Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.
Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Suasana di dalam ruang ICU mendadak menjadi sedingin bongkahan es di kutub utara.
Su Yuhan menatap telapak tangan Jiang Chen yang masih menempel kokoh di atas dadanya.
Matanya yang tadi sayu kini membelalak lebar penuh dengan kemarahan dan rasa jijik yang luar biasa.
Plak.
Sebuah tamparan keras mendarat dengan sangat mulus dan cepat di pipi kanan Jiang Chen.
Suara tamparan itu menggema sangat nyaring di ruangan yang sedang sunyi tersebut.
Jiang Chen terhuyung mundur selangkah sambil memegangi pipinya yang terasa panas dan kebas.
"Singkirkan tangan kotormu dari tubuhku, pria mesum!" teriak Su Yuhan dengan suara bergetar.
Wanita itu segera menarik selimut rumah sakit untuk menutupi dadanya hingga sebatas leher.
Napasnya terengah-engah, tubuhnya kembali gemetar mengingat kejadian mengerikan di atap gedung tadi.
Jiang Chen mengusap pipinya sambil menatap wanita di depannya dengan tatapan tidak percaya.
'Sialan, aku mempertaruhkan nyawa menariknya dari tebing kematian dua kali malam ini.'
'Dan balasannya adalah sebuah tamparan di depan umum?' batin Jiang Chen dengan penuh rasa jengkel.
"Hei Nona, tolong jaga ucapanmu itu," balas Jiang Chen dengan nada ketus.
"Kalau aku ini memang pria mesum, kau pasti sudah mati kedinginan di aspal bawah gedung sana!"
Su Yuhan mengernyitkan dahinya, mencoba memproses ucapan pemuda berpakaian lusuh di depannya ini.
Ingatannya masih sedikit kabur, tapi dia ingat seseorang memang menggenggam tangannya saat dia tergelincir jatuh.
"Kau, apakah kau pria yang ada di atap tadi?" tanya Su Yuhan dengan nada ragu.
"Tentu saja itu aku! Siapa lagi orang bodoh yang mau melompat demi wanita gila sepertimu?!" omel Jiang Chen tanpa ampun.
"Dan sebagai catatan, aku sama sekali tidak sedang melecehkanmu barusan."
"Aku menekan titik meridianmu karena jantungmu sudah berhenti berdetak selama beberapa menit!"
Mendengar kata meridian, dokter kepala yang sejak tadi mematung akhirnya tersadar dari keterkejutannya.
Wajah dokter paruh baya itu langsung memerah padam karena merasa otoritas medisnya telah diinjak-injak.
"Omong kosong macam apa itu?!" bentak dokter kepala sambil menunjuk wajah Jiang Chen dengan jari gemetar.
"Menekan dada dengan jari kosong untuk menghidupkan pasien henti jantung?"
"Kau pikir ini film silat murahan yang bisa membodohi orang, hah?!"
Jiang Chen menoleh ke arah dokter itu dan mendengus pelan dengan raut wajah meremehkan.
"Kalau ini film silat, kau pasti sudah menjadi peran figuran yang mati di menit pertama, Dokter," ejek Jiang Chen santai.
"Kau!" Dokter kepala itu kehabisan kata-kata saking marahnya.
"Keamanan! Cepat panggil pihak keamanan dan seret pria gila ini ke kantor polisi sekarang juga!" teriaknya kepada para perawat.
Dua perawat wanita langsung berlari keluar ruangan untuk mencari petugas keamanan rumah sakit.
Su Yuhan yang masih berbaring lemah di ranjang menatap perdebatan itu dengan kening berkerut dalam.
"Dokter, apa yang sebenarnya terjadi padaku?" tanya Su Yuhan dengan suara lemah.
Dokter kepala itu langsung mengubah nada suaranya menjadi sangat lembut saat berbicara dengan pasien VIP-nya.
"Nona Su, Anda baru saja mengalami henti jantung mendadak akibat syok dan trauma parah."
"Kami dari tim medis sudah menggunakan alat kejut listrik untuk mengembalikan detak jantung Anda dengan susah payah."
"Tapi pemuda gila ini tiba-tiba menerobos masuk dan mengklaim dia yang menyelamatkan Anda," jelas dokter itu memutarbalikkan fakta tanpa rasa malu.
Jiang Chen tertawa hambar mendengar kebohongan murahan tersebut.
"Wow, luar biasa sekali dedikasimu dalam mencuri hasil kerja keras orang lain, Dokter," puji Jiang Chen sambil bertepuk tangan pelan.
Prok prok prok.
"Aku masuk ke ruangan ini saat layar monitor itu sudah menunjukkan garis lurus."
"Kalian semua bahkan sudah siap mengangkat tangan dan mencatat waktu kematiannya."
Dokter kepala itu terlihat sedikit panik karena kebohongannya dibongkar begitu saja di depan pasien.
"Itu karena alatnya sedang menyesuaikan gelombang jantung! Jangan bicara sembarangan kau dokter gadungan!" kilah sang dokter dengan suara meninggi.
"Menyentuh dada pasien wanita tanpa izin adalah tindakan pelecehan seksual tingkat berat!"
"Aku akan pastikan kau membusuk di sel penjara malam ini juga!" ancamnya dengan tatapan tajam.
Su Yuhan menatap Jiang Chen dengan rasa curiga yang kembali muncul di matanya.
Bagaimanapun juga, Jiang Chen memang terlihat seperti gembel jalanan dengan kemeja kusam dan celana kain murahannya.
Sangat sulit mempercayai pemuda ini memiliki kemampuan medis yang lebih hebat dari dokter kepala rumah sakit elit.
Jiang Chen memutar bola matanya karena merasa sangat malas berdebat panjang lebar.
Dia awalnya ingin pergi saja dari ruangan ini setelah memastikan wanita yang diselamatkannya benar-benar hidup.
Tapi harga dirinya sebagai pria tidak membiarkan dia dihina sebagai dokter gadungan mesum begitu saja.
"Kau memanggilku dokter gadungan?" tanya Jiang Chen dengan senyum miring yang terukir di sudut bibirnya.
"Tentu saja! Tidak ada metode medis modern yang bisa menghidupkan orang hanya dengan dua jari!" balas dokter itu yakin.