Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjenguk Dean
"Sstt.. Kai" bisik seorang anak kecil yang mendekati Kaivalya.
tingginya sama dengan anak berusia delapan tahun.
"Apa?" tanya Kaivalya juga berbisik
Mustafa, Aariz, Arthayasa dan Cantika juga melirik ke arah Kaivalya karena sosok yang mereka lihat adalah Suga, anak dari Icang si jin genderuwo penunggu sekolah milik Zaki.
"Suga belum di kasih susu coklat sama kak Alda, mana susu coklat Suga?" tanya Suga yang usia sebenarnya sama dengan Liam dan Lintang.
"Ada di ruangan Om Zaki katanya, kamu ke sana saja dan bilang mau ambil kiriman dari Tante Esmeralda" jawab Kaivalya
"Yah.. Harus nyamar jadi manusia dong? Suga malas, sering di lihatin Om Brata" keluh Suga
"Ya kamu nyamar jadi istrinya jadi pasti di lihatin, nyamar jadi Om Tama atau Om Toni" jawab Kaivalya
"Nah itu masalahnya, Suga hanya bisa nyamar jadi kak Briana saja, ilmu Suga belum sampai" jawab Suga duduk di meja Kaivalya sampai memainkan pensil milik Mustafa yang hanya cuek melihat pensilnya bergerak sendiri karena tahu Suga sedang berada di sana dan para mahasiswa lain mulai merinding melihat pensil itu bergerak sendiri.
"Ya sudah tunggu sampai jam istirahat" jawab Kaivalya
"Ya sudah, Suga tunggu di bawah pohon papa ya, nanti Suga mau main sama anaknya Om Peter soalnya" ucap Suga
"Iya" jawab Kaivalya
"Kaivalya! Kenapa bisik bisik, maju dan jelaskan materi yang bapak sampaikan tadi" perintah dosen karena melihat Kaivalya terus berbisik bisik dengan tembok.
"Baik pak" jawab Kaivalya menatap datar Suga yang memperlihatkan senyum cerahnya.
"Dasar anak genderuwo" gerutu Kaivalya sambil menjewer telinga Cantika saat melewati meja Cantika.
"Pak, Kaivalya jewer telinga saya pak" adu Cantika
"Tidak pak, Cantika pasti GeEr karena saya nggak sengaja senggol dia tadi" jawab Kaivalya menjulurkan lidahnya pada Cantika.
"Segera lakukan apa yang saya minta tadi" ucap dosen
Kaivalya melakukan apa yang di minta dosennya, semua materi yang di bahas oleh dosen itu bisa dia jelaskan dengan baik dan lancar karena memang Kaivalya punya kepintaran di atas rata rata, sama seperti teman temannya yang lain yang punya kemampuan Indra keenam.
••••••••••••••
Selesai kuliah, Kaivalya juga yang lain langsung menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Dean, Zeeshan dan Kaivalya memberikan banyak mainan untuk Dean bahkan mereka membawa makanan untuk Dean juga.
"Wah, mobil mobilan warna merah, Dean suka, terima kasih papa" ungkap Dean
"Sama sama, nanti Dean papa ajak main ke rumah papa ya, banyak mainan papa di sana, masih tersimpan rapi dan sering di mainkan anak anak di perumahan" jawab Kaivalya
Dean baru saja membuka hadiah dari Kaivalya dan Zeeshan, Anthony dan Tiffany terlihat senang melihat Dean bahagia, meskipun Tiffany tidak ingat apapun, dia selalu bersama Dean dan menjaganya, Anthony bahkan meminta Tiffany untuk berhenti bekerja dan akan mencari sekertaris dan asisten pribadi seorang laki laki agar Tiffany tidak cemburu lagi padanya, meski sekarang Tiffany masih kesal pada Anthony setelah hampir menceraikan dia karena tipuan Meri.
"Ini dari mama, tadinya mama mau kasih kamu kue, tapi kuenya gagal" ucap Cantika memberikan jaket yang dia beli di perjalanan ke rumah sakit.
"Ini juga bagus ma, pas saat Dean pakai dan hangat seperti di peluk mommy" ungkap Dean langsung memakai jaket itu.
"Dean memang suka warna merah, terima kasih kalian masih peduli pada Dean meski dia belum ingat kalian sepenuhnya" ungkap Anthony
"Tidak apa apa Om, kami juga di panggil mama papa baru satu hari setelah Dean menghilang masuk kembali ke tubuhnya" jawab Zeeshan
"Apa kalian baru pulang kuliah?" tanya Tiffany karena para pemuda pemudi itu masih memakai tas dan juga terlihat membawa laptop.
"Iya Tante, kami mau kerja kelompok, kebetulan tadi hanya sampai pukul dua belas kuliahnya karena kampus sebentar lagi akan mengadakan wisuda untuk lulusan semester akhir, kami di pulangkan lebih cepat" jawab Kaivalya
"Kalau Shan memang baru pulang sekolah Tante, bolos lebih tepatnya" ucap Zeeshan membuat Tiffany gemas dan mencubit pipi Zeeshan.
"Sayang jangan begitu" protes Anthony tapi di tatap sinis Tiffany.
"Papa, mama, Dean kata pak dokter sudah boleh pulang besok lusa, kalian ke rumah Dean ya, sama kakak kakak lain juga" ucap Dean
"Iya, kebetulan lusa hari Minggu jadi papa bisa jemput kamu pulang" jawab Kaivalya
"Mama juga akan ikut" ucap Cantika tapi langsung di tatap sinis Kaivalya.
"Apa, aku juga akan ikut jemput anakku" ketus Cantika
"Anakku, pertama suruh bujuk kamu malah panggil dia tuyul" gerutu Kaivalya
"Kamu juga suruh aku kasih ASI ke Dean, mana ada aku punya ASI" cibir Cantika membuat semuanya terkekeh.
Sementara si kecil Dean sedang asik bermain mobil mobilan dengan Zeeshan, Mustafa, Aariz, Arthayasa dan Shafeea.
"Pantas saja Dean koma dalam waktu yang lama, ternyata dia berkeliling melihat apa yang belum pernah dia lihat di luar sana, selama ini kami mengurung Dean di rumah karena kami takut Dean terluka, tapi ternyata mau itu di dalam atau di luar rumah, ancaman bisa saja terjadi" ungkap Anthony
"Iya Om, Dean ini kesepian katanya, dia punya dua orang tua tapi sibuk bekerja, punya banyak mainan tapi hanya dia sendiri yang memainkan, punya banyak makanan juga katanya di tidak bisa makan kalau tidak ada kalian" ungkap Zeeshan
"Kami akan lebih memperhatikan Dean, Tante juga akan berada di rumah untuk menemani Dean, apa Dean mau sekolah TK di Smith?" tanya Tiffany yang di berikan formulir pendaftaran sekolah TK oleh Zaki, agar Dean bisa berinteraksi dengan anak anak seusianya.
"Mau mommy, Dean mau punya teman banyak, Dean sudah punya teman dua orang di perumahan Dark Dragon mamanya Ana dan Amara" jawab Dean yang saat masih menjadi roh, dia sering di ajak bermain oleh dua anak Andomeda dan Altair yang juga bisa melihat makhluk halus.
"Itu anaknya Om Altair dan Om Andromeda, Usianya sama dengan kamu" ucap Kaivalya
"Iya, kalian bisa berteman, ada banyak anak anak seusia Dean juga di sekolah, kamu bisa punya banyak teman" ucap Cantika
"Dean jadi tidak sabar ingin sekolah" ungkap Dean berbinar.
Pukul satu siang mereka pamit untuk ke ruangan Deni, tak lupa Kaivalya dan Zeeshan mengecup kening Dean begitupun dengan Cantika yang memeluk anak imut itu dengan gemas, mereka juga membeli beberapa makanan sebelum ke rumah Deni karena mungkin mereka akan menghabiskan banyak waktu di rumah Deni untuk mencari mengerjakan tugas.
"Lo udah lama di sini?" tanya Kaivalya pada salah satu temannya yang bernama Arkham
"Gue pulang bareng Deni tadi, sekalian shalat di sini" jawab Arkham
"Ini, kami bawa banyak makanan, Lo pasti belum makan" ucap Mustafa
"Alhamdulillah, terima kasih ya" ucap Arkham dan Deni
"Orang tua Lo mana?" tanya Kaivalya yang tanpa dia sadari sudah di awasi sesuatu yang mengikutinya sejak Kaivalya sampai di rumah Deni.