Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.
Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.
Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.
Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.
Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.
Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Jembatan Cinta Pulau Tidung
"Tentu saja aku puas. Kalau enggak puas, mana mungkin dia minta terus." Jawab Prabu apa adanya.
Alea tersenyum tipis mendengarnya.
"Satu hal lagi, aku paling tidak suka kamu terus insecure dengan kekurangan. Setiap manusia pasti pernah mengalami hal buruk, hal indah, sekaligus memiliki anugerah dari Sang Pencipta baik kekurangan dan kelebihan. Aku juga bukan manusia yang sempurna tanpa dosa," tegas Prabu.
"Kalau boleh tau, apa alasan Mas Prabu menerima perjodohan kita?" tanya Alea. "Padahal pasti banyak cewek di luar sana yang mengidamkan Mas Prabu buat jadi suaminya. Mas Prabu kan ganteng, mapan, punya nama besar sebagai komandan batalyon, dari keluarga gak sembarangan. Pokoknya laki-laki sempurna banget," sambungnya.
"Kalau aku sesempurna itu, gak mungkin aku berstatus duda."
Deg...
Alea tertegun mendengarnya.
"Terkadang orang hanya bisa menilai dari luarnya saja, tapi tak mengerti isi dalamnya."
"Maaf kalau pertanyaan ku tadi menyinggung perasaan Mas Prabu," cicit Alea seketika tak enak hati pada sang suami.
"Sama sekali tak menyinggung. Aku tak apa,"
Prabu pun akhirnya sedikit menceritakan sekelumit tentang kehidupannya pada Alea.
Prabu Rasyid Wicaksono sejak kecil sudah dididik dan dilatih oleh sang ayah tentang kehidupan milter. Prabu sama sekali tidak terpaksa jika memang dirinya disiapkan oleh sang ayah sebagai penerus di bidang profesi yang sama.
Secara kebetulan, Prabu memang menyukai dunia militer ketimbang harus bergelut di dunia bisnis seperti mendiang kakeknya.
Memang benar yang dikatakan Alea, sebelum menikah dengan Kinan hingga Prabu berstatus duda, banyak wanita yang datang mendekat padanya. Bahkan terkadang beberapa wanita mendekati keluarga Prabu untuk bisa melakukan perjodohan.
"Mungkin saja kita berdua memang sudah ditakdirkan untuk berjodoh. Bunda menawarkan hal itu padaku karena ia kagum dan menyukaimu saat kalian tak sengaja bertemu di sebuah acara di Malang," ucap Prabu.
"Kata bunda, kamu orang yang jujur saat pertama berjumpa. Tidak pakai topeng sama sekali seperti yang biasa dilakukan banyak orang lain di luar sana. Hal itu membuat bunda semakin yakin bahwa kamu cocok untuk jadi pendampingku," sambungnya.
"Aku masih aneh saja Mas Prabu secepat itu mengiyakan permintaan Bunda Citra,"
"Dulu, aku pernah tidak mendengar nasehat bunda. Saat datang perjodohan dari bunda yakni menikah denganmu padahal kita berdua sama sekali tak pernah saling kenal satu sama lain, anehnya tanpa berpikir dua kali justru aku mengiyakan."/
"Mas Prabu pernah tidak mendengar nasehat bunda di masa lalu, memangnya tentang apa?"
"Saat aku hendak memutuskan menikah dengan Kinan,"
"Bunda gak merestui maksudnya?"
"Hem,"
"Bunda bilang kalau dia merasa Kinan kurang cocok denganku. Tapi saat itu ayah tak setuju dengan saran bunda. Ayah memang sudah lama dekat dengan keluarga Kinan. Bukan bermaksud menyesal atas apa yang udah terjadi," tutur Prabu sejenak menjeda kalimatnya.
"Belajar dari pengalaman masa lalu, aku akhirnya menerima usulan bunda tentang perjodohan kita. Aku cuma punya satu keyakinan bahwa bunda pasti memberikan yang terbaik untukku," sambungnya.
Prabu juga bercerita hubungan antara dirinya dengan Bunda Citra yang berstatus ibu tirinya.
Sejak Prabu usia sepuluh tahun, Bunda Citra sudah merawat dirinya dengan sang ayah dengan sangat baik. Bahkan saat Ayah Hendra marah karena nilai Prabu menurun di sekolah atau berbuat keliru, Bunda Citra selalu menjadi garda terdepan membelanya.
Alea pun akhirnya paham bahwa Prabu memang cukup dekat dan sangat menyayangi Bunda Citra, walaupun wanita itu hanya sebatas ibu tirinya.
Sore hari pun Prabu merealisasikan janjinya pada Alea yakni melihat senja dari depan kamar mereka.
☘️☘️
Keesokan harinya, mereka pergi ke Pulau Pari di mana pulau tersebut punya Pantai Pasir Pe_rawan yang landai. Air laut jernih, dan dikelilingi hutan mangrove sehingga banyak wisatawan biasanya melakukan snorkeling di sana.
Prabu dan Alea pun melakukannya.
Para petugas di sana telah siap menemani sepasang suami-istri tersebut untuk melakukan olahraga air tersebut.
Momen indah itu pun diabadikan oleh staf petugas di sana yang memang bagian ini termasuk dalam paket honeymoon yang Prabu pilih untuk liburan kali ini dengan Alea.
Setelah dari Pulau Pari, keduanya lanjut destinasi terakhir sebelum pulang yakni ke Pulau Tidung yang terkenal dengan ikon jembatan cinta yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung Kecil.
Mitos populernya, bahwa jika kita berjalan bersama dengan pasangan untuk melintasi jembatan cinta tersebut dipercaya memiliki hubungan asmara yang langgeng hingga akhir hayat.
Prabu bukan orang yang mudah percaya dengan mitos. Akan tetapi, ia tetap ingin melakukan adegan tersebut bersama Alea.
Keduanya berjalan melewati jembatan cinta Pulau Tidung saling bergandengan tangan dan sejenak berfoto untuk mengabadikan momen.
Acara bulan ma_du pun usai. Keduanya pulang dengan hati yang jauh lebih bahagia.
"Uh, senangnya. Akhirnya aku bisa rebahan kembali di kasur rumah kita. Hehe..." ucap Alea seraya terkekeh sendiri saat tubuhnya menyentuh ranjang rumah dinas.
Ya, Prabu dan Alea sudah kembali pulang ke rumah dinas.
Prabu pun langsung ikut bergabung di atas kasur seraya memeluk tubuh Alea dari arah belakang.
"Eum, Mas..." gumam Alea dengan suara terdengar melenguh karena ciuman Prabu barusan yang menyerang di area lehernya.
"Apa?" goda Prabu.
"Bibirnya dikondisikan dulu kan kita baru sampai rumah,"
"Tenang saja, malam ini kita beneran istirahat. Aku gak akan minta,"
"Yang bener," ledek Alea.
"Beneran, kecuali Bu komandan yang pengin."
"Ishh !!" protes Alea.
Prabu pun sontak tertawa melihat reaksi Alea yang justru terlihat menggemaskan. Rasanya Prabu ingin sekali melu_cuti baju Alea hingga polos, lalu menerkamnya.
Akan tetapi, hal itu urung Prabu lakukan. Prabu sadar jika Alea butuh istirahat yang cukup karena sudah dua hari terakhir, Alea selalu ia buat lemas tak berdaya di atas ranjang.
"Aku boleh tanya sesuatu," ucap Prabu secara tiba-tiba dengan nada suara yang serius.
"Mas Prabu mau tanya apa?" sahut Alea yang masih dalam posisi dipeluk oleh Prabu dari belakang.
"Apa kamu punya saudara kandung perempuan?" tanya Prabu.
Bersambung...
🍁🍁🍁
aq demen nihh author yg begini, mamak² itu harus melek politik😍👍
bikin penasaran aja nich 🤔