NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 — Pilihan Sang Tetua

“Aku menginginkan Esensi Yin milikmu, Tetua Lan.”

Ruangan yang dipenuhi aroma ramuan obat itu mendadak sunyi.

Lan Liqing menatap Su Yang seolah pemuda di hadapannya baru saja mengucapkan sesuatu yang mustahil. Beberapa saat berlalu sebelum ia benar-benar memahami maksud permintaan tersebut.

“Kau meminta apa?”

“Aku akan menggunakan Bunga Yang Murni. Setelah itu, aku membutuhkan pasangan untuk melakukan Kultivasi Ganda.”

“Kau benar-benar berniat memakannya?” Suara Lan Liqing meninggi. “Bunga itu bahkan bisa membunuh ahli Alam Roh Bumi! Apa kau menghabiskan sepuluh ribu Poin Prestasi hanya untuk mencari kematian?”

Su Yang tidak tersinggung. Ia justru tersenyum tipis.

“Kalau aku ingin mati, ada cara yang jauh lebih mudah.”

Jawaban itu membuat Lan Liqing semakin kesal. Ia telah melihat kemampuan pemuda ini dalam pengobatan, tetapi pengetahuan medis dan kemampuan menahan kekuatan tanaman berbahaya adalah dua hal berbeda.

“Sekalipun kau selamat, mengapa harus aku?” tanyanya. “Aku tetua sekte. Kau murid pelataran luar. Hubungan semacam itu akan menimbulkan masalah besar.”

“Tidak akan ada masalah apabila tidak seorang pun mengetahuinya.”

“Jangan menganggap semuanya sesederhana itu!”

Lan Liqing bangkit dari kursinya. Jubahnya bergerak mengikuti langkah ketika ia menghampiri jendela, seolah jarak beberapa langkah dapat membantunya berpikir lebih jernih.

Ia memang telah beberapa kali menerima bantuan Su Yang. Pemuda itu menyembuhkan penyakit yang selama ini membuatnya menderita, bahkan memahami keadaan tubuhnya lebih baik daripada tabib lain. Namun, rasa terima kasih bukan alasan untuk menyerahkan sesuatu yang telah dijaganya bertahun-tahun.

“Aku menolak,” katanya akhirnya. “Aku mencarimu untuk pengobatan, bukan untuk menjalin hubungan pribadi. Setelah perawatanku selesai, urusan kita pun selesai.”

Su Yang mengamati punggungnya sesaat, lalu mengangguk.

“Baiklah. Aku tidak akan memaksamu.”

Ia berbalik menuju pintu.

Lan Liqing semula mengira pemuda itu akan membujuknya. Kenyataan bahwa Su Yang menerima penolakannya begitu mudah justru meninggalkan perasaan ganjil di dadanya.

“Sayang sekali,” gumam Su Yang. “Aku mengira Esensi Yang milikku nanti bisa membantumu menembus Alam Roh Sejati Lapisan Keempat.”

Langkah Lan Liqing terhenti.

“Tunggu. Apa maksudmu?”

“Bunga Yang Murni akan memperkuat energi Yang-ku. Jika kita berkultivasi bersama, kau pun akan memperoleh manfaatnya.” Su Yang menoleh. “Kau sudah lama berada di ambang terobosan, bukan?”

Lan Liqing tidak segera menjawab. Ia tidak pernah membicarakan hambatan kultivasinya kepada Su Yang. Namun, pemuda itu kembali menebak dengan tepat.

“Energi seorang murid Alam Roh Dasar tidak akan cukup untuk membantuku,” katanya, berusaha mempertahankan nada tenang.

“Kalau begitu, anggap saja aku salah.”

Su Yang melanjutkan langkah.

“Dan untuk perawatanmu berikutnya, kita perlu menundanya. Aku akan berkultivasi tertutup selama beberapa hari.”

Tangannya hampir menyentuh gagang pintu ketika Lan Liqing kembali memanggilnya.

“Su Yang.”

“Ya?”

Lan Liqing menghela napas panjang. “Mengapa kau tidak menjadi murid inti saja? Semuanya tidak akan serumit ini.”

Su Yang menoleh sepenuhnya.

“Murid inti?”

Di Sekte Bunga Mendalam, kedudukan murid inti bahkan melampaui sebagian tetua. Mereka adalah bakat terbaik yang memperoleh sumber daya dan kebebasan jauh lebih besar daripada murid biasa.

“Kalau aku menjadi murid inti, kau tidak perlu lagi mengkhawatirkan perbedaan kedudukan kita?”

“Jangan bicara seolah itu mudah!” Lan Liqing menyilangkan tangan. “Fang Zhelan, salah satu murid inti terkemuka, sudah mencapai Alam Roh Sejati ketika seusiamu. Kau bahkan belum melewati Alam Roh Mendalam.”

“Alam Roh Sejati?” Su Yang tertawa kecil. “Beri aku satu bulan setelah menggunakan Bunga Yang Murni.”

Lan Liqing menatapnya tajam.

“Kau tahu berapa banyak kultivator yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencapai alam itu?”

“Aku tahu.”

“Lalu dari mana datangnya keyakinanmu?”

“Dari sesuatu yang belum bisa kujelaskan kepadamu.”

Jawaban itu tidak memuaskan, tetapi tatapan Su Yang sama sekali tidak menunjukkan keraguan. Lan Liqing teringat aura aneh yang pernah dirasakannya dari pemuda ini—ketenangan seseorang yang seolah telah melewati jauh lebih banyak hal daripada yang semestinya dialami anak seusianya.

“Jika aku gagal mencapai Alam Roh Sejati dalam satu bulan,” lanjut Su Yang, “kau boleh menertawakanku sepuasnya.”

“Aku tidak sedang bercanda.”

“Aku juga tidak.”

Lan Liqing memalingkan wajah. Ia ingin menyebut Su Yang sombong, tetapi ingatannya tentang pengobatan terdahulu membuat kata itu tertahan. Berkali-kali pemuda ini mengucapkan sesuatu yang terdengar mustahil, dan berkali-kali pula ia membuktikannya.

“Kau benar-benar merepotkan,” keluhnya.

Su Yang mendekat, kali ini tanpa senyum menggoda.

“Liqing, keputusan tetap ada padamu. Aku datang karena percaya kita bisa saling membantu. Jika kau tidak bersedia, aku akan mencari jalan lain.”

Mendengar namanya disebut tanpa gelar, Lan Liqing menahan napas. Ia tidak langsung menegur.

“Aku sudah menghabiskan bertahun-tahun menjaga diri dan membangun kedudukanku,” katanya lirih. “Bagaimana kau akan bertanggung jawab jika aku memilih mempercayaimu?”

“Aku tidak akan menganggap kepercayaanmu sebagai sesuatu yang bisa kubuang setelah memperoleh manfaatnya.”

Jawaban itu tidak terdengar seperti janji muluk. Justru karena diucapkan dengan tenang, Lan Liqing sulit mengabaikannya.

Ia menatap Su Yang cukup lama sebelum akhirnya memejamkan mata.

“Dua hari,” katanya.

Su Yang mengangkat alis.

“Kita mulai dengan dua hari. Aku akan memastikan tidak ada yang mengganggu.”

“Baik.”

Lan Liqing segera turun untuk memberi perintah kepada murid-muridnya. Ketika ditanya mengenai keadaan Su Yang, ia mengatakan bahwa pemuda itu sedang menjalani perawatan berisiko akibat mengonsumsi bahan obat berbahaya.

Yu Yan dan murid-murid lain langsung cemas.

“Guru, apa kami bisa membantu?”

“Jaga lantai bawah. Jangan biarkan siapa pun naik sebelum aku memberi izin.”

Mereka menyanggupi tanpa ragu. Melihat kesungguhan para muridnya, Lan Liqing merasa bersalah karena menyembunyikan sebagian kebenaran. Namun, ia sudah mengambil keputusan.

Sementara itu, Su Yang duduk bersila di kamar. Ia mengeluarkan serbuk merah dari wadahnya.

Bunga Yang Murni yang dibelinya bukanlah kualitas terbaik. Meski demikian, kekuatan yang terkandung di dalamnya tetap cukup untuk menghancurkan tubuh kultivator biasa.

Kitab Pemurnian Tubuh Surgawi akan membantunya mengendalikan energi tersebut. Adapun perubahan lain yang menyertainya, ia harus menghadapinya bersama Lan Liqing.

Su Yang menelan serbuk itu.

Beberapa detik kemudian, panas menyambar seluruh meridiannya.

Kulitnya memerah. Asap tipis keluar dari tubuhnya, sementara energi yang ganas mengalir seperti lahar melalui setiap jalur kultivasi. Ia mengatupkan rahang dan mempertahankan posisi duduknya.

Ketika Lan Liqing kembali membuka pintu, ia mendapati rambut dan jubah Su Yang telah hangus oleh panas yang memancar dari tubuhnya.

“Su Yang!”

Ia bergegas maju, tetapi gelombang energi memaksanya mundur.

Untuk pertama kalinya sejak membuat keputusan, Lan Liqing tidak lagi memikirkan kedudukannya sebagai tetua, rahasia mereka, ataupun manfaat kultivasi yang dijanjikan.

Ia hanya memikirkan satu hal.

Pemuda itu harus tetap hidup.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!