NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Suara mesin kembali meraung memenuhi arena. Theo dan Reno melaju berdampingan sejak garis start. Kali ini balapan berlangsung jauh lebih sengit dibanding sebelumnya. Beberapa kali Reno mencoba menyalip. Namun, Theo tetap mampu mempertahankan posisinya.

"Ayo Theo!" Teriak Ken dari pinggir lintasan.

"Sedikit lagi!" Almond ikut melompat-lompat kegirangan.

Lintasan terakhir sudah terlihat. Di depan sana hanya tersisa satu tikungan tajam sebelum garis finis. Theo menyeringai di balik helmnya. Ia mengenal tikungan itu dengan baik. Sudah berkali-kali ia melewatinya. Motor Si Jago masih terasa stabil. Mesinnya meraung sempurna.

Sementara Reno tertinggal beberapa meter di belakang.

"Menang lagi." Gumam Theo pelan.

Ia mulai memiringkan motornya memasuki tikungan terakhir. Ban depan dan belakang mencengkeram aspal. Semua berjalan normal, sampai tiba-tiba ada sesuatu yang terasa aneh di bawah bannya.

Theo mengernyit, 'apa itu?'

Belum sempat ia berpikir lebih jauh, roda motornya mendadak kehilangan cengkeraman. Ban itu menggilas sesuatu yang bulat dan licin dan puluhan kelereng kecil yang tersebar di jalur tikungan.

Mata Theo membelalak. "Sial!" Motor Si Jago langsung oleng. Theo berusaha mengendalikan setang tetapi semuanya terjadi terlalu cepat. Motor tergelincir ke samping, tubuh Theo terlempar dari jok.

Suara benturan keras menggema di arena. Beberapa penonton langsung menjerit kaget. Motor Si Jago meluncur beberapa meter sebelum akhirnya berhenti dalam posisi miring.

Sementara Theo berguling di atas aspal beberapa kali sebelum tubuhnya akhirnya berhenti. Arena yang sebelumnya penuh sorakan langsung berubah hening. Ken yang melihat kejadian itu membeku beberapa detik.

Wajahnya pucat, "Theo..." Gumamnya.

Almond bahkan menjatuhkan botol minum yang sedang dipegangnya.

"Theo!" Teriaknya panik. Keduanya langsung berlari menuju lintasan.

Di sisi lain, Reno yang baru saja melewati tikungan itu refleks mengerem motornya. Matanya membesar melihat Theo terjatuh.

Dia memang ingin menang, dia memang marah. Namun, melihat kecelakaan itu secara langsung tetap membuat dadanya berdebar kencang oleh rasa takut. Beberapa penonton mulai berlarian ke arah Theo. Suasana arena berubah kacau.

Malam semakin larut.

Ara yang awalnya hanya berniat merebahkan tubuh sebentar di atas kasur tanpa sadar tertidur. Ponselnya tergeletak di samping bantal. Lampu kamar masih menyala. Bahkan, pakaian yang dikenakannya belum sempat diganti.

Suara gedoran keras di pintu membuat Ara langsung terbangun.

"Hah?!" Ara terduduk dengan rambut berantakan. Jantungnya berdegup kencang. Butuh beberapa detik sampai ia sadar dengan keadaan sekitar.

"Astaga..." Gumamnya sambil mengusap wajah. "Aku ketiduran?"

Gedoran kembali terdengar.

"Nyonya Ara!"

Ara langsung bangkit dari tempat tidur.

"Iya, iya!" Ia bergegas menuju pintu dan membukanya.

Di depan sana berdiri salah satu pelayan dengan wajah panik.

"Nyonya..." Pelayan itu tampak gugup.

Ara langsung mengerutkan kening.

"Ada apa?"

Pelayan itu membuka mulut lalu menutupnya kembali. Seolah bingung harus mulai dari mana.

Ara semakin tidak sabar. "Ngomong!"

"Nyonya, saya..."

"Ada apa?!" Desak Ara. Suara Ara yang meninggi membuat suasana lantai dua menjadi ramai. Tak lama kemudian pintu kamar Elang terbuka.

Pemuda itu keluar dengan wajah bingung. Begitu pula Alya yang muncul dari kamarnya sambil mengucek mata.

"Kenapa ribut-ribut?" Tanya Elang.

Pelayan itu menelan ludah. Lalu akhirnya berkata,

"Barusan kami mendapat telepon dari rumah sakit."

Ara langsung membeku. 'Rumah sakit?'.

Entah kenapa firasat buruk langsung menghantam dadanya.

"Siapa yang masuk rumah sakit?" Tanya Ara cepat.

Pelayan itu tampak ragu dan akhirnya menjawab,

"Tuan Muda Theo."

Wajah Alya langsung pucat, sedangkan Elang menegang. Ara merasakan jantungnya seperti berhenti sesaat.

"Apa?"

"Tuan Muda Theo mengalami kecelakaan." Kalimat itu membuat suasana menjadi sunyi.

"Kecelakaan?" Ulang Elang pelan.

Pelayan mengangguk.

"Mereka mengatakan kecelakaan di arena balap."

Mata Ara langsung membesar. "Arena balap?!"

Pelayan kembali mengangguk.

"Rumah sakit yang menghubungi kami, Nyonya."

Alya langsung menutup mulutnya, wajahnya memucat. Sementara Elang mengepalkan tangannya.

'Theo balapan lagi, bocah itu benar-benar balapan lagi.'

Ara langsung berbalik menuju kamarnya.

"Rumah sakit mana?" Tanyanya cepat.

Pelayan segera menyebutkan nama rumah sakit. Ara langsung mengambil tas dan ponselnya. Tanpa memedulikan rambutnya yang masih berantakan. Tanpa memedulikan sandal yang bahkan belum terpasang dengan benar.

"Aku ke sana." Ucap Ara tegas.

Lalu ia berjalan cepat menuju tangga, baru beberapa langkah, Elang ikut menyusul.

"Aku ikut."

Ara menoleh.

Elang tampak berusaha terlihat tenang. Namun, wajahnya jelas menunjukkan kecemasan.

"Aku juga." Suara Alya terdengar dari belakang.

Gadis itu tampak hampir menangis. Ara menatap keduanya beberapa detik, lalu mengangguk.

"Cepat."

Tidak ada yang membantah. Mereka bertiga langsung berlari turun ke lantai bawah. Salah satu pelayan sudah menyiapkan mobil.

Malam yang beberapa jam lalu masih terasa tenang kini berubah menjadi penuh kepanikan.

Di dalam hati Elang muncul kekhawatiran lain. Ia melirik Ara yang duduk di kursi depan.

Sejak mengetahui Theo balapan dan masuk rumah sakit, wanita itu belum mengomel satu kali pun. Justru itu yang membuat Elang semakin gelisah, bukan karena Theo kecelakaan. Melainkan karena setelah Theo sadar nanti, Theo mungkin akan menerima amukan terbesar yang pernah diberikan ibu tirinya.

Sementara Alya hanya menggenggam erat ujung bajunya. Berdoa dalam hati agar kakaknya baik-baik saja. Dan di kursi depan, Ara terus menatap jalan gelap di depan mereka. Tangannya menggenggam ponsel begitu erat.

Sejak menikah dengan Nathan, ini pertama kalinya, dia benar-benar merasa takut kehilangan salah satu anak tirinya.

1
Sri Wulandari
jangan² cucu sahabat omanya Alya itu Ken 🤔
Sri Wulandari
Ken sprtinya suka qm makanya dia suka ngusilin qm
Sri Wulandari
harus resepsionis itu menghubungi Mohan asisten Nathan buat konfirmasi klu ada Ara yg mengaku istrinya Nathan nah klu sdh gini siap² qm kehilangan pekerjaan mu mbk 😔
Sri Wulandari
pasti itu pelayanan yg sm pas dulu suka ngomporin Alya waktu msh blm menerima Ara jd ibu tirinya 🤔
Sri Wulandari
beruntung Nathan menjadikan Ara sbgai istrinya bagitu pula dg anak²nya memiliki ibu sambung yg peka dg kondisi & keadaan mereka yg sllu mengkhawatirkan mereka setiap saat
Sri Wulandari
ya ampun Alya Theo jahilnya g hilang² orangtua sendiri d jaili malu kan mereka 😅
knp Alya g jd dokter sj drpd jd perawat thour 🤔
atulyaas
nyonya ga sih ka harusnyaa, kan udaa nikah dokternya tau juga itu mama nya elang
Sri Wulandari
baru unboxing ayah Nathan selama 3th kerinduan yg terpendam akhirnya tersalurkan....selamat smoga segera launcing apalagi klu smpai jd 2
Sri Wulandari
klrg Vasilo sangat menyayangi anak² tiri Ara.... mereka sdh menganggap anak² itu menjadi bagian klrg Vasilo
Alya qm pasti BT ya...smua orang mengerjain mu.... tunggu sbntr lg akan ada kejutan luar biasa utk mu qm pasti d buat syok dg hadiah yg qm terima nti....
Happy Birthday Alya bahagia sllu 😍🥰🥰🤗🤗🤗🎂🍭🍭🍦🎉🎆
Sri Wulandari
walaupun tinggal d luar negeri & menjadi bagian klrg kaya tp Alya ttp menjadi pribadi yg sederhana & g sombong begitu pun dg kakaknya yg lain ayah Nathan & Ara sdh berhasil mendidik anak²nya dg sangat baik 🤗
Sri Wulandari
Theo mmng suka buat mslh tp dia sllu bertanggungjawab dg setiap pilihan & mimpinya yg g pernah hilang adalah menjadi pembalap profesional senyum sllu mengembang matanya sllu berbinar karna balapan adalah sebagian dr jiwanya yg g pernah bs dia lepas smpai kpn pun 🤗
Sri Wulandari
mm Ara mmng polos ayah Nathan.... benar² kena mental itu mantan ayah mmng ulat bulu g tau malu salah cari dia mm Ara koq d lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Wulandari
Nathan ayah yg hebat demi demi keutuhan klrgnya & kebahagiaan ketiga anaknya dia akhirnya mendapatkan kesempatan utk bersama Ara walaupun mereka smua hrs berpisah selama 3th... waktu yg tdk sebentar tetapi ada kepastian klu mereka suatu hari bs bersama selama membangun klrg bahagia impian Nathan & anak²nya bersama Ara sbgai mama pilihan mereka 🥰🥰🤗

😍😍😍😍😍
Sri Wulandari
Elang mulai PDKT😄
mars
mafioso ga tuh punya ibu tiri😄
Sri Wulandari
Theo lebih gercep dr ayah Nathan utk membawakan Ara kembali pulang semangat Theo qm pasti bs membawa mm Ara pulang
Sri Wulandari
Theo berusaha menjadi kakak yg baik buat Alya apapun akan dia lakukan utk adiknya demi membawa mm Ara pulang.... semangat Theo bkn kemenangan yg hrs d raih tp sebuah proses & usaha yg gigih utk membuktikan klu kalian menginginkan mm Ara kembali pulang 💪💪💪🤗🤗
Sri Wulandari
Theo si pembuat onar akhirnya berpikiran dewasa & berusaha bertanggungjawab dg smua keputusannya
Sri Wulandari
terharu dech bacanya...
akhirnya Theo bs mengungkapkan perasaannya .....Theo, Alya, & Elang mereka sebenarnya anak² yg baik hamya sj karna kehilangan seorang mama membuat mereka merasa kesepian tanpa perhatian & kasih sayang karna ayah Nathan yg sllu sibuk sehingga mereka benar² kehilangan sosok seorang ibu tp kehadiran Ara membuat mereka sadar bahwa hidup mereka menjadi lebih hangat stlh k hadiran Ara walaupun awalnya mereka menolak karna mereka mengira ibu tiri itu seorang yg kejam & suka melakukan kekerasan & hanya mencintai ayah mereka sj....
tp nyatanya tdk dg Ara....dia bs membuat mereka merasa terlindungi d sayangi... Theo yg suka membuat membantah & membuat mslh pun jg merasakan kasih sayang itu
Sri Wulandari
ternyata anak² ayah Nathan smua polos sllu menganggap ibu tiri itu jahat & suka menganiaya....buktinya ibu ara d bilang pkai ilmu sihir k banyakan halunya itu 😂😂🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!