NovelToon NovelToon
Wanita Kuat Tuan Muda

Wanita Kuat Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Pasha

Wanita muda yang kuat selama bersanding dengan Tuan muda Adipramana.

Berawal dari pertemuan yang unik namun berkesan untuk keduanya. Mereka adalah Zayden Adipramana dan Elvana Wilghetta.

Dimana keduanya bertemu disaat Elvana tengah kabur dari hadapan kedua orang tuanya. Karena sebuah alasan yaitu, Perjodohan.

Siapa yang akan mengira karena sebuah kesalahpahaman membuat mereka terikat dalam suatu pernikahan.

Bagaimana kisah perjalanan cinta Zayden dan Elvana? Yuk dibaca!!...

Ikuti Instagram aku ya di @amandyapasha

~[Sekuel dari 'Mr. Adipramana Memilihmu']~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Telat Bangun

Pagi di hari yang baru cukup menyenangkan dalam memulai hari baru. Tubuh masih terasa segar dan semangat masih berkobar. 

Zayden masih tenggelam dalam mimpinya. Tidak tahu apa yang sedang dimimpikannya. Tapi, seluruh tubuhnya berkeringat. Sampai selimut yang digunakannya semalam untuk menutup tubuhnya dari udara dingin tersibak habis.

"Kakak!" Teriak suara Chelsea sambil mengetuk pintu kamar kakaknya.

"Kakak! Cepatlah bangun. Kita ada pertemuan penting pagi ini." 

"Astaga, Kakak!" Teriaknya sudah menggelegar. Suara ketukan pintu yang tadinya masih santai dan tenang. Sekarang sudah seperti gedoran ada maling.

Ish, kalau tidak ada pertemuan penting pagi ini. Lebih baik aku biarkan kakak tidur saja. Aku kan jadi ikut telat juga. Aaa..., kakak bangunlah. Nanti aku kena marah daddy. Kalau daddy sampai lihat kakak belum bangun. 

Kreek! 

Pintu terbuka terlihat Zayden sudah rapi. Tidak tahu berapa lama Chelsea membatin dalam hatinya. Yang pasti bisa membuat Zayden sudah keluar dari kamarnya dengan rapi. Setelan jas dan dasi juga sudah di pakainya. Hanya tinggal sarapan saja di bawah. 

"Kakak, sudah bangun?" Chelsea heran. Zayden menatap Chelsea lekat. Seakan menjawab sekarang aku sudah berada di hadapanmu.

"Kenapa saat aku ketuk. Kakak tidak keluar?" 

"Kamu mau tahu Elsie. Aku sudah lapar sekarang. Ayo kita sarapan." 

Beruntung harga diriku di depan adikku masih mahal. Aku berangkat kerja tidak mandi. Mau taruh dimana muka ku. Untung saja tubuhku tidak pernah bau.

Zayden menggandeng tangan Chelsea menariknya untuk berjalan bersama. Menuruni tangga ke ruang makan. Untuk sarapan bersama yang lainnya.

"Lho, tumben biasanya kalian turun sepuluh menit yang lalu." Ucap Amelia yang sudah berada di ruang makan lebih dulu. Bersama Rendra dan juga anak keduanya. Menyadari Zayden yang biasanya disiplin dan tepat waktu. Zayden menjawab Amelia hanya mengangguk saja. Reynald yang melihat tidak peduli dengannya karena tidak tahu apa maksudnya.

Ah, lebih baik aku diam saja. Kakak ini yang lama. Chelsea.

Sudah biasa Zayden seperti itu. Tidak akan menjawab jika bukanlah hal yang penting. Jika, dia yang bertanya atau mengatakan sesuatu haruslah dijawab. 

Zayden bersama Chelsea pun duduk. Ikut bergabung untuk memulai sarapan paginya. 

"Kak." Panggil anak kedua kepada kakaknya. Reynald. Zayden menatap Reynald. Di sela-sela makan mereka.

"Nanti siang antar aku ke bandara ya." Ucapnya. Zayden mengerutkan dahinya. Untuk apa, mau kemana begitu.

"Minggu depan jadwal kuliah ku di negeri xx sudah dimulai. Jadi, aku harus kembali sebelum waktunya." Jelas Reynald. Zayden mengangguk mengerti. 

"Naik apa?" Tanya Zayden mulai bersuara.

"Pesawat pribadi, kak." Jawabnya.

"Baiklah, jam berapa kau berangkat?" 

"Jam dua siang, kak." 

"Aku jemput kau jam setengah dua belas nanti. Jangan lama." Peringatan.

"Baik, siap kak." Reynald siap hormat.

Amelia dan Rendra yang melihat sikap anak-anaknya. Menggelengkan kepalanya. Zayden menangkap di hadapan Amelia tidak ada piring. Kenapa mommynya tidak ikut sarapan. Apa sudah selesai.

"Mommy lagi menunggu makanan yang lagi mommy pengen dari kemarin." Jawab Amelia yang mengetahui arah pandangan Zayden. Tentu saja Amelia tahu. Seorang ibu apalagi ibu kandung pasti tahu apapun tentang anaknya. Zayden mengangguk mengerti.

Zayden makan nasi goreng yang biasanya menjadi santapan khusus tersendiri bagi Zayden. Sedangkan, Chelsea makan sereal dengan susu putih. Reynald dia sama dengan Rendra bisa makan apa saja untuk di pagi hari. Amelia juga begitu namun kalau lagi ada yang diinginkan. Pasti makan yang diinginkan. 

Bersambung. 

1
Rianti Dumai
s'makin k'sini kok cerita'a s'makin m'hibur byk.lawax'a,,, 😉
Rianti Dumai
yg lagi baca juga taw yeah Thor,,,klok Zayden t'senyum simpul,,,😅🤣
Rianti Dumai
hadeeuh,,,😅🤣sakit perut Qu baca d' bab ini,,,,😂😂😂
Nirwana Nhyrmud
Bagus banget 🥰🥰🥰
Sya'wanah
tak pikir ini sejenis prenk gtu lho.
tidur dalam artian cuma mimpi buruk. ternyata emang beneran yach.tp hatiku tersisa nyesek sehabis nangis dr part sebelumnya.
terserah gimana alurnya saja.pokok ngikut aja ya kta
Sya'wanah
kok gini.dr awal udah zay kok ini zay nya d bikin ninggal.kn sayang.....
pdhl udah cinta mati Ama karakternya zay
Sya'wanah
kok melow berat ya.deg2an terus nich yg baca
Iis Sulis
jawaban yang cocok untuk seorang Presdir
Iis Sulis
hahaaaa bener saja
Iis Sulis
aduuh ada salah apa nih... jangan jangan....lupa
Iis Sulis
😂😂😂😂
Siti Mustainah
JUJUR AKU BENCI CERITA YANG TOKOH UTAMANYA MENINGGAL 😭😭😭 kek jahat banget sih author nya😢😢😢
Eva Puspadewi
lanjut
Nur Hidayah
knapa ending nya gitu tak enak....heronya di matiin...kesian tu anak2...😔😔
Shasha Ye
Isinyabbukan main
Shasha Ye
Kerenn crritanya
Shasha Ye
Yokkk semangattt
Shasha Ye
Semangattt
Shasha Ye
Semangattt kakak othorr
Shasha Ye
Pecinta mie ayam nii pasti authornyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!