Sebelum membaca cerita ini, di harap kan sediakan tissu atau sejenis nya, karena novel mengandung bawang, sehinga membuat mata bisa berair.
Setelah kepergian ibu nya, Reina mengalami kepahitan dalam hidup nya, Ayah nya menikah lagi, dan ibu tirinya slalu menyiksa dirinya dengan begitu kejam, di tambah lagi Ayah nya tidak pernah membela Reina, padahal Reina adalah anak kandungnya sendiri, entah apa yang bisa membuat ayah Reina ikut membenci anak kandung nya sendiri.
karena tidak tahan dengan siksaan yang terus di lakukan oleh ibu tirinya, Reina memilih untuk kabur dari rumah, saat kabur dia malah hampir tertabrak mobil mewah.
Siapa kah yang ada di dalam mobil mewah itu?
Akankah kehidupan Reina bisa berubah menjadi kebahgian,setelah selama bertahun tahun dia hidup menderita.
Yuuk ikuti terus ceritanya, di jamin readers bakalan penasaran dengan cerita di novel ke dua saya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi f pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#07
Bagas langsung keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju lift, entah kenapa Bagas merasa khawatir setelah mendengar kabar dari Dana kalau tekanan darah Reina tiba tiba menurun.
Setelah sampai di lantai bawah, Bagas keluar lift dan berjalan di dampingi Raka asisten nya.
" Silahkan Bos" ucap Raka setelah membuka pintu untuk Bagas.
Bagas langsung masuk tanpa menyahut ucapan Raka, di dalam mobil Bagas melihat gambar dari galeri ponsel nya yang isi nya adalah isi surat yang tadi malam sempat Bagas foto untuk jaga jaga kalau kalau surat asli nya hilang.
Sementara mama Ridha sudah sampai di Kesuma Hospital untuk melihay keadaan Reina, Semua perawat dan Dokter yang kebetulan melihat kedatangan istri dari pemilik rumah sakit ini langsung menyapa Ridha dengan menunduk kan kepala mereka.
Ridha hanya menjawab dengan senyuman manis nya, Dana yang kebetulan keluar dari IGD dan melihat Ridha langsung berjalan mendekati Ridha.
" Tante Ridha" sapa Dana.
Ridha langsung berhenti setelah mendengar panggilan Dana, dan tersenyum ke arah Dana.
" Tante sedang apa ke rumah sakit, apa tante sakit?" tanya Dana.
" Tidak Dan, tante mau melihat Reina, gadis yang di bawa Bagas tadi malam" ucap Ridha memberi tahu.
Dana sedikit terkwjut dengan ucapan tante Ridha, tapi langsung di tepis nya kemudian Dana langsung tersenyum.
" Ayo tante, Dana antar ke ruangan gadis itu" ucap Dana dan langsung di angguki kepala oleh Ridha.
Kini Ridha sudah berada di dalam ruangan Reina, Ridha begitu prihatin melihat kondisi Reina yang terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit.
" Dan kenapa tubuh nya lebam lebam begini" tanya Ridha.
" Setelah kami memeriksa nya dengan teliti, ternyata hasil nya dia seperti di aniaya tan, tapi sampai sekarang kami tidak tahu dia di aniaya karena apa" ucap Dana memberi tahu.
" Dan kami sudah memerika keseluruhan tubuh nya, gadia ini masih suci Tan, maka nya saya sudah memberi tahu pada Raka untuk menyampai kan pada Bagas untuk mencari tahu kenapa gadis ini seperti ini" lanjut Dana.
Tiba tiba pintu terbuka, masuk lah Bagas dan Raka ke dalam ruangan Reina, Bagas menatap Dana dengan tatapan tajam nya, Dana yang melihat itu langsung menelan merasa tidak enak, mama Ridha pun melihat tatapan mata anak nya merasa heran.
" Kenapa kau memeriksa kesucian gadis itu tanpa izin dari aku dulu" ucap Bagas dengan mata elang nya yang sudah tajam.
Dana langsung menelan saliva nya karena takut dengan kemarahan Bagas.
" Dan aku bisa jelas kan kenapa langsung memeriksa seluruh gadis itu, kamu jangan salah paham" ucap Dana membela diri.
" Apa alasan kamu" tanya Bagas lagi.
" Kami melihat seluruh tubuh nya penuh lebam Gas, dan serta pipi nya ada bekasan tamparam di tambah di ujung bibir nya ada luka bekas tamparan, kami para dokter mengira kalau dia seperti ini karena korban pelecehan" ucap Dana menjelas kan.
" Tapi bukan berarti kau langsung memeriksa nya tanpa meminta izin dari ku" ucap Bagas dengan merah padam akibat menahan emosi.
" Nak ada apa dengan mu? kenapa kamh marah sekali karena Dana memeriksa gadis ini?" tanya Mama Ridha heran melihat kemarahan anak nya.
Bagas tidak menjawab, dia hanya diam saja kemudian melihat Reina yang masih belum sadar kan diri.
" bagaimana kondisi dia sekarang?" tanya Bagas yang masih menatap wajah Reina.
" Saat ini tekanan darah nya masih rendah Gas, tapi aku sudah menyuntik kan obat agar Reina tidak kembali ngedrop dan segera pulih kembali" sahut Dana memberi tahu.
" Tapi kenapa dia berkeringat seperti ini" tanya Dana lagi.
" Itu lah yang aku sampai kan pada Raka tadi, seperti nya kamu harus memberi tahu keluarga nya, mungkin dengan ada nya keluarga nya di siniz bisa membuat dia tenang, karena kami merasa kalau dia merasa ketakutan maka nya dia mengeluar kan keringat seperti itu" ucap Dana lagi memperjelas.
Mama Ridha yang dari tadi mendengar merasa begitu kasihan dengan Reina, mama Ridha yang sudah mengetahui Reina karena surat yang di beri tahu anak nya tadi malam langsung mengelap keringat Reina dengan tisu, dan membungkuk kan tubuh nya ke arah telinga Reina.
" Nak sadar lah, kamu tidak usah takut, kami semua orang baik yang akan melindungi kamu" bisik mama Ridha di telinga Reina.
Bagas yang melihat mama nya membisik kan sesuatu di telinga Reina hanya bisa tersenyum tipis, dan tidak ada yang bisa melihat nya.
" Gadis yang cantik dan manis, tapi sayang sekali nasip mu begitu malang Nak, tante janji akan mengurus kamu kalau kamu sudah sadar nanti" ucap Mama Ridha lagi.
Entah kenapa Bagas yang mendengar perkataan mama nya senang karena mau mengurus Reina nanti nya setelah sadar.
Bagas langsung keluar dari ruangan Reina, di susul oleh Raka dan Dana.
" Raka tolong kamu cari tahu tentang gadis itu, nama lengkap gadis itu Reina Adinda Fatahillah" ucap Bagas memberi tahu.
Raka dan Dana saling pandang mendengar Bagas menyebut kan na lengkap gadis itu.
" Maaf Bos, Bos tahu dari mana na lengkap Reina" tanya Raka karena penasaran.
" Iya..kamu seperti sudah kenal lama gadis itu" ucap Dana menimpali.
" Apa kamu lupa, aku jelas lihat dari KTP nya lah, kan dompet nya ada bersama ku" ucap Bagas memberi tahu.
Padahal Bagas tahu nama Reina dari isi surat yang dia dapat.
Untung saja aku ingat KTP gadis itu, jadi bisa aku bilang sebagai alasan kalau aku tahu nama lengkap nya dari KTP nya, Batin Bagas.
Raka yang sudah tahu Bos nya dari mana tahu nama lengkap Reina, langsung menghubungi orang suruhan nya untuk mencari tahu kehidupan Reina.
" Gas aku permisi dulu, masih ada pasien yang harus aku periksa" pamit Dana karena tidak mau kenak semprot Bagas lagi.
Bagas tidak menyahut, dia hanya mengangguk kan kepala nya saja, Raka yang sudah menghubungi anak buah nya langsung kembali mendekati Bagas.
Pintu ruangan Reina terbuka, mama Ridha keluar dari ruangan Reina dan berjalan mendekati anak nya.
" Gas ada yang mau mama bicara kan" ucap mama Ridha setelah berdiri di dekat Bagas.
" Ada apa Ma?" tanya Bagas.
" Gas entah kenapa mama merasa Reina tidak tenang berada di rumah sakit, mama berfikir kalau Reina kita bawa saja ke rumah kita, biar dia merasa tenang, dan mama bisa lebih leluasa untuk melihat keadaan Reina" ucap Mama Ridha memberi solusi.
Bagas yang mendengar perkataan mama nya berfikir sejenak dan menatap pintu ruangan Reina yang tertutup rapat.
Tbc.
Maaf baru bisa Up sekarang, author janji akan Up setiap hari nya.
Tapi jangan lupa untuk selalu dukung Author ya, denga Like,Komen dan Vote yang banyak 😊😊😊
Kasih bunga 🌹dan kopi ☕ juga plisssss 😊😊
Terimah kasih banyak
Love You More ❤❤💋😊