"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. | SANG PANGERAN DAN PERANG PERTAMA
Langkah kaki Aleeza Wira menggema tegas di atas lantai marmer kantor Socialite Media. Gadis blasteran Indonesia berambut cokelat keemasan itu baru saja melangkahkan kaki keluar dari lift bersama Clarissa, rekan kerjanya, sambil memegang cangkir kopi hangat.
"Aku masih tidak percaya Jonathan seberani itu mencantumkan namanya di artikel skandal kemarin!" kekeh Clarissa seraya merapikan rambutnya. "Tapi jujur, berita itu benar-benar meledak! Semua stasiun TV di Spanyol membahasnya."
Aleeza hanya tersenyum tipis, menyesap kopinya dengan santai. "Kebodohan orang-orang kaya selalu jadi santapan paling lezat untuk media, Clarissa. Kita hanya memberi publik apa yang ingin mereka makan."
Namun, begitu mereka melangkah masuk ke dalam ruang redaksi, atmosfer mendadak berubah drastis. Tidak ada suara ketikan papan ketik, tidak ada suara telepon yang berdering, maupun obrolan bising seperti biasanya. Seluruh rekan kerja mereka berdiri membeku. Hening, mencekam, dan dipenuhi aura intimidasi yang pekat.
Di tengah ruangan, berdiri seorang pria bereselon tinggi. Jas Italian tailored berwarna hitam melekat sempurna di tubuh jangkungnya yang tegap. Parasnya luar biasa tampan rahang tegas, hidung mancung yang sempurna, serta sepasang mata tajam sedingin es yang sanggup membuat siapa pun berlutut tanpa syarat.
Austin Vanderbilt. Billionaire termuda di Spanyol sekaligus sosok yang dijuluki media sebagai Prince Charming masa kini.
Austin perlahan memutar tubuhnya. Sorot matanya yang dingin langsung terkunci rapat pada Aleeza.
"Jadi kebodohan kami adalah makanan siangmu, Nona Wira?" suara bariton Austin terdengar berat, pelan, namun bergetar hebat penuh ancaman.
Clarissa langsung menahan napas dan mundur satu langkah, wajahnya pucat pasi. Namun Aleeza tidak bergeming. Ia tetap berdiri tegak, merengkuh keberaniannya untuk menatap langsung sepasang mata elang di depannya.
Austin melangkah maju. Langkahnya perlahan namun pasti, ibarat seekor pemangsa yang sedang mengepung mangsanya.
"Artikel yang terbit Pagi ini," Austin mengutip kalimat dari koran di tangannya dengan intronasi dingin yang menusuk. "Skandal rahasia Austin Vanderbilt dan jebakan pertunangan palsu."
Austin meremas kertas di tangannya hingga hancur, lalu melemparkannya tepat ke lantai di depan kaki Aleeza.
" Bukan aku yang menulis artikel itu!" tegas Aleeza cepat, mencoba membela diri. " Nama yang tertera di sana mungkin namaku, tapi—-- "
"Kau pikir aku peduli siapa yang mengetik kotoran ini?" potong Austin dengan bisikan tajam, menundukkan tubuhnya tepat di samping telinga Aleeza. Bau parfum woody-citrus miliknya yang mahal bercampur dengan aura bahaya yang pekat. "Namamu yang ada di sana, Aleeza Wira. Dan dalam duniaku, siapa yang bertanggung jawab di atas kertas, dialah yang harus membayar harganya."
"Kau hanya pria kaya sombong yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa reputasimu tercemar!" balas Aleeza berani, mendongak menantang Austin dari jarak yang amat dekat. "Menjauhlah dariku!"
Austin justru terkekeh Pelan sebuah kekehan dingin tanpa rasa humor sama sekali. Meremehkan.
"Menjauh?" Austin menatap Aleeza dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Setelah kau menghancurkan kesepakatan bisnis jutaan Euro milik keluargaku, kau memintaku menjauh?"
Tiba-tiba, Austin meraih pergelangan tangan Aleeza. Cengkeramannya kuat, tidak memberikan celah sedikit pun bagi Aleeza untuk menghindar.
Kilatan lampu flash menyambar mendadak!
BLITZ! BLITZ! BLITZ!
Aleeza tersentak kaget. Dari sudut ruangan, beberapa fotografer kantor mereka termasuk bos besar mereka, Mr. James tampak sibuk mengambil gambar dari berbagai sudut.
"Apa-apaan ini?! Lepaskan aku!" seru Aleeza panik, berusaha menarik tangannya.
Namun Austin tidak melepaskannya. Sebaliknya, billionaire Spanyol itu justru mengambil satu langkah mundur, menyunggingkan senyuman paling iblis yang pernah Aleeza lihat, lalu merogoh saku jasnya.
Dalam hitungan detik, Austin berlutut satu kaki di hadapan Aleeza. Ia membuka sebuah kotak beludru merah pekat, memamerkan sebuah cincin berlian berukuran besar yang berkilau mewah di bawah lampu ruangan.
Aleeza membelalakkan matanya. Seluruh ruangan tertahan napas.
"Austin ! Apa yang kau lakukan?!" bisik Aleeza histeris dengan wajah memerah tahan amarah.
Austin menatap langsung ke dalam mata Aleeza, lalu mengumandangkan suara baritonnya yang lantang agar terdengar oleh seluruh wartawan di ruanga.
"Aleeza Wira bersediakah kau menjadi mimpi buruk terindah dalam hidupku?"
Sebelum Aleeza sempat menjawab atau menamparnya, Austin sudah menarik jemari Aleeza secara paksa dan menyematkan cincin itu di jari manisnya.
BLITZ! BLITZ! BLITZ!
Kamera kembali mengambil foto momen tersebut bertubi-tubi.
"Tiga Puluh menit dari sekarang, berita pertunangan kita akan rilis ke seluruh dunia, Nona Wira," bisik Austin seraya berdiri anggun, merapikan lengan jasnya seolah tidak terjadi apa-apa. "Kau ingin berita sensasional untuk memberi makan kantongmu, bukan? Selamat sekarang kau sendiri yang menjadi beritanya.
Aleeza mengepalkan tangannya rapat-rapat, dadanya naik turun menahan amarah yang membakar. "Kau gila ! Aku tidak akan pernah sudi berurusan dengan pria sepertimu!"
Austin mendekatkan wajahnya sekali lagi, tersenyum penuh kemenangan di depan kamera yang terus menyorot mereka.
"Pilihan ada di tanganmu, Aleeza. Menikahi pria yang kau benci atau membiarkan dirimu dan seluruh keluargamu membusuk di penjara atas tuduhan pencemaran nama baik."
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!