Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.
Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.
Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.
#anakrahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Punya Mama Menyenangkan
Cynara masih berjongkok di hadapan Keanu ketika Naren datang menghampiri. “Mama.”
Cynara mengangkat wajah. “Iya?”
Naren langsung memeluk lehernya dari samping. Keanu yang melihatnya ikut mendekat.
Awalnya hanya berdiri di samping Cynara. Namun, beberapa detik kemudian, anak itu perlahan menyandarkan tubuhnya kepada Cynara.
Cynara tersenyum. “Kamu juga mau dipeluk?”
Keanu mengangguk. Tanpa banyak berpikir, Cynara membuka kedua tangannya.
Keanu langsung masuk ke dalam pelukannya. Tubuh kecil itu terasa begitu ringan, bahkan bobot Naren terasa lebih berat.
Cynara mengusap rambutnya perlahan. “Sudah lama tidak dipeluk Mama ya?”
Keanu mengangguk.
“Naren juga suka dipeluk Mama.” Naren mengangguk bangga.
“Iya. Mama akan selalu peluk Naren.” Cynara tersenyum. Ia kemudian membawa kedua anak itu bermain.
Mereka berpindah dari satu permainan ke permainan lainnya. Naren menunjukkan cara menaiki perosotan.
Keanu mengikuti. Mereka bermain bola. Bermain susun balok. Bahkan sempat duduk bersama sambil menikmati camilan.
Keanu yang awalnya terlihat pendiam perlahan menjadi lebih banyak bicara. “Tante…”
“Hm?”
“Besok datang lagi?”
Cynara tersenyum. “Mau bermain lagi?”
Keanu mengangguk cepat. “Mau.”
Cynara mengusap pipinya. “Kalau ada kesempatan, kita main lagi.”
Sementara itu, pengasuh Keanu yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya tersenyum. Ia sudah lama tidak melihat Keanu secepat itu dekat dengan perempuan lain.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia melihat layar. Nama Pak Alvin muncul.
“Permisi sebentar, Bu.”
Cynara mengangguk.
Pengasuh itu mengangkat telepon. “Ya, Pak?”
Suara Alvin terdengar dari seberang. “Keanu di mana?”
“Masih bermain, Pak.”
“Di mana?”
“Di mall, Pak. Area permainan anak-anak.”
“Mall yang biasa?”
“Iya, Pak.”
“Baik. Saya segera ke sana.”
Panggilan berakhir. Pengasuh itu memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.
“Pak Alvin sebentar lagi datang.”
Cynara mengangguk. “Baik.”
Namun, sebelum mereka beranjak, pengasuh itu justru terdiam. Pemandangan di hadapannya membuat hatinya menghangat.
Naren dan Keanu sedang memeluk Cynara dari kedua sisi. Cynara bahkan mengusap kepala keduanya secara bergantian.
Kemudian Keanu tiba-tiba mendongak. “Naren.”
“Iya?”
“Boleh cium Mama kamu?”
Naren mengerutkan kening. “Kenapa Tenyu pengen cium Mama Nalen?”
Keanu terdiam. Ia menatap Cynara. Kemudian menjawab dengan polos,
“Keanu tidak punya Mama.”
Naren terdiam, bibirnya membulat, lalu beralih menatap ibunya.
Keanu menundukkan wajah dan terlihat sendu. “Ternyata punya Mama itu sangat menyenangkan.”
Kalimat sederhana itu membuat Cynara terdiam. Matanya kembali terasa panas. Ia menatap anak kecil di hadapannya ini. Keanu tidak meminta sesuatu yang rumit. Ia hanya ingin merasakan kasih sayang yang selama ini tidak pernah ia dapatkan dari sosok ibu.
Naren memandang Keanu. Kemudian menatap Cynara. Beberapa detik ia berpikir.
Lalu wajahnya berubah cerah. “Tenyu boleh panggil Mama Nalen, Mama.”
Cynara membeku.
Keanu menatap Naren. “Boleh?”
Naren mengangguk. “Boleh.”
Ia bahkan menarik tangan Keanu mendekati Cynara. “Tenyu boleh cium dan peluk Mama juga.”
Keanu tersenyum lebar. “Mama!” ucapnya dengan bahagia.
Ia langsung memeluk Cynara. Cynara tidak mampu lagi menahan air matanya.
Tangannya memeluk tubuh kecil Keanu. “Iya, Sayang.”
Keanu semakin erat memeluknya. “Mama…”
Satu kata itu membuat dada Cynara terasa sesak. Bukan karena ia keberatan. Justru sebaliknya. Ia kembali teringat pada Kania. Perempuan yang pernah menolongnya tanpa meminta apa pun.
Dan sekarang putra perempuan itu sedang memanggilnya dengan panggilan yang begitu sederhana. Mama.
Cynara mencium lembut rambut Keanu. “Kalau kamu ingin memeluk Mama, peluk saja.”
Naren ikut memeluk keduanya. “Kita beltiga!”
Pengasuh Keanu tersenyum meneteskan air mata haru melihat mereka. Namun, tanpa mereka sadari... seorang pria baru saja sampai di area permainan.
Langkahnya terhenti. Tatapan dinginnya langsung tertuju kepada pemandangan di hadapannya.
Alvin.
Ia melihat Keanu berada dalam pelukan Cynara. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama... putranya terlihat begitu bahagia berada dalam pelukan seorang perempuan.
Alvin tidak bergerak. Tidak ingin mengganggu kebahagiaan putranya. Hanya berdiri beberapa meter dari mereka, diam, dan memperhatikan.
Sementara Cynara sama sekali belum menyadari kehadirannya.
Dan di dalam hati Alvin, muncul perasaan aneh yang sulit ia jelaskan. Karena selama empat tahun... ia belum pernah melihat Keanu memeluk perempuan lain seperti itu.
Seorang perempuan, yang tak dihargai oleh suaminya sendiri. Kini, begitu dihargai oleh putranya yang memiliki karakter keras seperti Keanu.
*bersambung*
terimakasih sudah update mskipun kondisi tidak fit