Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu Frans
Weni mendekati brangkar Frans ,dan menatap Dev dan Gea
“ Dev dan Gea kalian boleh ikut menjaga Frans disini,maafkan tante mungkin Frans lebih dekat dengan kalian
sahabatnya, dari pada kami kedua orang tuanya.Terimakasih sudah memperhatikan Frans selama ini “ kata Weni sambil meraih tangan Dev dan Gea.
“Tidak masalah tante,kami ikhlas kog” kata Dev
"Kalau begitu tante dan om keluar dulu kalian berbincanglah dengan putra tante”
Sedangkan bik Siti yang ikut menjaga dari kemarin disuruh pulang dulu bersama mang Hasan.
Weni keluar ikut Ferdi menuju kantin rumah sakit.Ferdi mengambil ponselnya dari kantong sakunya dan menelpon seseorang.
“Willy hari ini aku tidak ke kantor. Frans sekarang di Rumah sakit ,tolong kamu cansel semua jadwalku.Mengenai proyek baru tolong kau tangani kalau mereka memaksa bertemu denganku batalkan saja paham” kata Ferdi
tegas pada asistennya. Kemudian menghubungi nomer lain.
“Hallo Enggel maaf aku tidak bisa pulang hari ini. Frans sakit, sekarang aku di Rumah sakit bersama Weni”
“Ooo, mau berduaan saja sama mantan istrimu itu. Alasan saja Frans sakit apa dia tidak bisa
menjaganya sendiri” sahut Anggel marah.
“Aku papa nya jadi wajarlah jika aku bertanggung jawab. Sudah kututup telponnya aku sibuk” kata Ferdi mengakhiri.
Weni memandang sekilas wajah mantan suaminya.Rasanya baru kemaren mereka bersama-sama. Rasa itu tak pernah hilang dalam dirinya.Tak bisa dibohongi dia masih mencintainya sedikit menitikkan air mata.
“Mama sarapan dulu dari pagi belum makan jangan sampai sakit” ucap Ferdi halus.
Inilah yang membuat Weni tidak bisa melupakan Ferdi .Walaupun sudah dikhianati tapi sikapnya tetap lembut padanya.
Ferdi mengambil makan dua piring dan minuman.
“Mama masih suka opor ayam kan?” katanya menatap Wina.
Wina mengangguk, Ferdi tersenyum senang .Rasanya sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bersama.
“Aku akan menemui dokter Luna setelah ini ,bagaimana yang terbaik untuk anak kita,mama mau ikut?” kata Ferdi setelah selesai makan.
“Tidak, aku menunggu Frans saja di kamar apalagi temannya mungkin pulang dulu pamit pada ibu kos nya “kata Wina
***
Ferdi ke ruangan dokter Luna
“Selamat siang Dok “kata Ferdi setelah tiba diruang dokter Luna
“Siang Pak, mari silahkan duduk !”.
“Bapak ayahnya pasien Frans kan?” kata dokter mencoba mengingat maklum pasiennya sangat banyak ... he ... he ...
“Betul dok, jadi bagaimana dengan anak saya?”
“Pasien mengalami gagal jantung sehingga perlu operasi untuk pemasangan ring pada jantungnya. Apabila tidak
secepatnya dilakukan keadaan akan terus memburuk, terlebih dia masih muda.Tapi di rumah sakit ini tidak bisa melakukan tindakan itu karena alatnya tidak memadai harus dirujuk ke kota J dan itu membutuhkan biaya yang cukup besar,” dokter terdiam sejenak.
“Bagaimana pak? apakah diterima penjelasan saya?” kata dokter memastikan.
“Bisa dok, lakukan yang terbaik untuk anak saya ,masalah biaya tidak perlu khawatir” sedih terpancar dari wajah
bapak satu anak ini. Mengingat pernikahan yang kedua istrinya tidak menginginkan anak darinya.
“Kalau begitu nanti saya buatkan untuk rujukan untuk tindakan selanjutnya” kata dokter Luna mengakhiri
Ferdi keluar ruangan menuju kamar Frans terlihat Frans bercanda dengan kedua temannya, sedangkan Weni berada di luar kamar
**
“Cantik, tolong ambilkan makan siangku di meja“ kata Frans
“Ini mau makan sendiri atau ...?”
Gea menggantungkan bicaranya supaya Frans bisa memilih mamanya.
“Suapin dong, aku kan lagi sakit cantik he ... he ... “
Frans tetap saja memilih Gea untuk menyuapinya. Padahal ia merasa tidak enak sekali dengan kedua orang tua Frans.
“Idih, manja amat sih brow aku serasa jadi obat nyamuk saja.”
Dev pura-pura sebal. Frans menghabiskan makannya, Gea tersenyum senang .
“Alhamdulillah sudah habis, semoga cepet sembuh ya Frans."
"Kalau kamu di;sini aku cepet sembuh kog,” kata Frans sambil memegang tangan Gea.
“Hoii ... masih ada orang disini pacaran saja jiwa jomblo merana nih.”
Dev menggerutu tapi tetap saja kalah dengan Frans.
“Sana kamu keluar dulu cari makan,jangan lupa buat Gea juga. Aku mau berdua-an dulu,” kata Frans.
“Gak usah Frans, kita makan nanti saja kita mau pulang dulu pamit ibu kos,” kata Gea mencegah.
“Yah, sendiri lagi dong,” kata Frans sedih.
“Cuma sebentar toh ada Mamamu kan, kita sore atau malam nanti kesini lagi,” kata Dev.
“Iya terima kasih ya brow, kamu selalu ada buatku,” kata Frans mengingat dia selalu merepotkan Dev selama ini, yang selalu sabar.
Gea dan Dev berpamitan pada orang tua Frans. untuk ke kosannya
“Om, tante, kita pamit dulu nanti malam kita kesini lagi,” kata Dev menjabat tangan kedua orang tua Frans.
“Iya nak, hati-hati dijalan terima kasih sudah menemani Frans.
**
Di dalam ruang rawat Frans pura-pura tidur.
“Sayang, mama tahu kamu pura-pura tidur maafin mama ya nak?” ucap Weni mengelus kepala Frans.
Ferdi mendekati Weni dan memeluknya. Berusaha menguatkan hatinya walaupun Weni berontak tapi Ferdi tak mau melepaskannya dia tahu Weni sangat rapuh.
“Frans, setelah ini kamu akan melakukan operasi pemasangan ring jantung di kota J.
Jadi Papa berharap kamu bisa menyiapkan mentalmu nak !” kata Ferdi.
“Kapan operasinya mas?” tanya Weni sambil tetap mengelus kepala putranya .
“Belum tahu ,tapi sudah dipersiapkan oleh dokter Luna”
Sementara dibalik pintu seseorang mengawasi mereka, Anggela istri kedua Ferdi.
Apa-apa an ini, mereka tetap bermesraan tidak akan kubiarkan, Weni merebutnya kembali dariku ... ha ha ha ... tawa Anggela dalam hati.
“Oh ... jadi begini ya kelakuanmu di belakangku mas?” Anggela menarik tangan Ferdi.
“Ayo pulang! dan kamu !!!” tunjuk Anggela pada Weni.
“Aku tidak selemah kamu.Tak kan kubiarkan kamu merebutnya kembali dariku,” ucap Anggela sinis.
“Apa an sih Nggel! Kamu lihat kan Frans beneran sakit, kamu buat keributan saja,” sahut Ferdi.
“Iya Frans sakit, dan kamu mengambil kesempatan untuk bersama perempuan itu hah!!!” seringai Anggela.
Ferdi kalah,dia selalu kalah jika berdebat dengan Anggel. Pesona Anggel yang cantik selalu menundukkannya.
“Sudah kamu pulang mas, nanti kalau ada apa-apa aku kabari” kata Weni lemah menunduk.
Ferdi merasa bersalah melihat mantan istri dan dan anaknya tersakiti olehnya. Dia berjalan keluar mengikuti
Anggel yang terus menarik tangannya dan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Ferdi dan Anggel masuk kamar dan Anggel menguncinya.
“Sayang, maafkan aku ya aku cemburu,” kata Anggel manja sambil mengelus dada Ferdi lembut.
Ferdi terdiam sejenak, akhirnya terbawa suasana istrinya ini sangat bisa menaklukkan hati Ferdi dengan rayuannya. Dengan menggunakan bahasa tubuhnya dia menggoda Ferdi.
Menyuguhkan permainan yang panas dan sensasi yang luar biasa menurut Ferdi.
Dan hati Ferdi yang mudah goyah cepat takluk di hadapannya.
Memang tepat julukan pelakor buat Anggel. Rumah tangga Ferdi yang baik-baik saja bisa berantakan setelah perempuan itu datang. Perempuan itu setiap hari menyuguhkan bahasa tubuhnya yang sengaja memancing gairahnya .
Sedangkan Weni yang tidak sadar akan situasi suaminya, tetap sibuk dengan pekerjaannya dan merasa baik-baik saja.Nasi sudah jadi bubur,dan petaka tidak dapat dihindari. Sebuah penghianatan yang sungguh menyakitkan.
Tapi jauh di lubuk hati Ferdi sepenuhnya sadar Anggela hanya menginginkan uangnya saja, bukan hatinya.
**
Sementara Gea dan Dev baru sampai di kos.Mereka sepakat berangkat jam 7 malam pergi ke Rumah sakit.
“Dev nanti jemput aku ya?”kata Gea menyerahkan helmnya.
“Oke..”Dev melajukan motornya menuju tempat kos nya.
**
🌼🌼🌼
Jangan lupa Like dan vote nya ya .. kutunggu
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍