Azalae Djadmika, gadis 22 tahun. Dia berpikir telah menikah dengan seorang pria lajang berstatus duda. Ternyata tidak. Syafira Bella, isteri Zayn Putra Maliq yang di beritakan telah meninggal Dunia satu tahun yang lalu. Tiba-tiba kembali dan mengambil semua cinta yang singgah pada Lea.
Apalagi Zayn merasakan cintanya pada Bella tidak pernah memudar seiring waktu hilangnya isterinya. Kehadiran istrinya kembali, membuat Zayn kembali seperti pria muda yang sedang kasmaran dan jatuh cinta sekali lagi pada Bella.
Oleh karena itu, sikap Zayn mulai berubah, dia mulai mengabaikan kehadiran Lea. Apalagi bisikan Bella menuntut agar Zayn segera menceraikan Lea.
***
Karya ini menggunakan nama tokoh yang di usulkan oleh teman baikku, Lele. Alur cerita dan pokok pikirannya pun di sumbangkan oleh temanku yang comel itu.
Selamat membaca 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TSO-5
Lea mengedipkan matanya berkali-kali. Berpikir dia sedang bermimpi, bagaimana bisa boss memecatnya, hanya karena dia terlambat untuk pertama kalinya. Bukankah Boss sering memujinya, sangat menyukai sifat Lea yang rajin dan cekatan daripada karyawan restoran yang lain.
Lea berjalan mendekati bossnya yang duduk di balik kasir. Boss terlihat memasang wajah acuh dan tidak acuh ketika mendapatkan tatapan Lea. Boss mengambil satu buku agenda dalam laci.
Lea menelan ludahnya. Agenda itu, tak lain adalah catatan utang semua karyawan restoran, dan dia termasuk karyawan yang suka meminjam uang berbunga dari boss.
"Boss, mengapa memecatku?"
Boss tidak segera menjawab. Dia terlihat membalik halaman demi halaman, sampai menemukan nama Azalea. Barulah dia berhenti membalik halaman.
"Sebelum kau meninggalkan restoran ku, selesaikan utangmu." Boss menyodorkan buku, dengan halaman yang terbuka mengenai daftar utang Lea.
Lea tidak bergerak sama sekali. Namun sepasang matanya membaca angka utangnya melibatkan bunga dua puluh persen. Totalnya lima belas juta rupiah. Lea teringat dia pernah meminjam uang jumlah besar, enam bulan yang lalu, untuk membayar kontrakan rumah susunya.
"Boss, ini ... aku belum bisa membayar penuh sekarang, apalagi kau memecatku."
"Kau harus mencari cara, atau aku melaporkanmu ke polisi." Boss mengeluarkan surat perjanjian yang pernah Lea tanda tangani.
"Boss biarkan aku menyicilnya, jangan memaksaku sekarang," mohon Lea.
"Lagipula mengapa kau memcatku? Aku hanya terlambat sekali ini saja."
Boss terlihat mengatur napasnya sebentar, dan terlihat melirik seseorang yang terlihat duduk menyeruput secangkir teh hangat.
"Restoran ini sudah di jual ke pria yang di sana. Bagaimana aku bisa memperkejakanmu lagi sih."
"Mengapa kau menjualnya?"
"Lea, kaupun tahu jika istriku sedang sakit. Aku butuh banyak biaya untuk perobatannya. Kami akan pergi ke Singapore. Kami akan meninggalkan Jakarta. Dalam satu Minggu, aku minta uangku kembali. Jadi aku meminta, kau membayar utangmu, secepat mungkin."
Aku membayar 15 juta dalam waktu singkat. Dimana mencari uang begitu banyak? aku akan memberimu daun kering, boss.
"Mengapa begitu mendadak?"
"Ini tidak mendadak, Lea! Ini sudah menjadi rencanaku dan istriku semenjak lama. Namun, kau baru mengetahui hari ini. Lagipula kau tahu, istriku sedang sakit keras. Dia hanya memaksa keadaaan untuk terus bekerja di dapur. Ketika, ada seseorang membeli restoran ini dengan harga sangat tinggi. Oleh itu, kami menjualnya dengan pria itu."
Lea mematung. Pikirannya tersesat. Dia di pecat, dan di tagih utang. Tanpa sadar, dia berbalik dan berjalan menuju pria yang duduk menyilangkan kakinya. Pria itu adalah pembeli restoran ini.
"Tuan," sapa Lea.
"Iya."
"Apakah anda membeli restoran ini?"
"Iya."
"Aku karyawan restoran di sini. Boss memecatku. Tetapi, aku membutuhkan pekerjaan. Bisakah Tuan, tetap memepekerjakanku?"
"Keahlianmu?"
"Chinese Food."
"Kami western food. Maaf sekali, kami tidak bisa menerimamu."
"Tetapi aku bisa belajar."
"Maaf sekali, kami tidak membutuhkan orang yang baru belajar."
"...."
Lea menelan ludahnya. Harapannya hilang seketika. Dia sedikit membungkuk dan berkata, "Terima kasih, semoga restoran berjalan lancar."
Lea kembali pada Boss. Belum saja Lea, berkata satu hal. Boss sudah membuka mulutnya.
"Jangan lupa,waktumu tiga hari aku berikan. Lunasi utangmu! Seminggu lagi, aku berangkat ke Singapore."
"Iya," jawab Lea dengan wajah terlihat sedih. Dimana dia mendapatkan uang? Dia tidak tahu caranya.
"Semoga Cici cepat sembuh, boss. Aku pergi dulu, mencari uangnya,"pamit Lea.
Lea kembali melangkah keluar restoran. Tidak menyadari kehadiran Zayn yang mengamati diam-diam dari seberang jalan. Zayn terlihat tenang di balik kemudinya, mengikuti dengan perlahan, dia mengamati setiap gerak-gerik Lea, yang berjalan masuk satu restoran demi restoran. Namun terlihat memasang wajah kecewa, ketika keluar dari restoran.
Aku sudah memblokir seluruh jalanmu. Mulai hari ini, kau hanya bisa bergantung padaku.
Melihat Lea berhenti di sebuah halte bus. Zayn menepikan mobilnya, tepak di belakang sebuah mobil, sehingga mobil miliknya akan terlindung dari pandangan Lea.
Zayn merogoh ponselnya, menelepon seseorang yang tampak berbicara serius dengan Boss restoran tempat Lea bekerja sebelumnya.
Pria itu terlihat segera memotong pembicaraannya, ketika melihat nama 'Boss Zayn' pada layar ponselnya, dia segera mengangkat telepon. Pria itu adalah pembeli restoran yang di utus oleh Zayn.
"Hallo, Byan .... Bayarkan penuh untuk Koko, dan berikan sedikit bunga karena sudah memecat wanitaku," perintah Zayn.
"Baik, Pak Zayn ...," jawab Pria itu di seberang sana.
Zayn memutuskan sambungan selulernya. Dia mengamati setiap gerak-gerik Lea yang terlihat termanggu pada kursi panjang halte bus, tempat dia bisa menunggu.
Kau terlihat sangat galau, sayang. Tetapi, itu memang tujuanku.
Tidak lama, sebuah bus datang. Lea langsung berdiri, dan masuk dalam bus. Di saat Bus bergerak melewati mobil Zayn. Zayn bisa melihat, kepala Lea bersandar pada kaca bus. Gadis itu terlihat memejamkan matanya, dan keningnya terlihat mengerut tajam.
Aku telah jatuh hati pada Bella, sekali lagi Bella membuatku jatuh cinta. Bella, aku akan mendapatkanmu lagi.
***
Pukul 12.00 Siang
Zayn mengetuk bukunya pada mejanya dengan keras. Mengejutkan semua hadirin rapat.
"Perbaiki semua rencana design kalian. Yang aku inginkan adalah apartemen seperti Gedung Heritage juga didesain dengan konsep green and healthy building dengan geometri bangunan menghadap utara-selatan, memanfaatkan pencahayaan alami, menyediakan bukaan ventilasi di sekeliling bangunan, dan dikelilingi dengan 28 jenis pepohonan yang berfungsi melindungi bangunan dari sinar matahari langsung dan mengurangi pencemaran udara," punya Zayn dengan rahang yang terlihat keras, dan mimik yang terlihat sangat serius.
"Baik, Pak Zayn."
"Segera kami perbaiki, Pak."
"Akan kami revisi kembali, Pak."
Jawab satu demi satu hadirin rapat yang tergabung dalam team perencanaan dan pembangunan Apartemen Syafira Green. Zayn menamakan pfopertinya, dengan menggunakan nama depan mediang istrinya. Syafira Bella.
"Jika kalian sudah memahaminya, rapat berakhir." Zayn berdiri, meninggalkan ruang rapat.
Desta, Sekretaris Zayn segera menyusul langkah Zayn masuk ke dalam ruang kerja.
"Bapak, ingin aku pesankan makanan dari restoran kita," tawar Desta.
"Tidak perlu. Aku akan makan bersama seseorang," tolak Zayn tanpa memberi pandangan pada Desta yang telah berdiri di sisi meja.
Desta dikejutkan dengan jawaban Zayn.
Seseorang? Siapa dia? Wanita! Ah, aku tidak berani bertanya. Semoga saja bukan wanita. Pak Zayn, aku menyukaimu. Sangat menyukaimu.
"Baik, pak. Saya permisi pergi," pamit Desta berlalu meninggalkan ruangan.
Blam! Selepas terdengar daun pintu bersatu dengan kusen. Zayn merogoh ponselnya, dan menelepon Lea.
"Halo, kita makan siang, yuk ...," ajak Zayn.
"Tidak. Aku sedang sibuk bekerja di restoran. Banyak pelanggan di jam makan siang."
Zayn tersenyum mendapatkan kebohongan Lea pertama kali. Sudah sangat jelas, Lea telah kembali berdiam dalam rumah susunnya.
"Baiklah, aku akan mampir ke restoran," kejar Zayn dengan sengaja.
"Jangan! Bossku tidak suka aku menerima tamu. Sepulang kerja, kita bisa bertemu ...,"jawab Lea terdengar sangat gugup.
Zayn tersenyum lagi, mendapatkan Lea telah tersudut dalam kebohongannya.
"Baiklah, aku akan makan di kantor saja. Oh, iya kalau kau butuh sesuatu, jangan lupa hubungi aku, yah ...," tawar Zayn.
"Aku tidak ada membutuhkan apapun! Aku banyak pekerjaan. Aku tutup teleponnya, yah. Bye ...."
Lea mengakhiri panggilan Zayn.
......................
Bersambung....
Love Every1
JEJE
setiap hari selalu mengecek kelanjutan cerita TSO..
Up dunk Thor.. plisssss
kapan terungkapnya sih😭😂