaknya enggak deh. Aku kebetulan mau ke rumah keluarga, tanggung udah di sini."

"Emm...yaudah deh, gak apa-apa. Hati-hati ya pulangnya. Makasih banget udah mau anterin aku."

Mereka berpelukan melepas kepergian.

"Kamu nginap berapa hari?" tanya Reva mengurai pelukan mereka.

"Belum tau juga."

"Baiklah. Aku pulang dulu ya. Bye, Sya."

Ceisya mengangkat tangannya berdadah sambil menyaksikan kepulangan Reva sehabis mengantarkannya.

1
Nhierwana Bundanya Al
bab ini q ngerasa baca di ulang2
Dewi Kasinji
ijin baca kak
JANE ARDIANA
Luar biasa
JANE ARDIANA
Lumayan
Zahra Nadira
aku ktwa dibagian ini ,🤣🤣🤣🙏
Dilalisa Lisa
Biasa
Dilalisa Lisa
Kecewa
Dela Sapitri
Masya Allah👍
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
pedagang berkaki lima,,maksudnya pedagang kaki lima ya kak??😂
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜: ampun dah 😂
ok lanjut baca
total 2 replies
Trisna Savitri
babag tamvan 🥰🥰🥰🥰
Santy Susanti
bari berapa ban udah suka sama alurnya semngat i
yustina arie
Luar biasa
Irfan Nona Vanessa
menarik😍😍😍
Bungsu_Fii: makasih udh mampir kak🤗 semoga suka 🥰
total 1 replies
Eka Kurniawati
😘😘😘
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣🤣
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣🤣
Tri Susanti
wkwkwkw.... kapan thor disatuin mereka udah gak sabar
Tri Susanti
lanjut thor
Lena Kasenda
thoor masa selama Ceisya di rawat sampai sdh pesantren pacarnya yg polisi tdk ada kabar
Bungsu_Fii: hehe, itu ceritanya om polisi lagi nugas kak dan waktunya cukup lama 🙏🏼
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!