NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Ingatan Dewa Naga Jahat

"Chen'er!"

Xiao Qingqing berlari naik ke atas panggung dengan wajah pucat.

Darah membasahi pakaian Feng Wuchen. Potongan pedang yang menembus Dantiannya membuat napas pemuda itu semakin lemah.

Feng Zhengxiong ikut bergegas mendekat. "Tetua Agung, selamatkan dia!"

Feng Qianyang segera berlutut dan memeriksa kondisi Feng Wuchen. Hanya beberapa detik kemudian, ekspresi Tetua Agung Keluarga Feng berubah sangat serius.

"Bawa Wuchen pulang sekarang!"

Feng Zhengxiong langsung mengangkat tubuh putranya. Namun sebelum pergi, ia menoleh kepada Patriark Mo.

Tatapannya dipenuhi niat membunuh. "Mo Qianshan! Jika putraku sampai mati, Keluarga Feng tidak akan pernah melupakan penghinaan ini!"

Patriark Mo hanya tersenyum tipis. "Feng Wuchen menghancurkan Dantiannya sendiri. Apa hubungannya dengan Keluarga Mo?"

"Tapi...kalau Patriark Feng ingin mencari masalah, aku akan menunggu."

Ia berbalik tanpa sedikit pun rasa takut.

Feng Zhengxiong menggertakkan gigi. Namun belum sempat ia berkata lagi, pemuda yang tadi mengalahkan Feng Wuchen tertawa dari atas panggung.

"Patriark Feng, sepertinya ada sesuatu yang belum kau ketahui."

Feng Zhengxiong menoleh.

"Mo Ling'er sekarang adalah murid Akademi Tianyan."

Wajah Feng Zhengxiong berubah.

Akademi Tianyan!

Pemuda itu tersenyum semakin angkuh. "Selain Akademi Tianyan, ada pula Keluarga kami Huangfu di belakang."

"Kalau kau ingin menyentuh Keluarga Mo, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu."

Kerumunan kembali gempar.

"Mo Ling'er diterima Akademi Tianyan?"

"Jiwa Bertarung Tingkat Enam memang luar biasa!"

"Kalau begitu masa depannya benar-benar tidak terbatas!"

Feng Zhengxiong tidak lagi mendengarkan. Baginya, nyawa Feng Wuchen jauh lebih penting daripada semua penghinaan tersebut.

Ia segera membawa putranya meninggalkan arena.

Kediaman Keluarga Feng dipenuhi suasana mencekam.

Di aula utama, Feng Zhengxiong mondar-mandir tanpa henti. Xiao Qingqing duduk dengan mata merah, sementara anggota keluarga lainnya menunggu dalam diam.

Tak lama kemudian, Feng Qianyang keluar dari kamar Feng Wuchen.

Wajah tuanya penuh kepasrahan.

"Tetua Agung!" Xiao Qingqing langsung berdiri. "Bagaimana keadaan Chen'er?"

Feng Qianyang menghela napas panjang. "Dantiannya hancur."

Suasana aula langsung membeku.

"Kultivasinya juga merosot ke Tingkat Dua Alam Tempa Tubuh."

Feng Zhengxiong mengepalkan tangan. "Apakah ia akan selamat?"

Feng Qianyang terdiam sesaat. "Lukanya terlalu parah. Aku hanya Alkemis Tingkat Satu. Dengan kemampuanku, aku tidak sanggup menyelamatkannya."

Wajah Xiao Qingqing seketika kehilangan warna.

"Tidak..." Ia berjalan mendekat. "Tetua Agung, pasti masih ada cara. Selamatkan Chen'er. Kumohon."

Feng Qianyang menggelengkan kepala. "Kecuali kita menemukan Alkemis Tingkat Tiga. Tapi di Kota Wushuang... tidak ada."

Feng Zhengxiong terduduk lemas.

Feng Yuan, putra sulung Keluarga Feng, memukul meja dengan keras.

"Mo Ling'er!" Matanya dipenuhi amarah. "Kalau Adik Ketigaku sampai kenapa-napa, aku tidak akan pernah mengampunimu!"

Xiao Qingqing tidak mendengar apa pun lagi. Pikirannya hanya tertuju pada putranya.

"Tetua Agung...apakah memang tidak ada harapan?"

Feng Qianyang menutup mata sejenak. "Waktunya tidak banyak, segera temui dia."

Kalimat itu terasa seperti vonis mati.

Di dalam kamar, Feng Wuchen terbaring tanpa bergerak. Napasnya sangat lemah. Namun tak seorang pun menyadari bahwa sesuatu sedang terjadi di dalam tubuhnya.

Bekas luka di bagian Dantiannya perlahan menutup. Daging yang robek menyatu kembali. Darah berhenti mengalir.

Dalam waktu singkat, luka yang seharusnya merenggut nyawanya menghilang hampir tanpa bekas.

Detik berikutnya...

"Hah!"

Feng Wuchen mendadak membuka mata. Tubuhnya tersentak keras. Ia menarik napas dalam-dalam seperti seseorang yang baru saja muncul dari dasar sungai. Keringat dingin memenuhi dahinya.

"Apa...?" Ia menatap sekeliling dengan napas memburu.

"Bayangan hitam tadi..."

Ingatan terakhirnya begitu kacau. Seekor naga hitam. Suara misterius. Ledakan kekuatan mengerikan.

Feng Wuchen tanpa sadar menyentuh perutnya. Lalu membeku.

"Lukaku?"

Tidak ada darah, robekan, bahkan rasa sakitnya hampir menghilang.

"Bagaimana mungkin..."

"Argh!"

Tiba-tiba kepalanya terasa seperti dihantam palu besar. Feng Wuchen mencengkeram rambutnya. Sejumlah besar informasi asing membanjiri pikirannya.

Kenangan, teknik kultivasi, pertempuran, Ras kuno, rahasia yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Mata Feng Wuchen membesar.

"Dewa Naga Jahat..."

Ia akhirnya memahami siapa pemilik semua ingatan itu.

Dewa Naga Jahat berasal dari Ras Naga Dewa Kuno, salah satu ras terkuat yang pernah berdiri di dunia ini.

Dalam ras tersebut pernah lahir dua Putra Suci.

Long Tianhun.

Long Tianzhan.

Keduanya adalah jenius luar biasa. Namun perebutan Tahta Tertinggi membuat hubungan mereka berubah menjadi permusuhan.

Long Tianhun merasa dirinya tidak lebih lemah daripada Long Tianzhan. Meski demikian, Tahta Tertinggi akhirnya jatuh kepada saudaranya. Dan ketidakrelaan berubah menjadi kebencian.

Long Tianhun meninggalkan Ras Naga Dewa bersama para pengikutnya. Sejak hari itu, ia mengganti namanya.

Dewa Naga Jahat.

Bertahun-tahun kemudian, ia kembali dengan pasukan besar.

Perang besar pun pecah.

Dewa Naga Jahat berhasil mengalahkan Long Tianzhan dan merebut Segel Naga Dewa.

Namun kemenangan itu tidak bertahan lama. Enam Tetua Agung Ras Naga Dewa turun tangan, menyegel Dewa Naga Jahat dengan kekuatan yang tidak terbayangkan. Dan segel itu bertahan selama puluhan ribu tahun.

Feng Wuchen menelan ludah. "Monster macam apa mereka itu..."

Dengan melihat sebagian ingatan pertempuran tersebut sudah cukup membuat tubuhnya merinding.

Namun satu hal jauh lebih mengejutkan. Semua ingatan Dewa Naga Jahat sekarang berada di dalam kepalanya.

Bukan hanya kenangan biasa tapi pengetahuan, pengalaman, teknik. Semuanya.

"Jadi ternyata dia ingin menggunakan tubuhku untuk bangkit kembali..."

Feng Wuchen masih sulit mempercayainya.

"Tapi siapa orang yang menghancurkan jiwanya?"

Ia teringat suara misterius itu menyebutnya Tuan Muda.

Kenapa?

Belum sempat Feng Wuchen memikirkan jawabannya, pintu kamar tiba-tiba terbuka.

"Tuan Muda Ketiga!"

Seorang pelayan muda berlari masuk.

Begitu melihat Feng Wuchen duduk di atas ranjang, gadis itu membeku. Matanya membesar.

"Anda... sudah sadar?"

Feng Wuchen segera menyembunyikan keterkejutannya. "Baru saja."

Pelayan itu menatapnya beberapa saat.

Kemudian—

"PATRIARK! NYONYA! TETUA AGUNG!"

Ia berbalik dan berlari keluar.

"TUAN MUDA KETIGA SUDAH SADAR!"

Suara kerasnya menggema ke seluruh kediaman.

Feng Wuchen tersenyum kecut. "Xiaolan ini..."

"Apa?!"

Di aula utama, Feng Zhengxiong langsung berdiri.

Xiao Qingqing hampir merobohkan kursinya.

"Tuan Muda Ketiga benar-benar sudah sadar!" seru Xiaolan sambil terengah-engah.

Feng Qianyang membeku. Cangkir teh di tangannya terlepas. Jatuh dan pecah.

"Mustahil..."

Sebagai Alkemis Tingkat Satu, ia sangat memahami kondisi Feng Wuchen. Luka seperti itu seharusnya ia tidak akan selamat.

"Ayo!" Feng Zhengxiong langsung berlari menuju kamar. Semua orang mengikuti.

Begitu pintu terbuka, Xiao Qingqing segera melihat Feng Wuchen duduk di atas ranjang.

"Chen'er!" Ia berlari dan memeluk putranya.

"Syukurlah..." Air matanya langsung jatuh.

Feng Wuchen menepuk punggung ibunya perlahan. "Ibu, sudahlah aku baik-baik saja."

Namun Feng Qianyang tidak bergerak. Ia justru menatap bagian perut Feng Wuchen dan raut wajahnya langsung berubah.

"Lukanya..." Ia segera mendekat.

Setelah memeriksa beberapa saat, matanya hampir terbelalak. "Sudah sembuh?"

Feng Zhengxiong ikut terkejut. "Apa?"

"Bekas luka pada Dantiannya hampir seluruhnya pulih!"

Semua orang memandang Feng Wuchen.

"Chen'er," tanya Feng Zhengxiong, "apa yang terjadi?"

Feng Wuchen menggelengkan kepala. "Aku juga tidak tahu. Begitu sadar, tubuhku sudah seperti ini."

Ia tentu tidak mungkin menceritakan tentang Dewa Naga Jahat. Tidak untuk sekarang.

Feng Qianyang memeriksa tubuhnya sekali lagi. Namun semakin diperiksa, semakin ia merasa bingung karena tidak menemukan penjelasan apa pun.

Namun satu hal yang pasti. Feng Wuchen bisa hidup.

Dan tubuhnya sedang pulih.

Xiao Qingqing kembali memeluk putranya. Bagi seorang ibu, itu sudah lebih dari cukup.

Sementara semua orang masih tenggelam dalam kegembiraan, Feng Wuchen menundukkan kepala. Sudut bibirnya perlahan terangkat.

Ingatan Dewa Naga Jahat.

Warisan seorang ahli yang pernah mengguncang Ras Naga Dewa dan sekarang semuanya berada dalam dirinya.

Mo Ling'er pernah mengatakan, bahwa ia tidak punya masa depan. Tapi Feng Wuchen justru merasa, masa depannya baru saja akan dimulai.

"Mo Ling'er..." Tatapannya menjadi dalam. "Kau mengkhianatiku dan menghancurkan harga diriku."

"Tapi kalau bukan karena semua itu, aku mungkin tidak akan pernah mendapatkan semua ini."

Feng Wuchen mengepalkan tangannya perlahan.

"Suatu hari nanti..."

"...kau akan mengetahui, siapa sebenarnya yang tidak punya masa depan."

...----------------...

Bersambung.....

1
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!