NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena yang bernama Kalani Gianna, hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Tidak. Aku hanya sedang menertawai diriku sendiri," jawab Seraphina.

Saat ini, dia tak akan mengundang perdebatan yang tak berarti. Tenaganya akan ia hemat untuk drama yang lebih besar di acara pernikahan mereka nanti.

"Kenapa kau menertawai dirimu sendiri?" tanya Romi tak mengerti.

"Tidak apa-apa," jawab Seraphina. "Kalau boleh, aku ingin mengganti bajuku sekarang. Boleh, kan, Ayah?"

Romi mengangguk kaku. "Tentu," angguknya.

Kalani tersenyum miring saat melihat Seraphina undur diri. Dia anggap itu sebagai bentuk kekalahan sang adik untuk yang ke sekian kalinya.

"Aku ke toilet sebentar," pamit Kaivan.

Kalani mengangguk. Dia tak begitu peduli karena sekarang dia sedang sibuk memamerkan cincin nikah yang baru dia beli kepada kedua orangtuanya.

Seraphina baru hendak menutup pintu ketika Kaivan tiba-tiba datang dan menerobos masuk ke dalam kamar Seraphina.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Seraphina yang jelas terkejut dengan perbuatan Kaivan.

"Sera, aku hanya ingin bicara denganmu," jawab Kaivan.

"Tidak ada hal yang perlu kita bicarakan lagi. Jadi, keluar!" usir Seraphina dengan tegas.

Tak ada senyuman manis lagi yang dulu selalu Seraphina berikan.

Yang tersisa pada Seraphina hanya kebencian yang sudah menumpuk setinggi gunung.

Begitu penilaian Kaivan.

Padahal, Seraphina tak membencinya sama sekali. Benci itu sudah hilang. Bagi Seraphina, satu-satunya hal yang menjadi tujuan hidupnya sekarang hanya ingin meninggalkan keluarga toxic ini.

Dan, masih memelihara benci kepada Kaivan hanya akan menguras tenaga dan emosinya saja.

"Sera, apa kamu yakin akan menikah dengan Arsenio?" tanya Kaivan.

Dia tak peduli meski Seraphina mengusirnya.

"Itu bukan urusanmu," jawab Seraphina. "Sekarang, pergilah! Aku tidak mau calon istrimu yang penuh drama itu memfitnah ku lagi."

"Kalau kamu tidak mau menikah dengan Arsenio, maka kamu tidak perlu melakukannya, Seraphina!"

"Apa maksudmu?"

"Aku bisa membantumu untuk kabur di hari pernikahan."

Sudut bibir Seraphina sedikit terangkat. Alisnya sedikit mengerut. Pria ini... Apa maksud dia sebenarnya?

"Orangtuaku masih punya vila di daerah Selatan. Untuk sementara, kamu bisa tinggal di sana dulu. Masalah di sini, biar aku yang bereskan. Kamu cukup bersembunyi dengan tenang dan aku akan menemui mu seminggu sekali."

"Kau sedang ingin menjadikan aku simpanan, Kaivan?" tebak Seraphina.

"Aku tahu kau masih mencintai ku. Dan, perceraian kita pasti memberi dampak yang sangat besar terhadap hidupmu. Aku hanya kasihan padamu, Sera. Maka dari itu, aku bersedia menjadi kekasihmu walaupun hatiku tetap milik Kalani seutuhnya."

Seraphina mengepalkan tangannya erat-erat. "Menjijikkan," desisnya perlahan. "Kau benar-benar serakah, Kaivan. Bahkan, sampai sekarang... kamu masih berniat untuk menguasai aku dan kakakku sekaligus?"

"Aku hanya kasihan padamu, Sera!" Kaivan berkata tegas. "Dibanding Arsenio, jelas aku jauh lebih baik. Apa yang bisa kamu banggakan dari pria seperti Arsenio, hah? Kondisi finansialnya saja tidak pernah stabil."

"Apapun yang akan aku jalani dalam hidupku, bukan bagianmu untuk ikut campur lagi, Kaivan!"

"Sera, jangan keras kepala! Turunkan gengsimu itu! Apa kau ingin hidup menderita seperti Kalani dulu? Arsen bukan pria yang baik. Aku jauh lebih baik dari dia."

Seraphina tak tahu harus bagaimana. Baginya, Kaivan adalah seonggok kotoran yang jauh lebih hina dibanding Arsenio.

"Keluar, Kaivan!" tegas Seraphina sekali lagi.

"Kalau aku tidak mau?" balas Kaivan.

Seraphina tersenyum miring. "Kau ingin calon istrimu yang manja itu melihat kita berdua di dalam kamar ini?"

"Apa yang akan kau lakukan, Sera?" tanya Kaivan penuh rasa curiga.

"Aaaaaa..." Seraphina berteriak sekencang mungkin.

"Sera, jangan!" kata Kaivan sambil membekap mulut Seraphina. "Diam!"

Seraphina berusaha melawan. Dia berhasil meraih gunting yang ada di atas meja rias.

Benda tajam itu kemudian dia gunakan untuk mengancam Kaivan.

"Oke, aku lepaskan!" kata Kaivan.

Seraphina menodongkan gunting itu tepat di lehernya.

"Keluar!" titah Seraphina.

Kaivan mengangguk kaku dalam tekanan. Pria itu membuka pintu dengan tangan gemetar lalu keluar dengan terburu-buru.

"Kaivan? Kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Kalani saat Kaivan akhirnya kembali.

"Ti-dak apa-apa," jawab Kaivan. "Tadi, aku hanya melihat tikus besar di kamar mandi."

"Kau itu laki-laki. Kenapa penakut sekali?"

Kaivan tak menjawab apa-apa. Dia hanya diam.

"Kaivan, tadi kata Ibu cincin berlian ini terlalu kecil. Apa kau tidak bisa menggantinya dengan yang lebih besar?"

"Kau pikir, aku masih punya uang, Lani? Semua tabunganku sudah habis. Aku bahkan harus menjual beberapa koleksi jam tanganku demi membeli cincin berlian itu."

Emosi Kaivan mulai terpancing. Akhir-akhir ini, Kalani terlalu banyak menuntut. Jelas, itu berbanding terbalik dengan perkataan Kalani yang dulu pernah bilang jika akan menerima Kaivan apa adanya.

"Sayang, jangan marah!" bujuk Kalani. "Aku hanya sekadar menyampaikan ucapan Ibu saja. Kalau kamu belum sanggup, ya tidak apa-apa."

Kaivan mendengkus kasar. Kepalanya masih dipenuhi tentang Seraphina. Dia tak menyangka jika Seraphina akan menolaknya mentah-mentah dan lebih memilih menikah dengan Arsenio.

"Sial, kenapa hatiku malah jadi tidak rela begini?"

*******

Hari pernikahan akhirnya tiba. Semua keluarga sibuk berkerumun di ruang rias milik Kalani. Sementara, di ruangan milik Seraphina, tak seorangpun yang menemaninya.

Meski begitu, Seraphina tak sedih sama sekali. Justru sebaliknya, dia malah begitu senang.

"Halo, Nona Seraphina! Saya Vani, orang yang ditugaskan Nona Kalani untuk merias Anda hari ini."

Wajah perempuan itu terlihat tidak bersemangat. Dia bahkan menguap lebar, dan tidak ada senyuman ramah sedikit pun di wajahnya.

"Kau tidak perlu meriasku hari ini," kata Seraphina.

Perempuan yang baru hendak membuka koper berisi alat make-upnya itu langsung terpaku.

"Maksudnya, bagaimana?"

"Aku bilang, kau tidak perlu meriasku."

"Tapi, saya sudah ditugaskan oleh Nona Kalani untuk..."

Plak.

Seraphina melemparkan segepok uang ke hadapan wanita itu.

"Apa itu cukup untuk membungkam mulutmu tentang permintaan ku hari ini?" tanya Seraphina.

Perempuan itu tersenyum lebar. Dia segera mengambil segepok uang tadi dan memasukkannya ke dalam tasnya.

"Sangat cukup, Nona. Kalau begitu, saya permisi!"

Sambil bersorak senang, perempuan dengan penampilan tak meyakinkan itu kembali pergi. Selang beberapa menit, beberapa orang datang lagi.

Mereka adalah team make-up profesional yang sengaja di sewa oleh Noah untuk merias Seraphina.

"Selamat pagi, Nona Seraphina! Perkenalkan, saya Arland. Orang yang diutus oleh Tuan Noah untuk membantu Anda bersiap."

Seraphina tersenyum. Dia kenal siapa Arland. Beliau adalah pemilik salon kecantikan dengan sertifikat standar internasional.

Salon miliknya tersebar dimana-mana.

"Nona Seraphina, gaun pengantin Anda juga sudah tiba."

Orang penting lainnya datang lagi. Abramovich Waltz. Desainer kelas dunia yang gaun pengantinnya menjadi langganan para artis papan atas dan keluarga kerajaan.

"Nona Seraphina! Bersiaplah! Anda akan menjadi pemeran utama hari ini."

1
bibuk Hannan & Afnan
ceritanya seru komplit ada sedih bahagia kocak juga hikmah dlm cerita ini ada pelajaran tentang kehidupan juga
bibuk Hannan & Afnan
kok ada nama Liam
bibuk Hannan & Afnan
kemdiaymenyambar = kemudian menyambar
typo nih thor
maya ros
akhirnya Sera ingat😇😇
maya ros
apa Sera ga ingat sama sekali wajahnya Noah?
My Sweetyy
thooor meleyot bangt sieh pengn donk dapetin kaya Noah 🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
sa ae modusmu si bayi T-rex 🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
ucapannya ckckck🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 iya bener iblis dan setan berteman 👏👏👏
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
Bang sat! nya mantep benerrr 👍😄😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
memang tdk ada sejarahnya nama durhaka tersemat ke orang tua tp ke anak, dan orang tua yg macam kau tua Bangka Romi itu namanya dzolim, dzolim itu lebih sadis kejam dr durhaka.
bibuk Hannan & Afnan
berpura-pura menyayangi! ampun dah itu hatinya si tua Bangka Romi ck ck ck lucu amat ya ke anak kandung sendiri malah bilangnya berpura-pura menyayangi,
bibuk Hannan & Afnan
membebaskan Seraphina? kalani Thor bukan Seraphina kan yg dipenjara kalani bukan Seraphina
rahmah
ceritanya bagus memang jodohnya Sera itu Noah sama² mengalami ortu yg tidak memperdulikannya Sera ortunya pilih kasih sampai calon suaminya dan suaminya direbut sama kakanya aja ortunya malah mendukung dan menuruti semua keinginan kakaknya saja tapi sama Sera tidak begitu juga dg Noah ayahnya lebih memperdulikan istri barunya serta anak² tirinya daripada Noah anak kandungnya sendiri dan akhirnya Sera dan Noah bertemu di desa neneknya sera karena perkataan perkataan neneknya lah yg bilang "langit tak selamanya mendung" Sera dg sabar menjalankan kehidupan nya tapi Sera dan kalani itu pekerjaannya apa ya dan Marco kasihan belum dapat jodoh meskipun dia sudah jadi CEO tapi yg penting Sera dan Noah bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Leo putranya dan orang² yg jahat semuanya kena karma masing²..🤗
Deals Service
sedih campur seng dan terharu. cerita nya bener" seru dan pokok nya nyes x di hati 🥲
Airin Mukherjee
awas bintitan to mata🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
👍👏👏👏 Sera keren
bibuk Hannan & Afnan
modus 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!