Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.
Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.
Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.
Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.
Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.
Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”
Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Jam makan siang tiba. Alina memilih keluar dari gedung untuk Helena, salah satu sahabat baiknya yang sudah lama menjadi tempatnya bercerita.
Helena bukan hanya sahabat, selama ini dia juga sudah dianggap saudara oleh Alina. Walau terlahir di keluarga pengusaha besar seperti Lorenzo, Helena memilih berkarir sebagai seorang pengacara.
Helena adalah salah satu pengacara andal dan terkenal di sana. Wanita itu juga terbiasa memperhatikan hal-hal kecil yang sering dilewatkan orang lain.
Mereka berjalan menuju taman kota yang tidak terlalu jauh dari gedung perkantoran.
Helena membawa minuman dingin sambil berjalan santai. "Jadi, orang yang mengirim pesan itu benar-benar Bianca?" tanyanya.
Alina mengangguk. "Sepertinya."
"Kamu yakin mau menemuinya?"
"Aku ingin tahu apa yang dia mau."
Helena menatap Alina beberapa saat. "Kalau begitu, kamu harus hati-hati. Jangan lupa rekam semua pembicaraan kalian."
Alina mengangguk. "Kamu jangan terlalu dekat. Aku tidak ingin dia tahu aku datang bersama kamu."
Helena tersenyum tipis. "Tenang saja. Aku akan menyamar dan mengawasi mengawasi dari jauh," ucapnya sambil mengeluarkan sebuah handycam.
"Kamu memang bisa di andalkan." Alina tersenyum lebar.
Mereka akhirnya berpisah. Alina berjalan menuju bangku taman yang sudah ditentukan. Sementara Helena memilih duduk cukup jauh sambil sesekali memperhatikan keadaan.
Tidak lama kemudian, seorang wanita datang. Alina langsung mengenalinya.
Penampilan Bianca sangat berbeda dari biasanya. Rambutnya ditutupi topi, wajahnya memakai kacamata hitam besar, dan pakaian yang dikenakannya dibuat sederhana. Dia bahkan sengaja menundukkan wajah ketika berjalan melewati beberapa orang.
Alina menyipitkan mata.
Seperti dugaanku. Ternyata benar itu Bianca.
Wanita itu berhenti beberapa langkah di depan Alina. Alina tidak membuang waktu. Dia berdiri dan menatap Bianca dengan wajah datar.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanyanya to the point.
Bianca perlahan melepas kacamata hitamnya. Wajahnya terlihat tegang.
Tatapannya beralih mengedar ke segala penjuru arah. Namun, dia tidak sadar ada Helena yang duduk jauh di belakang. Lalu, pandangannya kembali kepada Alina.
"Aku ingin membicarakan Lorenzo."
Alina menyilangkan tangan di depan dada. "Apa lagi? Kalian kan sudah putus. Kamu juga sekarang sudah bersama Samuel."
Bianca menarik napas panjang.
"Aku tahu Lorenzo membenciku sekarang. Aku juga tahu dia sudah memutuskan hubungan kami dan tidak jadi menggugat cerai kamu."
Alina diam.
Bianca menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Tapi ada sesuatu yang harus kamu ketahui sebelum semuanya terlambat."
Alina mengernyit. "Hal apa?"
Bianca tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Alina cukup lama. Seolah-olah sedang memastikan apakah wanita di depannya benar-benar siap mendengar rahasia yang akan dia ungkapkan.
Sementara dari kejauhan, Helena mulai berdiri dengan handycam yang disembunyikan di balik tasnya. Tatapan wanita itu tajam mengawasi Bianca.
Alina tetap berdiri di tempat. "Apa pun yang ingin kamu katakan, katakan sekarang."
Bianca mengepalkan tangan. "Aku datang bukan untuk merebut Lorenzo darimu."
Alina mengangkat alis. "Bagus. Akhirnya kamu sadar diri kalau menjalin hubungan dengan suami orang itu tidak baik."
"Justru kamu yang menjadi orang ketiga!" ucap Bianca.
Alina tersentak. Dia lupa kalau Lorenzo dan Bianca sudah pacaran sebelum mereka menikah.
"Setidaknya hubungan aku itu resmi dan mendapatkan restu dari keluarga Romano," balas Alina.
"Dan setahu aku, Lorenzo bilang sudah memutuskan kamu sebelum kita menikah. Nenek Isabella juga sudah mengingatkan kamu untuk menjauhi Lorenzo. Soal kalian diam-diam masih menjalin hubungan asmara, aku mana tahu sampai Lorenzo mengatakan kebenarannya di malam pengantin. Jadi, aku tidak salah," lanjut Alina.
Wajah Bianca semakin pucat.
"Sepertinya kamu tidak tahu alasan Lorenzo mau menikahimu waktu itu," ucap Bianca.
"Aku tahu. Dia takut di coret dari daftar pewaris keluarga Romano," balas Alina dan membuat Bianca tersentak.
"Lorenzo itu tidak bisa hidup miskin, makanya memilih menikah sama aku," lanjut Alina tersenyum lebar. "Justru sepertinya kamu yang tidak tahu, kalau ...."
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
semoga lekas sembuh kak, sehat²...
tau gitu dulu jgn ditolong
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Semangat thor semoga lekas sehat ya
dn kebenaran biar cepat terungkap ,, meski semua terdengar sulit ,,