NovelToon NovelToon
Tuan CEO, I LOVE YOU

Tuan CEO, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Romantis / Cintamanis / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: moms F

"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"

Nada Ageta Putri

"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"

Juna Genio Lin

"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"

Senar Anggriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. hancur End

Nada merasa ada yang menggenggam tangannya. Saat ia melihat sang Mama dengan air mata berlinang mencoba menguatkan nya. Nada mencoba melepaskan genggaman nya dan sempoyongan berjalan kearah Varo yang masih berdiri menunduk menatap lantai tak bergerak.

Juna, buru-buru membantu Nada saat melihat Nada hendak terjatuh. Tapi Nada menghindari uluran tangan mereka. Mencoba berdiri tegak, Nada melihat kearah Varo.

Nada menghela nafasnya panjang mencoba menghilangkan rasa sesak di dadanya.

"Abang"panggil Nada pada Varo. Varo mengadakan kepalanya merespon panggilan Nada dan menatap Nada dengan perasaan bersalah.

"Apa Abang bahagia melihat Nada seperti ini" ucapnya berdiri di hadapan sang Varo

"Apa dengan cara seperti ini rasa sayang yang Abang ungkapkan untuk Nada"

"Kalau iya,, Nada ngak butuh rasa sayang dari abang" ucapnya pelan.

"Hanya karena aku sering ngadu sama Ayah dan bang Enzo karena kejahilan Abang. Sehingga Abang sering di marahi dan dihukum mereka. Abang jadi dendam sama Nada? Iya..!"

"hehe,, balas dendam kakak sungguh luar biasa ya..!!!" kekehnya sedih

"Dan kamu,," tunjuk Nada pada Juna tanpa memperdulikan rasa bersalah Varo

"apa kamu segitu brengsek nya, sampai harus menghancurkan ku seperti ini"

"Jika kamu ingin selingkuh dan cari kesenangan di luar, cari orang lain. Kenapa harus dengan orang yang aku kenal"

"Jawab, kenapa harus dengannya" teriak Nada serak

"aku tahu dia sahabat kamu maupun Varo. Tapi juga kamu tahukan dia sudah seperti kakak bagi ku"

"jika kamu ingin bermain gila atau menyukainya. Kenapa kamu ngak bilang aku. Aku akan melepaskan mu dan meminta mu bersamanya. Tapi kenapa kalian malah merahasiakan nya." jelas Nada berusaha tegar

"kalian berhasil membuat ku seperti badut. Kalian bertiga emang sahabat sejati. Menyimpan semuanya dengan sempurna"

"Tapi tahukah kalian. Sepandai-pandainya bangkai disimpan, baunya akan tercium" kekeh Nada sedih

Nada memandangi lelaki didepannya yang hanya diam menunduk. Lalu suara yang menggelikan terdengar ditelinga nya.

"Nad, semua ini sudah terjadi. Ngak ada yang harus di sesali. Kami tahu kamu mencintai Juna sebab kami merahasiakan ini dari kamu. Dan Senar sudah mengalah tidak ingin meminta pertanggung jawaban Juna dan akan membuat kamu terluka"

"Kami ingin menjaga semua nya dengan baik antara keluarga kami, keluarga kamu dan keluarga Juna. Maka dari itu Senar mengalah dan tidak meminta pertanggung jawabannya" ucap Ibu Senar

"Hahaha" tawa lirih Nada

"Jadi maksud Tante, aku harus berterima kasih sama mereka karena sudah menyembunyikan semua ini. Aku harus terima kasih sama mereka atas rencana kalian untuk hidupku"

"tid..."

"Tante ingin aku jadi orang jahat dan egois memisahkan seorang anak dari ayahnya. Membuat seorang wanita berkorban sendiri untuk kesalahan yang dilakukan oleh dua orang" potong Nada tidak ingin mendengarkan penjelasan Ibu Senar

"Apa Tante ingin anak perempuan Tante menjadi bahan cemohan karena hamil di luar nikah. Apa Tante ingin cucu Tante tidak mengenal Ayahnya?" lanjutnya

"Oo.. Atau Tante ingin aku mengurus Cucu Tante jika aku jadi menikah dengannya" Lanjut Nada menunjuk kearah Juna

"Jawab aku Tante. Apa selama ini Tante menganggap aku anak yang tidak masuk akal. Apa selama ini dimata Tante aku anak yang egois dan memikirkan kebahagiaan ku sendiri. Apa selama ini Tante anggap aku orang bodoh yang bisa di manipulasi sesukanya" tanya Nada

"Jawab Tante?" serunya

" bukan seperti itu.." ucap Ibu Senar

"Jadi seperti apa yang tante maksud" tanya Nada

"apa yang tante maksud, apa aku harus diam saja seperti orang bodoh yang tak tahu apa-apa. Agar setelah aku menikah dengan Juna. Dan Juna memelihara anak haramnya diluar

"ohh,, atau apa Tante bermaksud meminta aku mengurus anak yang dilahirkan nya setelah aku menikah dengan lelaki ini", sarkas Nada.

"Atau apa Tante tega melihat anak Tante melahirkan tanpa di dampingi lelaki. Dan mengurus semuanya sendiri. Tentu Tante tahu bagaimana merawat anak tanpa sosok suami bukan" ucap Nada tak peduli menyakiti hati perempuan paru baya yang meneteskan airmata tak jauh darinya

"Dek, cukup kamu sudah keterlaluan" seru Varo meminta Nada berhenti dan menyakiti hati ibu Senar

"Cukup, kamu nyuruh aku diam"

"Apa dengan diamnya aku. Kalian bisa semena-mena menjadikan jalan hidupku seperti badut" tunjuk Nada memotong ucapan sang abangnya

"Dan kamu apa yang mereka berikan sampai kamu juga ikut andil jadi salah satu orang yang membuat ku hancur" ucap Nada sambi menunjuk ke arah Juna dan Senar.

"Segitu takut nya persahabatan kalian rusak sehingga kamu memilihi diam dan ikut andil dalam sandiwara yang membuat aku seperti orang bodoh. Dan apa aku juga harus mengorbankan kebahagiaan seumur hidupku untuk keegoisan kalian" ucap Nada memandangi dua lelaki kesayangan nya. Dan perempuan yang dianggapnya kakak.

Sungguh Nada sangat kecewa dengan kedua laki-laki dan perempuan ini. Rasa sesak di dada kian memuncak. Emosi yang terus menerus ia tahan agar tak meledak.

"Nada..." panggil Om Jo yang tak lain Papa Juna. Nada yang mendengar panggilan itu menoleh kearah keluarga itu. Ia sejenak lupa dengan keluarga itu

" kami tidak bermaksud untuk menyakitimu. Kamu bisa melanjutkan pernikahan mu dengan Juna. Dan untuk anak yang di kandung Senar. Kami akan mengurus nya dan membawa Senar keluar dari kota ini semasa kehamilannya dan melahirkan disana." jelas Tante Wika

Mendengar itu Nada terkekeh sinis.

"Tan" panggil Nada pelan sambil berjalan pelan kearah mereka

"Aku menghormati Om dan tante. Bukan karena kalian orang tua Juna. Tapi kalian juga orangtua yang aku kagumi karena kebaikan kalian selama ini" ucap Nada

"Tapi tahukah kalian" ucap Nada ter jeda menatap kedua paru baya di depannya

" Saat ini kekagumanku seakan sirna dengan rencana yang Tante utarakan" lanjut nya

"Apa menurut kalian aku segitu bodoh nya. Sehingga masih ingin terus bersama laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti anak Tante?"

"Apa tidak segitu berharga nya kak Senar dan anak yang di kandung nya. Sampai kalian membuat rencana yang menyakitkan seperti itu"

"Tahu kah kalian, aku merasa kasian pada bayi yang belum lahir itu. Karena tidak ada yang menginginkan kehadirannya" Ucapnya pelan

Nada mundur menjauh dan berdiri ditengah menatap orang-orang yang sudah benar-benar membuat hatinya hancur berkeping-keping. Tak pernah terbayangkan olehnya.

Saat beberapa jam lalu ia membayangkan masa depan yang bahagia dengan orang yang dicintainya. Masa depan yang di kelilingi orang-orang terkasih.

Tapi harapan masa depan yang ia bayangkan justru menghancurkan nya tinggal berkeping-keping. Ia terkekeh miris dengan semua yang dialaminya dalam hitungan jam.

"Nad, sekarang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Ayah memecahkan keheningan.

Nada yang mendengar suara Ayah nya dan menatap Ayah nya dengan sedih tanpa menjawab pertanyaan nya. Nada berbalik jalan sempoyongan.

"Nad.."

"Nad" Panggil Enzo dan Ayah

"Sayang.." Mama yang tak jauh dari Nada menghampiri Nada menggenggam erat tangan Nada untuk menguatkan nya.

Nada menatap Mama yang menggenggam tangannya mencoba tersenyum. Tapi yang di lihat Mamanya kesedihan di balik senyuman nya.

"Ma,, Nada butuh waktu sendiri" ucapnya pelan

"mama temani ya" ucap Mama. Nada menghembuskan nafasnya pelan dan menyingkirkan tangan Mamanya.

"Nada ingin sendiri"

Langkah kaki begitu berat begitu juga dengan hatinya. Nada dengan berat melangkah kan kakinya ke kamar miliknya.

Dengan langkah gontai ia menaiki tangga dimana kamarnya berada.

Setelah tiba di depan pintu kamar. Nada segera memutar kenop pintu. Begitu ia menutup pintu dan menguncinya. Nada langsung luruh kelantai di balik pintu.

Perasaan yang ia tahan sedari tadi kini tumpah. Bahunya terguncang hebat, air matanya berlomba-lomba untuk membasahi pipinya. Rasanya sungguh menyakitkan dan menyesakkan. Nada memukul dadanya seolah-olah ingin dapat mengurangi sesak yang amat sangat menyakitkan. Udara di paru-paru nya kian menyempit yang membuat Nada kesulitan untuk bernapas.

Hatinya benar-benar hancur berkeping-keping. Lelaki yang ia kagumi selama dua tahun. Ditambah lelaki yang telah menjabat menjadi kekasihnya selama empat tahun. Enam tahun hidupnya terasa sia-sia akibat pengkhianatan lelaki tersebut.

Dosa apa yang ia perbuat sehingga ia mendapatkan balasan seperti ini?

Hati siapa yang pernah ia sakiti sehingga ia mendapatkan karma dengan rasa sakit hati yang parah seperti ini?

Begitu juga dengan keluarga nya terutama abangnya. Kenapa dia ikut andil menorehkan luka dihatinya.

Ingin ia berteriak pada Varo Kenapa, kenapa??

Apa segitu tidak berharga nya aku dimata Varo. Sampai tega ikut memberikan luka seperti ini.

Orang diluar sana sangat menjaga anak adik perempuan nya agar tidak di sakiti oleh lelaki lain. Tapi mengapa dirinya harus menerima perlakuan yang berbeda.

Nada menangis tersedu-sedu, tak ada kebahagiaan yang tersisa untuk dirinya. Tak ada sisa hatinya yang utuh agar dapat ia genggam agar tidak terluka juga. Tak ada rasa gugup menyambut hari pernikahan nya. Tak ada lagi impian masa depan yang ia bayangkan.

Yang ada sekarang hanya rasa sakit, yang berlomba-lomba untuk mengambil alih kewarasannya.

Nada meraung meremas dadanya. Suara tangisannya begitu memilukan untuk di dengar. Hati dan raga ini yang ia jaga mati-matian. Dihancurkan berkeping oleh calon suaminya dan orang terdekatnya.

Enzo yang mengikuti Nada, bersandar di balik pintu. Ia memejamkan matanya merasakan kesedihan yang dialami oleh adiknya.

#TBC

1
Shinta Teja
jangan lama2 ya moms up nya....🙏🙏🙏🙏
Shinta Teja
2 hari ga update, kemana nih moms F nya.... penasaran tau,moms...😓
Shinta Teja
suka,,,, meskipun aku ga pernah mengalami yang dialami nada tapi aku begitu merasakan emosinya menjadi nada.....😪😤
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
Shinta Teja
dasar senar.....caramu mendapatkan nya saja sudah salah. malah berharap lebih.....
Shinta Teja
jangan mau, nada.... kamu bukan Inara yang mau masuk jadi orang ketiga.....
Shinta Teja
ya Allah,,,,,aku juga merasakan sakit mu,nad... seolah Tuhan ga adil hanya memberikan rasa sakit untuk kita aja sedang mereka malah tertawa bahagia.....😓
Shinta Teja
run nad,,,, run.....
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
Shinta Teja
serin?! senar kali,thor
Shinta Teja
semangat,nada .... aku bakal temani kamu🤗🤭
Shinta Teja
aku juga ikut menahan sesak di dadaku membayangkan hancur & kecewa nya kamu,nad... dikhianati orang terdekat itu amat sangat menyakitkan & mungkin waktu seumur hidup tak akan mampu menyembuhkan luka mu....😓
Shinta Teja
lho,,,kenapa?! bukannya Alvaro juga babak belur,Thor?! sekarang malah si Juna juga...
Shinta Teja
masih hangat!!!k kek nya baru Mateng & baru keluar dari oven deh🤗🤭
Zeepree 1994
hadir Thor..
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!