NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Di Arena Pertarungan

Gadis Cantik Di Arena Pertarungan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: R251Aje

Terjebak dalam utang dan tidak memiliki jalan keluar, dia terpaksa memasuki arena pertarungan ilegal demi mendapatkan hadiah uang yang cukup untuk bertahan hidup. Bagi orang lain, arena itu adalah tempat kematian. Tetapi bagi Aira, arena hanyalah tempat mencari nafkah. Selama ada uang dan masih bernafas, dia bersedia bertarung dan tidak menyerah.

Dia tidak mengenal kata cinta tapi tiga pria tampan tanpa sengaja menempel dan ingin memilikinya. Tapi Aira tidak mudah ditakhlukkan, hanya uang yang bisa membuatnya patuh walau cuma sebentar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R251Aje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Dokter, Tentara, dan Sentuhan yang Tidak Perlu

Reza membawanya keluar dari area gudang menuju mobil yang dia parkir agak jauh. Aira menahan rasa sakit sambil menghitung di kepala. "Kalau tulang rusuk retak, biasanya rawat inap minimal dua hari. Biaya kamar kelas 3… kira-kira berapa? Kalau saya bilang tidak punya asuransi, apakah mereka tetap rawat?"

Mobil melaju kencang menuju rumah sakit swasta terdekat. Aira ingin protes karena swasta pasti lebih mahal, tapi mulutnya sudah terlalu sakit untuk banyak bicara. Begitu tiba di IGD, Reza langsung berteriak meminta bantuan. Perawat dan dokter jaga segera datang. Aira diletakkan di brankar.

“Pasien perempuan, sekitar 25 tahun, trauma blunt force di dada kiri, kemungkinan fraktur iga,” kata Reza cepat. “Prioritas.”

Seorang dokter bedah yang baru saja melepas jas operasi dari ruangan sebelah menoleh. Dia masih mengenakan scrub hijau, masker diturunkan ke dagu, dan wajahnya… terlalu rapi untuk jam tiga pagi. Dokter itu mendekat, memeriksa Aira dengan gerakan cepat dan profesional. “Tekanan darah stabil, tapi napasnya pendek. Bawa ke ruang tindakan. CT scan segera.”

Aira menatap dokter itu melalui rasa sakit. “Dok… berapa kira-kira biayanya?”

Dokter itu berhenti sejenak, seolah tidak percaya dengan pertanyaan yang baru saja didengarnya. “Anda sedang cedera serius dan bertanya soal biaya?”

“Iya. Karena kalau terlalu mahal, saya lebih baik pulang dan diobati sendiri dengan balsem.”

Reza menutup muka dengan tangan. “Aira, demi Tuhan…”

Dokter itu yang kemudian Aira ketahui bernama Dr. Keenan menatapnya lama. Ada sesuatu yang berubah di matanya. Bukan hanya profesionalisme. Melainkan ketertarikan yang samar... campur kesal.

“Anda pasien paling aneh yang pernah saya temui malam ini,” kata Dr. Keenan datar. “Sekarang diam dan biarkan saya bekerja.”

Aira ingin membalas, tapi rasa sakit yang tiba-tiba menusuk membuatnya meringis. Dia membiarkan mereka mendorong brankar ke ruang tindakan. Dua jam kemudian, Aira sudah terbaring di kamar rawat inap kelas 2 karena Reza yang memaksa. Tulang rusuknya retak di dua tempat, tapi tidak menusuk paru-paru. Luka di sisi tubuhnya sudah dijahit. Obat pereda nyeri membuat kepalanya sedikit berat.

Dr. Keenan masuk ke kamar sambil membawa hasil CT scan. Reza berdiri di sudut ruangan dengan tangan tersilang.

“Kamu beruntung,” kata Dr. Keenan sambil menunjukkan hasil scan. “Hanya fraktur sederhana. Tidak perlu operasi. Tapi kamu harus istirahat total minimal dua minggu. Tidak boleh bertarung, tidak boleh berlari, tidak boleh melakukan gerakan brusque.”

Aira menatapnya. “Dua minggu? Saya tidak bisa menganggur dua minggu. Saya punya utang.”

“Utang tidak akan dibayar kalau kamu mati.”

“Saya tidak mati. Saya hanya retak tulang.”

Dr. Keenan meletakkan tablet di meja. “Dengarkan... Nona Aira. Saya dokter, bukan penagih utang. Tugas saya memastikan kamu sembuh. Kalau kamu bandel dan kembali bertarung sebelum waktunya, jangan harap saya akan menolongmu lagi.”

Aira mengerjap. “Kalau saya bandel, apakah biayanya bisa dikurangi karena saya pasien yang tidak patuh?”

Dr. Keenan terdiam. Reza di sudut ruangan terlihat ingin menghilang ke dalam tanah.

“Kamu…” Dr. Keenan menghela napas panjang. “Kamu benar-benar hanya memikirkan uang, ya?”

“Iya. Karena uang membuat saya bisa makan dan hidup. Nganggur dan kasihan tidak.”

Dr. Keenan menatapnya lama. Matanya yang tajam seolah sedang membedah lebih dari sekadar tubuh Aira. “Baik. Saya akan minta bagian administrasi untuk menyesuaikan biaya seminimal mungkin. Tapi syaratnya... kamu istirahat di sini malam ini. Besok baru saya pertimbangkan untuk rawat jalan.”

Aira mengangguk pelan. “Deal. Tapi makan di rumah sakit ini tidak enak. Saya pernah coba dulu.”

“Saya belikan makanan dari luar,” kata Reza cepat.

Dr. Keenan menoleh ke Reza. “Anda keluarga?”

“Teman.”

“Teman yang membawa pasien dengan luka seperti ini di jam tiga pagi biasanya bukan sekadar teman.”

Reza tidak menjawab. Dr. Keenan menatap keduanya bergantian, lalu mengangguk pelan seolah menyimpulkan sesuatu.

“Baik. Saya akan cek lagi dalam dua jam. Kalau ada sesak napas atau nyeri hebat, tekan bel segera.”

Dia keluar dari kamar. Aira menunggu sampai pintu tertutup, lalu menoleh ke Reza.

“Dokternya terlalu tampan,” katanya datar.

Reza mengerutkan kening. “Apa?”

“Terlalu tampan. Biasanya dokter yang terlalu tampan mahal. Saya berharap dia tidak menambahkan biaya konsultasi ke tagihan.”

Reza menutup muka sekali lagi. “Aira… kamu ini benar-benar…”

“Apa?”

“Tidak ada duanya.”

Aira menatap langit-langit kamar rumah sakit. Rasa sakit masih ada, tapi sudah tertahan obat. Dia menghitung pelan di kepala. "Dua minggu tidak bertarung. Berarti tidak ada pemasukan. Uang yang tersisa harus dihemat mati-matian."

Dia tidak tahu bahwa di luar kamar, Dr. Keenan berdiri di koridor sambil menatap hasil CT scan sekali lagi. Bukan karena khawatir secara medis. Melainkan karena gadis yang baru saja dia rawat… adalah pasien paling menyebalkan, pragmatis, dan paling menarik yang pernah dia temui dalam lima tahun terakhir. Dan entah kenapa, dia sudah memutuskan untuk memastikan gadis itu benar-benar istirahat. Meski harus berhadapan dengan sikapnya yang gila.

Aira terbangun karena rasa panas di sisi tubuhnya. Bukan hanya luka tapi juga berasal dari tangan seseorang yang sedang menekan perlahan di sekitar perban.

“Sakit?” suara Dr. Keenan terdengar rendah, sangat dekat.

Aira membuka mata. Dokter itu berdiri di sisi tempat tidur, jas putihnya terbuka, scrub hijau di baliknya agak longgar di bagian dada. Bau antiseptik bercampur parfum mahal yang samar. Jari-jari Keenan yang panjang dan hangat sedang memeriksa area tulang rusuknya dengan gerakan profesional… tapi terlalu lambat.

“Sedikit,” jawab Aira datar. “Tapi lebih sakit kalau Anda tekan lebih dalam.”

Keenan tidak langsung mengangkat tangan. Ibu jarinya bergeser sedikit, menyentuh kulit telanjang di atas perban. “Saya harus memastikan tidak ada pembengkakan baru... Tarik napas dalam.”

Aira menurut. Dada naiknya membuat jari Keenan semakin menempel. Untuk sepersekian detik, dokter itu tidak bergerak. Matanya turun ke leher Aira, ke tulang selangka yang terlihat dari baju rumah sakit yang longgar, lalu kembali ke wajahnya.

“Kamu tidak pakai bra,” katanya tiba-tiba, suara lebih dalam.

Aira menatapnya. “Bra mahal. Dan saya tidak punya yang longgar untuk kondisi retak. Jadi saya lepas. Ada masalah?”

Keenan menelan ludah. “Tidak. Hanya… membuat pemeriksaan jadi lebih…”

“Lebih apa?”

“Lebih sulit konsentrasi.”

Aira mengerjap. “Kalau Anda sulit konsentrasi, berarti saya bisa minta diskon jasa dokter?”

Keenan tertawa pelan, tapi tawanya terdengar serak. Dia akhirnya mengangkat tangan, namun jari-jarinya sempat menyapu kulit Aira sekali lagi sebelum benar-benar lepas. “Kamu ini… benar-benar tidak punya rasa malu, ya?”

“Malu tidak menghasilkan uang.”

Pintu kamar terbuka. Reza masuk membawa kantong makanan. Dia berhenti di ambang pintu saat melihat posisi Keenan yang terlalu dekat dengan tempat tidur.

“Saya mengganggu?” suaranya datar, tapi rahangnya mengeras.

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣🤣🤣 raka cemburu
falea sezi
suka cwek Badas gini 🤣🤣 sat sett gk menye 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!