NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Pernikahan Dini Dengan Musuhku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:13.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Khanza Mutiara syakilla

[TAHAP REVISI LAMBAT]

Kata orang, pernikahan adalah bersatunya dua insan yang saling mencintai satu sama lain dan disatukan dalam ikatan suci yang dinamakan pernikahan. Namun apa jadinya jika kedua manusia disatukan dalam ikatan pernikahan tanpa rasa pada pasangan nya sedikitpun?

Itulah yang dialami oleh seorang siswa yang masih bersekolah menengah akhir itu. Kania Fellyta dan Daffa Arian-kedua anak adam itu disatukan dalam ikatan suci tanpa adanya rasa antara satu sama lain, bahkan mereka bermusuhan.

Kania Fellyta, gadis berumur 18 tahun dengan wajah manis dan cantik yang dimilikinya. Mengenakan hijab adalah identitas gadis itu. Seorang gadis yang selalu saja diganggu di dalam sekolahnya oleh seorang pria yang bernama Daffa Arian.

Hampir disetiap hari selalu saja ada perdebatan yang terjadi di antara keduanya. Lalu apakah alasan keduanya dipersatukan? Apakah mereka dapat berdamai dan hidup di satu atap yang sama? Atau sebaliknya, justru perpisahan adalah jalan ke luar keduanya?

IG: araasyakilla__

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khanza Mutiara syakilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PDDM Bab 7

[BAB REVISI]

Sesuai jadwal sekolahnya, pukul tiga sore hari mereka pulang karena jam sekolah telah usai. Di sinilah mereka sekarang, di dalam cafe tempat mereka kumpul seperti biasa dan karena janjinya tadi pagi membuat mereka harus ke sana. Mereka juga duduk di tempat mereka yang biasanya dan memesan pesanan mereka.

Selagi menunggu pesanan datang, baik Aina, Indah, Nesya dan Kiara tengah menunggu Kania untuk membahas masalahnya tadi pagi. Namun sampai saat ini ia masih asik dengan ponselnya sendiri untuk menunda-nunda ceritanya.

"Nia lo jadi cerita gak sih?" Nesya yang merasa jengah langsung melepas ponselnya dan menatap ke arah Kania.

Merasa namanya dipanggil, ia menoleh dan hanya tersenyum. "Gak jadi deh." Balasnya begitu santai membuat keempat teman nya kesal.

"Nia!" Tegur mereka dengan kompak membuat siempu namanya kembali menoleh menatap satu persatu teman nya.

Ia menunduk untuk menarik napasnya, menyiapkan dirinya untuk berani berkata jujur pada sahabatnya. Namun disaat ia melakukan itu, justru tatapan nya terhenti dan fokus pada meja cafe yang lain. Membuat dirinya terkejut bukan main. Daffa ada di sana, bersama ketiga teman nya yang juga sedang menoleh ke arahnya.

Tangan Daffa mengepal di bawah meja cafe dan Kania melihat itu semua. Mata pria itu melirik ke belakang untuk memberikan Kania tanda, bahwa mereka harus bicara. Tanpa berkata apapun Daffa langsung berdiri dan berjalan meninggalkan teman nya menuju toilet.

Kania yang melihat itupun segera beranjak. Namun tangan nya segera ditahan oleh Aina dan Kiara. "Lo belom ngomong! Mau kemana?" Tanya Kiara menahan kepergian Kania.

"Sebentar doang kok. Cuma ke toilet, gak boleh?"

Keduanya melepaskan tangan Kania. "Yang cepet!" Suruhnya dan langsung dijawab oleh Kania dengan anggukan setuju dari gadis itu.

Segera Kania berlari kecil ke toilet. Semua teman yang meluhatnya hanya menatap tanpa curiga akan gerak-garik dari salah satu sahabatnya itu.

Grep!

Lengan Kania langsung digenggam oleh Daffa. Tatapan pria itu menajam menatap dirinya dengan perasaan campur aduk.

"Jangan coba-coba untuk kasih tau ke mereka!" Suruh pria itu dengan menekankan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.

"Apa?"

"Lo pikir gue gak tau lo mau ngapain?!" Daffa bersedekap dada dengan memsang wajah sinis ke arah Kania.

"Lo kasih tau mereka, kelar hidup lo!" Ancam Daffa sebelum berlalu meninggalkan Kania. Pria itu berjalan cepat menuju mejanya kembali dan langsung mengajak teman-teman nya untuk kembali. Kania melihat semuanya dari balik dinding toilet. Bahkan tatapan keduanya sempat bertemu sejenak.

Kania menggeleng pelan kemudian masuk ke dalam toilet. Ia membasuh wajahnya supaya terlihat lebih segar. Ia juga meraih tisu toilet untuk mengeringkan wajahnya. Baru setelahnya ia kembali keluar untuk menemui teman-teman nya.

Ia tersenyum untuk membuat teman nya percaya bahwa ia sedang baik-baik saja.

Drrrt! Drrrt!

Ponselnya berbunyi, segera ia mengeluarkan ponselnya yang berada di dalam saku kemeja sekolahnya. Seolah mendapatkan kesempatan emas, Kania dengan semangat membalas panggilan telepone yang diketahui berasal dari Bundanya.

"Halo, assalamualaikum." Ucap Kania ketika panggilan nya telah terhubung. Ia juga berjalan semakin dekat dengan teman-teman nya dan kembali duduk di kursinya semula.

"Emang iya?"

"Nia lupa, Bun. Maaf," Kania asik dengan perbincangan nya dengan sang bunda hingga membuat teman-teman nya bertanya-tanya ada apa.

"Iya Nia ke sana sekarang. Bunda sharelock aja, ntar Nia langsung ke sana."

"Iya, waalaikumsalam." Kania melepaskan ponsel yang berada di telinganya dan menatap chat terbaru dari Alfira. Mengirimkan sebuah alamat yang harus ia datangi. Kania menghela napas lega karena setidaknya ia bisa beralasan pergi dari teman-teman nya untuk saat ini.

"Napa?" Tanya Nesya langsung ketika Kania masih menatap layar ponselnya.

"Maaf ya, Bunda suruh gua pergi ke tempat dia sekarang. Jadi lain kali aja, ya?" Ucap Kania memasang wajah pura-pura kecewa.

"Ya udah sono balik, ntar ditungguin Bunda lo!" Usul Indah yang disetujui oleh lain nya.

"Iya, gua duluan ya. Nih uang gua," Kania mengeluarkan selembar uang seratus ribu dan ditaruh di atas meja. Kemuadia meraih minuman pesanan nya sebelumnya.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam." Balas mereka serempak. Menatap kepergian Kania yang terlihat sangat tergesa.

__________

Kania telah sampai di tempat yang Alfira suruh. Gadis itu keluar dari dalam mobil dan mengunci mobilnya. Ia memasuki toko itu dan mencari keberadaan Alfira. Siapa sangka ternyata ia disuruh untuk datang ke toko butik yang ternyata untuk membeli gaun pernikahan nya.

"Nia, sini" panggil Alfira yang melihat kedatangan Kania. Gadis itu menoleh dan menemukan sang Bunda yang sedang bersama dengan Kirana, calon mertuanya. Ia menghampiri keduanya dengan tersenyum manis.

"Kok lama sayang?" Tanya Alfira langsung ketika Kania sudah mendekat ke arah keduanya.

"Tadi jalanan macet, Bunda. Maaf ya." Ujar Kania merasa bersalah telah membuat keduanya menunggu kedatangan dirinya.

"Siput!" Ketiganya menoleh menatap wajah orang yang beru saja mengumpati Kania. Daffa lagi? Kenapa pria itu ada di mana-mana?! Batin Kania merasa panas melihat kehadiran pria itu.

Puk!

"Bunda jait mulut kamu nanti!" Ancam Kirana setelah memukul anaknya. Daffa hanya meringis ketika mendapatkan pukulan yang lumayan kencang pada pahanya.

"Bunda, langsung aja ya. Nia langsung mau pulang, mau mandi biar seger." Pinta Kania agar dipercepat waktunya.

"Iya sayang, yuk!" Kirana langsung meraih bahu Kania dan merangkulnya. Berjalan menuju pramuniaga tersebut.

"Saya minta rekomendasi butiknya, Mbak." Pinta Kirana langsung.

"Mari saya antarkan, Bu," balas sang pramuniaga dengan sangat ramah. Menunjukkan beberapa rekomendasi dari butik yang bagus. Hingga pulihan mereka jatuh pada sebuah gaun indah berwarna putih dengan payet yang sangat banyak bertebaran di sekitar lingkar dada hingga lutut.

Gaun yang sangat panjang hingga jatuh dan menyeret di permukaan lantai itu Kania kenakan untuk melihat kecocokan nya. Setelah itu sang pramuniaga mencatat ukuran-ukuran tubuh Kania agar gaun tersebut pas ketika digunakan oleh gadis SMA itu.

__________

Malam menjelang, Kania serta Alfira sudah kembali ke kediaman mereka, begitupun dengan Daffa dan ibunya.

Setelah makan malam Kania pun diminta untuk langsung beristirahat. Tidak membiarkan gadis itu kekurangan tidur apalagi sampai sakit. Akhirnya Kania menurut dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia mengunci pintu kamar seperti biasa dan mematikan lampu kamarnya supaya kedua orang tuanya tau bahwa ia sudah tertidur.

Gadis itu beralih ke arah meja belajarnya. Ia menyalakan lampu meja belajar dan mulai mengambil beberapa buku untuk ia pelajari. Kedua lampu tidurnya pun ia nyalakan supaya kondisi kamarnya tidak terlalu gelap. Setidaknya ada pencahayaan yang baik untuk ia meneruskan pelajaran nya.

Ditengah pembelajaran nya, tanpa sadar perhatian nya teralihkan. Tatapan nya lurus ke depan, melihat dinding meja belajarnya yang bertuliskan motivasi untuknya agar ia selalu semangat dalam belajarnya. Hingga matanya terhenti pada tulisan nya sewaktu SMP dahulu.

'Harus bisa jadi Bunda dan Ayah sekaligus!' Begitulah isi dari tulisan nya. Yang bermaksud untuk menjadi hebat seperti kedua orang tuanya diwaktu yang bersamaan. Bisa mengurus rumah seperti sang bunda dan mengendalikan perusahaan seperti sang ayah.

Ia terkekeh membaca tulisan nya dahulu. "Mungkin takdir gak bolehin gua untuk mewujudkan keduanya. Karena itu cuma bisa jadi Bunda…" gumam Kania berbicara pada dirinya sendiri. Mengingat dalam waktu dekat ia akan segera menikah bersama pria menyebalkan itu.

1
Nur Ainy
karya yang sangat hebat..dan penuh dengan pelajaran baik...sukses terus
Qaisaa Nazarudin
Aku sula karya thor,bagus banget,bikin hati dan perasaan ku junglir balik,,
Anggap aja komen2 dri para riders itu semua utk kedepannya kamu bisa menjadi penulis dan pengkarya yg semakin sukses,Ambil positifnya ya biar kamu manjadi insan yg kuat utk terus berkarya lagi,, Semoga sukses selalu utk mu dan sehat selalu biar bisa berkarya terus,utk menghibur para riders NT ya,,tq👏🏻👏🏻👏🏻🙏🏻🙏🏻👍🏻👍🏻👍🏻💪🏻💪🏻💪🏻🥰🥰🥰🥰🥰🌺🌺🌺🌺🌺⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Qaisaa Nazarudin
Husein cuman mengetest diang tuh atas kejujuran Fahriz,Tadi kan dia udah bilang cuman perlu bukti,,
Qaisaa Nazarudin
OMG😱😱😱 kamu jangan bikin aku kepikiran yg bukan2 Daffa??!!kamu jangan bikin aku marah ya,,,jangan bilang kamu dgn papa mu sama jahatnya,,,
Qaisaa Nazarudin
Iya lah semua itu bulan salah Daffa dan juga bukan kemahuannya,Dia juga gak tau apa2 tentang semua itu,,
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah🤲🏻🤲🏻 Nah kan ku bilang juga apa,anaknya mau dipeluk ortunya,Dokter sih gak percaya sama aku,,Huhh lega rasanya,Stukur ya Allah🤲🏻🤲🏻🤲🏻😭😭
Qaisaa Nazarudin
Ya Allah,,Aku gak tahan utk gak nangis,,sesak banget rasanya dada aku🥺🥺🥺😭😭😭😭😭😭😫😫😫😫😫
Qaisaa Nazarudin
Lho anaknya meninggal Ya Allah,aku nyesek Thor😭😭😭😭😫😫😫😫 kok gitu sih endingnya..🥺🥺🥺
Qaisaa Nazarudin
Jgn bilang anaknya di bawak lari oleh ortunya Daffa🤔🤔😳😳😳
Qaisaa Nazarudin
Hadeehh dokter,mana tau kan bayi nya lg nunggu ortu nya buat support supaya dia cepat sembuh,,mungkin aja dgn kedatangan ortu nya bayi itu merasa kalo dia disayangin ortunya,jadi dia semangat utk sembuh,,,
Qaisaa Nazarudin
Nah skarang kalian baru tau siapa yg bikin Nia pingsan,bukan Daffa kan,tuh kalian sendiri,malah nuduh org seenak nya..
Qaisaa Nazarudin
Enak aja, kalian kan yg ngomong soal anaknya, kok malah nyalahin Daffa🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja Fahriz benar2 berubah,dan itu bukan trik licik nya…
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah🤲🏻🤲🏻🤲🏻 Tuh kan dua2 nya bisa di selamatin,
Qaisaa Nazarudin
Di KORBAN kan??!!! kamu pikir dia haiwan yg harus dikorbannkan!!! selamatin aja dua2 nya,kamu tuh dokter,pasti bisa,usaha dulu nyelamatin..
Qaisaa Nazarudin
Adduuhh Nia dengerin dulu Daffa ngomong🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya ketemu,Kamu jujur aja Daffa kenkeluarga Nia,kamu tidak tetlubat dlm rencana papa kamu,Kamu benar2 tulus sama Nia,kalo perlu kamu tinggal aja disini dgn mertua kamu,Biar tau rasa papa kamu,,
Qaisaa Nazarudin
Benar2 GILA nih ortu,,Gila harta😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,Daffa dan Kirana gak tau apa2 soal Rencana BODOH papanya,,,😌😌😌
Qaisaa Nazarudin
Semoga cuman mimpi🤲🏻🤲🏻🤲🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!