NovelToon NovelToon
SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Stevan Alvaro kehilangan segalanya dalam semalam ketika sebuah konspirasi menghancurkan pita suaranya dan merenggut mimpinya menjadi penyanyi besar, yang disusul oleh pengkhianatan kekasihnya yang memilih pergi meninggalkannya di titik terendah. Namun, di saat dunia seakan runtuh, sebuah suara misterius dari Sistem Pintar bangkit di dalam benaknya, memberinya kemampuan absolut dalam komposisi, produksi, dan penguasaan alat musik meski tanpa suara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Brak!

Pak Surya membanting setumpuk koran cetak dan tablet digital ke atas meja kacanya dengan tenaga penuh.

Wajah manajer eksekutif itu terlihat sangat berantakan dan dipenuhi keringat dingin yang mengkilap.

"Lihat apa yang sudah kalian perbuat, dasar anak-anak tidak berguna!" teriak Pak Surya dengan suara melengking tinggi.

Dion dan Natasha duduk gemetar di sofa kulit, sama sekali tidak berani mengangkat wajah mereka.

"Semua media massa sekarang sedang melacak alamat IP penyebar rumor lipsync itu secara besar-besaran!"

"Pihak kepolisian siber juga sudah mulai bergerak karena ini adalah kasus pencemaran nama baik berskala nasional!"

Dion menelan ludahnya dengan susah payah dan menatap bos besarnya dengan mata memelas.

"T-tapi Pak Surya, bukankah Bapak sendiri yang menyewa buzzer itu lewat telepon?" ucap Dion terbata-bata mencoba membela diri.

Plak!

Sebuah tamparan yang luar biasa keras mendarat tepat di pipi kanan Dion hingga wajah pemuda itu berpaling.

Natasha menjerit tertahan dan refleks bergeser menjauh dari kekasihnya itu karena ketakutan setengah mati.

"Tutup mulut bodohmu itu sekarang juga!" bentak Pak Surya dengan napas memburu layaknya monster kelaparan.

"Kau pikir aku akan membiarkan label sebesar ini hancur berantakan hanya karena skandal murahan kalian berdua?"

Pak Surya merapikan jas mahalnya yang sedikit kusut dan menatap Dion dengan pandangan sedingin es.

"Mulai detik ini, kontrak debut kalian berdua aku batalkan secara sepihak tanpa pesangon."

Mata Dion dan Natasha terbelalak sempurna mendengar vonis mati karir mereka yang diucapkan begitu saja.

"Pak Surya! Tolong jangan lakukan ini, kumohon!" tangis Natasha sambil berlutut di atas karpet mahal ruangan itu.

"Aku tidak tahu apa-apa soal rumor itu, ini semua adalah murni ide Dion!" bantah Natasha memohon ampun dengan egois.

Dion menoleh ke arah Natasha dengan rahang menganga lebar karena tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Kekasih yang selama ini ia banggakan ternyata menusuknya dari belakang di saat ia sedang jatuh.

"Natasha? Apa yang kau katakan?! Kita ada di ruangan ini bersama saat merencanakan itu!" teriak Dion dengan wajah merah padam.

"Bukan aku! Kau yang terlalu terobsesi dan iri hati untuk mengalahkan si bisu itu!" balas Natasha sambil menangis histeris.

Pak Surya tertawa meremehkan melihat pertengkaran pasangan emasnya yang kini terlihat sangat menyedihkan dan patetis.

"Sudah cukup dramanya, kalian berdua sama saja tidak bergunanya di mataku sekarang."

"Aku sudah menyiapkan rilis pers resmi untuk disebarkan ke media satu jam dari sekarang."

"Isinya menyatakan bahwa Dion Alvaro bertindak sendiri menyewa buzzer karena iri hati, murni tanpa sepengetahuan label sedikit pun."

Jantung Dion seakan berhenti berdetak seketika mendengar rencana kejam manajernya itu.

Ia akan dijadikan kambing hitam tunggal untuk menanggung seluruh kemarahan publik se-Indonesia sendirian.

"Kau tidak bisa melakukan ini padaku, Surya!" teriak Dion bangkit dari sofa dengan kedua tangan mengepal kuat.

"Aku akan memberitahu semua media bahwa ini semua adalah perintah langsung darimu!"

Pak Surya menyeringai sangat licik dan menekan tombol interkom di meja kerjanya dengan santai.

"Satpam, seret dua sampah ini keluar dari gedungku sekarang juga," perintah Pak Surya ke arah mesin interkom.

"Silakan saja mengadu pada media, Dion. Lihat siapa yang akan mereka percaya, seorang manajer raksasa atau penyanyi gagal sepertimu."

Dua orang satpam berbadan besar langsung masuk ke ruangan dan menyeret tubuh Dion serta Natasha secara paksa.

"Lepaskan aku! Bajingan kau, Surya! Aku akan membalasmu!" teriak Dion memberontak sekuat tenaga.

Namun tenaganya sama sekali tidak berarti, tubuhnya diseret keluar dari gedung mewah itu persis seperti kantong sampah.

Di luar lobi gedung, kilatan blitz kamera dari belasan wartawan langsung menyambut mereka berdua dengan brutal.

"Dion! Apa benar kau yang menyewa buzzer untuk menjatuhkan grup The Zeros?!"

"Natasha! Tolong berikan tanggapan kalian tentang pembatalan kontrak dari Mega Bintang Sejahtera pagi ini!"

Pertanyaan bertubi-tubi dari para wartawan itu membuat kepala Dion terasa mau pecah berkeping-keping.

Ia menutupi wajahnya dengan jaket dan berlari menembus kerumunan wartawan menuju mobilnya, meninggalkan Natasha yang menangis di pinggir jalan.

Keadilan yang sangat puitis, persis seperti bagaimana ia merebut Natasha dan membuang Stevan di rumah sakit dahulu.

Di sisi lain kota, suasana sore hari di Institut Musik Nusantara tampak sangat damai dan sejuk.

Stevan sedang duduk santai di bangku taman kampus di bawah pohon rindang, menyesap sekaleng kopi dingin.

Clara duduk di sebelahnya sambil terus tersenyum manis membaca rentetan komentar positif di media sosial.

"Kak Stevan, penggemar kita sekarang menyebut diri mereka dengan julukan Pasukan Resonansi," ucap Clara dengan nada gembira.

"Mereka bahkan membuat petisi massal untuk mencari tahu siapa dalang penyebar fitnah lipsync itu."

Stevan hanya mengangguk pelan dan mengambil ponselnya dari saku jaketnya.

"Kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk menghukum para pembohong, Clara," ketik Stevan dan menunjukkan layarnya.

1
Rifqy Channel
nah gini dong 😭🙏🤣🤣
Rifqy Channel
tolong dong itu the zeros mereka harus ungkap identitas biar supaya mereka shock itu. jangan pelit dengan hadiah nya lah.
Nissa Safira: Sabar yaa kak🤣🙏
Aku mau mereka shocknya pas lagi di atas tahta, bukan pas masih di tangga. Tunggu final, hadiahnya bukan cuma identitas yang kebuka, tapi satu industri yang runtuh. Janji deh gak bakal pelit hadiahnya🤣🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!