Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Di datangi pak Rt
''Apa apaan kamu?'' Delisa yang sudah mendengar cerita dari Ilham tentu saja menjadi kaget dan tidak percaya.
''Dengan begitu maka kita bisa mendapatkan banyak harta dan kamu tidak perlu untuk hidup sengsara lagi.'' Ilham berusaha untuk membujuk.
''Tapi aku bisa saja mati seperti istrimu itu!'' teriak Delisa karena dia mulai ketakutan.
''Ndak gitu juga, kalau Rina kemarin dia memang penyakitan dan tidak sehat seperti kamu sehingga wajar saja dia meninggal dunia.'' Ilham mulai melancarkan serangan demi serangan.
''Aku tidak berani karena nanti setiap malam dia pasti akan datang untuk meminta ASI kepada diriku.'' Delisa menggeleng Karena dia sudah tidak sanggup membayangkan tentang hal itu.
Ilham menarik nafas panjang berusaha menetralkan emosi yang ada di dalam hati karena Delisa yang terus saja menolak seperti itu, Padahal dia butuh secepat mungkin Ibu susu dari tuyul yang sedang dia pelihara agar tuyul itu mau kembali bekerja mencari uang seperti ketika Rina masih ada kemarin.
Bila tidak ada ASI maka tuyul itu tidak mau bergerak karena dia membutuhkan ASI untuk menambah kekuatan di dalam tubuh, bukan hanya tidak mau bekerja tapi tuyul itu akan mengamuk setiap malam karena Ilham yang masih terus menjanjikan tanpa ada kepastian sama sekali, ini malah Delisa menolak karena dia tidak memiliki nyali.
Ilham tahu bahwa sebenarnya tuyul itu juga mengincar Rania, namun dia tidak ingin mengambil resiko karena dia tahu warga yang ada di sini pasti akan curiga bila Dia mendekati Rania untuk turun ranjang dan menjadikan Gadis itu istri, untuk menghindari semua permasalahan itu maka dia sengaja mendatangi salah satu selingkuhannya sekarang.
Rania juga begitu sulit untuk di dekati dan sebenarnya Ilham sudah pernah mencoba ketika pertama kali dia Berbicara saat Rina meninggal, malah dengan lantang Rania mengatakan bahwa dia lebih baik untuk pindah dari rumah ini karena dia merasa tidak pantas untuk tetap tinggal bersamaan dengan Ilham.
''Kalau kamu menolak tentang hal itu maka aku akan segera mengambil mobil dan juga rumah yang sudah aku berikan!'' Ilham akhirnya mengeluarkan ancaman.
''Loh ya ndak bisa gitu dong, masa kamu mau ambil lagi barang yang sudah kamu kasih.'' Delisa menjadi kaget dengan ancaman itu.
''Aku sudah habis banyak untuk kamu dan aku tidak mau kalau kamu menolak seperti ini.'' tegas Ilham.
''Tapi Aku beneran takut kalau sampai menyusui tuyul itu karena dia adalah setan, mana istri kamu saja tanpa meninggal dunia!'' Delisa menjadi panik dan dia bingung.
''Semua keputusan ada di tangan kamu.'' Ilham berbalik dan dia kembali menghidupkan sebatang rokok.
''Jadi selama ini kamu nggak sayang sama aku?'' Delisa berusaha membujuk dan mengelus lembut tangan Ilham.
Ilham hanya diam saja tanpa menjawab karena dia lebih sayang dengan harta yang telah dia dapat dari tuyul itu, bila dia tak kunjung menemukan Ibu susu baru Maka nanti yang ada tuyul tersebut akan menghilang dan kekayaan yang telah dia dapat ini juga akan ikut menghilang, dibanding dengan wanita ini maka tentu saja Ilham akan lebih sayang dengan harta yang telah dia dapat, mana dia juga harus mengorbankan sang istri yang sebelumnya memang sangat dia cintai itu.
''Aku akan memberikan apa saja setelah kita menikah dan orang tua kamu yang ada di kampung juga akan aku bangunkan rumah.'' ujar Ilham.
''Tapi Aku sungguh tidak akan mati seperti Rina kan?'' Delisa bertanya untuk memastikan terlebih dahulu.
''Enggak, kamu itu sudah terlalu takut sehingga langsung berpikir ke sana.'' Ilham merasa bahwa Delisa mulai melemah dan akan menerima tawaran itu.
''Ya sudah kalau memang begitu maka aku terima tawaran dari kamu.'' putus Delisa akhirnya.
Ilham yang mendengar hal itu tentu saja menjadi senang bukan main karena sekarang dia tidak perlu repot untuk mencari istri lagi, Delisa sudah menerima tawaran itu dan dia hanya perlu menikahi wanita tersebut tanpa harus pesta atau segala macam, bila sampai dia mengadakan pesta maka nanti yang ada akan habis di hujat oleh seluruh warga yang ada di desa ini.
''Aku sayang banget sama kamu.'' Ilham menarik Kepali Delisa untuk mencium bibir gadis itu.
Namun belum sampai hal itu terjadi, mendadak saja pintu rumah diketuk dan di depan pintu telah berdiri Pak RT dengan pandangan yang begitu menusuk penuh kebencian. pada dasarnya dia memang tidak pernah menyukai Ilham dan sekarang malah ada berita seperti itu sehingga sudah pasti dia menjadi bertambah marah malah bukan hanya berita tapi dia melihat dengan mata Kepala dia sendiri.
"Kau memang telah membuat Kampung ini menjadi kotor dan terhina!" Pak RT menatap Ilham dengan penuh kebencian.
"Saya tidak ada melakukan perbuatan apa-apa dengan dia." Ilham langsung berdiri di depan pintu juga.
"Masih bisa kamu mengelak seperti itu, sedangkan Saya tadi melihat sendiri bahwa kamu akan mencium wanita itu!" bentak Pak RT.
"Pak, ciuman itu adalah hal yang wajar dan kami tidak melakukan hal yang lebih." Ilham tetap tidak mau kalah.
"Lagi pula kami melakukan di rumah Mas Ilham itu sendiri dan tidak mengganggu orang lain." Delisa ikut menjawab.
"He itu tetap sama saja karena kau sudah merusak Desa ini dan pria yang bersama dengan dirimu ini adalah duda yang baru di tinggal mati oleh istri dia!" Ayo berkata dengan menggebu-gebu.
"Lah ya terserah, yang penting kan sekarang dia udah tidak punya istri!" Delisa tetap tidak peduli dengan hal itu.
"Usir saja dia dari kampung ini, Pak!" Ayu berteriak dengan sangat kesal.
Padahal selama ini dia tidak pernah banyak tingkah dan hanya diam saja ketika orang bergosip tentang hal itu, namun saat ini dia menyaksikan sendiri betapa Ilham begitu kurang ajar sehingga mau tidak mau dia ikut menyampaikan gosip tersebut kepada Pak RT agar kedua orang itu mendapat pelajaran.
"Yu, Kamu kenapa sih kok sekarang mendadak saja merasa iri dengan kehidupan aku?" Ilham menatap Ayu.
"Bukan aku iri sama kau itu, tapi mbok yo kau itu eling kalau Rina baru meninggal!" Ayu sampai mau menangis ketika menjelaskan.
"Lah kan Yang pasti Rina sudah meninggal dan aku tidak melakukan perselingkuhan dengan dia!" Ilham tetap tidak mau kalah.
Byuuuurrr.
Pak RT yang memang memiliki hati tidak baik itu segera mengambil air yang ada di dekat pintu dan menyiram wajah Ilham, tentu saja pria itu menjadi basah kuyup dan air tersebut memiliki aroma yang tidak sedap sehingga membuat Ilham semakin marah.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
awaaaas mbok nti kamu mlh cinta pada pandangan pertama lg 🤣🤣🤣
jgn ada yg nolongin yaaaa 🤣🤣🤣
smg purnama sgra membantu mereka 👏
maaf baru sempat baca lg ,,, badan baru pulang istirahat di RS slma bbrpa hari 🥺