NovelToon NovelToon
DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikahmuda / Penyelamat
Popularitas:128.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Zavian Hartwell, 38 tahun. Menikah dengan Viona Lestari, janda anak satu. Zavian kaget karena setelah menikah, Viona malah menyodorkan putrinya untuk melakukan malam pertama mereka.

"Viona, kau gila? Dia putrimu. Dia masih anak-anak, " Zavian.

"Kita menikah karena bisnis, aku punya laki-laki lain. Tapi kau akan tetap akan merasakan malam pertama, dengan putriku. Dia akan menggantikan aku." Viona

"Tapi bunda ..." Mirella menatap ibunya memohon.

"Diam, lakukan perintah bunda. Kalau tidak, kamu akan di kirim ke luar negeri. Puaskan daddy Zavian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Mirrela bolos pelajaran pertama. Dia menyendiri di kebun belakang. Saat bel istirahat berbunyi, ia hendak balik ke kelas. tapi langkahnya terhenti saat melihat sosok Bara dan seorang cewek yang berjalan mendekat ke arah cowok itu. Dengan insting yang tiba-tiba membuatnya malu, ia menyelinap ke balik rimbunnya semak-semak di pinggir kebun, berharap tidak terlihat.

Cewek itu berdiri di depan Bara, tangannya meremas ujung seragam dengan gugup.

"Bar... aku sudah lama ingin bilang ini," suaranya terdengar bergetar malu.

"Aku suka sama kamu. Bukan cuma karena kamu populer, tapi karena kamu pintar dan punya keliatan punya masa depan yang pasti. Kamu, maukah kamu jadi pacarku?"

Mirella menahan napas, hatinya berdebar kencang, bukan karena dia yang ditanya, tapi karena dia tidak sengaja mendengar hal yang seharusnya jadi rahasia mereka berdua. Ia ingin pergi, tapi kakinya terasa terpaku di tempat.

Bara menatap cewek itu tanpa senyum, tapi tidak begitu dingin juga.

"Sukai orang lain saja. Aku ... Sudah ada gadis lain di hatiku. Dan aku tidak berniat pacaran sekarang ini. Kalaupun pacaran, harus dengan gadis yang aku sukai."

Cewek itu menggeleng tidak rela, matanya berkaca-kaca.

"Tapi aku nggak pernah lihat kamu sama siapa-siapa. Bisa nggak... coba kasih aku kesempatan? Siapa tahu kamu bisa suka sama aku juga. Kita coba dulu ya?"

"Maaf," Bara berkata lebih tegas kali ini.

"Aku tidak akan pernah mencoba-coba dengan perempuan yang tidak aku suka."

Cewek itu terdiam, lalu menunduk dalam, air mata jatuh ke pipinya. Tanpa menoleh lagi, ia berbalik dan berjalan pergi dengan langkah yang terlihat berat dan kecewa. Bara menghembuskan nafas panjang. Lama-lama dia kesal juga karena selalu ada perempuan yang nembak dia setiap minggu.

Di tempatnya, Mirella menahan napas, hatinya ikut merasa agak kecewa. Bara ternyata punya orang yang disukai... Tentu saja. Siapa yang tidak akan jatuh hati pada cowok sebaik Bara? Dan... Mana mungkin Bara tidak ada sosok perempuan yang dia suka. Pasti ada. Kira-kira siapa perempuan beruntung itu ya? Mirella jadi penasaran.

Perlahan, ia mencoba bergerak untuk pergi dari sana secepat mungkin sebelum ketahuan. Tapi kakinya terpeleset sedikit, dan ia menabrak sebuah batu besar yang ada di belakangnya.

Brak!

Ia terjatuh, dagunya tergores batu tajam. Rasa perih terasa seketika, dan darah segar menetes perlahan di kulitnya.

Suara itu cukup keras untuk membuat Bara menoleh. Ia melihat sosok yang bersembunyi di balik semak-semak itu. Mirella memejamkan mata, malu luar biasa. Dia ketahuan. Benar-benar ketahuan.

Bara berjalan mendekat, lalu berlutut di depannya, mengulurkan tangan membantu gadis itu berdiri.

"Hebat juga, kau ... sengaja menguping?" tanyanya lembut, tapi ada nada bercanda yang membuat Mirella makin ingin menghilang.

Mirella tersentak, buru-buru bangkit meski tangannya gemetar.

"A-aku nggak sengaja... aku cuma lewat ... mau balik ke kelas..." suaranya nyaris tak terdengar, wajahnya memerah padam.

Bara melihat luka kecil di dagunya, lalu segera membantunya berdiri dan tanpa ijin menarik pergelangan tangannya pergi dari sana.

"Dagumu berdarah. Bersihkan dulu. Nanti infeksi kalau dibiarkan."

Mirella tidak sempat menolak. Semuanya terjadi begitu cepat. Dia bahkan tidak sadar mereka sudah berada di toilet belakang sekolah. Bara masuk bersamanya dan membantunya membasahi dagunya dengan air bersih di wastafel. Tidak ada yang bicara di antara mereka. Bara sibuk dengan pekerjaannya dan Mirella sibuk dengan rasa malunya.

Air dingin mengalir pelan di atas luka kecil itu, membuat Mirella sedikit meringis, namun ia menahannya. Bara mengambil tisu kering, memerasnya hingga lembap, lalu mengusap darah yang tersisa di dagunya dengan sangat hati-hati, seakan takut lukanya semakin perih.

Jarak mereka begitu dekat hingga Mirella bisa mencium aroma sabun yang lembut dan bersih dari tubuh cowok itu. Jantungnya berpacu begitu cepat. Ia menunduk dalam, menatap ujung sepatunya, tak berani menatap mata Bara.

"Kenapa sembunyi di sana?" tanya Bara tiba-tiba, suaranya rendah namun tenang, memecah keheningan di ruangan kecil itu.

Mirella menggigit bibir bawahnya.

"Aku... aku mau lewat. Tapi aku lihat kalian... jadi aku takut mengganggu. Makanya aku tunggu sebentar sampai selesai. Aku nggak bermaksud menguping."

Bara tersenyum tipis menatap pantulan mereka di cermin, tidak bicara lagi untuk beberapa detik. Begitu merasa dagu Mirella sudah bersih, ia mengeringkannya menggunakan sapu tangan yang ia keluarkan dari sakunya lalu mengeluarkan plester dari saku dan menempelkan benda tersebut di dagu Mirella yang terluka.

Kakinya juga sedang luka jadi kebetulan ia memang sering membawa plester untuk mengganti plester lain di kakinya. Setelah selesai, mereka keluar. Mirella masih menunduk.

"M-makasih," ucapnya lirih.

"Lain kali jangan bolos kelas lagi." itu balasan yang keluar dari mulut Bara.

Mirella mengangkat kepalanya. Tatapan mereka bertemu dan dia bisa melihat tatapan yang begitu teduh dalam mata Bara. Oh, pantas saja banyak cewek yang tergila-gila sama dia. Ia tidak menjawab. Begitu sadar mereka berdiri terlalu dekat, ia cepat-cepat menjauh dari cowok itu dan pergi dari sana.

Bara mendengus pelan melihat kepergian Mirella.

"Aku sudah menolongmu, tapi begitu sikapmu?" katanya pada dirinya sendiri. Ia terus menatap kepergian Mirella lama sekali sampai benar-benar menghilang dari pandangan matanya.

Mirella berjalan cepat menuju kelas, jantungnya masih berpacu kencang. Ia tidak berani menoleh ke belakang, takut melihat Bara masih berdiri di sana menatapnya. Ia tahu sikapnya tadi mungkin terasa kasar, tapi ia cuma panik. Panik karena begitu dekat dengan Bara membuatnya merasa tidak bisa bernapas.

Sesampainya di bangkunya, ia menyandarkan punggungnya ke dinding, menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.

"Konyol, Mirella... kamu benar-benar konyol," bisiknya pelan pada dirinya sendiri.

Namun di samping rasa malu yang luar biasa, ada sesuatu yang hangat di dadanya. Plester kecil di dagunya terasa nyata, bukan mimpi. Bara menolongnya. Ini yang kedua kali setelah ia hampir di tabrak mobil itu. Diam-diam dia tersenyum. Akhirnya setelah sekian lama, mereka bisa berinteraksi sedikit.

Saat bel berbunyi dan semua orang masuk kelas termasuk Bara, mata mereka sempat berpapasan, Mirella cepat-cepat membuang muka menatap keluar jendela.

1
~Hartwyn_Dee~
baguusss zavian,, Viona emng kudu di gertak dikit biar ga songong...
Syakirah Dzaky
Bagus Zavian , klo perluh sebarkan aja semua Video saat dia menyiksa anakx , jadikan itu sebagai bukti , biar dia di penjara sekalian
Naufal Affiq
emosi lah aku lihat si viona ini,entah dimana lah otaknya
Lilik Juhariah
cerita kak Mae gak pernah gagal
Lilik Juhariah
naaah gitu Daddy diancam ancam balik , jangan kalah sama viona iblis itu
Anisa Dwi riona
mantap zavian
faridah ida
baguuss Zavian ...👍👍👍
Al Fatih
Nah gitu dong Daddy zavian.....,, sama si Piona mah harus tegas,, kejam dan licik
faridah ida
Zavian kamu harus lebih pintar dan lebih licik dari viona ...
Fitria Syafei
Zavian kereen 😍 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
🍒WINA🍒
Bagus zavian lawan aja wanita berhati iblis itu, sangat kejam dan tega sekali sama anak kandungnya sendiri dimana hati nuraninya. Mirella sangat rapuh sekali hidupnya tidak bahagia.
zavian jangan takut sama ancaman wanita iblis itu, kasian hidupnya mirella sangat menderita. penuh tekanan dan ancaman ibunya yg gila dan stress itu🤭

daddy zavian merasa kasian dan prihatin sama mirella punya ibu sakit jiwa dan stress itu, makanya daddy zavian tidak akan membiarkan mirella menderita. akan menjaga dan melindunginya..

hanya daddy zavian dan bara sangat peduli dan perhatian sama mirella, daddy davian berangkat kerja viona pasti akan marah dan memaki-maki mirella.

viona emang gila dan stress anak kandung sendiri diperlakukan seperti anak tirinya, ibu macam apa viona itu tidak sayang dan perhatian sama mirella...

mirella sangst lemah dan tidak berdaya selali nurut ancaman viona, sabar ya mirella suatu nanti kamu berhak bahagia...

lanjut mae..
ditunggu updatenya lagi...
🍒WINA🍒: kasih pelajaran istri durhaka kamu zavian biar kapok dan jera🤭🤭🤭
total 2 replies
Ita rahmawati
akan kah zavian bertahan selsmanya
Riska Baelah
kk mae cerita ny udh bagus gini
zavian ayah tiri yg baik👍
bisa gak zavian tetap jd ayah tiri ny mirrela aja, jng nyimpang2 ke ayah tiri cinta ke ank,, emg sih cerita kk mae bnyak pria dewasa suka sama gadis kecil cinta beda usiaaaaaa jauhhh bnget ,, tp kan status ny gak ad hubungan gitu,,
kan mirrela bisa sama bara yg jg baik🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Lilik Juhariah: gak seru mbak, Krn menyimpang ini ceritanya jadi seru
total 1 replies
Ita rahmawati
ibu kandung macam setan 🤣
Ita rahmawati
lama amat Daddy Daddy sampe anakmu itu hampir pingsan LG
Ita rahmawati
kau yg bodoh viona 🤣
Ita rahmawati
hadeuh rella jgn jgn emakmu udah berubah jd setan
Ita rahmawati
mirella ih,, kamu suka bara ya 🤭
Ita rahmawati
mirella harus diajarin hal hal GK bener nih biar berani 🤣
Ita rahmawati
zavian kuat kuatin imanmu ya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!