Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Sinar matahari begitu terik dan sangat menyilaukan membuat Farhan langsung membuka kaca jendela kamarnya, untuk menikmati udara pagi yang terasa sejuk sekali.
"Enaknya ngapain iya hari ini selain kerja, kalo di Jakarta hari sabtu dan Minggu bisa dipakai kunjungan kerja proyek yang deket-deket kalo disini mau kemana iya, atau lihat handphone saja deh sampai dapat ide mau pergi kemana jam segini." ucap Farhan langsung jalan menuju kasur dan ambil handphone untuk baca-baca chat yang masuk kedalam handphonenya.
Senyum senang mendapatkan cerita dari Mila kalo istrinya hari ini mau ke Mall, kabar bahagia yang didapat membuat Farhan merasa lega karena akhirnya istrinya mau pakai ATM pemberiannya setelah lima bulan lebih menikah belum dipakai sama sekali bahkan tidak pernah lihat Mila belanja sesuai keinginannya.
"Jangan lupa vidio call iya sayang setelah makeover dan beli perhiasan, akhirnya istri cantik aku mau belanja juga." ucap Farhan balas char yang dikirim Mila.
Puas melihat kabar baik dari istrinya membuat Farhan langsung jalan menuju kamar mandi dan siap-siap kunjungan kerja sesuai agenda yang sudah dibuat sama Erik kemarin.
**
Heran tidak seperti biasanya melihat Mila masih pagi sudah rapih dan tidak bawa keranjang jualan, membuat Gendis penasaran mau pergi kemana adik iparnya.
"Urus urusan kalian saja, saya saja tidak pernah tanya kegiatan kalian sama sekali dan berusaha jaga jarak jadi kalian pun harus melakukan hal yang sama, anggap saja kita bukan keluarga jadi lakukan urusan masing-masing tanpa mau tahu kegiatan satu sama lainnya." ucap Mila santai.
"Tidak bisa seperti itu juga, lo numpang tinggal disini jadi kewajiban kita tahu lo mau kemana, kalo terjadi apa-apa kita juga yang disalahkan dan direpotkan juga." ucap Ihsan tidak suka mendengar ucapan adik iparnya.
"Lo tidak pantas tahu urusan kita tapi kita wajib tahu lo mau kemana, tinggal jawab saja susah sekali sih perempuan kampung." ucap Gendis kesal adik iparnya tidak mau jawab pertanyaan.
"Baik lah, saya mau jalan-jalan puas mumpung hari libur mau menikmati hidup saya sendiri dengan jalan-jalan sendirian." lanjut Mila terus terang, walaupun tidak kasih tahu mau pergi kemana yang penting keluarga suaminya sudah dikasih tahu jika dirinya mau pergi.
Sebelum mendengar jawaban ketiga orang didepannya, membuat Mila langsung jalan cepat supaya tidak berdebat terlalu lama dan tidak ingin hari bahagia dirusak karena menahan sabar mendengar ucapan ketiga Kakaknya Farhan.
Gendis, Ihsan, dan Raka saling pandang mendengar ucapannya Mila barusan yang bilang mau jalan-jalan. Rasa tidak peduli dan tidak mau tahu membuat Raka tidak mau tanya-tanya berlebihan, cukup tahu saja jika Mila keluar rumah mau jalan-jalan sendirian.
**
Bingung mendengar permintaan Sisil yang minta bujuk Farhan untuk kasih ijin, untuk temani Farhan selama kerja diluar kota membuat Erik mencerna maksud dan tujuan Sisil sekaligus resiko jika Sisil ikut keluar kota mendadak.
"Tidak bisa kesana, Farhan sudah ada asisten pribadinya selama disana, lagian Farhan tidak membutuhkan tanda tangan atau pekerjaan kamu disana cukup kirim lewat email yang dikirim ke saya, lagian kamu perempuan tidak pantas disana bakal banyak fikiran negatif jika selama satu tahun kamu disana, lagian Farhan tidak suka kerja ditemani karyawan perempuan jadi tidak usah minta yang aneh-aneh sama saya, kalo saya berfikir negatif pasti kamu ada modus dari niat kamu ini kan Sisil secara saya tahu kamu jatuh cinta sama Farhan sudah terlihat beberapa kali kamu cari muka didepan Farhan jadi tidak usah nekat kesana!" tegas Erik nolak permintaan Sisil yang mau temani Farhan dengan alasan pekerjaan.
"Astaga Pak Erik kok bicara seperti itu sih, bukannya sekretaris sudah seharusnya temani kemana pun Bos pergi kan masa ini tidak ditemani sama sekali saya merasa tidak profesional jika tidak temani Bos kerja disana." ucap Sisil berusaha bujuk Erik supaya rencananya berhasil dan bisa pelan-pelan deketin Farhan.
"Kalo saya bilang tidak bisa iya tidak bisa, kamu pilih mau tetep disini bekerja dengan baik atau mau saya pecat akan saya kasih pesangon dan kamu jadi pengangguran karena nekat susul Farhan dengan segala niat jelek kamu." lanjut Erik tidak ingin dibantah sama sekali, bekerja bareng Sisil jadi faham sifat Sisil dan kinerja Sisil selama di kantor andaikan Sisil tidak pernah genit dan modus pasti Erik akan ijinkan Sisil pergi, tapi kenyataannya Sisil perempuan centil dan bisa nekat jika sudah menginginkan sesuatu.
"Baik saya pergi permisi." lanjut Sisil pasrah dari pada membuat orang kepercayaan Farhan marah karena dirinya terlalu maksa.
Sedih dan kesal rasanya tidak berhasil temani Farhan kerja jauh, rencana yang dikasih Raka gagal dan sekarang niat sendiri pun gagal untuk temani Farhan kerja jauh apa lagi selama satu tahun jauh dari istrinya.
**
Kaget mendengar keinginan Mila yang ingin susul dirinya setelah dari Mall, kesendirian membuat Farhan merasa bebas mau kerjain apapun dan mau kemana pun bisa bebas tanpa harus ajak istri pergi rasanya ribet jika ajak istri pergi-pergi.
"Cantiknya istri ku dari Mall penampilannya berubah total full make-up, baju baru, dan pakai perhiasan lagi semakin cantik saja Mila. Apa biarkan Mila ke sini iya ajak dia jalan-jalan walaupun sehari saja, baik lah saya ijinkan dia kesini sudah haknya Mila untuk ketemu suami apa lagi LDR lama seperti ini." ucap Farhan akhirnya ngalah dan mau kasih ijin Mila susul dirinya, langsung balas chat yang dikirim Mila dan akan siapkan tiket pesawat untuk Mila bisa pergi susul dirinya kerja.
Tidak ada salahnya selama tiga hari ditemani Mila, merasa kasihan karena istrinya tidak pernah diajak pergi sama sekali dan ini perdana Farhan mau ajak Mila pergi setelah menikah.