NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Rumah Baru.

Sera menatap takjub pada bangunan rumah berlantai dua di hadapannya. Pintu gerbang menjulang tinggi, dengan sebuah pos satpam di sampingnya.

Halaman depan yang cukup luas. Dengan taman mini di tengah - tengahnya. Garasi mobil di sebelah kanan rumah, serta jalan penghubung ke halaman belakang.

Dari luar sudah terlihat begitu mewah dan megah. Sera yakin, isi di dalamnya sudah pasti serba mahal.

“Ayo kita masuk.” Ucap Ravin membuyarkan kekaguman Sera.

Gadis itu menganggukkan kepala dengan semangat. Ravin pun melangkah lebih dulu di depannya.

Sera menatap sendu punggung sang suami. Tidak ada sedikit pun niat pria itu untuk menggandeng tangannya. Dan membawa masuk bersama ke dalam rumah.

“Selamat datang, tuan dan nyonya.” Sapa seorang wanita berusia empat puluh tahunan, yang telah menunggu di depan pintu.

Ravin menganggukkan kepalanya. “Bi, ini Sera istri saya. Dan Sera, ini Bi Sari. Asisten rumah tangga kita.”

Sera mengulurkan tangan. Bi Sari pun dengan gugup menyambutnya.

“Tidak perlu sungkan, bi. Anggap saja, kami seperti keluarga bibi.” Ucap Sera.

Bi Sari menganggukkan kepalanya.

“Ayo, Sera.” Ravin kemudian mengajak Sera untuk masuk ke dalam rumah.

Dan benar saja dugaan Sera. Interior di dalam rumah itu sangat mahal dan mewah.

Dari pintu utama, ada ruang tamu yang di lengkapi sofa panjang, dua sofa single dan meja kaca panjang serta lukisan klasik yang menempel di dinding.

Masuk lebih dalam, ada tangga setengah melingkar menuju lantai dua.

“Kak. Rumahnya bagus sekali.” Ucap Sera dengan penuh binar.

“Kamu menyukainya?” Tanya Ravin sembari ikut mengedarkan pandangannya.

“Suka. Mirip dengan rumah orang tua kakak.” Ucap Sera lagi.

Ravin menyunggingkan sudut bibirnya. “Aku memang sengaja memilih rumah yang mirip dengan rumah papa. Biar kamu betah tinggal disini.”

Sera seketika menoleh ke arah sang suami. Apakah mungkin, pria itu memikirkan kenyamanan dirinya?

Apakah ini adalah pertanda kemajuan hubungan mereka?

“Ruang keluarga ada di balik tangga.” Ucap Ravin kemudian.

Sera mengangguk paham.

“Di lantai satu ini, ada dua kamar tidur, dan satu ruang kerja. Ruang makan dan dapur di sebelah kanan. Lewat pintu itu.” Ravin menujuk pintu penghubung yang berada di sebelah kanan.

Sera pun kembali menganggukkan kepalanya.

“Di lantai dua, ada tiga kamar tidur. Satu kamar utama untuk kita. Dan dua masih kosong. Hanya ada kasur.” Imbuh Ravin lagi.

Pria itu melangkah ke arah sisi kiri rumah. Disana juga terdapat sebuah pintu penghubung.

Sera serta merta mengikuti langkah pria itu.

Bi Sari dengan sigap membuka pintu itu.

“Pintu ke halaman belakang.” Ravin berdiri di ambang pintu, kemudian menoleh ke arah Sera. Seolah memanggil gadis itu untuk mendekat.

Sera pun melangkah mendekat. Ravin mengajaknya menyusuri halaman belakang.

“Di halaman belakang, ada kolam renang dan tempat bersantai. Kamu bisa menghabiskan waktu libur disini.” Ucap Ravin kemudian.

Sera mengedarkan pandangannya. Halaman belakang itu cukup luas. Dengan rerumputan hijau yang tumbuh subur.

Kolam renang berbentuk persegi panjang di tengah halaman.

Pohon mangga dalam pot di sudut kiri. Gazebo berukuran sedang lengkap dengan kursi untuk bersantai. Serta taman mini di sisi kanannya.

Sera yakin dirinya pasti betah berada di rumah itu.

“Ayo kita lihat kamarnya.” Ucap Ravin kemudian.

Sera pun menganggukkan kepalanya lalu mengekori langkah sang suami.

Kamar utama itu cukup luas. Bahkan lebih luas dari kamar Ravin di rumah orang tuanya.

Terdapat tempat tidur berukuran besar di tengah ruangan. Sofa bed di sudut kiri, menghadap ke pintu balkon yang bisa di buka lebar.

Televisi berukuran besar di atas meja kayu jati bercat cokelat. Di atasanya terdapat sebuah jam dinding berbentuk bulat, dan menempel pada tembok.

Kamar itu bernuansa putih dari dinding, dan abu - abu dari tirai balkon. Berbeda dengan kamar Ravin di rumah orang tuanya. Lebih gelap dengan dominasi warna hitam dan abu - abu.

Di sebelah kanan ruangan, terdapat sebuah pintu menuju ruang ganti dan kamar mandi.

“Ruang ganti dan kamar mandi disebelah kanan.” Ucap Ravin.

“Boleh aku melihat ke dalam?” Tanya Sera pada sang suami.

Ravin menganggukkan kepalanya. “Kamar ini juga milik kamu, Sera.”

Sera pun melangkah masuk ke dalam ruang ganti. Ia pun mendapati koper - kopernya telah berada di sana.

“Kamu gunakan lemari yang sebalah kanan, dan aku yang sebelah kiri.” Ucap Ravin dari belakang punggung gadis itu.

Sera kembali menganggukkan kepalanya. Ia kemudian beralih pada pintu kamar mandi.

Ruang mandi itu sangat luas. Ada bak mandi besar di dekat jendela kaca. Tempat membilas tubuh yang di batasi dengan sekat kaca. Wastafel dan juga tempat membuang hajat.

Desain kamar mandi itu mirip dengan kamar mandi yang ada di hotel bintang 5.

“Kamu menyukainya?” Tanya Ravin kesekian kalinya. Entah berapa kali pria itu menanyakannya. Seolah, ia mengutamakan kenyamanan Sera.

“Sangat menyukainya, kak. Terima kasih untuk semua ini.” Balas Sera dengan tulus.

Ravin pun menganggukkan kepalanya. Syukur jika Sera menyukainya. Setidaknya, gadis itu merasa betah di rumah, saat Ravin tidak bisa memberikan cinta yang seutuhnya.

“Syukur jika kamu menyukainya.” Ravin mengusap pelan pucuk kepala sang istri.

Sera di buat tertegun oleh perlakuan pria itu.

‘Semoga ini awal yang baik untuk hubungan kita, kak.’

.

.

.

“Kakak mau ke ruang kerja?” Tanya Sera saat Ravin beranjak dari meja makan.

Mereka baru saja selesai menikmati makan malam berdua. Bi Sari tinggal di kamar belakang, dekat dengan dapur kotor. Ia mendapatkan libur di akhir pekan, sehingga wanita paruh baya itu bisa pulang ke rumahnya.

“Hmm. Aku akan memeriksa beberapa pekerjaan.” Ucap Ravin.

Sera menghela nafas pelan. Saat ini, mereka telah tinggal berdua. Kesempatan untuknya mengajak Ravin berbicara serius tentang hubungan mereka.

“Kak. Bisa kita bicara sebentar?” Tanya gadis itu.

Ravin mengangguk pelan. Kemudian kembali duduk di atas kursi meja makan.

“Kita masih pengantin baru. Bahkan, kita belum —

“Aku tau, Sera.” Potong Ravin dengan cepat. Pria itu seolah tau kemana arah pembicaraan sang istri.

“Lalu, mau sampai kapan akan seperti ini? Aku bahkan tidak tau, jam berapa kakak kembali ke kamar.” Ucap Sera menyuarakan isi hatinya.

Ravin menghela nafas kasar. Untuk saat ini, ia tidak bisa.

“Maafkan aku, Sera. Tolong beri waktu untuk hubungan ini.” Ucap pria itu. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya, lalu meninggalkan Sera seorang diri.

Sera tersenyum mengejek.

Mengejek dirinya sendiri.

Bahkan setelah menikah, Ravin kembali meminta waktu untuk hubungan mereka. Sama seperti saat pertama kali berkencan, setelah kesepakatan perjodohan di setujui.

“Kenapa sangat susah untuk menggapai hati kamu, kak?”

1
sunaryati jarum
Raditya itu Wira yang menyamar sebagai sopir Sera, ternyata suruhan mamanya.Mama Sera tahu siapa Raditya.Sehs
Seharusnya dia pewaris sebenarnya, sungguh menarik
Naufal Affiq
bagus sera,selidiki terus suami mu yang tukang bohong itu,jadi jangan percaya lagi sama omongannya,ikuti aja alur cerita suami mu itu
sunaryati jarum
Bagus Serta, jangan lemah Wira sepertinya saudara Ravin, ibunya Ravin pelakor.
Naufal Affiq
bagus sera,jangan diam aja seperti orang bodoh,ikutin aja permainan si ravin itu,
dyah EkaPratiwi
bagus sera
Noviie 🍃🍃
Fix nih Wira itu kakaknya Ravin.. tp kenapa namanya bisa ganti y??
Noviie 🍃🍃
Tuh kan.. ini Wira pasti mirip papanya waktu muda.. makanya pada ga asing sama wajahnya..
Noviie 🍃🍃
Kayaknya Wira ini kakaknya Ravin deh…
Noviie 🍃🍃
Siapakah Wira ini???
Noviie 🍃🍃
Ooo kamu ketahuan Ravin….
Noviie 🍃🍃
Recommended ❤️❤️
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
dyah EkaPratiwi
nah gitu Ra harus tegas
dyah EkaPratiwi
ravin bener2 kurang ajar
dyah EkaPratiwi
wah Wira berarti raditya
dyah EkaPratiwi
gemes banget sama Sera aja coba selidiki ra
dyah EkaPratiwi
betul mama mu Sera cinta boleh bodoh jangan
dyah EkaPratiwi
sera please jangan bodoh😭
dyah EkaPratiwi
jahat banget ravin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!