NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam pesta

Bunyi tapak sepatu terdengar seperti melody, suaranya terdengar indah. Seorang wanita dengan gaun merah berjalan menuruni tangga dengan anggun. Georgio yang menunggu Cassandra di bawah tangga terbengong melihat betapa cantiknya istirnya malam ini. Hari biasa Cassandra memang cantik, tapi malam ini berbeda, dia terlihat lebih elegan.

Georgio tersenyum kecil, lalu mengulurkan tangannya untuk Cassandra. Cassandra membalas senyumannya sambil menyambut uluran tangan Georgio.

Mereka berjalan anggun menuju pintu keluar rumah. Malam ini adalah pesta yang di adakan oleh Alexander rekan bisnis mereka. Pesta ini bukan sekedar pesta biasa, tapi banyak kolega bisnis yang hadir disana. Dan Cassandra yakin, pasti Annabella juga ada di sana, mengingat ayahnya juga pengusaha.

Tidak lama setelahnya mereka telah sampai di gedung bintang lima, Georgio dan Cassandra berjalan menuju pintu masuk acara.

Ramainya para undangan langsung memandang saat mereka masuk. Cassandra masih setia dengan senyumnya, menyadari tatapan-tatapan itu. Ia tahu gaun merahnya membuatnya berbeda.

Georgio menggenggam tangan Cassandra erat, mereka disambut hangat oleh sang tuan rumah, Alexander. Setelah berbasa-basi sebentar, Georgio undur diri hendak pergi menuju meja yang telah disediakan, tempat beberapa kolega penting sudah berkumpul.

Namun, baru beberapa langkah, suara yang dibuat-buat manis dan terlalu familiar terdengar dari arah belakang.

"Astaga! Cassandra? Gio? Aku tidak menyangka akan bertemu kalian di sini!"

Mereka berbalik, menatap ke belakang nya. Cassandra menarik napas dalam-dalam. Benar dugaannya, Annabella pasti hadir. Sedangkan Georgio lebih terkejut dari pada Cassandra, tidak menyangka akan ada Annabella disana.

Annabella mengenakan gaun biru muda yang terlihat feminim, rambutnya tertata rapi, dan wajahnya dipoles dengan make-up tipis. Ia berjalan mendekat dengan langkah kecil yang terkesan hati-hati.

Cassandra melirik Georgio sekilas, mencoba membaca raut wajahnya saat bertemu kekasih lamanya. Tapi yang Cassandra lihat hanya raut keterkejutannya, setelah itu berubah menjadi wajah datar seperti biasanya saat bertemu semua orang. Hanya dengan Cassandra Georgio bisa mengubah ekspresinya. Maka dari itu Cassandra tidak perlu khawatir, berati di hati Georgio memang sudah ada namanya.

"Cassandra, kamu terlihat berani sekali," suara itu membuat Cassandra mengalihkan pandangannya, nada suaranya terdengar seperti pujian, namun matanya memancarkan rasa tidak suka. Ia mendekat, tangannya terangkat seolah ingin menyentuh gaun Cassandra, lalu menariknya kembali.

"Gaunmu ini cantik sekali. Tapi, apa tidak terlalu mencolok? Aku khawatir gaun semerah ini akan membuatmu terlihat menarik perhatian, apalagi di acara bisnis penting seperti ini," Annabella melanjutkan, memiringkan kepalanya dengan mimik wajah yang sangat dibuat-buat khawatir.

Cassandra melingkarkan lengan di dada. Memang itu tujuannya kan, Cassandra memang sengaja ingin menarik perhatian semua orang.

"Maaf, aku hanya khawatir. Setauku dari dulu Georgio suka perempuan yang soft dan feminim."lanjut Annabella.

Annabella lantas tersenyum lebar pada Georgio, seolah ingin mencari dukungan, Namun nyatanya Georgio hanya menatap datar dengan tangan mulai mengepalkan di samping tubuhnya, rahangnya mengeras. Ia hendak membuka mulut untuk membela istrinya, tetapi Cassandra lebih cepat.

Cassandra tersenyum lebar, senyumnya kini terasa manis, namun menusuk. Ia melangkah sedikit ke depan, mendekati Annabella, membuat Annabella mundur selangkah.

"Terima kasih atas kekhawatirannya," kata Cassandra, suaranya terdengar halus dan tenang, jauh lebih elegan daripada nada sok manis Annabella.

"Tapi jangan khawatir, aku tau betul gimana cara berpakaian di acara bisnis. Justru aku senang jika gaun ini mencolok. Gaun ini membuat orang tau kalau aku, istri Georgio, memiliki kepercayaan diri yang setara dengan kesuksesan suamiku. Dan, bukankah lebih baik mencolok karena anggun dan berani, daripada mencolok karena make-up terlalu tipis yang malah membuat orang berpikir, kamu baru saja keluar dari tempat tidur?"

Cassandra memberikan jeda singkat, tatapannya tidak goyah.

"Lagipula, Annabella," lanjut Cassandra, merendahkan suaranya sedikit, "kamu tau, warna merah itu melambangkan kekuatan dan keberuntungan. Biru muda selalu mengingatkanku pada air. Tenang, lembut, tapi mudah hanyut dan menghilang tanpa jejak. Paham tidak maksudku?"

Annabella terdiam, senyum polosnya runtuh, digantikan oleh kilatan marah yang tertangkap sekilas di matanya. Ia tidak menyangka Cassandra akan membalas dengan sindiran yang cerdas seperti itu.

Georgio yang berdiri di samping Cassandra tersenyum puas. Ia meremas tangan istrinya dengan bangga.

Georgio menarik Cassandra menjauh dari Annabella. Tidak mau istrinya berlama-lama meladeni Annabella, takut akan mengganggu acara orang.

"Jangan mencari masalah dengan saya, mau pun istri saya, Annabella."ujar Georgio tajam sebelum benar-benar pergi dari hadapan Annabella.

Sedangkan Annabella yang melihat kepergian mereka mengepalkan tangannya erat. Georgio nya sudah berubah, setelah sekian lama ia kembali melihat Georgio, tapi Georgio sama sekali tidak menatapnya. Bahkan sekali bicara hanya memberikan peringatan kepadanya. Apa mungkin Georgio sudah melupakannya? Atau hanya marah karena dulu dia meninggalkan Georgio? Annabella yakin, Georgio hanya marah sesaat. Didalam hatinya pasti masih ada cinta untuknya. Annabella yakin itu.

★★★

Di tempat lain, Georgio dan Cassandra berjalan menuju tempat duduk mereka. Setelah pertemuan dengan Annabella tadi, Georgio membawa Cassandra ketempat sedikit sepi untuk menanyakan perasaan Cassandra. Georgio tidak mau Cassandra salah paham dan pergi meninggalkannya.

Setelah selesai dengan masalah mereka, dan tau Cassandra tidak masalah dengan kehadiran Annabella, Georgio membawanya kembali untuk duduk, saat Cassandra hendak mengikuti langkah Georgio. Namun, sebelum sempat melangkah. Seorang pria dan wanita paruh baya menghampiri mereka. Membuat Georgio dan Cassandra membuang muka dengan malas.

"Gio!"bentakan pelan itu membuat Georgio diam. Ia hanya mengangkat sebelah alisnya sebagai jawaban.

"Saya tidak menyangka kamu tega menghancurkan perusahaan keluarga kamu sendiri."ucap pelan namun tegas pria paruh baya itu.

"Harusnya Jordan yang benci kamu, tapi malah kamu yang hancurin hidup dia."lanjut wanita paruh baya.

Mereka berdua adalah orang tua Jordan, juga ayah kandung Georgio. Tapi sejak saat dimana Georgio keluar dari keluarga Immanuel, Georgio tidak pernah lagi menganggap mereka keluarga.

"Anda benar, harusnya Jordan benci saya, tapi dia dengan senang hati membantu saya menyelamatkan perusahaan saya."kekehnya membuat wanita dan pria paruh baya itu mengeram marah.

"Kamu keterlaluan, Gio."ucap tajam Adrian ayah Georgio.

Georgio terkekeh kecil. "Coba anda pikir lagi, siapa sebenarnya yang keterlaluan."

Georgio masih ingat bagaimana Jordan terus memfitnah nya, mengadu domba Georgio dan Adrian, tapi Adrian tetap lebih percaya anak dari istri pertamanya dari pada Georgio. Memang dari awal semua ini salah ibu Georgio, tapi setaunya saat itu ibunya tidak tau kalau dia istri ke dua. Istri pertamanya sendiri dulu yang pergi dan meninggalkan Adrian. Meninggalkan Adrian sendiri hingga bertemu dengan ibu Georgio. Tidak tau kenapa tiba-tiba istri pertama Adrian kembali dengan membawa satu anak laki-laki yang lebih tua darinya. Saat itu bersamaan dengan meninggalnya ibu Georgio karena syok mengetahui kenyataan kalau dia istri kedua. Awalnya Georgio menerima Jordan. Tapi ternyata Jordan membencinya. Hanya di depan Adrian dia memperlakukannya baik.

Sejak kehadiran Jordan, Georgio seperti hidup di neraka. Dia sempat berfikir, kenapa dia harus dibenci. Semuanya karena kesalahan orang tuanya, kenapa harus dia yang menjadi korban?sejak itu hati Georgio benar-benar hancur, dia tidak menganggap lagi seorang ayah itu benar-benar ada.

"Sudahlah, saya tidak mau berurusan lagi sama kalian. Jordan hancur karena keserakahan nya sendiri. Jadi jangan salahkan saya."ucapnya dan hendak menarik tangan Cassandra pergi, namun pergerakannya lagi-lagi terhenti.

"Tunggu dulu, saya belum selesai bicara."ucap Adrian menghentikan pergerakan Georgio dan Cassandra."sebagai keluarga, saya mau kamu bantu Jordan, dia benar-benar gak punya apa-apa sekarang. Perusahaan keluarga tinggal perusahaan kecil, gak bisa membantu Jordan sepenuhnya."Cassandra dan Georgio berdecih.

Cassandra menatap dua manusia di hadapannya, mereka benar-benar tidak tahu diri. Jelas-jelas Jordan yang mencari masalah dengan Georgio, giliran dipatahkan masih tetap membela anak kesayangannya itu.

Cassandra maju satu langkah, menatap dua orang itu. "Maaf saya tidak bermaksud ikut campur, tapi saya sebagai istri Georgio tidak setuju. Selama ini Jordan yang sudah mengganggu kami, jadi jangan salahkan kami kalau dia bangkrut."

Wanita paruh baya itu menatap marah Cassandra, namun sebelum dia bersuara, Adrian lebih dulu menahannya. "Sandra, karena kamu anak sahabat saya, saya tidak bisa marah sama kamu. Tapi saya mohon jangan ikut campur, ini urusan saya dengan Gio."Ucap Adrian. Mendengar itu Cassandra hanya menghela nafas panjang. Memang, dia juga tidak boleh terlalu ikut campur, lagian Cassandra yakin, Georgio tidak akan mau menolongnya, bahkan bisa saja Adrian target Georgio selanjutnya.

Adrian kembali beralih menatap Georgio. "Saya sebagai papa kamu memohon, bantu kakak kamu ya."ucap Adrian lebih pelan dari sebelumnya.

Georgio tersenyum miring, "saya akan bantu dia."ucap Georgio membuat wanita dan pria paruh baya itu menatapnya berbinar, beda dengan Cassandra yang malah terkejut.

"Tapi suruh dia berlutut di kaki saya."lanjutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!