NovelToon NovelToon
Memburu Langit Abadi

Memburu Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: RENDY Marcelius

Dia adalah monster yang dibuang dunia. Tapi matanya menyimpan rahasia yang membuat Langit gemetar.

Liu Xuanyuan — yatim piatu, dijuluki "Monster Bermata Ganda", hidup diabaikan di gerbang Sekte Awan Langit. Tidak ada yang tahu bahwa Pupil Ganda di matanya bukan kutukan, melainkan jendela ke segala kemungkinan yang takdir sembunyikan. Hingga sebuah cincin kuno jatuh ke tangannya, dan kebenaran tentang orang tuanya, tentang langit, dan tentang dirinya mulai terungkap satu per satu.

Dia tidak lahir untuk dipimpin. Dia lahir untuk memburu takdir yang ditulis orang lain.

Perjalanan dari penjaga gerbang yang tidak diinginkan... hingga menjadi satu-satunya yang berani menatap Langit Abadi dan berkata: "Aku tidak menerima takdirmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RENDY Marcelius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MONSTER DI GERBANG AWAN LANGIT

Hujan turun dingin, membasahi batu-batu tua yang sudah berusia ribuan tahun.

Di depan gerbang raksasa Sekte Awan Langit, seorang pemuda duduk meringkuk di bawah atap kecil yang bocor. Pakaiannya lusuh, penuh tambalan, warnanya sudah pudar menjadi abu-abu kotor. Kakinya telanjang, bersandar pada tiang batu yang dingin.

Namanya Liu Xuanyuan. Umur enam belas tahun. Di sekte ini, dia tidak lain adalah penjaga gerbang yang tidak diinginkan.

Dia menunduk, membiarkan rambut hitam kusam jatuh menutupi sebagian wajahnya. Tapi tidak peduli seberapa jauh dia menunduk, orang-orang yang lewat selalu melakukan hal yang sama - mereka memalingkan wajah, mempercepat langkah, dan berbisik.

"Itu dia... anak monster itu."

"Lihat matanya... mengerikan."

"Seharusnya dia tidak dibiarkan hidup."

Xuanyuan tidak menoleh. Dia sudah terbiasa.

Dia perlahan mengangkat kepalanya sedikit — cukup agar cahaya redup dari lentera gerbang jatuh ke wajahnya. Dan di sana, di mata kirinya, terlihat sesuatu yang tidak wajar: dua pupil hitam, berlapis satu sama lain membentuk lingkaran konsentris, seperti pusaran tanpa dasar.

Bagi dunia, itu adalah cacat. Kutukan. Bukti bahwa dia adalah benih iblis yang seharusnya dimusnahkan sejak lahir.

Xuanyuan menatap tetesan hujan yang jatuh dari langit. Matanya tidak menyala. Tidak ada aura kekuatan. Hanya kesunyian yang dalam, seperti danau yang belum pernah tersentuh angin.

"Monster..." bisiknya pelan, suara hampir tertelan gemuruh hujan. "Itulah yang mereka katakan. Sejak aku ingat, tidak ada yang pernah melihatku sebagai manusia."

Dia tidak ingat orang tuanya. Yang dia ingat hanyalah panti asuhan yang mengusirnya, desa yang melemparinya batu, dan akhirnya Sekte Awan Langit yang menerimanya - bukan karena kasihan, tapi karena tidak ada yang mau menjaga gerbang terpencil ini.

Tiba-tiba, sesuatu di tanah basah di kakinya berkilau samar.

Bukan emas. Bukan permata. Sebuah cincin perak tua, kusam, tertutup lumut dan karat, tergeletak di antara retakan batu. Seperti sudah ada di sana selama ratusan tahun, menunggu seseorang yang tidak akan pernah dicari oleh siapa pun.

Xuanyuan mengulurkan tangan yang gemetar kedinginan. Jari-jarinya kotor, kasar, penuh luka kecil. Saat ujung jarinya menyentuh permukaan cincin itu —

DENGUNG.

Bukan suara. Lebih seperti getaran yang terasa di dalam tulang.

Cincin itu terasa hangat. Sangat hangat, seolah menyimpan sisa kehidupan yang belum padam. Dan di detik itu, Pupil Ganda di matanya berdenyut pelan - satu kali, dua kali - seolah menyambut sesuatu yang lama hilang.

"Akhirnya..."

Suara itu tidak datang dari luar. Itu bergema di dalam kepalanya, berat seperti gunung, kuno seperti langit itu sendiri.

Xuanyuan tertegun. Dia ingin melempar cincin itu. Tapi tangannya tidak bergerak. Dia merasa seolah-olah sepanjang hidupnya, dia tidak pernah memegang sesuatu yang benar-benar miliknya — sampai detik ini.

Dia perlahan menyelipkan cincin itu ke jari telunjuk tangan kanannya. Ukurannya pas. Seolah-olah cincin itu dibuat khusus untuk tangannya, ribuan tahun sebelum dia lahir.

Hujan semakin deras. Di belakangnya, gerbang besar Sekte Awan Langit berdiri sunyi dan angkuh. Di depannya, jalan setapak yang gelap dan tak berujung.

Xuanyuan menatap ke depan, ke arah kabut tebal yang menyembunyikan apa yang ada di luar sekte. Pupil Gandanya terbuka sepenuhnya untuk sesaat — dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia tidak melihat dunia yang menolaknya.

Dia melihat kemungkinan.

"Siapa aku?" bisiknya pada hujan.

Cincin di jarinya berdenyut lembut, seperti jantung yang bangun dari tidur panjang.

Dan jauh di atas sana, di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh siapa pun di dunia ini — Langit Abadi bergetar.

1
Eka P
h
Predi Siswanto
kapan kuat nya kalau kayak gini ini bukan pemburu langit tapi pemburu sampah bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!