NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertama Kalinya Sofia Panggil Kakak

Dua bulan kemudian.

Sofia De Luca umur 2 bulan 14 hari.

Rambutnya sudah agak tebal, pipinya bulat, matanya mirip Elena, tapi hidungnya mirip Lorenzo. Kalau nangis, suaranya bisa kedengaran sampai pos satpam.

Pagi itu jam 06.00, mansion De Luca sudah tidak heboh lagi.

Elena sudah agak bisa tidur 4 jam semalam. Sofia tidak rewel lagi jam 2 pagi, cuma bangun jam 4 pagi minta susu.

Leon dan Luna sudah siap sekolah. Seragam SD hitam dan pink sudah rapi. Tapi mereka tidak langsung berangkat. Ada ritual baru tiap pagi.

Ritualnya: cium Sofia dulu baru berangkat.

Luna yang pertama.

Luna jongkok depan box bayi Sofia yang ada di ruang tamu.

"Hai Sofia, kakak Luna mau sekolah dulu ya, jangan nakal, jangan nangis terus, nanti Mama capek," kata Luna, cium jidat Sofia.

Sofia yang lagi melek, lihat Luna, tangannya gerak-gerak.

Leon giliran. "Sofia, kakak Leon berangkat dulu ya, jaga Mama, jangan rewel," kata Leon, cium tangan kecil Sofia.

Sofia diam, kayak ngerti.

Jam 07.00, Leon dan Luna berangkat. Elena gendong Sofia, antar sampai gerbang.

"Belajar yang pinter ya," kata Elena.

Mobil Rolls Royce jalan.

Mansion jadi sepi, tinggal Elena, Sofia, Lorenzo, Thomas, dan suster.

Jam 09.00, Elena lagi nyusuin Sofia di sofa. Lorenzo di sebelahnya, laptop di pangkuan, kerja, tapi matanya lihat Sofia terus.

Sofia selesai susu, sendawa. Elena tepuk-tepuk punggung Sofia pelan.

Tiba-tiba, Sofia lihat Lorenzo. Matanya fokus.

Mulut kecil Sofia buka.

"Pa... pa..."

Suara kecil, tidak jelas, tapi jelas ada huruf P dan A.

Elena kaget. "Pa? Sofia bilang Papa?"

Lorenzo yang dengar, laptopnya hampir jatuh.

"Apa? Sofia bilang apa?" tanya Lorenzo, langsung dekatin wajahnya ke Sofia.

Sofia lihat Lorenzo lagi, senyum, mulutnya buka lagi.

"Pa... pa..."

Kali ini lebih jelas.

Lorenzo langsung bengong. Bos mafia paling ditakuti, yang tidak pernah nangis, matanya berkaca-kaca.

"Sofia... panggil Papa... Sofia panggil Papa..." kata Lorenzo, suaranya gemetar.

Elena ikut nangis, tapi nangis bahagia. "Sofia umur 2 bulan sudah bisa panggil Papa! Pinter banget!"

Lorenzo ambil Sofia dari gendongan Elena, gendong tinggi.

"Sofia, panggil lagi, panggil Papa lagi," kata Lorenzo.

Sofia ketawa, "Pa... pa..."

Lorenzo peluk Sofia erat. Dia langsung telepon Thomas.

"Thomas! Sofia bisa panggil Papa! Beli kue! Beli balon! Pesta kecil hari ini!"

Thomas yang di dapur kaget, "Siap Tuan! Pesta apa Tuan?"

"Pesta Sofia panggil Papa pertama kali!"

Jam 12.00, Leon dan Luna pulang sekolah setengah hari karena ada rapat guru.

Mereka masuk mansion, lihat balon biru (karena Sofia panggil Papa, jadi biru, bukan pink) banyak di ruang tamu.

"Mama, ada pesta apa?" tanya Luna.

Elena gendong Sofia, senyum lebar. "Sofia tadi panggil Papa! Pertama kalinya!"

Leon dan Luna langsung lari ke Sofia.

"Sofia panggil Papa? Luna kapan dipanggil?" tanya Luna, agak cemburu.

Leon juga, "Leon juga mau dipanggil!"

Lorenzo yang masih gendong Sofia, kasih Sofia ke Leon dan Luna.

"Coba panggil kakak," kata Lorenzo ke Sofia.

Sofia lihat Leon dan Luna, diam.

Luna coba, "Sofia, bilang Ka... kak... Luna..."

Sofia diam, mainin jari Luna.

Leon coba, "Sofia, bilang Leon... Leon..."

Sofia juga diam.

Luna cemberut. "Sofia cuma sayang Papa, gak sayang kakak..."

Elena ketawa. "Sabar sayang, Sofia baru bisa bilang Pa Pa, nanti juga bisa bilang kakak."

Sore jam 15.00, Leon dan Luna tidak mau main. Mereka duduk di depan box Sofia, ngajarin Sofia ngomong.

Luna bawa buku bergambar.

"Sofia, ini A... Apel... bilang A..." kata Luna.

Sofia lihat buku, malah ngantuk.

Leon bawa mobil-mobilan. "Sofia, ini mobil... bilang mo... bil..."

Sofia malah nangis, karena ngantuk.

Elena ambil Sofia, gendong, tepuk-tepuk.

"Anak-anak, Sofia masih 2 bulan, masih kecil, belum bisa diajarin banyak. Nanti kalau sudah 6 bulan, baru bisa panggil kakak," kata Elena.

Leon dan Luna angguk, tapi masih agak sedih.

Malam jam 19.00, makan malam.

Sofia di box bayi di samping meja makan, tidur.

Tiba-tiba Sofia bangun, nangis kecil.

Elena mau ambil, tapi Leon lebih cepat.

Leon gendong Sofia, goyang-goyang kayak yang diajarin suster.

"Jangan nangis Sofia, kakak Leon di sini," kata Leon.

Sofia lihat Leon, diam, lalu mulutnya buka.

"Ka... ka..."

Suaranya kecil banget, hampir tidak kedengaran.

Tapi satu meja makan dengar.

Luna yang dengar langsung berdiri. "Sofia bilang kakak! Sofia bilang kakak!"

Leon yang gendong Sofia bengong. "Sofia... bilang kakak... ke Leon?"

Sofia ketawa, "Ka... ka... ka..."

Elena dan Lorenzo langsung tepuk tangan.

"Ya ampun! Sofia panggil kakak! Umur 2 bulan bisa panggil kakak!" teriak Elena.

Lorenzo foto lagi, video lagi.

Luna cemburu lagi, "Kok ke Leon dulu? Luna kan ketua kelas!"

Leon senyum bangga, gendong Sofia muter-muter ruang makan.

"Sofia panggil Leon kakak pertama! Leon kakak paling disayang Sofia!"

Luna protes, ambil Sofia dari Leon.

"Sekarang panggil Luna! Luna! Luna!"

Sofia lihat Luna, capek, lalu tidur lagi.

Luna cemberut, tapi senyum juga. "Yaudah, besok Luna diajarin lagi."

Malam itu, di dinding kamar Leon dan Luna, aturan babysitter cilik ditambah lagi, tulisan Leon besar-besar:

_ATURAN NOMOR 3: SOFIA SUDAH BISA PANGGIL PAPA DAN KAKAK LEON! BESOK HARUS BISA PANGGIL KAKAK LUNA!_

Apakah besok Sofia bakal bisa panggil Luna, atau malah panggil Bruno yang dulu pernah bully Leon?

*BERSAMBUNG*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!