Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Setelah sarapan bersama, keduanya kembali ke kantor lalu menuju ruangan masing-masing
Seperti biasa, Sarah akan mengantarkan laporan bagi sang manager. Andra tersenyum saat melihat kekasihnya itu masuk
"Kamu kunci pintunya Sarah!" Titah Andra
Walaupun bingung, Sarah tetap mengikuti apa yang kekasihnya perintahkan. Wanita itu melangkah mendekat lalu menyerahkan berkas yang ia bawa kehadapan atasannya itu
Andra memeriksa lalu membubuhkan tanda tangan nya disana, saat selesai pria itu belum juga memberikannya kepada Sarah
"Ada apa?" Tanya Sarah
"Kamu duduk disini!" Ujar Andra lalu menepuk pangkuannya
Sarah tersenyum, langkahnya mendekat lalu mendaratkan dirinya diatas pangkuan sang kekasih, tangannya melingkar dileher
"Ada apa? Hmm?" Suaranya sengaja dibuat sangat menggoda
"Aku lemes, butuh asupan" Tangan lebar itu mulai kemana-mana, Andra mengusap pa ha mulus itu hingga jemarinya tiba ditempat yang selama ini membuatnya mabuk kepayang
Jemari besarnya mulai menggelitik dibalik kain segitiga berbahan katun itu membuat Sarah bergerak gelisah
"Ini masih jam kerja ahhh" Ucapannya tidak jelas karena Sarah sudah terbuai oleh apa yang kekasihnya lakukan
Jari telunjuk pria itu menggeser kain penutup itu kesamping lalu bergerak keluar masuk
Sungguh rasanya Sarah ingin terbang melayang, Andra tidak membiarkan kekasihnya itu, wajahnya mendekat untuk dapat mengecup bibir merah yang selalu menggodanya
"Mas Andra ahh" Napasnya tersengal, sungguh Sarah tidak tahu jika permainan kekasihnya ini sangat menakjubkan
Andra tersenyum saat melihat wajah kekasihnya "Kamu boleh keluar! Terima kasih untuk vitaminnya" Andra tersenyum puas
"Kamu gak apa-apa, mau aku bantuin dulu?" Sarah menawarkan sambil turun dari atas pangkuan kekasihnya sambil memperbaiki penampilannya
"Gak perlu, aku udah cukup puas dengan permainan ini, nanti kita ketahuan lagi" Andra tersenyum dan kekasihnya itu mengangguk
"Sarah" Seru seorang wanita
Sarah gelagapan, wanita berpakaian rapi yang juga rekan kerja Sarah itu melihat penampilan sahabatnya itu
"Ada apa? Kamu keliatan berantakan banget?" Tanyanya sambil melihat penampilan Sarah
"Ohh, ini aku sedikit gak enak badan" Bohongnya
"Iya, kamu keliatan pucet banget. Lipstik kamu juga berantakan"
Sarah mengusap bibirnya, lain kali ia akan membawa benda satu ini jika datang keruangan kekasih gelapnya itu
"Makasih yaa Tari, aku masih banyak pekerjaan, aku duluan yaa"
Wanita itu hanya melihat rekannya yang berlalu "Sarah dari ruangan pak Andra kan? Kok bisa penampilannya berantakan seperti itu, memangnya pak Andra ngasih pekerjaan apa?"
Jam pulang kantor tiba. Seperti biasa, Andra akan mengantarkan kekasihnya lebih dulu
Mobil melaju, namun sejak tadi Sarah diam saja "Ada apa? Kamu kok diem aja"
"Ini semua gara-gara kamu, sepertinya Tari curiga sama aku" Ujar Sarah
"Curiga kenapa?"
"Waktu aku keluar dari ruangan kamu, dia ngeliat aku. Penampilan aku berantakan dan dia curiga"
Andra tersenyum lalu mengusap kepala wanitanya "Kamu tenang aja, dia gak akan berani macam-macam sama kita"
"Aku harap juga begitu"
"Sayang" Sarah tersenyum, sepertinya ia tahu apa yang harus ia lakukan
"Tadi pagi kamu udah muasin aku, sekarang giliran aku" Tubuh Sarah mulai menunduk, jemarinya mengusap benda yang masih tersembunyi dibalik celana panjang berwarna navy yang Andra kenakan
"Kamu memang paling ngerti apa yang aku inginkan" Satu tangan Andra mengusap rambut panjang Sarah yang sudah mulai menjalankan tugasnya
Jemarinya bergerak lincah melepas ikat pinggang lalu menurunkan resleting celana yang Andra kenakan hingga benda tegak itu terpampang dihadapannya
Sarah lebih dulu mengusapnya dengan ibu jari membuat Andra mengerang nikmat, bahkan ia mencengkram rambut panjang itu
"Kamu memang yang terbaik Sarah"
Andra berusaha tetap fokus pada jalanan dihadapannya, tapi ini tidak baik karena ia mulai kehilangan fokus. Terlebih saat benda itu sudah memenuhi rongga mulut Sarah yang hangat
Astaga, Andra tidak bisa. Sarah benar-benar pandai melakukannya, kepuasan seperti ini tidak pernah ia dapatkan karena Aini tidak pernah melakukannya
Mobil menepi di bawah pohon besar di pinggir jalan, Andra mendongak saking nikmatnya apa yang kekasihnya ini berikan
Andra mengumpulkan rambut panjang itu lalu membantu mendorong kepala wanita itu agar lebih dalam
Beberapa kali Sarah tersedak, namun hal itu tidak membuatnya jera untuk mencucup benda yang masih berdiri tegak itu hingga cairan didalamnya tumpah dan membasahi wajahnya
"Kamu buang nya sembarangan" Ujar Sarah lalu bangun dari posisinya, wanita cantik itu meraih tisu lalu membersihkan wajahnya dari cairan milik kekasihnya
"Maafkan aku sayang, ini karena kamu memang menakjubkan. Kamu luar biasa Sarah" Ujarnya seraya mengatur deru napas yang masih memburu
Mobil kembali melaju, membawa pasangan selingkuh itu hingga tiba dirumah
"Mas mau mampir kan?"
"Mungkin lain kali sayang, aku harus pulang cepat biar Aini gak curiga" Jawab Andra
Tidak mungkin juga ia menggunakan alasan lembur setiap hari, bisa-bisa Aini curiga
Sarah memasang wajah cemberut "Padahal kita belum sampai dipermainan inti"
"Maaf yaa, mungkin lain kali. Aku janji" Ujar Andra
"Janji yaa?"
"Janji sayang" Andra mengecup bibir ranum itu sekilas lalu Sarak keluar dari mobilnya
Andra membunyikan klakson saat melihat Sarah melambaikan tangan lalu kendaraan roda empat itu meninggalkan rumah
Sesampainya dirumah, Andra mencari keberadaan istrinya. Aini tengah sibuk menyiapkan makan malam
Tumben sekali, biasanya jika sudah sore seperti ini maka Aini akan berada didepan pintu untuk menyambut nya
"Mas, maaf aku belum selesai masak" Aini tersenyum
Andra menatap wanita dihadapannya dengan tatapan meremehkan. Wanita itu sangat tidak menggoda
Aini hanya mengenakan baju kaus serta celana panjang yang longgar, rambutnya dicepol asal serta wajah yang berminyak, belum lagi aroma bumbu dapur yang tercium dari tubuhnya
"Aku mau mandi dulu" Aini menatap suaminya yang masuk kedalam kamar, ia bertanya karena suaminya bahkan tidak menyematkan kecupan seperti biasanya
Aini melihat lagi penampilannya, wajar jika Andra menjauh. Dirinya sangat tidak enak dilihat saat ini
Setelah membersihkan diri, Aini menyusul suaminya yang telah berada dimeja makan. Bahkan Andra makan tanpa menunggunya terlebih dahulu
"Mas udah laper banget, makanya mas makan duluan" Ucap Andra saat sang istri duduk dihadapannya
"Iya" Aini merasa bersalah "Maaf yaa mas, tadi Kasih rewel makanya aku telat masaknya"
Andra tak menjawab, setelah pria itu selesai menyantap makan malam nya. Andra bangkit lalu melangkah menuju kamarnya
Aini menatap piringnya, sekarang ia malah tidak bernafsu untuk makan. Aini merasa suaminya sangat dingin
Aini tidak lagi melihat suaminya yang penyayang dan selalu bersikap manis padanya
"Apa aku ada salah yaa?" Gumamnya lalu bangkit menyusul sang suami
Sesampainya disana, Aini melihat jika suaminya itu telah berbaring diatas ranjang mereka
Aini mengira jika suaminya itu tengah dalam keadaan lelah, karena biasanya Andra akan mengajaknya bermesraan sambil membahas tentang kegiatan mereka hari ini
"Jangan manja Aini" Ucapnya pada diri sendiri
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.