NovelToon NovelToon
Hacker Cantik Incaran Mafia

Hacker Cantik Incaran Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Ibu Pengganti
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💗🤗 Assalamualaikum semua! Ayo mampir baca pelan-pelan aja ya! jika suka jangan lupa tinggalkan jejak kalian!👇🤗😍

Di balik wajah cantiknya, Alana menyimpan identitas mematikan: seorang hacker genius sekaligus penembak jitu bayaran yang tak pernah meleset. Namun, ia terpaksa menggantung senapannya demi satu tujuan baru yang tak pernah ia rencanakan—menjadi ibu pengganti bagi keponakannya yang mendadak yatim piatu.

​Di sisi lain kota, Sang Bos Mafia penguasa dunia bawah tanah sedang murka. Pembantaian brutal baru saja menewaskan tangan kanan kepercayaannya, dan sepasang anak kembar sang tangan kanan menghilang tanpa jejak.

Dalam perburuannya mencari anak-anak itu dan menuntut balas, sang Mafia juga memburu seorang hacker misterius yang terus-menerus meretas sistem keamanan kartelnya.

​Takdir mempertemukan mereka dalam kejar-kejaran yang mematikan. Sang Bos Mafia tidak tahu bahwa wanita cantik yang mati-matian melindungi sepasang anak kembar di dekapannya adalah penembak jitu yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

​Alana gegas menuangkan sirup penurun panas ke sendok plastik dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Lalu dengan hati-hati, ia meminumkannya ke mulut Kai. Bocah lima tahun itu mengernyit menahan pahit dalam setengah tidurnya, namun tegukan kecil itu membuat napas tertahan Alana berembus lega.

​"Anak pintar, sekarang Kai istirahat lagi ya, biar cepat sembuh!" bisik Alana, lalu mengecup kening Kai yang basah oleh keringat dengan penuh kasih sayang.

Setelahnya ia menoleh ke arah Kael dan menyodorkan sebungkus roti yang sudah ia sobek plastiknya.

"Makan, Sayang. Kita butuh tenaga untuk malam ini."

Lalu segera bangkit, melangkah menuju koper hitam miliknya, dan mengeluarkan sebuah laptop dengan spesifikasi kelas militer yang selama ini ia sembunyikan.

​Sudah saatnya orang-orang itu tahu, bahwa dunia digital juga memiliki predator yang tak terlihat.

​Kael menggigit pinggiran roti itu sedikit demi sedikit, mata bulatnya tak pernah lepas memperhatikan sang Tante yang kini duduk bersila di lantai, membongkar isi koper kecilnya.

​Dari kompartemen rahasia kopernya, Alana menarik keluar sebuah laptop militer berspesifikasi tinggi dan keyboard nirkabel yang tipis. Benda itu adalah "senjata" utamanya.

Sejak masuk ke dunia IT di luar negeri, Alana telah membangun jaringan peladen bayangan, sebuah identitas digital anonim yang tak tersentuh oleh siapa pun.

Kini terpaksa ia membangunkannya kembali.

​Cahaya redup dari layar monitor menyorot wajah Alana yang kini memancarkan fokus tajam. Jari-jarinya bergerak di atas keyboard tanpa ragu, mengetikkan barisan perintah dengan kecepatan yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang.

​Dalam hitungan menit, Alana berhasil meretas masuk ke sistem pengawas lalu lintas kota. Begitu peta digital terbuka di layarnya, rahang Alana mengeras.

​Peta itu dipenuhi puluhan kedipan titik merah. Jalan tol, bandara, pelabuhan komersial, hingga stasiun kereta penumpang, semua akses keluar telah diblokir. Para pemburu itu benar-benar berniat mengisolasi kota dan menjebak mereka di dalam.

​Namun, senyum tipis yang teramat dingin justru tersungging di sudut bibir Alana. Tidak ada sistem yang tidak memiliki celah di dunia ini.

​Matanya menangkap satu titik buta di area stasiun kargo industri, sebuah jalur kereta barang tua yang mengangkut batu bara dan peti kemas ke provinsi seberang.

Jalur itu dikelola oleh sistem otomatis perusahaan swasta yang keamanannya setipis kertas bagi Alana. Jadwal menunjukkan ada satu lokomotif logistik yang akan berangkat tepat pukul dua belas malam nanti.

​Tanpa membuang waktu, jari-jari Alana kembali mengetik brutal. Ia menyusup ke server stasiun, memanipulasi looping rekaman CCTV di jalur pemuatan menjadi siaran ulang berdurasi dua menit. Sebagai sentuhan akhir, ia meretas sensor pemindai termal di perbatasan agar mengabaikan suhu panas manusia dari dalam gerbong nomor tujuh belas.

​Enter.

​"Selesai," gumam Alana pelan. Ia menutup layar laptopnya hingga berbunyi klik, lalu menatap kedua keponakannya dengan tekad bulat.

"Malam ini, kita akan pergi jauh dari kota ini." gumamnya pelan pada Kael.

_____________

​

​Tengah malam tiba membawa hembusan angin yang membekukan tulang. Kota seolah tertidur lelap, namun Alana tahu bayang-bayang kematian masih mengintai di setiap sudut.

​Alana menggendong Kai erat-erat. Suhu tubuh anak itu sudah berangsur turun, namun ia masih terlalu lemas untuk berjalan. Dengan tangan kanannya, Alana menggandeng Kael. Ketiganya menyelinap keluar dari kontrakan, bergerak bagai bayangan menyusuri gang-gang gelap menuju area stasiun kargo yang berjarak satu setengah kilometer.

​Napas Alana mulai memburu. Lengannya kebas karena harus menahan bobot Kai, namun ia menolak berhenti.

​Setibanya di area stasiun kargo, suara gemuruh mesin diesel memekakkan telinga, menggetarkan tanah di bawah pijakan mereka.

Di balik bayangan tumpukan peti kemas yang menjulang tinggi, Alana mengawasi keadaan.

​Berkat manipulasi sistemnya, area di sekitar gerbong nomor tujuh belas benar-benar buta. Penjaga hanya berkerumun di bagian depan lokomotif.

​"Ayo," bisik Alana.

​Ia menarik Kael berlari merunduk, menembus kegelapan hingga mereka tiba di depan gerbong baja nomor tujuh belas. Pintunya sengaja belum disegel penuh oleh sistem bongkar muat.

​Dengan sisa tenaga yang menguras paru-parunya, Alana menggeser pintu besi yang sangat berat itu hingga terbuka setengah meter. Bau karat, kayu lapis, dan debu terpal langsung menyengat hidung.

​Alana mengangkat tubuh Kai dengan susah payah ke atas lantai gerbong yang tinggi, lalu berbalik mengangkat Kael. Begitu kedua keponakannya aman, Alana gegas melompat naik.

Tangannya yang gemetar menarik kembali pintu besi itu hingga nyaris tertutup rapat, hanya menyisakan celah sekecil dua jari untuk sirkulasi udara dan celah mengintip.

​Di dalam gerbong yang gelap gulita dan dipenuhi tumpukan gulungan kain pabrik, Alana membuat ruang kecil. Ia merebahkan Kai di atas kain yang empuk, lalu menarik Kael ke dalam pelukannya.

​Tuuuuut!

​Klakson panjang memecah malam, disusul sentakan keras yang menggetarkan tubuh mereka. Lantai besi di bawah mereka berderak kencang. Roda-roda baja raksasa itu mulai bergesekan dengan rel, bergerak perlahan, sebelum akhirnya berpacu membelah malam.

​Melalui celah sempit di pintu gerbong, Alana menatap kerlap-kerlip lampu kota yang perlahan menjauh dan mengecil. Kota tempat kakak dan kakak iparnya mengembuskan napas terakhir.

Kota di mana para monster itu kini sedang kebingungan mencari jejak mereka yang telah lenyap tanpa sisa.

​Kael mendongak. Di tengah remang-remang gerbong yang bising, mata bulatnya menatap wanita yang kini ia panggil Bunda.

​"Bunda... kita mau ke mana?" tanya bocah lima tahun itu lirih.

​Alana menunduk. Ia mengusap debu di pipi Kael, lalu mengecup kening keponakannya itu dalam-dalam.

​"Kita akan pergi ke tempat di mana mereka nggak akan pernah bisa menemukan kita, Sayang," jawab Alana pelan.

Suaranya tidak lagi bergetar karena ketakutan, melainkan menebal oleh sebuah sumpah yang baru saja terukir di dalam darahnya.

​Mulai malam ini, ia akan melindungi kedua anak ini dengan nyawanya. Ia akan membesarkan mereka, melatih mereka, dan memastikan bahwa saat Kai dan Kael tumbuh menjadi anak yang tangguh nanti... mereka sendirilah yang akan kembali ke kota ini untuk menjemput keadilan kedua orang tua mereka.

​Roda kereta terus berderak tanpa ampun, membawa tiga nyawa yang tersisa itu menembus kegelapan malam. Menuju sebuah pelarian panjang yang sunyi, berbahaya, dan dipenuhi rahasia.

​Bersambung...

​

1
neny
amazing sih ini mah,,bener2gk bs ber kata2 👍👍
Erna Wati
lanjut Thor,ceritanya tambah seru...
Lucyana H
idemu bikin cerita keren thor...emang ga gampang thor bikin cerita ....ini cerita yg sangat luar biasa....thor💪👍🫰🏼👏🏼🫶🏼🥰
Lucyana H
selalu penasaran thor ....sedikit bgt si thor upnya...bisa lebih ga...udah ga sabar nih nunggu bsk ...pasti bakal seru...harus yg bnyk thor upnya....lagi seru" nya bersambung😁💪👍
Lucyana H
selalu menarik thor setiap muncul episode baru...jd ga ngebosenin😍😘
Dewi kunti
hhhhhhh ratu dan raja mafia💪
V3
Al mmg cerdas bgt
neny
Marco bersikap begitu Krn gk tau siapa Alana,,dan setelah tau,dia pun di buat kicep sm ratu Aditama tersebut
Lucyana H
di tggu kelanjutannya thor....semakin hari semakin menarik ceritamu thor,👍💪😘
riniasyifa: Jadi makin semangat author, siap kak👍
total 1 replies
Lucyana H
👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼,seneng bgt akhirnya Alana JD milik si elvano sang ketua klan Adhitama....😘😍💪👍
riniasyifa: 🤭 Terima kasih kakakku dah ngikutin kisah Alana dan Elvano😍
total 1 replies
Erna Wati
aku suka...aku suka...🤭
Lucyana H
thor...bisa tambah punya ga sih...plisss,klo udah baca cerita ini selalu kurang thor..pengen lagi terus
riniasyifa: Hehe sabar kakaku🤭😍 lanjut baca besok 👍
total 1 replies
Lucyana H
keren thor ceritamu..baca marathon...berasa kurang ....di tggu kelanjutannya
riniasyifa: Siap😄😍
total 1 replies
Lucyana H
thor hebat bgt kmu bikin cerita mafia yg sangat menarik dan keren....aku suka sm karakter si Alana yg pintar,tegas ,Badas jg ...top markotop thor😍
Dessy Rinda: semangat kak thor up nya
total 3 replies
Lucyana H
se7 ...bas
Lucyana H
alur ceritanya bener bener keren thor ,seru bikin deg degan ,ky nonton film action di tv,suka cerita mafia ky gini ga ngebosenin,bikin penasaran terus thor,soalnya ceritanya emang seru,👍😘😁💪
wo te
dri sehari 3x,ke 2x lama2 1x up sehari 🤔🤔🤔
riniasyifa: karena makin panjang ceria makin buntu jalan pikiran author 🤭🤣
total 5 replies
Lisa
Semangat y Al, El ada 1 org lg yg perlu kalian selamatkan
Lisa
👍👍 Hebat banget nih Alana & Elvano..wah mrk emg pasangan yg kompak 😊
riniasyifa: Terima kasih kakaku dah dah mampir😍👍
total 1 replies
Lisa
Seru banget nih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!