Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.
Apa yang akan terjadi pada takdir keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat yang Dicari
Naga hijau tidak menunda lagi. Tubuh raksasanya berputar perlahan, sisik hijau yang berkilau tertimpa cahaya senja memantulkan kilatan lembut di antara pepohonan.
“Aku akan menunjukkan tempat itu,” ucapnya.
Tanpa menunggu jawaban, ia langsung bergerak menyusuri kedalaman hutan. Boqin Changing melangkah mengikuti dengan tenang. Di sampingnya, Sha Nuo bergerak dengan kedua tangan di belakang kepala, seolah perjalanan menuju tempat misterius itu hanyalah jalan-jalan biasa. Di belakang mereka, naga merah muda ikut melayang perlahan, sayapnya mengayun lembut di udara.
Namun yang mengejutkan… Para siluman tidak pergi. Mereka justru saling berpandangan sebelum satu per satu bergerak mengikuti rombongan itu. Bukan karena keberanian. Melainkan rasa penasaran.
Selama ratusan tahun, goa itu hanyalah misteri yang tidak pernah bisa mereka pahami. Hari ini, seseorang yang mampu menekan dua naga hingga memilih berdamai… akan menuju ke sana. Siapa pun ingin melihat hasilnya.
Perjalanan berlangsung tidak lama. Mereka bergerak melewati pepohonan raksasa, akar-akar tua yang menonjol seperti ular batu, serta kabut tipis yang menggantung rendah di antara batang-batang hutan. Semakin jauh mereka masuk, semakin terasa sunyi area itu. Bahkan suara serangga pun menghilang.
Akhirnya… Naga hijau berhenti. Tubuh besarnya mendarat perlahan, menimbulkan getaran ringan di tanah. Di hadapan mereka, sebuah lubang goa besar terbuka di sisi tebing batu gelap.
Mulut goa itu cukup lebar untuk dilewati naga. Sekilas… tampak normal. Hanya sebuah goa biasa. Tidak ada aura. Tidak ada simbol. Tidak ada tekanan. Bahkan tidak ada kesan berbahaya. Namun justru itu yang membuatnya terasa aneh.
Naga hijau berdiri di depan lubang masuk goa itu.
“Inilah tempatnya.”
Boqin Changing dan Sha Nuo maju beberapa langkah. Keduanya memandang lubang goa itu dalam diam.
Semua terlihat normal. Mereka bahkan tidak merasakan sedikit pun fluktuasi energi. Seolah benar-benar hanya goa kosong.
Namun naga hijau berbicara kembali.
“Ada dinding tak kasat mata di depan goa ini.”
Nada suaranya rendah.
“Tidak ada siapa pun yang bisa menembusnya.”
Sha Nuo tertawa kecil. Ia melemparkan sebuah batu di bawah kakinya menuju lubang masuk goa itu. Benar saja batu itu memantul.
“Hehehe… Kelihatannya menarik.”
Ia menoleh ke arah Boqin Changing.
"Boleh aku coba dulu?”
Boqin Changing tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk tipis.
Itu sudah cukup. Sha Nuo melangkah maju. Langkahnya santai, tanpa kewaspadaan berlebihan. Ia berjalan lurus menuju mulut goa itu seperti seseorang yang hendak masuk ke dalam rumah sendiri.
Namun… Saat ia tinggal satu langkah lagi,
Buk.
Tubuhnya berhenti. Seolah menabrak sesuatu yang tidak terlihat.
Sha Nuo mengangkat alis. Ia mengulurkan tangan ke depan. Kelihatan kosong, namun telapak tangannya jelas menyentuh sesuatu.
Permukaan halus. Keras. Dingin. Tidak terlihat.
“Menarik…”
Ia menekan lebih kuat. Tidak bergerak. Sha Nuo lalu menarik tangan dan memukul ke depan.
Buk.
Suara benturan tumpul terdengar. Namun dinding itu tidak bergetar sedikit pun. Ia meningkatkan kekuatan.
Buk!
Buk!
Buk!
Pukulan demi pukulan mendarat, cukup kuat untuk menghancurkan batu besar… namun di hadapan dinding tak terlihat itu, semuanya terasa seperti memukul ruang kosong yang tak bisa digoyahkan.
Sementara itu, di belakang mereka… Para siluman telah tiba. Mereka berhenti beberapa puluh meter dari goa, menatap pemandangan itu dengan mata lebar.
Manusia yang sebelumnya menekan pemimpin mereka… Ternyata juga tidak bisa masuk.
Sha Nuo akhirnya menurunkan tangannya dan berbalik. Ia tersenyum tipis ke arah Boqin Changing.
“Benar-benar ada dinding tak terlihat di sini.”
Nada suaranya tidak menunjukkan frustrasi. Justru terdengar tertarik.
Boqin Changing berjalan maju. Ia berdiri di samping Sha Nuo, menatap mulut goa itu dalam diam.
Angin hutan berembus pelan, menggerakkan rambutnya. Beberapa detik berlalu. Lalu… senyum tipis muncul di wajahnya.
“Ini bukan dinding biasa.”
Sha Nuo menoleh. Para siluman menahan napas.
Boqin Changing mengangkat tangan dan menyentuh udara di depannya. Telapak tangannya berhenti. Matanya menyipit.
Aura kesadaran menyebar halus dari tubuhnya, menjalar seperti benang tak terlihat yang menyentuh permukaan penghalang itu. Kemudian ia berkata pelan.
“Itu adalah dinding formasi.”
Keheningan langsung tercipta. Suaranya tenang. Namun maknanya membuat bulu kuduk para siluman meremang.
Boqin Changing menatap lurus ke depan.
“Dan formasi seperti ini…”
Ia berhenti sejenak. Sorot matanya berubah tajam.
“Hanya bisa dibuat oleh pendekar yang sangat kuat.”
Naga hijau menatap dinding tak kasat mata itu dengan sorot mata yang rumit. Kenangan panjang selama ratusan tahun tampak berkelebat di pupilnya. Ia lalu berkata pelan.
“Aku dan istriku telah mencoba menghancurkannya.”
Nada suaranya berat.
“Kami mengerahkan serangan terbaik kami… bahkan menggabungkan kekuatan. Namun dinding itu tetap tidak tergoyahkan.”
Di sampingnya, naga merah muda mengangguk perlahan. Tubuhnya bergetar tipis saat ia melangkah maju.
“Berapa kali pun kami mencoba,” ucapnya lembut namun jelas, “dinding itu tidak pernah retak. Tidak pernah bergetar. Seolah semua serangan hanya menghilang begitu saja.”
Keheningan menyelimuti area itu. Para siluman saling berpandangan. Mereka telah lama mengetahui fakta ini, tetapi mendengarnya kembali dari dua binatang suci tetap terasa menekan.
Boqin Changing tersenyum tipis. Tatapannya tetap tertuju pada mulut goa.
“Sesuatu yang membuat dinding ini begitu kuat…” ucapnya pelan, “…bukan sekadar bahan atau energi biasa.”
Ia menyentuh penghalang itu sekali lagi.
“Serangan dari binatang suci tidak akan mampu menembusnya.”
Ucapan itu membuat udara terasa membeku. Naga hijau dan naga merah muda tidak tersinggung. Justru mata mereka menyipit, karena mereka tahu… manusia di depan mereka tidak sedang meremehkan. Ia hanya menyampaikan fakta.
Sha Nuo menyeringai. Nada tantangan muncul di wajahnya.
“Bagaimana jika aku mengerahkan serangan terkuatku?” katanya sambil memutar bahu. “Apa mungkin aku bisa menghancurkannya?”
Boqin Changing menoleh.
“Mungkin saja,” jawabnya santai. “Namun kemungkinannya kecil.”
Ia berhenti sejenak.
“Aku sendiri tidak yakin.”
Sha Nuo tertawa. Tawa yang penuh gairah bertarung.
“Itu sudah cukup alasan untuk mencoba.”
Boqin Changing tidak menahan. Ia justru berbalik dan mundur beberapa langkah.
Gerakannya ringan, tetapi jelas menunjukkan satu hal, ia memberi ruang. Lalu ia melirik ke arah para naga dan siluman.
“Mundur.”
Hanya satu kata. Namun anehnya… tidak ada yang membantah. Para siluman langsung bergerak menjauh. Bahkan dua naga itu ikut mundur tanpa bertanya. Seakan insting terdalam mereka menjerit bahwa berdiri terlalu dekat dengan manusia itu… adalah kesalahan fatal. Firasat buruk menyelimuti mereka.
Kini… hanya Sha Nuo yang berdiri belasan meter di depan mulut goa. Angin hutan berhenti berembus. Sha Nuo memejamkan mata.
Beberapa detik berlalu. Lalu matanya terbuka.
Boom.
Aura mengerikan langsung meledak dari tubuhnya. Itu adalah aura pendekar bumi puncak… setengah langkah menuju pendekar langit… yang menyapu hutan seperti badai tak terlihat.
Tanah bergetar. Retakan menjalar cepat dari bawah kakinya, memecah tanah seperti jaring laba-laba raksasa.
Pepohonan bergoyang keras. Langit yang sebelumnya tenang mendadak tertutup awan gelap. Kilatan cahaya muncul di antara gumpalan awan, diikuti suara petir yang menggelegar.
Gelombang hitam pekat menyebar dari tubuh Sha Nuo. Itu adalah aura kematian. Dingin, dalam dan menyesakkan.
Udara di sekitar berubah berat, seolah kehidupan di area itu perlahan disedot keluar. Namun belum selesai. Tekanan lain muncul, aura raja. Sebuah aura dengan dominasi yang kuat.
Batu-batu kecil di tanah langsung hancur menjadi debu. Cabang-cabang pohon patah tanpa disentuh. Bahkan udara terasa seperti ditekan oleh tangan raksasa tak terlihat.
Naga hijau membelalakkan mata. Naga merah muda terdiam.
Aura ini… Benar-benar di luar pemahaman mereka. Sepanjang hidup panjang sebagai binatang suci… mereka belum pernah bertemu manusia dengan aura sekuat ini.
Para siluman mengalami hal yang lebih buruk. Beberapa langsung terjatuh berlutut. Tubuh mereka gemetar hebat. Napas terasa berat, seakan paru-paru dipenuhi batu.
Aura Sha Nuo benar-benar memberi dampak fisik pada mereka. Melihat itu, naga hijau bergerak. Tubuh raksasanya meluncur mendekati para siluman. Ia merentangkan tubuhnya seperti tembok hidup, sisik hijau memancarkan cahaya lembut yang menahan sebagian tekanan aura. Perlindungan naluriah.
Langkah naga hijau itu tidak luput dari pandangan Boqin Changing. Pemuda itu menatapnya beberapa saat. Lalu tanpa sadar… sudut bibirnya terangkat.
“Binatang suci yang menarik,” gumamnya pelan.
Di depan mereka… Sha Nuo berdiri di tengah badai auranya sendiri. Rambutnya berkibar liar. Tatapannya lurus ke depan. Ke arah dinding tak kasat mata itu.
Perlahan… Ia mencabut dua pedang di pinggangnya.
udh lulus mesin scanning NT g thor ??
rate novel mu udh Top 3 besar di fiksi pria...
tpi mencapai ranah pendekar langit di usia semuda itu...!!
itu WAAAAH pakai BANGET.,...